Tag Archives: sdit

PEGASUS (Pasukan Penggalang Khusus)

Standard


PEGASUS (Pasukan Penggalang Khusus) merupakan pasukan penggalang Inti dilingkungan SDIT Al-Himah Bintara-Bekasi yang berjumlah 30 orang yang terdiri dari siswa kelas 4-5 yang sudah terpilih dan kemudian dibina melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) SDIT Al-Hikmah Bintara Bekasi merupakan program tahunan Gerakan Pramuka Gugus Depan 03175-03176 yang bertujuan untuk mengembangkan potensi atau bakat kepemimpinan pada diri siswa yang meliputi : sikap, disiplin, mandiri, pemberani, tegas, jujur, toleransi serta kerja sama antar siswa. Kepemimpinan sebagai salah satu fungsi manajemen yang merupakan suatu kiat atau kewibawaan yang mampu menggerakan orang lain, baik secara perseorangan maupun kelompok di dalam suatu organisasi, sehingga dapat menimbulkan keimanan dan kemampuan untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuani yang telah di tetapkan yang dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya.
Target kegiatan LDKS adalah
1. Peserta LDKS dapat berperan sebagai contoh siswa lainnya di lingkungan sekolah.
2.Peserta LDKS dapat mengalami proses perubahan perilaku, yaitu : bertanggung jawab, sadar diri, kerjasama, menghargai sesama dan di harapkan tidak mudah menyerah.

Bentuk kegiatan LDKS meliput :

1. Teori kepemimpinan
2. Teori dasar keorganisasian
3. Pembinaan mental
4. Pembinaan rohani
5. Pembinaan jamani
6. Outbond

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 9 ( Insya Allah )

Standard

                Cinta Kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa

   Mengharuskan Mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

 

Allah Subhaanaahuwata’aalaa Berfirman :

 “ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.( Q.S : An-Nisaa : 65 )

 Apabila Di katakan ; Siapakah Yang Memberi Kehidupan Kepada Kita ! Siapakah Yang Memberikan Rezeki Kepada Kita, Siapakah Yang Memberi Makan Kepada Kita, dan Siapakah Yang Memberi Minum Kepada Kita, Dan Siapakah Yang Memberikan Nafas Kepada Kita, Atau Siapakah Yang Memberi Pakaian Kepada Kita,  Atau Siapa yang memberi Kecukupan Kepada Kita, dan Siapakah yang Memberikan Kebutuhan Kepada Kita Berupa Isteri, Suami, Anak-Anak Kepada Kita, Siapakah yang bisa membuat kita Bisa Bercanda Ria, Siapakah Yang Bisa Membuat Kita Tertawa, dan Siapa Pulakah Yang Bisa Membuat Kita Menangis,……? ……….  Siapakah Yang Memberi Teman Kepada Kita, dan Siapa Pulakah yang  Menghilangkan Rasa Takut Dari Diri Kita, Siapakah Yang Memberikan Rasa Aman  Kepada Kita, Siapakah Yang memberi Kedamaian kepada Kita, dan SiapakahYang Memberikan Ketampanan Kepada Kita, Siapakah yang Memberikan Kecantikan Kepada Kita, Siapakah Yang Memberikan Rupa Yang Sempurna Kepada kita, Siapakah Yang Memberikan Kekayaan Kepada Kita, dan Siapakah Yang memberi Kesenangan kepada Kita, Siapakah Yang Menutup Dosa-Dosa Kita, Ketika Kita Berbuat Dosa Di Malam Hari, Dan Siapakah Yang Menyembunyikan Dosa-Dosa Kita Ketika Kita Berbuat Dosa Di Siang Hari, Siapa Pula Gerangan Yang Bisa  Mengampuni Dosa-Dosa Kita, Jika Kita Berbuat Dosa ! Dan Siapa Pulakah Yang Memberikan Kenikmatan Yang Tiada Terhingga Jumlahnya Kepada Kita !

Pasti Kita Akan Menjawab  “ Allah  “, Hal ini Tidak Dapat Kita Ingkari, Akan Tetapi Wahai Pembaca yang Budiman, Pengakuan Ini Sama Sekali Tidak Akan Bermanfa’at Di Sisi Allah, Apabila Tidak Di Iringi Dengan Perbuatan, Apabila Tidak Di Iringi Dengan Amalan Yaitu Perbuatan atau Amalan  Yang Menunjukkan Pengakuan Kita Bahwasanya Tuhan Kita adalah Allah Ta’aalaa atau dengan Kata Lain Kita Harus Menta’ati-Nya ( Allah ) dan Menjauhi apa yang di larang-Nya ( Allah ) Dengan Perbuatan-Perbuatan dan Amalan-Amalan Kita  .Apabila Kita Sudah Mengaku Yang Menciptakan, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, Yang Memberi Rezki ITU adalah Allah Ta’aalaa  Maka Beribadahlah Kepada-Nya ( Allah Ta’aalaa ), janganlah Kita Sekali-Kali MEMPERSEKUTUKAN Dalam Beribadah Kepada-Nya. Apa Yang Dia ( Allah ) Perintahkan, Lakukanlah dan Apa Yang Dia ( Allah ) Larang, Maka Tinggalkanlah. Inilah Yang Dimaksud Dengan Pengakuan Tersebut

Wahai Pembaca Yang Budiman ! Apabila Di Katakan Kepada Kita ! Apakah Kalian Mencintai Allah ? Pastilah Kalian Akan Menjawab “ Kami Mencintai-Nya ( Allah Ta’aalaa )”.Berkaitan Dengan Hal ini, Allah  Subhaanahuwata’aalaa Berfirman Dalam Kitab-Nya :

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) Mencintai Allah, ikutilah aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Q.S Al : Imran : 31 )

Para Ulama Salaf Menamakan Ayat ini Sebagai Ayat Ujian. Mengapa ! karena adanya Suatu kaum Yang Mengaku bahwa mereka Mencintai Allah, maka Allah Subhaanaahuwata’aalaa Memerintahkan Kepada  Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wa sallam Agar Mengatakan kepada Mereka,

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Q.S Al : Imran : 31 )

Ini Adalah Tantangan Bagi Siapa Saja Yang Mengaku Dirinya Mencintai Allah, agar di katakan Kepadanya “ Jika kalian Jujur dalam Mencintai Allah , maka Ikutilah Rasulullah “, Maka Siapa Saja yang Mengada-adakan Hal-hal  Baru ( Bid’ah ) dalam Agama Rasulullah Shallalahu’alaihi wa sallam Yang agama Tersebut Tidak Pernah Dilakukan Oleh Rasulullah atau di Contohkan oleh Beliau, Berarti ia Tidak mencintai Allah Walaupun ia Mengaku Mencintai Allah dan Hal ini berarti bahwasanya ia Bermaksiat Kepada Rasulullah, Padahal Kita Mengetahui barang Siapa yang Bermaksiat kepada Rasulullah Berarti Kita Tidak Ta’at Kepada Rasulullah. Sedangkan Dalam Sebuah Hadits Di Sebutkan :

“ Barang Siapa Ta’at Kepadaku ( Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ), Maka, ia akan masuk SYURGA,  Barang Siapa Tidak Ta’at kepadaku (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) Maka, ia masuk NERAKA “ ( H.R. Bukhari ).

 

Wallahu a’lam

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 8 ( Insya Allah )

Standard

 

 

SYIRIK

( MEMPERSEKUTUKAN )

SYIRIK adalah MENYAMAKAN (Mempersekutukan ) SELAIN Allah dengan Allah dalam perkara yang menjadi kekhususan atau hak bagi Allah. Dari definisi ini, maka INSYA ALLAH jelaslah bagi kita Apa definisi SYIRIK itu ! SYIRIK itu tidak hanya sebatas menyembah dan sujud kepada BERHALA, patung, matahari ,Bulan, Bintang dan lain-lain, namun lebih luas daripada ini, Dan pelaku SYIRIK itu disebut MUSYRIK. Bahkan, Mendatangi DUKUN atau PARA NORMAL dan yang Sejenisnya termasuk Kesyirikan. Barang Siapa yang mendatangi DUKUN, PARA NORMAL, PENYIHIR, PESULAP,  PERAMAL dan bertanya tentang sesuatu hal yang menjadi Permasalahanya kepada MEREKA, Maka  Ia ( yang bertanya ) SHALATNYA tidak di Terima oleh Allah 40 Hari 40 Malam, Barang siapa MEMBENARKAN Apa yang di katakan MEREKA berarti ia

( yang bertanya Lalu MEMBENARKAN itu ) telah Ingkar kepada Ajaran yang di bawa oleh Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, dan Siapa Saja yang Mendatangi Kuburan Para Nabi, Kuburan Para Wali, Kuburan Para Kyai, Kuburan Para Ustadz  Untuk Berdoa, Meminta BERKAH, REZEKI, JODOH, dan KEKAYAAN, di sana ( di Kuburan tersebut), Berarti ia telah berbuat seperti perbuatan orang YAHUDI dan NASHRANI. Ketahuilah Wahai Saudaraku ! Inilah perbuatan-perbuatan SYIRIK yang di ancam pelaku-pelakunya dengan Ancaman yang sangat berat, dan di Murka dengan Murka Yang sangat Dahsyat, Bahkan di Ancam Pelakunya Apabila perbuatan Tersebut SAMPAI Memasukan Pelakunya Kepada SYIRIK BESAR, DENGAN Ancaman NERAKA Selamalamanya yang ia Tidak akan pernah Keluar daripadanya (Neraka), Apabila Pelakunya Belum Sempat Bertaubat Ketika Hidupnya. ( Na’uudzu billah Min Dzalik)

Wahai Pembaca Yang Budiman ! Tahukah  Kita Dosa Yang Paling Besar dari Pada Dosa-Dosa Yang Besar, Dosa yang Tiada Taranya dan Dosa yang Tiada Duanya serta Dosa yang Tidak ada Bandingannya ! Apakah Dosa Yang Paling Besar  Tersebut adalah  Membunuh, Berzina, Durhaka Kepada Kedua Orang Tua, Riba ataukah yang lainnya  diantara Dosa-Dosa yang Besar ?

Ketahuilah, Wahai Pembaca yang Budiman ! Itu Semua adalah Dosa-Dosa Besar Yang Kita Semua Tidak Ingkari akan Keharamannya akan DOSA nya yang sangat BESAR. Akan Tetapi Wahai Pembaca yang Budiman, Tahukah KIta Dosa Yang Paling Besar dari Pada Dosa-Dosa Yang Sangat Besar ITU ?. Inilah DOSA Yang Menjadi Sebab Para Rasul Di Utus Berturut-Turut Untuk Memberantasnya Yaitu SYIRIK dan Menegakkan Yang Menjadi Lawannya Yaitu TAUHID ( Mengesakan Allah Ta’aalaa ).

Wahai Pembaca Yang Budiman ! Barang Siapa Melakukan KESYIRIKAN apapun Bentuknya. Apakah itu Perdukunan , Ramalan , Sihir, Mengagungkan Kuburan, Meminta Kepada Penghuni Kubur, Wali-wali, Para nabi, Malaikat dan Masih Banyak Lagi Yang lainnya Berarti Ia Terancam dengan  Ayat-Ayat dan Hadits-Hadits Yang Menjelaskan Tentang Masalah HARAMNYA KESYIRIKAN.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu MEMPERSEKUTUKAN Allah, sesungguhnya MEMPERSEKUTUKAN (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang BESAR.” ( Q.S : Lukman : 13 ).

“ Sesungguhnya telah KAFIRLAH orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al MASIH putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang MEMPERSEKUTUKAN (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah MENGHARAMKAN kepadanya SYURGA, dan tempatnya ialah NERAKA, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” ( Q.S : Al Maidah : 72 )

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa SYIRIK, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (SYIRIK) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang MEMPERSEKUTUKAN Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang BESAR. “ ( Q.S : An-Nisaa : 48 ).

Di dalam  Hadits  Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam Bersabda :

Dosa Yang Paling Besar adalah Engkau Menjadikan SEKUTU bagi Allah, Padahal Allah adalah Yang Telah Menciptakanmu “ ( H.R. Bukhori, Kitabu Tauhid )

Di dalam  Hadits  Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam Bersabda dari Jabir Radiallhu’anhu :

Barang Siapa yang Berjumpa dengan Allah sedang ia tidak MEMPERSEKUTUKAN sesuatu dengan-Nya ( Allah Ta’aalaa ), Maka ia Masuk SYURGA, dan barang Siapa Berjumpa dengan Allah Sedangkan ia MEMPERSEKUTUKAN sesuatu dengan-Nya ( Allah Ta’aalaa ), Maka ia Masuk NERAKA ( H.R.Muslim Kitabul iman ).

Barang Siapa yang Mati sedangkan ia Beribadah kapada SEKUTU selain Allah, Maka ia masuk NERAKA “ (HR. Bukhori).

Oleh Karena itu Allah Memerintahkan Kita Semua Untuk Beribadah Kepada Nya saja, semata-mata karena Nya saja dan tidak Kepada Selain Nya, dan Melarang Kita  dari Perbuatan SYIRIK, Sebagaimana Firman Allah Ta’aalaa :

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” ( Q.S : An-Nisaa : 36 ).

Dalam ayat ini Allah Ta’aalaa Memerintahkan Beribadah kepada Nya dan Melarang perbuatan MEMPERSEKUTUKAN sesuatu dengan-Nya ( SYIRIK ). Hal ini mengandung perintah untuk Beribadah kepada-Nya. Barang Siapa Tidak Mau Beribadah Kepada-Nya maka ia termasuk orang kafir dan Sombong. Sedangkan barang siapa beribadah kepada-Nya Seraya Beribadah kepada Selain-Nya ( Allah Ta’aalaa ), Maka ia Seorang yang KAFIR dan MUSYRIK. Adapun orang yang beribadah kepada Allah Saja, Maka ia seorang Muslim yang Mukhlis ( Ikhlas ).

Ketahuilah, Wahai Pembaca Yang Budiman ! SYIRIK itu Ada 2 Macamnya : yang Pertama SYIRIK AKBAR ( BESAR ), dan Yang Kedua SYIRIK ASHGOR ( KECIL ). Syirik AKBAR adalah Setiap yang di sebut SYIRIK oleh Syarii’ ( Pemberi Syari’at ), yang Menyebabkan KELUARNYA seseorang dari agama ISLAM ( Murtad ). Sedangkan Syirik ASGHOR adalah Setiap Amal, baik Berupa Ucapan maupun Perbuatan yang di Sebut SYIRIK oleh Syarii’ ( Pembuat Syari’at ) akan Tetati tidak Mengeluarkan Pelakunya dari Agama ISLAM.

Manusia WAJIB Berhati-hati dari Syirik AKBAR maupun Syirik ASGHOR di Karenakan Allah Ta’aalaa Berfirman :

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa SYIRIK, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang MEMPERSEKUTUKAN Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang BESAR.” ( Q.S : An-Nisaa : 48 )


Wallahu a’lam

Lebaran diObjek Wisata Alam Banten

Standard

Taman Nasional Ujung Kulon

Ujung Kulon merupakan salah satu taman nasional dan lokasi konservasi alam terindah di dunia. Di lokasi ini, kita dapat melihat keindahan hutan tropis. Badak bercula satu merupakan primadona daya tarik dari lokasi ini. Jika kita cukup bersabar, kita mungkin dapat melihatnya. Lokasi ini terdiri atas beberapa pulau kecil, beberapa di antaranya adalah pulau Peucang, Handeuleum, Panaitan, dan gunung Honje. Ciri khas taman nasional ini adalah perannya sebagai tempat berkembangbiaknya berbagai jenis hewan yang dilindungi, misalnya badak jawa, rusa, menjangan, banteng, primate, babi hutan, kucing hutan, lemur, dan berbagai jenis burung. Kawasan ini dapat dicapai melalui desa Panimbangan atau melalui jalan laut dengan perahu menuju pulau Peucang, Handeuleum, atau pulau Panaitan. Ujung Kulon telah dilengkapi dengan berbagai sarana jaringan telekomunikasi, listrik, dan air bersih. Sarana pariwisata seperti penginapan, pusat informasi, pemandu wisata, dan sarana transportasi juga telah tersedia. UNESCO telah menyatakan bahwa area Ujung Kulon merupakan situs cagar alam dunia.

Pantai Anyer

Pantai Anyer merupakan salah satu objek wisata laut Banten yang terkenal. Tepian pantai Anyer memberikan kesejukan bagi para pengunjungnya. Beberapa olahraga air juga dapat dilakukan di sini, seperti wind surfing, jetsky, banana speed boating, traditional boating dan lainnya. Setiap tahun, di kawasan ini, diselenggarakan lomba memancing di selat Sunda. Daya tarik lainnya dari pantai Anyer ini adalah pesona mercusuar yang terletak di tepi jalan raya yang menghubungkan ke berbagai kawasan wisata pantai. Mercusuar Anyer di desa Tambang Ayam, sekitar 35 km dari kota Serang, dibangun pada tahun 1885. Objek wisata ini dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, rumah makan dan home stay.

Pantai Carita

Pantai Carita memiliki panorama alam yang indah, pantai yang landai dengan ombak yang kecil. Di sepanjang pantai, kerap kali berlangsung berbagai atraksi wisata seperti Wisata Krakatau. Sebagian besar kawasan pantai dipenuhi villa dan bungalow milik perorangan. Fasilitas jalan menuju ke lokasi merupakan jalan negara dan jalan provinsi. Kawasan ini juga dilengkapi dengan jaringan telekomunikasi, listrik, dan air bersih yang memadai.

Pantai Karang Bolong

Pantai Karang Bolong terletak sekitar 50 kilometer dari Serang atau sekitar 140 kilometer dari Jakarta pada ruas jalan utama Anyer-Carita. Di pantai ini, terdapat sebuah karang besar dengan lubang di tengah berupa gua yang berhadapan langsung ke arah laut lepas. Lubang tersebut kemungkinan disebabkan oleh letusan gunung Krakatau pada tahun 1883. Di atas batu karang terdapat tempat yang cukup untuk melakukan pengamatan dan juga terdapat hutan kecil tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan laut lepas.

Pantai Sawarna

Pantai Sawarna terletak di kecamatan Bayah, kabupaten Lebak. Pantai ini memiliki keunikan dibanding pantai-pantai lainnya di Banten, yaitu suasana yang masih alami, permukaan pantai yang landai, dan airnya yang jernih. Panjang pantai mencapai 65 km yang dihiasi oleh batu dan pasir putih. Di sekitar pantai terdapat desa wisata dan rumah-rumah penginapan yang bernuansa alami. Untuk menuju lokasi pantai, kita dapat melalui kota Rangkasbitung, Lebak, atau Sukabumi. Bila dari Jakarta, kita dapat menempuh salah satu dari dua jalur transportasi, yaitu Jakarta-Serang-Malingping-Bayah-Sawarna, atau Jakarta-Balaraja-Maja- Rangkasbitung-Malingping-Bayah-Sawarna. Dari Bayah ke Sawarna bisa menggunakan sarana transportasi ojeg.

Pantai Tanjung Lesung

Pantai ini memiliki panorama yang indah, alami, berpasir putih dan karang yang unik. Suasana dan kondisi kawasan wisata kabupaten Pandeglang ini cocok untuk kegiatan olah raga air (snorkelling, diving, dan jetsky). Di bagian utara dari Tanjung Lesung merupakan daerah perbukitan yang tidak begitu curam. Di sini terdapat bagian laut yang menjorok ke pantai dan membentuk seperti danau seluas 12 ha dengan kedalaman 5 m dan dengan kondisi air yang tenang. Untuk menuju lokasi, kita dapat melalui jalan negara dan jalan propinsi yang mulus. Kawasan wisata ini sudah dilengkapi dengan infrastruktur dan fasilitas penunjang yang memadai, seperti jaringan telekomunikasi dengan fasilitas layanan telekomunikasi interlokal dan internasional, jaringan listrik dan sarana air bersih.

Pulau Dua/Pulau Burung

Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan alam laut berupa gugus karang, berbagai jenis ikan laut, dan tentu saja berbagai jenis burung. Luas kawasan ini sekitar 30 ha. Setiap tahun antara bulan April dan Agustus, pulau ini dikunjungi oleh beribu-ribu burung dari 60 jenis yang berasal dari berbagai negara. Sekitar empat puluh ribu burung-burung tersebut terbang dari benua Australia, Asia, dan Afrika. Pulau Dua bisa dicapai dengan perahu tradisional atau perahu motor dalam waktu 15 s.d. 30 menit melalui daerah Sawah Luhur, Kasemen. Di kawasan ini, telah tersedia sarana jaringan listrik, telekomunikasi, dan air bersih.

Pulau Umang

Pulau Umang memiliki luas sekitar 5 Ha, dan terletak di kawasan objek wisata pantai Pandeglang, berdekatan dengan kawasan wisata Tanjung Lesung. Kawasan wisata ini dikelola oleh sebuah perusahaan swasta yang menyediakan berbagai fasilitas rekreasi dan hiburan yang menarik. Di pulau ini, terdapat resort yang ditata dengan sentuhan artistik alami, dilengkapi dengan ruang pertemuan, kafe, spa, pusat bisnis, sunset lounge, klub pantai, kolam renang dan sebagainya. Selain itu, tersedia fasilitas olahraga dan rekreasi air, jogging track, cross country, lapangan tenis, tempat karaoke, dan lain-lain. Kita dapat menuju ke pulau ini dengan relatif mudah. Perusahaan pengelola kawasan ini menyediakan rental mobil dari Jakarta menuju pulau ini, atau dapat juga dicapai dari kawasan Ujung Kulon.

Gunung Karakatau

Gunung Krakatau yang terletak di perairan selat Sunda merupakan salah satu gunung yang paling terkenal di dunia, karena letusannya yang dahsyat pada tahun 1883. Suara letusan terdengar sampai ke kawasan benua Australia, bahkan awan panasnya menyelimuti beberapa kawasan Eropa selama seminggu. Ledakan dahsyat gunung Krakatau kemudian membentuk anak gunung yang kini dikenal sebagai Anak Krakatau yang muncul ke permukaan pada tahun 1928 yang hingga kini masih tetap aktif. Berada di selat Sunda, kawasan wisata alam ini mudah dicapai dari pantai Anyer-Carita sekitar satu jam dengan menggunakan perahu motor. Lokasi wisata ini menawarkan wisata alam seperti misalnya berkemah, berjalan kaki, memancing, dan pemandangan alam laut yang indah.

Rawadano

Rawadano terletak di kabupaten Serang, dan berjarak 101 km dari Jakarta. Kawasan ini merupakan kawasan yang didominasi rawa-rawa, juga terdapat sebuah danau. Luas kawasan ini sekitar 2.500 ha yang ditumbuhi oleh berbagai jenis pohon. Pulau ini menjadi tempat bersarang bagi aneka jenis binatang reptil, seperti ular dan buaya. Tidak kurang dari 250 jenis burung bermukim di kawasan ini. Kita dapat mencapai lokasi ini melalui tiga jalur, yaitu;

• Jakarta – Cilegon – Anyer – Rawaadano,
• Jakarta – Serang – Padarincang – Rawadano, dan
• Jakarta – Serang – Anyer – Cinangka – Padarincang – Rawadano.

Sumber : http://www.tourism-mpu.com

Jaga Kesehatan dihari Lebaran

Standard

Setelah berpantang makan dan minum selama sebulan penuh, banyak orang menganggap lebaran sebagai hari pembalasan. Apabila sebelumnya siang hari harus sabar menahan lapar, maka ketika lebaran  makanan apa pun yang teredia akan disambar. Awas, perhatikan menu yang masuk dalam perut agar tidak jatuh sakit usai lebaran. Memilih makanan yang tepat saat lebaran sangat di perlukan untuk menjaga kesehatan tubuh sehingga tidak menganggu aktivitas kita.

Agar tetap sehat saat bersantap lebaran, Dr. Saptawati Bardosono, MSc, ahli gizi dari FKUI-RSCM. memberikan beberapa tips, yaitu:

– Makan tetap teratur serta jangan mengambil porsi yang terlalu besar setiap kali makan. Jadwalnya makan pagi sesudah salat, selingan pagi, makan siang, selingan sore dan makan malam. Semuanya dengan porsi seperti hari-hari biasa.

– Konsumsi makanan dengan komposisi zat gizi yang seimbang, yaitu banyak sumber karbohidrat kompleks (nasi atau ketupat), sedikit lemak dan protein (opor, gulai) serta sedikit sekali gula, minyak dan garam termasuk kue-kue yang manis.

– Setiap kali makan harus terdiri dari berbagai jenis makanan termasuk sayur dan buah. Jangan hanya mengambil makanan yang disukai saja atau yang enak rasanya.

– Selalu ingat bahwa makanan yang kaya kandungan lemak akan memberikan asupan kalori yang paling besar sehingga rawan menyebabkan kenaikan berat badan.

Semoga bermanfaat…………

Memaafkan dan Manfaatnya

Standard

Hari raya Idul Fitri telah tiba…ada perasaan sedih dan gembira…sedih karena Ramadhan,bulan penuh berkah telah berlalu…kita berdoa semoga dapat bertemu  ramadhan lagi tahun depan….amiin….senang karena hari kemenangan telah tiba…dan kata yang sering terdengar dan terucap di hari raya adalah mohon maaf lahir dan batin..sebenarnya kita tahu gak sih apa itu arti memaafkan?ada manfaat nya gak sih bagi kesehatan?disini saya akan coba mengulas sedikit manfaat memaafkan yang di ambil dari berbagai sumber…..

Memaafkan bukan berarti melupakan, tapi memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menghapus rasa kesal dan dendam terhadap orang lain. Dengan demikian, rasa marah dan tekanan yang mengganggu emosi pun dapat diredakan. Akibatnya, pikiran jadi lebih tenang dan jauh dari stres.
Secara ilmiah, memaafkan kesalahan orang lain dapat bermanfaat baik bagi kesehatan fisik maupun mental. Secara sosial, memaafkan orang lain merupakan wujud kebesaran jiwa dan perilaku yang dianggap baik. Ada beberapa manfaat memaafkan bagi kesehatan yaitu:
1. Terhindar dari Penyakit Tekanan Darah Tinggi.
2. Terhindar dari Risiko Penyalahgunaan Obat dan Alkohol.
3. Menurunkan Risiko Serangan Jantung.
4. Jauh dari Stres dan Depresi.

semoga bermanfaat………..dan semoga kita dapat menjadi insan yang dapat memaafkan kesalahan orang lain…amiin….

BAMBU

Standard

Bambu tumbuhan sederhana yang banyak memiliki fungsi. Lokasi yang di rimbuni oleh bambu pasti merupakan daerah yang kaya dengan sumber air. Bambu sangat setia mengikat tanah yang dipijaknya, diberinya kehidupan tanah yang menopang sosoknya. Suatu hubungan yang sangat harmonis, bukti pemberian dan penerimaan yang tulus dan ikhlas. Saya ingin seperti bambu, sederhana’, ‘bermanfaat’, ‘setia’, dan ‘ikhlas’.

by: PRAMONO (GURU art SDIT AL HIKMAH)

Antara Kampung Melayu dengan Tanah Abang

Standard

Sahabat, cerita ini ku tulis berawal dari kisahku ketika mau berangkat ke Tanah Abang. Aku yang tinggal di Bekasi naik motor bersama istri ke Kampung Melayu dan menitip motor di salah satu Alfa di sekitar terminal Kampung Melayu. Aku pun bersama istri ditambah dengan adik perempuanku yang sudah menuggu terlebih dahulu di sana langung naik bis metromini yang benomer 502. Sudah maklum bagi warga Jakarta bahwa bis ini didominasi oleh orang Batak maka tidak diragukan lagi kalau lajunya tidak seimbang dengan usia bisnya. Kalang kabut seperti pembalap amatiran. Tanpa ragu jalur Bus Way juga diterobos. Walhasil polisi juga memberhentikan bis dan mengambil STNP sopir. Bis pun tanpa ampun langsung meluncur.

Yang menarik buatku bukan kencangnya bis. Tapi ada satu kejadian penting yang terjadi di bis ini. Seorang ibu yang usianya sekitar 50 tahunan menasehati seorang anak remaja putri yang masih duduk ditingkat SMP. Kalau aku perkirakan mungkin kelas 2 SMP.

“Nak, jangan mau pacaran ya. Belajar yang serius ” kata sang Ibu. Sebenarnya banyak nasehatnya tapi yang aku tangkap inilah inti dari nasehatnya. Si anak remaja hanya bisa terdiam dan termangguk-mangguk. ” Iya bu” kata remaja putri. Si anak remaja mungkin kaget. Kok ada seorang ibu yang tiba-tiba memberikan nasehat layaknya seorang ibunya sendiri. Padahal belum tentu ibunya sendiri memberikan nasehat yang sama dengan nasehat sang Ibu.

sahabat, ini maksudku cerita yang menarik dari perjalananku. aku terinspirasi kalau seandainya saling menasehati sudah menjadi keumuman di masyarakat kita mungkin pintu untuk kemaksiatan atau kejahatan tidak akan terjadi.

Ibnu Mas’ud radliyallaahu ’anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya) : ”Sesungguhnya kerusakan pertama yang terjadi pada bani Isra’il ialah ketika seorang bertemu kawannya yang sedang berbuat kejahatan lalu ditegur,”Ya Fulan, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan perbuatan yang tidak halal itu’. Kemudian pada esok harinya mereka bertemu lagi, sedangkan ia masih berbuat maksiat lagi, maka ia tidak mencegah kemaksiatannya. Bahkan ia menjadi teman makan minum dan teman duduknya. Jika demikian keadaan mereka, maka Allah menutup hati masing-masing, sebagaimana Firman-Nya :

 ”Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Isra’il dengan lisan Dawud dan Isa Putera Maryam. Yang demikian itu dikarenakan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka sendiri, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), tentu tidak menjadikan orang-orang musyrikin sebagai pemimpin, tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik”.(QS. Al-Maaidah ayat 78-81)


Kemudian Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,”Janganlah seperti mereka. Demi Allah, kalian harus menyuruh kebaikan dan mencegah kemunkaran, dan menahan kejahatan orang yang dhalim, dan kalian kembalikan ke jalan yang hak dan kalian batasi dalam hak tersebut. Kalau kalian tidak berbuat demikian, maka Allah akan menutup hati kalian, kemudian melaknat kalian, sebagaimana Allah melaknat mereka”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata,”Hadits ini hasan”).

JANGAN PERNAH PUTUS ASA

Standard

Seekor kucing berlari trengginas mengejar mangsanya, melanggar apa saja yang dilaluinya. Sebidang tempat laba-laba bernaung terlanggar dan koyak, dengan hati-hati disusunnya kembali dengan cermat.

Cobaan pasti ada. Bagaimana menghadapinya itu tergantung dari kita sendiri bagaimana mengambil keputusan.

Sepertinya kita harus sabar dan tidak pernah putus asa seperti si laba-laba.

by: PRAMONO (GURU art SDIT AL HIKMAH)

ANALOGI SURGA ……………….. !

Standard

ANALOGI SYURGA !

 

            Syurga adalah tempat TERINDAH, yang di inginkan oleh setiap ORANG yang menginginkannya, Apakah  itu orang Muslim, Mu’min, Kafir, Musyrik, Baik, Buruk, Kaya, Faqir, Miskin, Tua, Muda, Tampan, Cantik, Jelek, Rupawan, Dermawan, Bakhil,  Penzina, Pemabok, Penjudi, Perampok, Pembunuh, Penipu, Periang, Pendiam, Pemarah, pendendam, Pemaaf dan sebagainya. Apabila kita Menanyakan hal ini kepada Semua orang di antara mereka !

Apakah Kalian Ingin Memasuki Syurga Yang penuh Kenikmatan ? orang yang berakal sehat  ! Tidak Mungkin Ia akan menjawab “TIDAK”  dan sebaliknya ! Apabila Kita menanyakan  tentang hal yang menjadi Lawanya Yaitu Neraka !

Apakah Kalian Ingin Memasuki Neraka Yang penuh dengan  Kesengsaraan, Pembunuhan, Penyiksaan, Pembantaian ! Lagi, Lagi Orang yang mempunyai akal yang Sehat menjawab  “TIDAK”. Sebuah Jawaban,yang Apabila Pertanyaan tersebut di Lontarkan Kepada Kita Semua ! PASTI, Itulah Jawaban Yang akan kita Berikan. Akan tetapi, Wahai Pembaca yang Budiman ! Ketahuilah, Syurga itu, Bukan Barang yang MURAH, dan Neraka Bukan Barang Yang MAHAL. Sebagaimana Barang TERMAHAL di Dunia, Apabila Kita Tanyakan Kepada Mereka (Manusia) !. Haruskah Kita Membelinya ! Apabila Pertanyaan Ini di Lontarkan Kepada Kita, Apa Yang Harus Kita Jawab Tentangnya ! Wahai Pembaca yang Budiman, Bagaimana Apabila ada yang Mempunyai Harta yang Banyak, yang Apabila Kita mengikuti Perintahnya kita akan di berikan Hartanya, Bukankah Kita akan Melaksanakanya ! Bukankah Itu Harta……….!

Wahai Pembaca yang Budiman ! Bagaimana Jika Yang Memiliki Harta Itu adalah Rabbmu ( Tuhanmu) ! Bukankah Jika Kamu Mengikuti Perintahnya, Dia (Tuhanmu) akan memberikan Harta-Nya kepadamu ! Bukankah Allah itu Tuhanmu………..! Wahai pembaca yang Budiman ! Bagaimana Pendapatmu ! Jika seseorang berada DI RUMAHMU, akan tetapi ia Tidak Mau Membantumu, Ia tidak Mau Bekerja  Bersamamu, ia, tidak Mau Menuruti perintahmu, ia Tidak Mengindahkan Laranganmu, ia HANYA Mengandalkan hasil USAHAMU, ia HANYA mengambil Keuntungan Darimu, Apakah engkau akan membiarkan ia tinggal Bersamamu, Apakah Kamu Mau memberikan hartamu Kepadanya ! Jawablah Wahai Saudaraku !

Wahai pembaca yang Budiman ! Bagaimana Pendapatmu ! Apabila ada seseorang yang tidak Mau Berusaha, Tidak Mau Bekerja, Tidak Mau Mencari Nafkah untuk Keluarganya, yang ia lakukan hanyalah berdiam Diri di Rumahnya, Apakah ia Akan Mendapatkan Uang untuk Menafkahi Kelurganya !

Bukankah Allah Tabaaraka Wa Ta’aalaa Berfirman :

Dan bahwasanya seorang Manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). (QS : AN-Najm 39-40).

Dan Bagaimana Pula pendapatmu, Wahai Saudaraku ! Apabila ada seorang Pemuda yang Menginginkan Pekerjaan dengan Penghasilan yang melimpah, rumah yang Mewah, Perhiasan yang Indah, Akan tetapi ia  tidak Mau Berusaha, Bekerja Keras, Bersusah Payah, Berletih Lelah………, yang Ia Lakukan Hanyalah  mengandalkan Kedua orang tuanya atau Ia hanya berdiam Diri Sahaja Di Rumahnya !Apakah ia akan mendapatkannya!

Wahai saudaraku ! bagaimana pendapatmu tentang sebuah Instansi Pemerintahan atau sebuah Perusahaan ! yang engkau ingin BEKERJA di dalamnya, yang engkau ingin MASUK Padanya, Bagaimanakah Wahai saudaraku, Cara Kita Bisa BEKERJA di dalamnya ! Bagaimanakah Wahai saudaraku, Cara MASUK padanya ! Apakah Jikalau  Kita Tidak Mempunyai Ijazah, Kita akan Bisa BEKERJA di dalamnya ! Apakah kita Bisa Masuk Padanya !  Wahai Pembaca yang Budiman ! Bukankah itu Perusahaan……! Bukankah Itu Instansi Pemerintahan….!

Wahai Pembaca yang Budiman ! Ijazah…..! Tahukah Kita Wahai saudaraku Apa Ijazah itu ! Ijazah itu Modal bagi Kita di kehidupan DUNIA untuk Mendapatkan PEKERJAAN !. Akan tetapi wahai pembaca yang Budiman ! Ijazah itu Bertingkat-tingkat…..!  Apakah Ijazah SD engkau Samakan dengan Ijazah SMP ! Apakah Ijazah SMP Engkau samakan dengan Ijazah SMA ! Apakah Ijazah SMA Engkau samakan dengan Ijazah D3………..! Wahai Saudaraku, Lagi-lagi Pertanyaan menghampirimu ! Apakah Jikalau Kita Melamar Ke Sebuah Perusahaan dengan Ijazah SD, Perusahaan akan Menerimanya ! Apakah Jikalau Kita Melamar Ke Sebuah Perusahaan dengan Ijazah SMP, Perusahaan akan menghormatinya ! Apakah Jikalau Kita Melamar Ke Sebuah Perusahaan dengan Ijazah SMA, Kita akan mendapat Jabatan Terhormat di dalamnya ! Bukankah ini Perusahaan……..! Bagaimana pula dengan Instansi Pemerintahan ! Bukankah Batas Minimal Engkau MASUK padanya, MASUK di dalamnya adalah D3……! Kalaupun Seandainya Ijazahmu itu D3 atau Ahli Madya, Wahai Saudaraku ! Apakah engkau Bisa Memastikan dirimu MASUK ke dalamnya ……………! Wahai Saudaraku, Engkau bela Mati-Matian untuk mendapatkan itu semua, akan tetapi wahai Saudaraku Engkau Lupa Bukankah Alquran itu Ijazahmu ….! bukankah Assunnah itu Kemampuanmu, Ketrampilanmu ! Mengapa Wahai Saudaraku Kita tidak Mencarinya, tidak mempelajari keduanya tidak Mengamalkannya ! mengapa sesuatu yang Agung Kita Remehkan dengan Mencari Sesuatu yang Lebih Rendah dari padanya……………..! Jikalau Seperti demikian Halnya, Wahai Pembaca yang Budiman ! Ijazah Mana Lagi Yang dapat Kita Gunakan untuk Perbekalan Kita Di Akherat Kelak….? Bukankah Kehidupan Akherat adalah suatu kehidupan PASTI, yang akan kita Lalui, yang akan kita lewati………. ! Jikalau kita tidak Mempunyai Ijazah Akherat, Wahai Saudaraku ! Maka Katakanlah, Sebagaimana Engkau Katakan Ketika Engkau tidak memiliki Ijazah Di dunia ……..!

Wahai Pembaca yang Budiman ! Perhatikanlah ! Apabila engkau sudah Memperhatikannya , Maka Pikirkanlah ! Apabila engkau Sudah Memikirkannya, Maka Renungkanlah………!

Wahai Saudaraku ! Bagaimana pendapatmu Tentang Perusahaan itu  ! Bagaimana pendapatmu Tentang Instansi Pemerintahan itu ! Bukankah Allah itu Tuhan Keduanya….! Bukankah Allah Yang Memiliki Keduanya….!  Tahukah engkau bahwasanya Allah Itu tuhanmu …….! Bukankah Allah Memerintahmu….! Bukankah Allah Mewajibkan sesuatu atasmu ! Tahukah Engkau Apakah Sesuatu itu, Wahai Saudaraku !  Apabila Kamu tidak Tahu ! Allah telah memberitahukan sesuatu itu kepadamu, Sesuatu itu adalah Hendaklah Kamu Bersaksi Tidak ada Tuhan Yang Berhak di Ibadahi dengan Benar Kecuali Allah yaitu Tuhanmu dan Muhammad itu Rasulullah yaitu Rasulmu, Apabila Kamu sudah bersaksi Bahwa Allah adalah Tuhanmu dan Muhammad adalah Rasulmu, Maka Wajib atasmu, Melaksanakan Apa saja yang di perintahkan dan apa yang di larang Allah dan Rasul-Nya kepadamu, Bukankah Setelah itu Allah Memerintahkan Kita Untuk Shalat yang Lima Waktu, Menunaikan Zakat, Puasa di bulan Ramadhan, Haji Jika Mampu. Wahai Pembaca yang Budiman ! Bukankah Allah Tuhanmu Memerintah Kita Untuk Mengikuti Rasul-Nya, Bukankah Rasul-Nya Memerintahkan Kita Untuk Mengamalkan Sunnahnya, Meninggalkan Hal Bid’ah Yang di Larangnya, Bukankah Allah Memerintahkan Kita Untuk Menuntut Ilmu Agama , dan Mengamalkannya, serta MENDAKWAHKANNYA, kemudian Setelah itu Bersabar dalam dakwah kepadanya., Bukankah Allah Memerintah Kita Untuk Amar’Ma’ruuf Nahyu Mungkaar karena-Nya, Bukankah Allah Memerintah Kita Untuk Berhukum dengan hukum Allah dan Rasul-Nya, Bukankah Allah Memerintah Kita Untuk Berjihad, Bukankah Allah Memerintah Kita Untuk Memuliakan Tetangga, Bukankah Allah Memerintah Kita Untuk memuliakan Tamu, Bukankah Allah Memerintah Kita Untuk Berkata-kata dengan Perkataan yang Bermanfaat  dan Meninggalkan Perkataan Yang tidak Berguna, Bukankah Allah Memerintah Kita untuk Berbakti kepada Kedua orang tua, Bukankah Allah Memerintah Para Wanita Untuk Menutup Auratnya (Seluruh Tubuhnya), Bukankah Allah Memerintahkan Kita Bersilaturrahmi, Bukankah Allah Memerintahkan Kita Berlaku Adil, Bukankah Allah Memerintah Kita untuk Berinfaq, Shodaqoh, Wahai Pembaca yang Budiman ! Bagaimana Pendapatmu ! Apabila engkau Melanggar Perintah-Nya, Apakah……… SYURGA akan di berikannya kepadamu, Wahai Saudaraku !

Ketahuilah ! Wahai Pembaca Yang Budiman ! Setiap Raja itu Mempunyai Daerah Tanah  Larangan, Ketahuilah ! Ketahuilah ! Sesungguhnya Daerah Tanah Larangan Allah adalah yang di haramkan-Nya. Bukankah Allah Melarang Kita  Menyembah Selain-Nya,          Bukankah Allah Melarang Kita untuk berbuat SYIRIK kepada-Nya, Bukankah Allah Melarang Kita Pergi ke DUKUN, Bukankah Allah Melarang Kita Percaya pada Tukang Ramal, Bukankah Allah Melarang Kita Percaya Pada Bintang-Bintang, Bukankah Allah Melarang Kita Percaya Pada Penyihir, Tukang Sulap, dan Bukankah Allah Melarang Kita Percaya Kepada Para Normal, Bukankah Allah Melarang Kita Menyembelih Hewan Korban Untuk Selain-Nya, Bukankah Allah melarang Kita Menyembelih hewan Qurban Untuk Penghuni Kubur, Bukankah Allah Melarang kita Berdoa atau Meminta Kepada Penghuni Kubur, Bukankah Allah Melarang Kita Menyelisihi Rasul-Nya, Bukankah Allah Melarang Kita Sombong, Bukankah Allah Melarang Kita ‘Ujub, Bukankah Allah Melarang Kita Riya, Bukankah Allah Melarang Kita merasa Bangga dengan diri kita, dengan amal kita , dengan harta kita, dan dengan Ilmu kita …..! Bukankah Allah Melarang kita Meremehkan Kebenaran yang datang dari Rasulullah, Bukankah Allah juga Melarang kita Merendahkan Orang Lain , Menghina Orang lain, Mencela Orang lain, memfitnah Orang Lain, Mengghibah Orang Lain, mengadu Domba Orang Lain…! Wahai Pembaca yang Budiman ! Lagi, Lagi Pertanyaan Menghampirimu ! Apakah Apabila engkau Melanggar Perintah-Perintah-Nya , SYURGA akan di berikannya kepadamu !

Ketahuilah ! Wahai saudaraku !  Bukankah Allah Melarang Kita Durhaka Kepada Kedua Orang Tua, Bukankah Allah Melarang Kita Membunuh Jiwa yang diharamkan, Bukankah Allah Melarang Kita Memakan Harta Anak Yatim, Bukankah Allah Melarang Kita Lari Dari Medan Perempuran (Jihad), Bukankah Allah Melarang Kita Melakukan RIBA, Bukankah Allah Melarang Kita Menuduh Wanita Shalehah, dengan Tuduhan Pezina ! Bukankah Allah Melarang Kita Mendekati ZINA, Bukankah Allah Melarang Kita Berbuat ZINA, Bukankah  Pacaran itu Mendekati ZINA, Bukankah Berdua-duan antara Laki dan Wanita Mendekati Zina, Bukankah Pandang-Pandangan Mendekati ZINA, Bukankah Menyentuh Wanita Mendekati ZINA, Bukankah Berjabat Tangan dengan Wanita itu Mendekati Zina,  Bukankah Melihat Wanita Yang Bukan Mahramnya Mendekati ZINA, Bukankah Islam Mengajarkan Kita Untuk Tidak Berzina,  Bukankah Itu Larangan Tuhanmu………….!

Wahai Saudaraku ! Bagaimana Pendapatmu ? Apabila engkau tidak Melaksanakan Perintah-Nya serta Melanggar Larangan-Larangan-Nya, Apakah SYURGA itu akan di berikanya kepadamu, Wahai Saudaraku ………………………………………………………………………………………………!

SURGA ……..

Standard

SYURGA

Syurga…Adalah kenikmatan yang mahal yang di dambakan kaum Mukmin sepanjang Zaman.

Syurga…..adalah yang menjadi penggerak Jiwa para Salafushalih untuk mencontohkan kepahlawanan di dalam berjihad dan pengorbanan.

Syurga…..adalah cita-cita yang sangat mulia yang membuat mata terpesona memimpikannya. Yang di damba oleh setiap jiwa yang merindukannya di setiap tempat dan zaman mereka Rela menghadapi Marabahaya (Untuk mendapatkan Syurga yang di janjikan).

Sesungguhnya Syurga itu adalah cita-cita yang paling Agung Bagi Seorang Mu’min. Memasukinya dan hidup di dalamnya adalah sebuah harapan yang selalu di pikirkannya sepanjang umurnya.

Betapa seringnya, syurga membuat seorang kepada kebaikan dan kebenaran walaupun di dalam perjalanan menujunya di penuhi Marabahaya, Kesusahan, Onak dan Duri, bahkan Kematian.

Pernah terjadi Di zaman Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,sebagaimana di ceritakan oleh Anas Bin Malik, ia Berkata. Rasulullah dan Para Shahabatnya pergi Berperang, Hingga mereka mendahului kaum Musyrikiin di daerah Badr. Baru setelah itu, datanglah kaum Musyrikiin. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Bersabda : Janganlah salah seorang di antara kalian mendatangi sesuatu, sampai aku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) Yang lebih dahulu mendatanginya. Kemudian, Kaum Musyrikiin semakin mendekat, maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa  sallam Bersabda : Bersegeralah menuju Syurga yang Luasnya seluas langit dan Bumi. Mendengar hal itu, Umair Al Humam Al Anshori Berkata Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Syurga itu seluas langit dan bumi Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam Berkata : Iya. Umair Berkata : WAH, WAH ? Rasul Shallallahu’alaihi wa sallam Berkata : Apa yang membuat mu berkata WAH, WAH ? Umair berkata : Tidak Apa-apa wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam hanya saja saya berharap agar saya menjadi penghuninya. Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : Engkau termasuk Penghuninya, Maka Umair pun Mengeluarkan beberapa butir kurma dari tempat perbekalannya. Lalu memakannya kemudian berkata seandainya aku tetap hidup sampai habisnya kurma-kurma ini tentu alangkah panjangnya hidupku ia pun membuang kurma-kurma itu kemudian memerangi kaum Musyrikiin hinga akhirnya ia terbuinuh.(HR. Muslim No 1901). Sikap seperti ini juga terjadi setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Abu Musa Al Asy’Ary ketika berhadapan dengan musuh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya pintu-pintu syurga berada di bawah kilatan pedang. Mendengar itu, orang yang penampilannya kusut bertanya : Wahai Abu Musa , Apakah kamu mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mengatakannya Abu Musa Menjawab : Iya Serta merta orang itu kembali kepada teman-temannya dan berkata saya menyampaikan salam kepada kalian kemudian merobek sarung pedangnya dan membuangnya. Selanjunya ia berjalan menuju musuh sambil menghunuskan pedangnya lalu menebaskan kearah musuhnya hingga ia terbunuh (HR. Muslim 1902, Attirmdzi No 1659).

 

AYAT-AYAT ALQURAN YANG MENJELASKAN SIFAT-SIFAT SYURGA.

Allah Ta’aalaa telah menerangkan tentang sifat syurga di dalam Kitab-Nya dengan keterangan yang nyata hingga seakan-akan terlihat di depan mata. Penjelasan tentang syurga itu tidak hanya terdapat pada surat Alquran, Bahkan Di jelaskan Di dalam Hadits tentang Sifat-sifatnya. ( Sifat Syurga ). Allah Yang Maha Penyayang , Yang Maha Pengsih lagi Maha Agung Berfirman :

Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada di dalam syurga (Taman-taman) dan di dekat mata air (yang mengalir). Di katakan kepada mereka (Masuklah dengan sejahtera lagi aman dan KAMI (Allah Ta’aalaa) lenyapkan segala rasa dendam dari hati-hati mereka sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas di pan-di pan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya, dan mereka sekali-kali tidak akan di keluarkan darinya (Syurga).(QS:  Alhijr :45-48).

Dan Sebagaimana Firmannya ;

Sesungguhnya Allah memasukan orang-orang yang Beriman dan mengerjakan amal yang shaleh ke dalam syurga-syurga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di syurga itu mereka di beri perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara. (QS: Al-Hajj: 23)

Dan sebagaimana Firman Nya :

Sesungguhnya Penghuni syurga bersenang-senang dalam kesibukan (mereka) Mereka dengan Isteri-Isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan  di atas di pan-di pan. Di syurga mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta (kepada Mereka) di katakan Salam (Kesejahteraan atas Kalian )  dari RABB Yang Maha Penyayang (QS:Yaasiin : 55-58).

Dan sebagaimana Firman Nya :

dan orang orang yang bertakwa kepada Rabb nya di bawa ke Syurga Berbondong-bondong (Pula), Sehingga apabila mereka sampai ke syurga itu sedang pintu-pintunya (syurga) telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjagapenjaganya (Syurga) : Kesejahtraan (di limpahkan) atasmu, Berbahagialah kamu ? Maka Masukilah syurga ini sedang kamu KEKAL di dalamnya, dan mereka mengucapkan segala puji bagi Allah yang telah MEMENUHI janjinya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini (Syurga) sedang kami (di perkenankan) menempati tempat dalam syurga dimana saja kami kehendaki, maka syurga itulah sebaik-baiknya balasan bagi orang-orang yang beramal (QS:Az-Zumar : 73-74).

Dan sebagaimana Firman Nya :

“Sesungguhnya orang-orang yang Bertakwa berada dalam tempat yang aman (yaitu) di dalam taman-taman dan mata air-mata air, mereka memakai sutra halus dan Sutra yang tebal (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan kami berikan kepada mereka Bidadari. Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekawatiran) (QS: Ad-Dkhon : 151 – 155)

Dan sebagaimana Firman Nya :

“ (Apakah) perumpamaan (penghui) Syurga yang di janjikan kepada orang-orang yang Bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, Sungai-sungai dari susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khomer (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang di saring dan mereka di dalamnya memperoleh segala macam buah-buahan dan Ampunan dari Rabb mereka, (Apakah) Mereka itu sama dengan orang yang KEKAL dalam Neraka dan di beri dengan air dari air yang Mendidih sehingga memotongmotong Ususnya (QS : Muhammad : 15)

Dan sebagaimana Firman Nya :

“ Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang di senangi di sisi (Rabb Yang Maha Berkuasa)(QS : Al-Qamar : 54-55).

Dan masih banyak lagi dalil-dalil dari Alquran yang semakna maksudnya tentang penjelasan Syurga.

HADITS-HADITS SHAHIH YANG MENJELASKAN TENTANG SIFAT-SIFAT SYURGA

Ketahuilah, wahai hamba Allah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam telah menerangkan tentang SIFAT-SIFAT syurga yang di janjikan Allah kepada orang-orang Bertakwa dengan keterangan yang mendalam, detail dan gamblang. Keterangan ini membuat tentram (Hati) orang-orang yang beriman. Orang-orang yang shalih merasakan kenikmatan dengan mengetahuinya, dan orang-orang yang bertaubat merasakan kesenangan dengan mengingatnya.

1. Orang  yang pertama kali masuk syurga.

Dari Anas Bin Malik Radiallahu’anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam

Bersabda : “ Pada hari kiamat nanti aku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) akan mendatangi pintu syurga, kemudian Aku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) minta di bukakan (pintunya). Maka penjaganya bertanya : Siapa Anda ?Aku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) menjawab : Muhammad. Selanjutnya ia berkata hanya untukmu aku di perintahkan untuk membuka pintu ini dan di larang bagi seorangpun sebelummu. (HR. Muslim No 188).

Dari hudzaifah Radiallahu’anhu ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

Semua anak Adam berada di bawah Benderaku pada hari kiamat dan aku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) orang yang pertama kali di bukakan pintu Syurga. (Shahiihul Jaami’ no 6995)

2        Sifat Rombongan yang pertama kali masuk Syurga.  dari Abu hurairah Radiallahu’anhu ia berkata Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Bersabda : “Sesungguhnya orang yang pertama kali masuk syurga dalam keadaan laksana bulan di malam purnama. Orang yang masuk setelah mereka, Laksana Bintang yang sangat terang di langit yang sangat cerah, mereka tidak buang air kecil, tidak beringus, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari Emas. Keringat mereka adalah Minyak Kesturi. Tempat bukhur (pewangi Ruangan dan tubuh) mereka adalah batang kayu Gaharu India Isteriisteri mereka adalah semuanya adalah para Bidadari, bentuk tubuh mereka adalah seperti bentuk tubuh bapak mereka, Yaitu Adam ‘alaihissalaam yang Tingginya adalah 60 hasta”.( Muttafaqun’alaih ; HR.Bukhori No 3327 & Muslim No 2834)

3        Pintu-Pintu Syurga. dari Sahl Bin Sa’ad ia berkata dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “di dalam Syurga ada Delapan pintu di antaranya ada yang bernama “AR Rayyan” pintu itu tidak di masuki, kecuali hanya oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhori No 3257).

4        Tidak ada kematian dalam Syurga. Dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda : “ Jika penduduk syurga sudah masuk kedalam Syurga maka ada yang berseru “Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati, kalianakan tetap sehat tidak akan sakit, kalian akan tetap muda dan tidak akan tua, kalian juga akan selalu hidup senang dan tidak akan mendapat kesusahan.(HR. Muslim No 2837).

5        Dari Abu Hurairah  Ia berkata  Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda

“Siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Mendirikan Shalat,Dan puasa Ramadhan, maka wajib bagi Allah untuk memasukanya ke Surga, baik dia berhijrah di jalan Allah atau tertinggal di tanah airnya. Para Sahabat berkata”Wahai, Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam. Bolehkah kita memberitahukan kepada orang banyak ! beliau bersabda “sesungguhnya disurga ada 100 tinggkatan yang telah disediakan oleh Allah Bagi para Mujahidin Fisabilillah ( di Jalan Allah Ta’aalaa) Setiap dua tingkatan seperti jarak antara langit dan bumi. Maka jika kamu Memohon kepada Allah, Mohonlah surga firdaus yang paling tinggi karena sesungguhnya surga firdaus itu ada di tengah-tengah surga dan paling atas dan di atasnya terdapat Arsy Ar-Rohman, dari sana sungai-sungai surga mengalir’,. (HR.Al-Bukhori, No 7423)

6. Sifat-Sifat penghuni Syurga Dari Mu’adz Bin Jabal Bahwa Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda  “penghuni Syurga akan masuk Syurga dengan tubuh dan wajah yang tidak  berbulu, dan bercelak, mereka berumur 30 tahun atau 33 tahun “( Shahiihul no 7928)

Dari Abu Hurairah  ia berkata  Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda “Akan masuk surga sekelompok  kaum  yang hati mereksa seperti burung” (yaitu,dari sisi kelembutan,ketakutan, dan kehormatan).

Dari Anas bin Malik, dari Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda beliau bersabda “ Orang mukmin di surga diberi kekuatan sekian dan sekian dalam urusan jima’ (bersetubuh). ada sahabat yang bertanya , wahai Rasulullah, apakah dia mampu untuk itu? Nabi berkata dia akan diberi seratus kekuatan “.( Sahihul jaami no7962)

Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda “ siapa yang masuk surga akan selalu hidup senang dan tidak akan mengalami kesusahan, pakaiannya tidak akan lusuh dan masa mudanya tidak akan sirna.” (HR. Mislim No.2836)

7   Wanita-wanita penduduk surga

dari Anas bin Malik ia berkata Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda “ Berangkat  pagi-pagi atau siang di jalan Allah lebih baik daripada dunia dan seisinya, dan sungguh tempat satu hasta kalian di surga lebih baik dari pada dunia seisinya kalaulah seorang Wanita penduduk Syurga menampakkan Dirinya kepada penduduk dunia, niscaya dia ( Wanita penduduk Syurga  itu ) akan menerangi antara keduanya dan bumi akan penuh dengan wangi-wangian dan sungguh ,penutup kepalanya ( wanita surga ) lebih baik daripada dunia dan seisinya. “ (HR Al-Bukhari )

dari Abdulah bin Umar Rasulullah Shallallahu’alaaihi wa sallam bersabda “ sesungguhnya istri penghuni surga bernyanyi untuk suami-suami mereka dengan suara nyanyian yang sangat merdu, yang tidak pernah didengar oleh seorangpun diantara  bait yang mereka dendangkan adalah :

kami adalah wanita-wanita yang cantik jelita

kami para istri kaum yang mulia 

kami melihat dengan mata yang indah

dan juga   diantara bait yang mereka dendangkan adalah

kami adalah wanita yang abadi

tidak akan mati

kami adalah wanita-wanita yang merasa aman

tidak merasa takut

kami wanita-wanita yang menetap

tidak akan berpindah

(shahiihul jaami no 1557).

8. Makanan dan Minuman Penghuni Syurga.

Dari Jabir Radiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :” Penduduk Syurga akan Makan dan Minum di dalamnya, Mereka tidak Buang air besar, tidak beringus, dan tidak buang air kecil. Akan tetapi makanan mereka menghasilkan Sendawa yang wanginya sewangi Minyak kesturi. Mereka di berikan insting untuk bertasbih dan bertahmid seperti kalian di beri insting untuk bernafas “(HR.Muslim No(2835).

Dari Mu’awiyah bin Haidah, ia berkata Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda “ Sesungguhnya di syurga ada Lautan Air, Lautan Madu, Lautan Susu, Lautan Khamer, kemudian darinya sungai-sungai mengalir ” (Shahiihul Jaami’ No 2118).

Dari Anas, Ia berkata Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

Apakah Kalian Tahu, Apa “Alkautsar” itu ?  ia adalah sungai yang di berikan kepadaku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) oleh Rabb ku di Syurga. Ia (Sungai Alkautsar) memiliki banyak kebaikan. Ummatku akan mendatanginya pada hari kiamat. Jumlah bejananya sebanyak  hitungan bintang di langit.  Ada seorang hamba yang di  Halangi  bergabung dengan mereka, maka aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) berkata “ Wahai Rabb ku, dia adalah bagian dari ummatku, Lalu di katakan kepadaku : engkau (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) tidak tahu apa yang mereka lakukan sepeningggalmu” (Shahiihul Jaamii’).

9. Pemandangan Di syurga.

Di Syurga ada kenikmatan yang abadi, kebaikan yang merata, dan rahmat dari Allah, Arrahman ArRahiim ( Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang). Di sana ada dipan-dipan tinggi yang terlihat bersih dan suci. Ada gelas-gelas yang tertata rapi yang di sediakan untuk minum, tidak perlu di mnta dan di persiapkan. Ada bantal dan tilam-tilam untuk bertelekan di waktu bersantai. Di sana-sini terhampar karpet-karpet dan sajadah-sajadah untuk perhiasan dan duduk bersuka ria.

Semua Nikmat yang di sebutkan Di dalam Al quranul Kariim atau Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallamtentang Syurga, Semua nama-namanya sama dengan yang di lihat di dunia. Akan tetapi….., ketika benda-benda ini di sebut namanya, hanyalah sebagai Penamaan agar di pahami oleh penduduk Dunia. Adapun yang sebenarnya dan hakekat kesenangan-kesenangan tersebut di serahkan kepada Allah Yang Maha Agung, Maha Bijaksana Lagi Yang Maha Menegakkan Seluruh Langit dan Bumi.

Adapun Karakter kenikmatan Syurga di serahkan kepada cita rasa kenikmatan di sana, sesuai dengan cita rasa orang-orang yang Allah berikan cita-rasa tersebut kepada mereka.

Kehidupan penghuni syurga, semuanya berisi kesejahteraan, di liputi dan di penuhi kemakmuran. Para Malaikat mengucapkan salam sejahtera kepada penduduk syurga dalam keadaan yang sentosa, mereka saling mengucapkan salam satu dengan yang lainnya, dan mereka di kirimi Salam oleh Ar-Rahman. Suasananya, seluruhnya mencerminkan kedamaian ( Al-Yaumul Akhir fii zhilaalil Quran : 321 : 323 dengan Ringkas ).

a.      Kamar-kamar di Syurga

Dari Abu Sa’id Alkhudry Radiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Sesungguhnya para penghuni syurga berusaha untuk melihat penghuni-penghuni kamar di atas mereka, sebagaimana kalian berusaha melihat bintang yang gemerlapan cahayanya di langit sebelah timur atau barat, di sebabkan perbedaan keutamaan di antara mereka. Para shahabat bertanya : “ Waha Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Apakah itu kedudukan para Nabi yang tidak mungkin di capai oleh selain mereka ? Beliau ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) menjawab: “Tentu, Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, mereka adalah orang yang beriman kepada  Allah dan membenarkan para Rasul (HR. Bukhori dan Muslim).

Dari Abu Malik Al ‘Asy’ary Radiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Di syurga ada kamar-kamar yang bagian luarnya bisa di lihat dari dalam dan bagian dalamnya bisa di lihat dari luar. Itu di sediakan Allah Ta’aalaa bagi orang yang memberikan makanan, melembutkan ucapan, selalu berpuasa dan Shalat di waktu malam ketika manusia sedang terlelap tidur” (Shahiihul Jaami’ No 2119)

b.      Kemah-kemah, Taman-taman dan Tanah Syurga

Dari Abu Musa Al’Asy’Ariyy Radiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: “bagi orang mumin di syurga ada sebuah kemah dari mutiara yang berlubang. Panjangnya 60 Mil. Di dalamnya orang-orang Mu’min di beri Isteri-isteri yang apabila ia (orang Mu’min itu / orang yang beriman) Menggilir (Berganti-gantian dengan ) mereka (Isteri-isteri tesebut), masing-masing tidak melihat yang lainnya. (Muttafaqun ‘Alaih).

Dalam sebuah hadits tentang Isra’a dari Anas Bin Malik Radiallahu’anhu, dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam beliau bersabda : “………kemudian Malaikat JIBRIL pun mengajakku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) pergi hingga sampai ke Sidratil Muntaha. Ternyata, tempat itu di lingkupi warna-warni yang aku tidak mengetahuinya apa itu.” Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam berkata lagi : “ kemudian aku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) di masukan ke Syurga yang berisi kemah-kemah dan kubah-kubah dari Mutiara. Ternyata Tanahnya dari Minyak Kesturi.” (Muttafaqun’Alaih).

Dari Abu Musa Al ‘Asy’ary Radiallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam beliau bersabda : “ Ada dua Syrga yang terbuat dari perak, bejananya dan semua isinya ( dari Perak). Ada dua Syurga terbuat dari Emas, bejananya dan segala isinya ( Dari Emas). Tidak ada yang membatasi antara suatu kaum ketika melihat Rabb mereka, melainkan hanya sebuah tirai keagungan di wajah-Nya di Syurga ‘Adn”  ( Muttafaqun ‘Alaih).

c.       Pohon Di Syurga

Dari Abu Sa’d Alkhudry Radiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallambersabda : “ Di Syurga ada sebuah Pohon yang Apabila seseorang melintasinya dengan naik Kuda yang terlatih dan Cepat selama 100 Tahun, Niscaya tidak akan selesai Melewatinya (Muttafaqun “alaih).

Dari Abu hurairah Radiallaahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Tidak ada sebuah pohonpun di Syurga melainkan batanganya dari Emas.” ( Shaahihul Jaami’ No 5523)

d.      Pasar di Syurga

Dari Anas Bin Malik Radiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :” Di Syurga ada sebuah Pasar yang di adakan hanya pada hari Jum’at. Maka ketika itu angin berhembus dari utara kemudian menerpa wajah-wajah mereka (penghuni Syurga) hingga menjadikannya semakin Indah Mereka pun kembali  kepada Isteri-isteri mereka dalam keadaan yang semakin bagus dan Tampan. Maka Isteri-isteri mereka Berkata : “ Demi Allah, kalian semakin bagus dan tampan setelah meninggalkan kami” Mereka (Suami-suaminya) berkata; “ Kalian juga semakin bagus dan cantik setelah kami tinggalkan.” (HR. Muslim).

e.       Istana-Istana Syurga

Dari Jabir Bin Abdullah Radiallahu’anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :” Aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  ) masuk Syurga ternyata di sana ada sebuah istana dari emas, maka aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) bertanya : MIlik siapa istana ini ? mereka berkata : Milik seorang Pria Quraisy. Aku mengira orang itu adalah diriku, maka aku bertanya : Siapa dia ? mereka menjawab : Umar Bin Khattab Radiallahu’anhu. Ketika itu tidak ada yang menghalangiku (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam )  untuk memasukinya (Istana Syurga), Melainkan aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) tahu rasa cemburumu ( Wahai Umar Radiallahu’anhu ). Umar Radiallahu’anhu berkata : Apakah aku pantas cemburu kepadamu, Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ?

f.        Sungai-sungai Syurga.

Dari Anas Bin Malik Radiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) masuk ke Syurga, ternyata di sana ada kemah-kemah yang terbuat dari Mutiara. Maka aku ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) memukulkan tanganku ke air yang mengalir itu, ternyata airnya adalah minyak kesturi yang sangat harum. Lalu aku bertanya : “ Apa ini wahai JIBRIL? JIBRIL menjawab :”ini adalah Alkautsar yang di  berikan Allah kepadamu (Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) ( Shahiihul Jaami’ No 3260).

10    Kenikmatan syurga yang paling Agung.

Dari Shuaib Bin Sinan, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Apabila penghuni Syurga telah masuk syurga dan penghuni Neraka telah masuk Neraka, maka ada yang berseru. “Wahai penduduk Syurga, sesungguhnya kalian memiliki janji di sisi Allah yang ingin Dia (Allah Ta’aalaa) tunaikan kepada kalian” maka merreka bertanya : Apakah itu ? Bukankah Allah telah memberatkan timbangan amal kami, memutihkan wajah-wajah kami, memasukan kami ke syurga dan menyelamatkan kami dari Neraka ? Maka di singkaplah Tirai, merekapun MELIHAT kepada Allah. Demi Allah, Allah tidak pernah memberikan sesuatu yang paling mereka cintai dan yang paling menyejukkan pandangan mereka daripada melihat kepada-Nya.” (Shaahihul Jaami’ No 535 , Lihat juga Syarhul’ Aqidah Thahawiyyah hal 144 dan Mawaariduzzom’aan (IV/131-136).

11    Penghuni Syurga yang paling Rendah dan Paling tinggi Derajatnya.

Dari Al-mughirah bin Syu’bah, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “ Nabi Musa ‘Alaihissalaam bertanya kepada Rabbnya : Siapakah penghuni Syurga yang Paling Rendah Tingkatannya ?  Allah Ta’aalaa menjawab : yaitu seseorang yang datang setelah Seluruh penghuni Syurga masuk syurga. Maka di katakan kepadanya ( Penghuni Syurga yang paling Akhir atau paling Rendah Tingkatannya ), masuklah kedalam Syurga. Orang itu berkata : Bagaimana caranya , Wahai Rabbku ? Semuanya telah menempati tempatnya dan mengambil bagiannya? Maka di katakan kepadanya  : Apakah kamu rela Apabila memiliki kerajaan seperti Milik seorang Raja di dunia ? Orang itu menjawab : Tentu, aku Rela Wahai Rabbku. Allah Ta’aalaa berkata kepadanya : iniliah bagianmu dan yang semisalnya, semisalnya, semisalnya, dan semisalnya lagi. Pada yang kelima kalinya dia berkata : Tentu, aku Rela Wahai Rabbku. Selanjutnya Allah Ta’aalaa berkata Ini adalah bagianmu dan sepuluh kali lipatnya. Bagimu pula apa yang di ingini oleh jiwamu dan yang menyenangkan pandanganmu. Maka dia berkata : Aku Rela Wahai Rabbku. Nabi Musa ‘Alaihissalaam  bertanya : Siapakah yang paling tinggi derajatnya ?  Allah Ta’aalaa menjawab : mereka orang-orang yang Aku ( Allah Ta’aalaa) PILIH. Aku ( Allah ta’aala) menanamkan kemulian mereka dengan tanganKu sendiri dan Aku (Allah Ta’aalaa ) Tutup dengannya. Kenikmatan itu tidak pernah di lihat oleh mata, di dengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati Manusia”(HR.Muslim).

Ketahuilah, WAHAI HAMBA Allah, bahwa para penghuni Syurga adalah orang-orang yang merasa Takut kepada Allah Ta’aala. Rasa Takut yang mendorong kepada kebaikan dan mencegah dari setiap penyimpangan. Perasaan inilah yang menyingkirkan segenap rintangan dan menyingkap Kabut sehingga Hati berhadapan Langsung dengan Dzat Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. Rasa takut inilah yang membuat ibadah dan amal menjadi IKHLAS, Bersih dari Noda RIYA dan SYIRIK dan segala bentuknya.

Maka orang yang takut kepada Rabbnya dengan benar pasti hanya memberikan  tempat di hatinya semata-mata IKHLAS Untuk Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Ia Tahu bahwa Allah Ta’aalaa akan menolak Setiap Amal yang di berikan kepada selain-Nya. Allah Ta’aalaa adalah Dzat yang Paling Tidak Butuh Kepada PENYEKUTUAN. Amalan itu harus IKHLAS untuk Nya. Kalau Tidak, Niscaya Allah tidak akan MENERIMANYA. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : Allah Ta’aalaa Berfirman : Aku (Allah Ta’aala) adalah Dzat yang Paling tidak BUTUH kepada PENYEKUTUAN. Siapa Saja yang Menyekutukan AKU ( Allah Ta’aalaa ) dengan selain-Ku maka AKU akan tinggalkan ia dan Sekutunya “ (HR. Muslim).

Para penghuni Syurga adalah orang-orang yang bertakwa, takut, lagi waspada. Allah Ta’aalaa tidak akan menggabungkan dua Rasa Takut pada satu Jiwa, Yakni merasa Takut kepada Nya ( Allah Ta’aalaa) di Dunia dan merasa Takut kepada Nya (Allah Ta’aalaa) di Hari Kiamat.

Oleh karena itu, Siapa yang takut kepada Nya di Dunia, Niscaya Allah Ta’aalaa akan memberikan Rasa Aman kepadanya di Akherat. Dan bersamaan rasa Aman Di tempat yang mengerikan itu, juga di berikan rasa Dekat dan Pemulian. (Al yaumul Akhiir Fii Zhilaalil Qur-an(332-333))

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

Allah Ta’aalaa berfirman :  Aku tidak mengumpulkan pada hamba Ku  Dua Rasa Takut, dan Aku juga tidak mengumpulkan padanya Dua Rasa Aman. Jika ia meraasa Aman dari Ku di Dunia. Niscaya Aku jadikan ia Ketakutan di Akherat. Jika ia merasa takut kepada Ku di Dunia, niscaya Aku jadikan ia merasa Aman di Akherat” (Shahiihul Jaami’ no 420).

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 7 ( Insya Allah )

Standard

2.       Yang Kedua Adalah Beriman Kepada Malaikat Allah Ta’aalaa.

Beriman kepada malaikat maksudnya adalah kita mengimani segala penjelasan Allah Subhaanaahuwata’aalaa dan Rasul-Nya Shallallahu’alaihi wa sallam tentang malaikat.

Malaikat adalah makhluk Allah Ta’aalaa yang berada di alam ghaib yang senantiasa beribadah kepada Allah Ta’aalaa, mereka tidak memiliki sedikitpun sifat-sifat ketuhanan dan tidak berhak di sembah. Allah Ta’aalaa menciptakan mereka dari cahaya dan mengaruniakan kepada mereka sikap selalu tunduk kepada perintah-Nya

Jumlah mereka (malaikat) sangat banyak, tidak ada yang mengetahuinya selain Allah Ta’aalaa sendiri. Di sebutkan dalam hadist Israa Mi’raj bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

“ Lalu ditampakkan kepadaku (Rasulullah) Al-baitul Ma’mur (Ka’bah), setiap harinya 70000 malaikat (silih berganti) shalat di tempat tersebut (Albaitul Ma’mur). Setelah keluar dari tempat tersebut mereka (malaikat) tidak pernah kembali lagi sebagai kewajiban terakhir mereka” (Hadist Riwayat Bukhari).

Malaikat juga merupakan makhluk Allah Ta’aalaa yang sangat besar. Dalam sebuah Hadist di sebutkan :

“ Telah di Ijinkan bagiku (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) untuk menceritakan Malaikat-malaikat Allah Ta’aalaa yang Memikul Arsy (Singgasana). Sesungguhnya jarak antara Pundak dan Daun Telinga (Malaikat) sejauh 700 tahun perjalanan (HR.Ahmad Di Shahihkan oleh Al-bani.

            Seandainya kita memperhatikan kepada ciptaan Allah Ta’aalaa itu yaitu Malaikat  yang begitu sangat besarnya  maka kita akan mengetahui bagaimana kebesaran dan keagungan Allah Ta’aalaa Yang telah menciptakan Malaikat tersebut.

Apakah kita mengetahui bahwasanya Malaikat itu mempunyai Sayap. Perhatikanlah Firman Allah Ta’aalaa :

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai Sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. Al-Fathir : 1)

Termasuk beriman kepada malaikat adalah :

a.       Mengimani wujud mereka.

b.      Mengimani malaikat yang telah di beritahukan kepada kita namanya, sedangkan yang tidak kita ketahui namanya, maka kita mengimaninya secara global (garis besar).

c.       Mengimani sifat-sifat malaikat yang telah di beritahukan kepada kita sifatnya, Misalnya : Malaikat Jibril. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah melihatnya (malaikat Jibril) dalam wujud aslinya, di mana ia (malaikat Jibril) memiliki 600 sayap yang masing-masing sayapnya menutupi ufuk (sebagaimana dalam riwayat Bukhori).

d.      Mengimani tugas malaikat yang telah di beritahukan kepada kita. Di antara tugas mereka adalah bertasbih malam dan siang, beribadah, bertawaf di Baitul Ma’mur dsb.

3.      Yang Ketiga adalah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Ta’aalaa.

Kita juga wajib beriman bahwa Allah Ta’aalaa telah menurunkan kitabkitab-Nya dan telah memberikan Suhuf (Lembaran-lembaran yang berisi wahyu) kepada beberapa Rasul.

Semuanya adalah firman Allah Ta’aalaa yang di wahyukan kepada Rasul-rasul-Nya, agar mereka menyampaikan Syariat-Nya kepada manusia. Adapun firman Allah Ta’aalaa ini bukanlah makhluk, di sebabkan firman Allah adalah Sifat-Nya (Allah Ta’aalaa) sedangkan sifat Allah Ta’aalaa bukanlah makhluk.

Termasuk beriman kepada kitab-kitab Allah Ta’aalaa adalah :

a.       Beriman bahwa kitab-kitab itu turun dari sisi Allah Ta’aalaa.

b.      Beriman kepada kitab-kitab Allah tersebut baik secara tafshil (Rinci) ataupun secara Global (Garis Besar). Secara Tafshil maksudnya adalah kita mengimani penjelasan yang berasal dari Alqur’an dan Assunnah yang menyebutkan tentang  kitabkitab Allah Ta’aalaa tersebut. Seperti kitab Taurat di berikan kepada Nabi Daud, Injil di berikan kepada Nabi Isa, serta AlQuran di berikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam dan lain sebagainya. Sedangkan secara Global (Garis Besar) maksudnya kita mengimani bahwa Allah Ta’aalaa menurunkan kitab-kitab kepada Rasul-rasul-Nya meskipun tidak di sebutkan namanya.

c.       Membenarkan berita-berita yang ada di dalam kitab tersebut yang masih MURNI (Belum Di rubah). Seperti berita-berita Alqur’an dan berita kitab-kitab yang belum di rubah. Dikatakan masih MURNIkarena kitab-kitab selain Alquran tidak di jaga kemurniannya sedangkan Alquran di jaga kemurniannya oleh Allah Ta’aalaa” mengapa ! karena Ahlul kitab (pendeta Yahudi & Nashrani) telah merubah kitab-kitab terrsebut dengan tangan-tangan mereka sendiri. Ada yang di rubah, di tambah, dikurangi bahkan ada juga yang di hilangkan. Sebagaimana firman Allah Ta’aalaaa:

“Yaitu orang-orang yahudi telah merubah perkataan dari tempatnya…..” (Terjemah Annisa : 46). Maka standar membenarkan atau menyalahkan isi kitab-kitab tersebut adalah yang di benarkan oleh Al quran.

d.      Mengamalkan hukum yang terkandung di dalam kitab-kitab tersebut selama belum di hapus hukumnya, disertai dengan sikap ridho dan menerima namun setelah di turunkan Alqur’an, maka kitab-kitab sebelumnya (Zabur, Taurat Injil dll) sudah di hapus Hukumnya, sehingga tidak bisa di amalkan oleh ummat islam kecuali yang di benarkan oleh Al-qur’an.

Sulaiman bin Habib pernah berkata

“Kita hanya di perintahkan beriman kepada Taurat & Injil  dan tidak di perintahkan untuk mengamalkan isi yang ada di antara keduanya”

4.      Yang Ke Empat adalah Makna Beriman Kepada Rasul-Rasul Allah Ta’aala

Rasul adalah orang yang mendapatkan Wahyu dengan membawa syariat baru sedangkan Nabi adalah orang yang di utus dengan membawa syariat Rasul yang datang sebelumnya atau dengan kata lain melanjutkan misi dakwah Rasul sebelumnya.

Para Rasul adalah manusia, mereka tidak memiliki sedikitpun sifat Rububiyyah (Mencipta, Mengatur, dan Menguasai alam semesta), mereka juga tidak mengetahui yang Ghaib, mereka tidak mampu mendatangkan manfaat ataupun menolak Mudharat atau Bahaya. Allah Ta’aalaa memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam untuk mengatakan :

“ Katakanlah : aku (Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam) tidak berkuasa menarik Kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.”  (Al-a’araaf : 188)

Di antara sebab-sebab yang menghalangi orang-orang kafir beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah karena beliau adalah manusia biasa seperti mereka, mereka mengatakan : “mengapa Allah Ta’aalaa mengutus Rasul dari kalangan Manusia?” Jikalau seandainya mereka mau berfikir, tentulah mereka akan mengetahui bahwa di antara hikmah Allah Ta’aalaa mengutus Rasul dari kalangan Manusia adalah agar Rasul tersebut dapat di Teladani, Di tiru, dan Di ikuti perbuatannya. Sebab jikalau Rasul tersebut berasal dari kalangan Malaikat bagaimana dapat di ikuti, karena malaikat tidak sama sifatnya dengan sifat Manusia.

Termasuk beriman kepada Rasul- rasul Allah Ta’aalaa adalah

a.       Beriman bahwa risalah mereka benar-benar dari sisi Allah Ta’aalaa. Oleh karena itu siapa saja Yang INGKAR kepada salah seorang Rasul di antara mereka, maka sama saja  Ia telah INGKAR kepada semua para Rasul secara keseluruhan.

b.      Mengimani Rasul yang telah di beritahukan kepada kita Namanya, sedangkan Rasul yang tidak di beritahukan namanya, maka kita Imani secara Global (Garis Besar).

c.       Membenarkan berita-berita mereka yang Shahih (yang jelaas kebenarannya).

d.      Mengamalkan syariat Rasul yang di utus kepada kita yaitu Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam beliau adalah penutup para Nabi dan Rasul, Maka tidak ada lagi Nabi setelahnya (Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam).

5.      Yang Ke Lima adalah  Makna Beriman Kepada Hari Akhir.

Beriman kepada hari akhir maksudnya adalah mengimani semua penjelasan Allah Ta’aalaa dan Rasul-Nya yang menyebutkan penjelasan tentang keadaan / kejadian setelah kematian/ mati, seperti : Fitnah Kubur, Adzab Kubur, Nikmat Kubur, Ba’ats (Kebangkitan dari Kubur), Hasyr (Pengumpulan Manusia di padang Mahsyar), di berikannya catatan amal, Hisab, Mizan (Timbangan amal), Haudh (Telaga), Shiroth (Jembatan), Syafaat, Syurga, Neraka dll.

Termasuk beriman kepada hari akhir adalah beriman kepada tenda-tanda hari kiamat seperti : Keluarnya Dajjal, Turunya Nabi Isa ‘alaihissalam keluarnya Ya’juj dan Ma’juj dan terbitnya matahari dari sebelah Barat, sebelum tanda-tanda tersebut juga aka4n di dahului oleh tanda-tanda kecilnya di antaranya adalah di Angkatnya Ilmu Agama (yakni dengan banyak di wafatkan para Ulama), Perzinahan banyak di lakukan (Merajalela), Jumlah Wanita lebih banyak daripada laki-laki, Amanah akan di sia-siakan dengan di serahkan segala urusan kepada yang bukan AHLINYA., banyaknya Pembunuhan, dan banyaknya Gempa Bumi (berdasarkan hadist yang Shahih).

Di antara hikmah mengapa Allah sering menyebutkan hari Akhir di dalam Alqur’an adalah karena beriman kepada hari akhir memiliki pengaruh yang kuat dalam memperbaiki keadaan seseorang, sehingga ia akan mengisi hari-harinya dengan mengerjakan amal-amal shaleh, ia pun akan lebih semangat dalam mengerjakan ketaatan itu sambil berharap akan di berikan pahala di hari akhir tersebut, demikian juga akan membuatnya semakin takut ketika mengisi hidupnya dengan kemaksiatan, apalagi merasa tentram dengannya. Beriman kepada hari akhir juga membantu seseorang untuk tidak berlebihan terhadap dunia dan tidak menjadikannya (Dunia Itu) sebagai tujuan hidupnya. Di antara hikmahnya juga adalah menghibur seseorang Mukmin yang kurang mendapatkan kesenangan Dunia, karena di hadapannya ada kesenangan yang lebih baik dan lebih kekal.

6.      Yang Ke Enam adalah Makna Beriman Kepada Qodho dan Qodhar atau Takdir Allah Ta’aalaa.

Takdir ini merupakan ketentuan Allah Untuk Seluruh Makhluk Nya sesuai dengan Ilmu dan Hikmah Allah Ta’aalaa . Takdir bahwasanya Allah Ta’aalaa Menakdirkan segala sesuatu ini di Jelaskan di dalam Alquran :

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran ( Qodar ).” ( Q.S : Al-Qomar : 49 )

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu “ ( QS:At-Taghoobun : 11 )

Beriman kepada Takdir ini Mencakup kepada 4 Tingkatan :

1.      Beriman bahwa Allah Ta’aalaa mengetahui segala sesuatu baik secara Global atau Secara Rinci baik yang terdahulu maupun yang terakhir, baik dengan perbuatan Allah Sendiri maupun dengan perbuatan para Hamba-Nya baik yang ada yang tidak ada ataupun yang mustahil ada atau sesuatu yang tidak ada seandainya ia menjadi ada Allah Tetap mengetahuinya.

2.      Allah mencatat segala sesuatu di Catat di Lauhul Mahfudz ( Kitab yang terpelihara ) sebagaimana di jelaskan di dalam Alqur’an :

Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui   apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” ( QS : Al-Hajj : 70 ).

Allah telah mencatatkan semua takdir makhluk 50000 Tahun sebelum di ciptakan langit dan bumi “ ( HR. Muslim ). Jadi Allah telah mencatat Takdir Semua Makhluk 50000 Tahun sebelum diciptakannya Langit dan Bumi.

          3. Segala sesuatu yang tejadi di jagad raya tidak akan terjadi kecuali dengan

kehendak oleh Allah jadi tidak ada sesuatu yang terjadi yang tidak di

kehendaki oleh Allah , sama saja baik yang menjadi perbuatan diri-Nya atau

makhlukNya:

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” ( QS : Ibrahiim : 27 )

“Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. “ ( QS : Al-Imran : 6 ). Jadi kita seperti ini sudah kehendak Allah : Seperti Yang Cantik, Yang Jelek, yang Cacat, yang Buta, yang Pincang, yang Bisu, yang Gagu,  Yang Kaya , Yang Miskin, Yang Susah, Yang Senang, Yang Sakit, Yang Sehat dan lain sebagainya. Ini sudah di kehendaki oleh Allah Ta’aalaa dan ini merupakan Perbuatan yang berkaitan dengan perbuatan Allah Ta’aalaa, dan kita harus menerima semua yang sudah di kehendaki oleh Allah Ta’aalaa dan tidak boleh Menolak takdir  dan tidak boleh merasa SOMBONG atau membanggakan diri terhadap apa yang telah di berikan kepada kita dari harta, kedudukan, jabatan maupun Ilmu.

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan”
( QS : Al-An’am : 112 )

2.    Beriman bahwa semua yang terjadi di alam Jagad Raya ini adalah Ciptaan Allah Ta’aalaa.

“ Alloh menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu “ (QS Az zumar : 62)

dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya. “ ( QS : Al furqon : 2)

Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS : As-Shaffat : 96).

Jadi segala sesuatu itu adalah Ciptaan Allah Ta’alaa Oleh karena itu semua yang ada di Alam Semesta ini, dan yang telah terjadi di alam semesta ini adalah Allah Ta’alaa yang telah menciptakannya termasuk apa yang telah di perbuat oleh manusia, di antaranya : Penemuan Tekhnologi-Tekhnologi Canggih  Seperti Komputer, Mobil, Motor, Pesawat, Televisi, Video, Game , Senjata Kimia, Alat-Alat kedokteran, Minyak Bumi, Gas bumi dan semua yang ada di Bumi ini adalah Ciptaan Allah subhaanaahuwa ta’aaalaa. Semua itu dan Seluruhnya itu wahai pembaca yang Budiman ! Telah di Ketahui, Telah di Catat, Telah di Kehendaki, dan Telah di Ciptakan oleh yang Maha Kuat, Oleh yang Maha Perkasa, Oleh Yang Maha Gagah, Oleh Yang Maha Tinggi, Oleh Yang Maha Besar, Oleh Yang Maha Mengetahui yaitu Allah Subhaanahu wa ta’aalaa.

Maksud beriman kepada Qodar atau Takdir Allah Ta’aalaa itu adalah Kita mengimani bahwa semua yang terjadi di alam semesta ini, yang baik maupun yang buruk adalah Qodho dan Qodar-Nya. Semuanya telah di KETAHUI Allah Ta’aalaa, telah di TULIS, telah di KEHENDAKI, dan di CIPTAKAN oleh Allah Ta’aalaa.

Allah Ta’aalaa berbuat Adil dalam Qodha dan Qodhar-Nya. Semua yang di takdirkannya adalah sesuai hikmah yang sempurna yang di ketahui oleh Nya. Allah tidaklah menciptakan keburukan tanpa adanya Maslahah (Manfaat), namun keburukan dari sisi buruknya, tidak di nisbatkan (di Tujukan) kepada-Nya. Tetapi keburukan tersebut termasuk dalam Ciptaan-Nya. Dan apabila hal tersebut di hubungkan kepada Allah Ta’aalaa, maka itu adalah Keadilan, kebijaksanaan dan sebagai rahmat dan kasih sayang-Nya. Allah Ta’aalaa telah menciptakan kemampuan dan iradah (kenginan) untuk hamba-hamba-Nya. Di mana ucapan yang keluar dan perbuatan yang di lakukan sesuai kehendak mereka, Allah Ta’aalaa tidaklah memaksa mereka bahkan mereka berhak memilih antara yang benar dan yang salah, dan antara yang selamat dan yang sesat. Manusia merasakan bahwa mereka atau dirinya memiliki kehendak dan kemampuan yang dengannya (kehendak dan kemampuan) ia akan berbuat atau tidak. Ia juga bisa membedakan antara hal yang terjadi dengan keinginannya seperti berjalan, dengan hal yang tidak dia inginkan seperti Gemetar atau Sakit dan lain-lain. Akan tetapi dari itu semua, Tetaplah bahwa kehendak dan kemampuan seseorang tidaklah terjadi baik ucapan atau perbuatan kecuali dengan kehendak Allah Ta’aalaa atau dengan kata lain semua yang telah terjadi di muka bumi ini apakah perbuatan atau ucapan manusia yang baik dan yang buruk itu terjadi dengan KEHENDAK ALLAH Ta’aalaa. Hal tersebut bukanlah berarti Manusia tidak mempunyai kemampuan dan kehendak / kenginan. Akan tetapi Allah Ta’aalaa jugalah yang telah menciptakan kemampuan dan kehendak manusia. Oleh sebab itu apa saja yang di lakukan oleh manusia maka hal tersebut tidaklah lepas juga dari kehendaknya Allah Ta’aalaa. Hal tersebut sebagaimana firman Allah Ta’aalaa :

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S. At-Takwir : 29).

Di dalam Masalah Takdir Ini Ada 2 Golongan yang menyimpang dari golongan Ahlussunnah wal Jama’ah :

1.      Qodariyyah.

2.      Jabariyyah.

YANG PERTAMA QODARIYYAH : Qodariyyah itu adalah kelompok yang Menyatakan bahwasanya Manusia itulah yang menciptakan perbuatannya sendiri sebab manusia itu murni melakukan perbuatannya sendiri tanpa di paksa oleh siapapun juga sedangkan Allah Ta’aalaa tidak menciptakan perbuatan manusia dan Qodariyyah juga mengatakan  Allah Ta’aalaa hanyalah menciptakan perbuatan baik sedangkan perbuatan buruk bukanlah ciptaan-Nya dan juga mengatakan Allah Ta’aalaa tidak mengetahui suatu perbuatan apapun kecuali setelah perbuatan itu telah terjadi (ini berarti Qodariyyah mengingkari Ilmu Allah Ta’aalaa hal ini merupakan suatu perbuatan yang kufur ), dan generasi Qodariyyah sebelumnya juga mengatakan sesungguhnya amal perbuatan itu tidak tertulis di Lauhul Mahfudz. ( Kitab Catatan Takdir segala sesuatu), dan juga mengatakan sesungguhnya perintah Allah Ta’aalaa itu susulan. Oleh karena itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan Qodariyyah ini MAJUSI ummat ini

Sebab MAJUSI berkeyakinan bahwasanya ada 2 pencipta ( Tuhan ). Pertama Allah menciptakan semua Kebaikan dan yang Kedua Syaiton menciptakan semua Keburukan atau Kejelekan itu jadi Allah bukanlah pencipta Keburukan ( Kata Mereka ) sedangkan Keburukan itu di ciptakan oleh Syaiton. Oleh karena itu Qodariyyah itu di samakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan MAJUSI ummat ini. Atau  dengan kata lain  Qodariyyah mengatakan “ Semua perbuatan Baik maupun Buruk kitalah yang mengerjakan sedangkan Allah tidaklah ikut Campur dalam perbuatan kita , dan juga kitalah yang mempunyai Kehendak sedangkan kehendak Allah tidak ikut Campur dengan Kehendak Kita (manusia ) dan Qodariyyah yang paling Ekstrim yang Mengatakan : Allah tidak mengetahui sama sekali sampai suatu kejadian atau suatu perbuatan itu Terjadi (  Kata Mereka  )

Sebelum membantah Aliran Qodariyyah Ini ada baiknya Kita mengetahui Bahwasanya Kehendak Allah itu terbagi atas 2 Bagian :

[1]. Kehendak Syari’at (Ira’dah Syari’at)
Adalah kehendak Allah yang telah Allah syariatkan kepada hambanya. Kehendak ini berupa amal-amal wajib dan amal-amal sunnah yang Allah Mencintainya atau meridhoinya. Allah berkehendak dan menyukai hamba-hamba-Nya untuk melakukan shalat, puasa, sedekah, jihad, meninggalkan Kemaksiatan dan lain-lain ( Seperti Allah memerintahkan Kita Shalat Kemudian Kita Melaksanakannya dengan Penuh Rasa Cinta, Harap dan Takut Berarti Allah Menghendaki Kepada Kita untuk Kita Berbuat Baik dengan Kehendak Syar’i Begitu Juga Kita Meninggalkan Larangan –Larangan-Nya lalu Kita Meminggalkannya Ini Berarti Juga Kita sedang Menjalankan Takdir Nya Yang di berikannya Kepada Kita, dan Kehendak Syar’i ini hanya terjadi kepada diri Orang yang Beriman Saja sedangkan Pada Diri Orang Kafir tidak terjadi ) .
[2]. Kehendak Kauni (Ira’dah Kauniyah)
Adalah kehendak Allah yang pasti terjadi di dunia ini. Kejadian ini kadang-kadang berupa sesuatu yang diridhai oleh Allah dan kadang-kadang berupa sesuatu yang dibenci oleh Allah   Seperti adanya Iblis, Syaton, Orang Kafir, Nashrani, Yahudi, Budha, Hindu, Adanya, Pembunuh, Penjagal, Pezina,Perampok, Penipu, Pemakan Riba, Penggunjing, Pencela, ada yang kaya, Miskin , Sakit, Susah, Senang dan Lain sebagainya )

Akan tetapi dari Kehendak Kauni ini akan menimbulkan sesuatu yang di Sukai dan Di Ridhoi oleh Allah Ta’aalaa. Contoh : Allah Telah Menciptakan dan Menghendaki adanya IBLIS untuk MENGUJI Manusia  Sedangkan Menurut kita ( Manusia ) mengatakan ” Mengapa Allah Menciptakan IBLIS, Padahal IBLIS banyak menyesatkan Manusia ! ”. Maka Jawabnya adalah sebagai Berikut ; Dengan adanya IBLIS ini, maka Jelaslah, Mana Yang Sebenarnya Orang Yang Benar-benar Beriman dengan keimanan sesungguhnya dari orang yang tidak Beriman, dan juga menjadi Jelas Mana Orang Mu’min Sejati dan Mana Yang Munafik, Dan juga Menjadi Jelas Mana Yang Muslim dan Mana Yang kafir dan Akhirnya akan menjadi Jelas Pula Mana Orang-orang Yang akan di masukan Kedalam SYURGA dan Mana Pula Yang Akan Di Masukan ke dalam NERAKA, Oleh Karena Itu, Tidaklah Allah itu Menciptakan dan Menghendaki adanya IBLIS dengan Sia-Sia, Tidak Juga Menciptakan Orang Kafir dengan Sia-Sia, Tidak Juga Menciptakan Perbuatan Baik dan Buruk dengan Sia-Sia ( Perlu di perhatikan wahai pembaca yang budiman, dalam hal Penciptaan Baik dan Buruk, Ketahuilah, Kuburukan itu tidaklah di Sandarkan Kepada Allah Ta’aalaa ; memang Benar Allah Yang telah Menciptakan Keburukan akan tetapi dari keburukan itu Akan Menghasilkan Kebaikan yang Luar Biasa) Istilah Kehendak Kauni ini diambil dari Al-Qur’an surat Yasin : 82.
“Artinya : Sesungguhnya Allah itu apabila menghendaki sesuatu, Dia mengatakan Kun (=jadilah). Maka jadilah apa yang Dia kehendaki”
Kata ‘SESUATU’ dalam ayat tersebut bentuknya nakiroh (bersifat umum). Bisa berupa ketaatan atau bisa pula berupa kemaksiatan, bisa sesuatu yang diridhai atau bisa pula berupa sesuau yang dibenci Allah.
Inilah yang terkenal dengan nama Qadha dan Qadhar, yaitu segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, yang kita alami, yang kita rasakan, yang kita perbuat, bahkan yang kita inginkan, semuanya tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Akan Tetapi yang perlu kita Ketahui wahai pembaca yang budiman adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita itu ada dua macam.
[a] Yang berdasarkan kemauan dan usaha kita, seperti ; shalat, puasa, nikah, jual beli, zina, mencuri, dan lain-lain. Hampir semua perbuatan masuk ke dalam kategori ini. Di mana perbuatan-perbuatan ini akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Perbuatan taatnya akan dibalas dengan SURGA dan perbuatan maksiatnya akan dibalas dengan NERAKA.
[b] Yang tidak berdasarkan kemauan dan usaha kita, seperti ; sakit, kecelakaan, miskin, sehat, gila, cacat, dan lain-lain. Semua kejadian ini tidak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat, karena semuanya bukan merupakan bentuk ketaatan atau kemaksiatan.
Adapun bantahan Terhadap Qadariyah adalah sebagai Berikut :

1. Telah di atas dan juga di jelaskan di dalam Al-qur’an : ““ Alloh menciptakan segala     sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu “ (QS Az zumar : 62).

 Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.” (QS :    As-Shaffat : 96). Ayat ini menunjukkan bahwasanya perbuatan Manusia baik yang buruk atau yang baik, yang di perbuat manusia, yang di kehendaki manusia, yang di ciptakan manusia itu semua juga merupakan Perbuatan Allah , Kehendak Allah, dan Ciptaan Allah dan Telah di Catat dalam sebuah kitab Yang terpelihara ( Lauhul Mahfudz ) Dalilnya sebagaimana di sebutkan di dalam Alquran Al Kariim :

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S. At-Takwir : 29).

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah “.
( QS: Al-Hadid : 22 )

Berdasarkan ayat di atas Manusia tidak akan pernah bisa berkehendak, tidak akan pernah bisa berbuat, tidak akan pernah bisa mencipta KECUALI  Allah memberikan Kehendak kepadanya ( Manusia ), KECUALI Allah memberikan Kemampuan kepadanya ( manusia ) KECUALI Allah Memberikan Ilmu Kepadanya dan Kecuali Allah lah Yang Memberikan Kekuatan Kepadanya. Begitu juga manusia tidak akan bisa berbuat taat dan berbuat maksiat barbuat jahat, berbuat Keji, Kecuali karena Allah telah Menghendakinya perbuatan itu semua Kecuali Allah telah Mengizinkan agar perbuatan itu semua untuk terjadi di muka bumi ini dan juga telah tercatat seluruh perbuatan manusia itu di Lauhul Mahfudz 50000 Tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Sebagaimana telah di jelaskan dalam Alqur’an  :

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya. “ ( QS : Al-baqarah : 253 ).

Dari hal-hal yang telah disebutkan di atas itu, bukan berarti meniadakan sama sekali kehendak, keinginan  dan kemampuan manusia. Untuk menjelaskan kedua hal yang terlihat bertentangan tersebut Insya Allah akan di jelaskan contoh berikut ini :

Contoh : Apabila ada 2 buah perkara yang pada saat itu Kita harus memilihnya yang pertama Belajar, dan yang kedua Bermain, Tiba-tiba atau Spontan kita memilih BERMAIN, Bukankah kita memilih bermain itu kehendak atau keinginan kita ( Inilah Kehendak Manusia ), akan tetapi wahai pembaca yang budiman Bagaimana Jika Allah Ta’aalaa memberikan kepada kita sebuah Penyakit, apakah kita masih bisa BERMAIN ( Inilah Kehendak Allah ) ! Begitu juga apabila kita memilih BELAJAR, Bukankah kita sendirikah yang memilih untuk BELAJAR ( Inilah Kehendak Manusia ) akan tetapi wahai pembaca yang budiman Jikalau Allah Ta’aalaa tidak memberikan kemampuan atau kehendak  atau keinginan untuk Belajar, apakah kita bisa untuk belajar ( Inilah Kehendak Allah ) ! Begitu juga Bisa kita Samakan atau analogikan Permisalan di atas dengan orang-orang Shalih dan Orang-Orang Yang Berbuat Maksiat, mereka bisa berbuat Ta’at dan mereka Bisa juga berbuat Maksiat , Apapun bentuknya yang mereka Memilihnya di antara keduanya ( Berbuat Shalih atau Berbuat Maksiat ) itu semua tidak Terlepas dari Kehendak Allah Ta’aalaa. Akantetapi wahai Pembaca yang Budiman , Janganlah Sekali-Kali Kita  Mengerjakan Sesuatu Perbuatan maksiat seperti : Tidak Shalat, Puasa, Tidak Zakat, Haji atau Kita Melakukan Perzinahan , Perampokkan dan Hal-hal lain yang Keji Sifatnya, kemudian Kita Beralasan dan  Mengatakan “ INI ADALAH TAKDIR DAN KEHENDAK ALLAH, Saya Sudah Di Takdirkan Seperti ini, Saya tidak Bisa Berbuat apa-apa “ Jika Seperti Ini adanya, Maka Ini adalah  Pemahaman Orang-Orang Yang SESAT ( Yaitu Pemahaman JABARIYYAH Kebalikan dari QODARIYYAH ). Sebab Orang Seperti Ini hanyalah ingin memuaskan Hawa Nafsunya lalu berkata “ ini terjadi Atas Kehendak dan Takdir Allah “, Apabila Orang Seperti ini Di Katakan kepadanya ( Orang yang SESAT Tadi) “ Mana Yang Engkau Pilih ? aku memukulmu atau Tidak “ Pasti ia akan menjawab “ Tidak “, Kemudian katakan kepadanya Lagi “ Di sini ada Jalan Yang Berduri sedangkan Di sana Ada Jalan Yang Tidak Berduri ! mana Yang Engkau Pilih ? Pasti Ia akan menjawab “ Yang Tidak Berduri yang Aku Pilih “, kemudian Tanyakan lagi Ketika ia Sedang Kehausan “ di sisiku ada air yang dingin lagi menyegarkan dan di sisiku yang lain ada air yang Panas lagi Menyakitkan “ mana yang engkau Pilih ? Pasti ia Akan menjawab “ Air yang dingin lagi Menyegarkan “, jikalau seperti ini jawaban orang tersebut , Seharusnyalah ia Mengatakan “ aku memilih SURGA “ jika di katakan kepadanya sekali lagi  “ Mana Yang Engkau Pilih SYURGA ataukah NERAKA ?

Apabila ia Sudah memilih jalannya menuju SURGA, maka sudah semestinyalah ia melakukan hal-hal yang baik yang di perintahkan Allah dan Rasul-Nya, yang bisa menghantarkannya menuju SYURGA. Dan Katakanlah Apabila orang tersebut yang sudah mengerjakan KETAATAN kepada Allah dan Rasul-Nya  dengan Perkataan “ Ini adalah Takdir dan Kehendak ALLAH ). Jika seperti ini adanya maka ini adalah perkataan yang benar yang Layak untuk di ucapkan Oleh seorang Mu’min laki-laki maupun Perempuan.

YANG KEDUA ADALAH JABARIYYAH  Jabariyyah Ialah pemahaman sesat yang meyakini bahwa semua apa yang terjadi adalah perbuatan Allah dan tidak ada perbuatan makhluk sama sekali atau dengan kata lain JABARIYYAH adalah Aliran kebalikan dari Pemahaman QODARIYYAH. Manusia tidak mempunyai kehendak sama sekali karena yang ada hanya kehendak Allah. Sehingga semua perbuatan mansuia adalah ketaatan semata kepada kehendak Allah, dan tidak ada perbuatan maksiat. Orang berzina tidaklah dianggap maksiat karena perbuatan zina itu adalah perbuatan Allah dan kehendak-Nya. Semua manusia dianggap sama tidak ada muslim dan kafir, karena semuanya tidak mempunyai usaha (ikhtiar) dan tidak pula mempunyai kehendak apapun. Golongan Jabariyyah juga salah dalam memahaminya, mereka memahami, bahwa seorang hamba melakukan amal perbuatan karena terpaksa, dia tidak memiliki keinginan dan kemampuan apapun, ( Sehingga kata mereka ) Orang-orang yang berdosa, berzina, Merampok, membunuh, Orang Muslim, Orang Hindu, Orang Kafir, Orang Yahudi, Nashrani, Budha, Majussi, dan lain Sebagainya Mereka itu semua tidak lah berbuat pada hakekatnya ( kata Mereka ), akan tetapi yang berbuat Adalah Allah Ta’aalaa Sang Pencipta Alam Semesta, Sehingga mereka ( Orang – Orang JABARIYYAH ) MENOLAK banyak ayat yang menjelaskan, bahwa seorang hamba JUGA memiliki KEINGINAN dan KEMAMPUAN dan bahwa amal perbuatan seorang hamba terbagi menjadi dua : ikhtiyaari (berdasarkan keinginan) dan ghoiru ikhtiyaari (paksaan).

Sebelum Kita membantah Golongan JABARIYYAH, hedaklah kita mengetahui terlebih dahulu Bahwasanya TAKDIR Allah Juga terbagi kepada 2 Bagian :

1. Takdir Syar’i

2. Takdir Kauni

Takdir Syar’I ini Mencakup Hal-hal yang di Ridhoi oleh Allah Ta’aalaa sedangkan Takdir kauni mencakup hal-hal yang di Senangi atau yang dibenci oleh Allah Ta’aalaa

Kita telah megetahui bahwasanya Kehendak Allah Itu Juga terbagi menjadi 2 bagian :

1. Kehendak Syar’i

2. Kehendak Kauni.

Kehendak SYAR’I itu hanya mencakup hal-hal yang di sukai, di Ridhoi oleh Allah Ta’aalaa sahaja Sedangkan kehendak KAUNI yaitu  mencakup hal-hal yang di Sukai dan juga menckup hal-hal yang dibenci atau di Murkai oleh Allah Ta’aalaa. Ketahuilah, wahai  pembaca yang budiman ? janganlah Kita melupakan 2 Kehendak ini                               ( Syar’i dan Kauni ).  Kita telah Mengetahui ” Bahwasanya semua yang terjadi di Muka Bumi itu tidaklah akan terjadi Kecuali dengan Kehendak Allah Ta’aalaa ”  Ini adalah Kehendak Kauni ( Secara Umum ) Kehendak Kauni ini mencakup semua Kebaikan dan Keburukan : kecelakaan, Sakit, Perampokan , pembunuhan, Penganiayaan, Peminum Minuman Keras, Bunuh Diri, Orang Yang baik, orang yang Jahat, Orang Kafir, orang Hindu, Nashrani, Budha, Majussi dan lain sebagainya, Dan Juga Masuk padanya Takdir Kauni ( Takdir Umum ). dan Kehendak dan Takdir  KAUNI ini TERJADI Kepada Diri Orang MUSLIM Maupun Orang KAFIR ( SECARA UMUM ).  Itu semua Memang Benar terjadi atas KEHENDAK DAN TAKDIR ALLAH  akan tetapi yang Takdir dan Kehendak Yang Bersifat KAUNI. Mengapa hal tersebut di kategorikan atau di masukan kedalam Takdir dan Kehendak Yang bersifat Kauni ? Sebab Apabila Allah Tidak Menghendaki atau tidak Mentakdirkannya, Tentulah Semua Perbuatan Yang di sebutkan diatas tidak akan pernah terjadi untuk Selama-lamanya akan tetapi hal tersebut telah terjadi, hal ini menjukkan bahwa Allah Ta’aalaa telah menghendakinya untuk terjadi sehingga terjadilah ia.   Wahai Pembaca yang Budiman, yang Kedua adalah KEHENDAK SYAR’I hal ini mencakup hal-hal yang baik sahaja seperti Beriman Kepada Allah, dan Semua Para Rasul, Shalat, Zakat, Puasa, Haji dan Mengerjakan Seluruh Kebaikan Yang di perintahkan oleh Allah dan Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam, kehendak Syar’i ini tidak terjadi kecuali Pada diri Orang-orang yang beriman Sahaja sedangkan Orang Kafir tidak Masuk kedalam Kehendak Syar’i ini.

Adapun Bantahan terhadap JABARIYYAH adalah sebagai berikut:

1. Firman Allah Ta’aalaa :

“Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S. At-Takwir : 29).

Di dalam ayat di atas bantahan Sekaligus bagi QODARYYAH dan JABARIYYAH  :  “Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu)” Ini Bantahan untak JABARIYYAH yang mengatakan manusia tidak punya kehendak akan tetapi di dalam ayat di atas Allah menyebutkan Manusia Tetap mempunyai Kehendak. Dan Firman-nya “kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.”  Bantahan untuk QODARIYYAH yang mengatakan : Manusialah Yang Mempunyai Kehendak Sedangkan Allah Ta’aala Tidak Mempunyai Kehendak Sama Sekali Akan tetapi dalam ayat di atas Allah Menyebutkan Allah mempunyai KEHENDAK ( maka dengan 1 ayat ini Batallah Hujjah atau Argumen QODARIYYAH dan JABARIYYAH )

Ketahuilah Wahai Pembaca yang Budiman perlu kita ingat kembali bahwasanya segala sesuatu yang terjadi pada diri kita itu ada 2 macam.
[a] Yang berdasarkan kemauan dan usaha kita, seperti ; shalat, puasa, nikah, jual beli, zina, mencuri, dan lain-lain. Hampir semua perbuatan masuk ke dalam kategori ini. Di mana perbuatan-perbuatan ini akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Perbuatan taatnya akan dibalas dengan surga dan perbuatan maksiatnya akan dibalas dengan neraka.
[b] Yang tidak berdasarkan kemauan dan usaha kita, seperti ; sakit, kecelakaan, miskin, sehat, gila, cacat, dan lain-lain. Semua kejadian ini tidak akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat, karena semuanya bukan merupakan bentuk ketaatan atau kemaksiatan.

Dua hal di atas adalah sesuatu yang tidak bisa dibantah lagi, baik secara dalil maupun secara akal. Bila dilihat secara dalil, banyak ayat-ayat dan hadits-hadits yang menyuruh kita melaksanakan suatu perbuatan atau melarang kita melaksanakan suatu perbuatan. Dan kita bebas memilih, mau taat atau tidak. Sedangkan bila dilihat secara akal, sangat jelas bagi kita yang berakal sehat bahwa ketika kita berbicara, berjalan, makan, minum dan lain-lain, semuanya adalah berdasarkan kemauan kita sendiri, bukan kemauan siapa-siapa. Kita bebas memilih, mau melaksanakan perbuatan-perbuatan tersebut atau meninggalkannya.
Akan tetapi pelaksanaan perbuatan-perbuatan tersebut tidak lepas dari takdir Allah dan Kehendak-Nya Subhanahu wa Ta’ala. Dan pembatalan perbuatan-perbuatan tersebut juga merupakan takdir. Dan takdir tersebut terjadi bersamaan dengan kemampuan kita untuk melaksanakan perbuatan-perbuatan tersebut atau membatalkannya.
Jadi .. sekali lagi, perbuatan manusia itu dibagi 2, yang berdasarkan kemauan dan yang tidak berdasarkan kemauan. Yang tidak berdasarkan kemauan tidak perlu kita Membahas Lebih Lanjut  karena semuanya sudah jelas ( Insya Allah ), tidak ada hubungannya dengan syari’at ( yang di luar Kemampuan Kita seperti Sakit, tidur dll ). Yang ada hubungannya dengan syari’at adalah perbuatan yang berdasarkan Kemauan kita. Inilah hakikat sebenarnya. Seandainya hal ini kita tancapkan betul-betul dalam keyakinan kita, Inysa Allah kita bisa memahaminya. Wallahua’lam Bisshawab