Tag Archives: bintara

Libur Bertugas …

Standard

Hari Kamis, 17 Januari 2013, hujan lebat di Bekasi. Bekasi banjir, Bintara banjir.

Hari Jumat, 18 Januari 2013, sekolah diliburkan karena banjir. Ternyata bukan hanya SDIT Al Hikmah yang libur. Seluruh sekolah di Bekasi Barat juga diperintahkan libur.

Akankah liburan ini jadi ajang bersenang-senang?

Tidak, lalu ya.

Bagi saya sendiri, saya senang karena di tengah suasana pasca-banjir, banyak persoalan yang harus dibereskan. Lantai yang kotor karena luapan air harus dibersihkan. Barang-barang yang basah karena air banjir atau pun air bocor harus dikeringkan. Jadi, di tengah suasana yang penuh kerepotan, saya bersyukur diberikan libur sehingga saya bisa membereskan masalah-masalah itu.

Apakah saya bersenang-senang?

Tidak, lalu ya.

Karena ada bocor di atap yang harus dibereskan, maka saya harus segera mencari permasalahannya dan membereskannya. Jangan sampai terulang bocor yang terjadi di hari-hari lalu. Maka saya putuskan – tidak ‘terpaksa saya naik’, tidak ada yang memaksa saya naik ke atap – naik ke atap, mencari sebab-sebab bocor tempo dulu. Alhamdulillah, ketemu. Meskipun masih ada yang harus dibereskan kemudian, minimal sudah ada masalah yang selesai. Alhamdulillah. Saudara sepupu yang tinggal di sebelah rumah pun membantu, jadi, alhamdulillah, saya senang.

Apakah capek-capek naik ke atap itu menyenangkan?

Tidak, lalu ya.

Hari libur biasanya diisi dengan mencari hiburan bersama keluarga, ke tempat wisata, belanja, ke mall, dan lain-lain. Hari itu saya harus capek-capek naik ke atap. Toh, akhirnya saya senang. Sudah bertahun-tahun saya tidak naik ke atap. Waktu kecil, hampir tiap hari saya naik ke atap, sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Seiring bertambahnya usia, naik ke atap tanpa sebab jadi terasa konyol, maka saya pun tidak melakukannya lagi. Hari itu, saya sekali lagi naik ke atap karena memang ada sebab yang rasional. Alhasil, saya mendapat dua kesenangan: masalah bocor saya beres, dan saya merasa seperti kembali ke masa kecil dulu, ketika hanya keinginan bermain dan memuaskan rasa ingin tahu yang menjadi penggerak hidup. Bukankah ini yang dicari orang-orang yang stress di kantor-kantor hingga mereka mencari hiburan-hiburan dan permainan yang acap kali makin aneh-aneh dan tidak masuk akal?

Jika ditanya apakah saya senang hari Jumat lalu? Saya akan jawab: “Ya!” Pasti. Sekali lagi patutlah saya berucap “Alhamdulillah”.

 

Ditulis oleh Dany Jauhari, guru SDIT Al Hikmah Bintara

//

Advertisements

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 29 ( Insya Allah )

Standard

KIAT KIAT DALAM MENGHADAPI FITNAH ( UJIAN )  BAIK BERUPA

SYUBHAT ATAUPUN SYAHWAT

( INSYA ALLAH )

 

            Syubhat adalah Hal – hal yang Bisa Melemahkan KEYAKINAN dan AQIDAH sedangkan Syahwat Hal – hal yang Bisa Melemahkan Ketaatan Kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Syubhat itu biasanya menyangkut hal – hal KERANCUAN dalam masalah agama seperti pemahaman MENYIMPANG, aliran – aliran SESAT, doktrin – doktrin yang SALAH dalam masalah agama dan lain sebagainya sedangkan Syahwat biasanya menyangkut fitnah ( Ujian ) Dunia seperti Harta, Wanita, Anakanak dan lain sebagainya. Adapun Kiat – kiat dalam menghadapi Fitnah ( ujian ) baik berupa Syubhat ataupun Syahwat Insya Allah sebagai berikut :

1.     Berdoa

Di karenakan  doa itu adalah IBADAH  dan berdoalah sebagaimana Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Berdoa “ Ya Allah aku berlindung kepada MU dari segala macam bentuk FITNAH ( UJIAN ) “

2.     Yakinlah Bahwasanya Segala Sesuatu itu Sudah Di Taqdirkan Oleh Allah Subhaanaahuwara’aalaa.

3.     Dan Yakinlah Bahwasanya Taqdir – Taqdir Allah Subhaanaahuwata’aalaaa tidaklah terjadi kecuali ada HIKMAH – HIKMAHNYA.

4.     Kemudian Yakinilah Bahwa Taqdir Allah Subhaanaahuwata’aalaa itu Semuanya BAIK Meskipun pada pandangan kebanyakan manusia adalah suatu KEBURUKAN.

5.     Dan Berhati – Hatilah dari Sikap Mentazkiyyah ( Menganggap Suci ) diri sendiri.

6.     Pelan – Pelan dan jangan Terburu – Buru dalam Menghukumi setiap MASALAH.

7.     Berhati – Hatilah dari Persangkaan Buruk ( Buruk sangka ) Baik terhadap Allah Ta’aalaa ataupun terhadap sesama Manusia.

8.     Wajib Berpegang Teguh Kepada  ALQUR’AN dan SUNNAH dan Menahan Diri ( baik perkataan atau perbuatan ) dari setiap Perkara – Perkara yang tidak mengerti Ilmunya.

Wallahu a’lam Bisshowaab

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 28 ( Insya Allah )

Standard

KEWAJIBAN KITA TERHADAP AHLUSSUNNAH

(  ORANG YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA SUNNAH  )

  1. Mencintainya Karena Allah Subhaanaahuwata’aalaa.
  2. Membantu atau Menolongnya Karena Allah Subhaanaahuwata’aalaa.
  3. Menjaga Kehormatannya.
  4. Menjauhi Su’uuzhon ( Buruk Sangka Terhadapnya ) Di Karenakan Bermu’amalah ( Bergaul )  Dengan Sesama Muslim, Di Bangun Di Atas Baik Sangka.
  5. Menjauhi Perdebatan ( yang tidak bermanfaat )
  6. Memaafkannya Apabila Ia Bersalah.
  7. Berbuat Baik Terhadapnya ( Terutama Amr Ma’ruf & Nahyu Mungkar atau Menyuruh Kepada Yang Baik Dan Mencegah dari Yang Mungkar / Kejelekan ).
  8. Menjalin Kerjasama.
  9. Bermusyawarah Dengannya.
  10. Menjalin Persatuan ( Dan Jangan Membuat Perpecahan )

Wallahu a’lam Bisshowab

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 27 ( Insya Allah )

Standard

TANDA – TANDA ILMU YANG BERMANFAAT ITU ADA 6

 ( INSYA ALLAH )

  1. Ilmunya itu menghasilkan Amal ( Di Amalkan ).
  2. Tidak Menghendaki Pujian ( Tidak Mau Di Puji / Tidak Mau Mengharapkan Pujian / Ikhlas karena Allah Semata)
  3. Semakin Ilmunya Bertambah Semakin TAWADHU’ ( Merendahkan Hati atau Tidak Menyombongkan Diri )
  4. Melarikan Diri Dari KETENARAN ( POPULARITAS DUNIA ).
  5. Meninggalkan diri dari Mengaku – ngaku sebagai Ahli ILMU ( Tidak Mengaku Dirinya Berilmu Di Hadapan Orang Banyak Padahal Ia Memiliki Ilmu ).
  6. Buruk Sangka Terhadap Dirinya Sendiri dan Berhusnuzhon ( Berbaik Sangka ) Terhadap Orang Lain atau Introspeksi Diri Serta Tidak Mencari –  Cari Kesalahan Orang Lain.

Wallahu a’lam

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 26 ( Insya Allah )

Standard

AKHLAQ TAWADHU’

( MERENDAHKAN HATI / TIDAK MENYOMBONGKAN DIRI )

1.      Hukum Tawadhu’

Ulama Menjelaskan Bahwa Hukum Tawadhu’ adalah WAJIB ( Artinya Jika Di Kerjakan Insya Allah Akan Mendapatkan Pahala dan Jika Di Tinggalkan Maka Akan Mendapatkan SIKSA )

2.      Definisi Tawadhu’

Secara Bahasa Tawadhu’ Artinya Takhosu’ Wa Tadzallul ( Kerendahan dan Ketundukan ) Sedangkan Secara Istilah …… ULAMA Mendefinisikan Menjadi 2 Bagian yaitu Yang Pertama  Tawadhu’ Secara Khusus dan Yang Kedua Tawadhu’ Secara Umum :

1.   Yang Pertama Tawadhu’ Secara Khusus yaitu Tawadhu’ Kepada Allah dan Rasul-NYA (  Artinya Ketundukan Secara Totalitas atau Keseluruhan Kepada Allah Dan Rasul-NYA, Menta’ati Perintah NYA dan menjauhi Larangan NYA ).  Karena Sesuatu yang datang Dari Allah dan RasulNYA adalah KEBENARAN Mutlaq dan juga Dikarenakan KESOMBONGAN itu dalam Hal ini ( dalam istilah Tawadhu’ secara Khusus ) Yaitu Sikap MENOLAK KEBENARAN Sedangkan Tawadhu’ dalam hal ini adalah Sikap MENERIMA KEBENARAN . Hal ini sebagaimana di sinyalir dalam Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang artinya :

KESOMBONGAN itu adalah Menolak KEBENARAN dan MEREMEHKAN Manusia “ ( H.R. MUSLIM )

2. Yang Kedua Tawadhu’ Secara Umum Yaitu Tawadhu’ Kepada Sesama MUSLIM ( Secara Umum ). Dikarenakan SOMBONG itu dalam Hal ini ( dalam istilah Tawadhu’ secara Umum ) adalah Sikap MEREMEHKAN ( Menganggap Remeh / Rendah ) Manusia. Sikap MEREMEHKAN manusia adalah Suatu Sikap KESOMBONGAN dan Merasa dirinya Lebih baik dari Orang Lain Juga Merupakan Suatu Sikap KESOMBONGAN. Sedangkan Imam Al-Hasan Al-Bashri Pernah Di Tanya Tentang Tawadhu’ Kepada Sesama MUSLIM : Beliau Menjawab Orang Yang Tawadhu’ Secara Benar adalah Orang yang Keluar Dari Rumahnya Kemudian ia tidak Bertemu dengan Seorang MUSLIM yang lain Kecuali ia Menganggap MUSLIM yang Lain  Selain DIRINYA itu Lebih BAIK Daripada DIRINYA  Di Hadapan Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya  :

KESOMBONGAN itu adalah Menolak KEBENARAN dan MEREMEHKAN Manusia “ ( H.R. MUSLIM )

Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Mengapa Kita Tidak Boleh Mengatakan Diri Kita LEBIH BAIK daripada Orang Lain :

  1. Pertama, Di karenakan Kita Tidak Mengetahui IBadah Ibadah yang Nampak ( Ibadah Yang Terlihat ) yang dilakukan Orang lain  tersebut Seperti Sholat, Zakat, Shodaqoh, Menolong Orang Lain Dan sebagainya ….
  2. Kedua, Anggaplah Ibadah Nampak ( Ibadah Yang Terlihat ) Kita atau Ibadah Yang Kita Kerjakan itu LEBIH BANYAK daripada Orang Lain Tersebut Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman Bukankah Kita Tidak Mengetahui Ibadah Ibadah Yang ia ( Orang Tersebut ) Sembunyikan.
  3. Ketiga, Anggaplah Ibadah atau Amalan Yang Kita Kerjakan itu lebih BAIK dari Orang Tersebut Baik Ibadah Yang NAMPAK atau Ibadah Yang TERSEMBUNYI, Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Bukankah KITA Tidak Mengetahui Amalan HATI Orang Tersebut , Bukankah Amalan Hati itu Lebih BAIK daripada Amalan Anggota Badan , Berapa banyak Amalan Kebaikan Yang BESAR Menjadi KECIL karena HATI ( Karena Niat hatinya yang RUSAK atau tidak IKHLAS karena Allah semata ) dan Berapa Banyak Pula Amalan Kebaikan Yang KECIL Menjadi BESAR karena HATI ( Karena niat Hatinya Yang IKHLAS Karena Allah )  Bukankah Allah Yang Mengetahui Apa Yang Ada Di Dalam Dada Manusia …. ! Boleh Jadi Kita Berbuat Kebaikan …….. Baik Yang NAMPAK ataupun yang  TERSEMBUNYI Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang budiman ….. Kebaikan Yang Kita Lakukan TIDAK Karena Allah ATAU Tidak IKHLAS Karena Allah akan tetapi Kebaikan yang kita Kerjakan Hanya untuk Mendapatkan Pujian atau Hanya Ingin Mendapatkan Penghormatan dari Orang Lain ….. Maka Ketahuilah Wahai Pembaca Yang Budiman ! Maka Amalan yang KITA Kerjakan  Tersebut Akan Menjadi DEBUDEBU yang Berterbangan  di akherat kelak, Tidak Akan Mendapatkan Pahala bahkan Akan Mendatangkan SIKSA ( Wal’iyadzubillah ) .
  4. Keempat, Anggaplah Wahai Pembaca Yang Budiman …….  Amalan atau Ibadah yang  Kita Kerjakan  itu Lebih BANYAK dari Orang Lain tersebut BAIK yang NAMPAK ataupun Yang TERSEMBUNYI akan tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman !  Kondisi Tersebut Hanyalah Bersifat SEMENTARA ……. Karena Kita tidak Mengetahui Akhir KEHIDUPAN atau AJAL diantara KITA ( Apakah Kita Mati dalam Keadaan Khusnul Khotimah ( Tetap Istiqomah dalam Keadaan ISLAM Berpegang Teguh Kepada Alqur’an dan Sunnah ) atau Kita Mati dalam Keadaan Suu’ul Khootimah atau Mati Dalam Keadaan Tidak Istiqomah dalam ISLAM atau Bahkan Meninggal Dalam Keadaan KUFUR Kepada Allah Subaahaanaahuwata’aalaa ( Na’uudzu billahi Min Dzaalik ).
  5. Kelima, Anggaplah Wahai Pembaca Yang Budiman …….  Amalan atau Ibadah yang  Kita Kerjakan  itu Lebih BANYAK dari Orang Lain tersebut BAIK yang NAMPAK ataupun Yang TERSEMBUNYI dan Kita Pun Meninggal dalam Keadaan Baik atau Khusnul Khootimah Menurut PANDANGAN manusia akan tetapi Wahai Pembaca Yang budiman Janganlah Kita  BERBANGGA DIRI Terlebih Dahulu , Bukankah Kita tidak Mengetahui, Apakah Allah Akan memasukkan Kita Ke dalam SURGA ataukah Memasukkan Kita Ke dalam NERAKA ! Bukankah SURGA dan NERAKA itu Kepunyaan Allah, Apakah Jika Kita Berbuat Kebaikan Itu BISA di Pastikan , Kita akan Masuk Ke Dalam SURGA nya Allah ! Bukankah Kita Masuk Ke Dalam SURGA itu Karena RAHMAT dari  ALLah ………………….  Bukan Karena kebaikan Yang Kita lakukan !

Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Bukan Berarti Hal ini KITA Meremehkan KEBAIKAN atau Menyebabkan Kita tidak Beramal KEBAIKAN , Kita Tetap Di Perintahkan Untuk Berbuat KEBAIKAN akan tetapi YAKINLAH……..Kebaikan yang kita Kerjakan itu Tidak Lepas dari Rahmat Allah Subhaanaahuwata’aalaa . Dan Ketahuilah Wahai Pembaca Yang Budiman ……. Kehidupan Dunia Itu Tidak Ada Yang PASTI  kecuali apa yang di PASTIKAN  oleh Allah  di dalam Alqur’an dan Assunnah, dan Di Kehidupan Dunia ini juga  tidak Ada Kata kata KESUKSESAN Kecuali Kita Semua Di Masukkan Ke dalam SURGA oleh Allah Subhaanahuwataaalaa dan di jauhkan dari NERAKA. KESUKSESSAN itu Bukanlah Di DUNIA Wahai Pembaca Yang Budiman ! Akan tetapi Tanda KESUKSESSAN itu adalah Apabila Orang Tersebut Di MAsukkan Kedalam SURGA dan Di Jauhkan dari NERAKA ! Hal ini sebagaimana firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya

Setiap yang Bernyawa pasti akan Merasakan KEMATIAN dan Sesungguhnya Pahala Kalian Akan Di Sempurnakan Di Hari KIAMAT. Maka, Barang Siapa Di Jauhkan Dari NERAKA dan Di Masukkan Ke Dalam SURGA maka Sungguh ia telah BERUNTUNG ( SUKSES ) dan Tidaklah Kehidupan DUNIA itu melainkan hanyalah Kesenangan yang MENIPU … ..…….                                   ( QS : AL-Imran : 185 )

dan Kita………….. wahai pembaca yang budiman ……. tidak akan pernah Mengetahuinya ( KESUKSESSAN itu untuk selama lamanya ) KECUALI setelah KITA mengalami KEMATIAN………. dan Kita tidak akan pernah Mengetahuinya ( KESUKSESSAN itu untuk selama lamanya ) KECUALI setelah KITA mengalaminya ( Yaitu Ketika KITA Di MAsukkan Kedalam SURGA dan Di Jauhkan dari NERAKA oleh Allah Subhaanaahuwata’aalaa  ) itulah KESUKSESSAN Yang Sebenarnya  ……..  itulah kesuksesan yang sesungguhnya ……………… Yang Kebanyakkan MANUSIA  tidak Mengetahuinya …….. Bahkan Lalai daripadanya ……..

Wallahu a’lam Bisshowaab

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 25 ( Insya Allah )

Standard

SESUNGGUHNYA AMAL ITU TERGANTUNG

AKHIR

Wahai pembaca yang Budiman ….. ! Sesungguhnya amal itu tergantung AKHIRNYA……. Sesungguhnya ada di antara manusia yang beramal (berbuat ) KEBAIKAN dari Mulai kecil, dari Mulai Remaja Hingga Dewasa bahkan sampai usia Tua, Hari – harinya di isi dengan Ibadah kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa, dengan sholat, dengan berzikir kepada Allah, dengan zakat , dengan berinfaq, dengan Shodaqoh,  dengan berjihad, dengan menuntut ilmu agama, dengan Mengajarkan ilmu agama, dengan berdakwah, dengan membaca alqur’an, dengan mengajarkan Alqur’an,  dengan berbakti kepada orang tua, dan dengan amal – amal kebaikan yang sangat banyak …..  sehingga tidak ada jarak antara ia ( orang tersebut ) dengan SURGA kecuali Sedepa ( Hampir – hampir saja orang tersebut Masuk Kedalam SURGA ). Akan tetapi wahai pembaca yang Budiman …………… ! Catatan Taqdir berkata lain …….. ketika akhir hayatnya, ketika akhir hidupnya , di tutuplah amalnya ( orang tersebut ) dengan amalan Penghuni NERAKA, yang Menyebabkan ia Masuk Kedalam NERAKA ( Wal ‘iyaadzubillah kita berlindung kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa Yang Maha Kuasa dari hal tersebut ). Dan sebaliknya Wahai Pembaca yang Budiman …….! Ada di antara Manusia yang beramal ( berbuat ) KEBURUKAN dari Mulai kecil, dari Mulai Remaja Hingga Dewasa bahkan sampai usia Tua, Hari – harinya di isi dengan KEBURUKAN , Tiada hari kecuali ia isi dengan bermaksiat ( Berbuat DOSA ) kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa. dan tidak ada jarak antara ia ( orang tersebut ) dengan NERAKA kecuali Sedepa ( Hampir – hampir saja orang tersebut Masuk Kedalam NERAKA ). Akan tetapi wahai pembaca yang Budiman …………… ! Catatan Taqdir berkata lain …….. ketika akhir hayatnya , di tutuplah amalnya ( orang tersebut ) dengan amalan Penghuni SURGA, yang Menyebabkan ia Masuk Kedalam SURGA ( Wahai pembaca yang Budiman …. ! Kita memohon kepada Allah Subhaanahuwata’aalaa agar kita di Masukkan kedalam SURGA yang Penuh dengan KENIKMATAN ).

Wahai Pembaca yang Budiman…… ! Hal tersebut Sebagaimana yang di jelaskan Dalam Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang Mulia       ( Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam itu ) Orang yang selalu berkata Benar,  lagi di benarkan ) :

“ Dari Abu ‘Abdir Rahmaan ‘Abdillah Ibnu Mas’ud Radiyallahu’anhu ( Semoga Allah Ta’aalaa Meridoinya ) ia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam  yaitu Orang yang selalu berkata Benar,  lagi di benarkan Telah Menceritakan kepada kami ; “ Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut Ibunya selama 40 hari sebagai Nutfah ( Air Mani ), Kemudian Menjadi Segumpal Darah Seperti Demikian, Kemudian Menjadi Segumpal Daging Seperti demilkian, Lalu di utuslah ( Oleh Allah Subhaanahu wata’aalaa ) Malaikat, kemudian Meniupkan kedalamnya ( Janin ) Ruh dan Malaikat tersebut di perintahkan untuk mencatat 4 Kalimat ( Catatan Takdir ) : 1. Mencatat Rizkinya, 2. Mencatat Ajalnya, 3. Mencatat Amalnya, 4. Dan Mencatat Nasib Celaka atau Bahagianya. ( Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Melanjutkan sabdanya ) ; “ Maka Demi Allah Yang Tidak ada tuhan ( yang berhak di Ibadahi dengan Benar)  kecuali DIA ( Allah Subhaanahuwa ta’aalaa ) , Sesungguhnya salah seorang di antara kalian Benar – benar  ada yang beramal ( berbuat ) dengan amalan ( perbuatan ) Penghuni SURGA, sehingga tidak ada jarak antara ia dengan SURGA kecuali sedepa, ( akan tetapi ) lalu Catatan Taqdir mendahuluinya, kemudian beramallah ia ( di akhir hidupnya ) dengan amalan penghuni NERAKA, maka masuklah ia kedalam NERAKA, Dan Sesungguhnya salah seorang di antara kalian Benar – benar  ada yang beramal ( berbuat ) dengan amalan ( perbuatan ) Penghuni NERAKA, sehingga tidak ada jarak antara ia dengan NERAKA kecuali sedepa, ( akan tetapi ) lalu Catatan Taqdir mendahuluinya, kemudian beramallah ia ( di akhir hidupnya ) dengan amalan penghuni SURGA, maka masuklah ia kedalam SURGA ( H.R. Bukhori dan Muslim ).

Wahai pembaca yang Budiman ………………. ! Seperti itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  telah menjelaskan kepada kita tentang kejadian Manusia …… akan tetapi wahai pembaca yang Budiman …! Bukan berarti ….. dengan adanya KISAH tersebut kemudian kita Tidak mau beramal KEBAIKAN dengan beralasan TAQDIR ……. Sehingga kita lebih memilih Beramal  KEBURUKAN dengan alasan TAQDIR pula atau MALAH tidak beramal sama sekali ……. Dengan alasan  TAQDIR … ! Akan tetapi Maksud dari Hadist di atas adalah sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam Riwayat yang lain  yaitu : “Sesungguhnya salah seorang di antara kalian Benar – benar  ada yang beramal ( berbuat ) dengan amalan ( perbuatan ) Penghuni SURGA PADA APA – APA YANG NAMPAK PADA PANDANGAN MANUSIA ( Maksudnya adalah amalnya hanya Nampak BAIK ….. secara ZAHIRNYA ( Menurut Pandangan Manusia ) akan tetapi Rusak NIATNYA atau HATINYA, ia beramal KEBAIKAN hanya untuk RIYA atau ingin di lihat orang atau SUM’AH  atau hanya untuk di dengar orang atau hanya untuk dipuji orang, bukan IKHLAS karena Allah Subhaanahuwata’aalaa ). Didalam Riwayat lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ Sesungguhnya salah seorang di antara kalian telah di tetapkan ( di TAQDIRKAN ) apakah ia penghuni SURGA ataukah Penghuni NERAKA ! Kemudian ada seorang sahabat berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam “ Wahai Rasulullah Kenapa kita tidak bersandar saja kepada TAKDIR itu ( Pasrah terhadap takdir tanpa ada USAHA ) Rasulullah Menjawab : “ TIDAK “ beramallah …. ! Karena Masing  masing di antara kalian akan di MUDAHKAN kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan ayat ; “ maka Adapun orang yang memberikan ( hartanya di jalan Allah Subhaanahu wata’aalaa ) dan Bertakwa, dan membenarkan pahala yang terbaik ( yaitu SURGA ), maka kelak KAMI ( Allah Ta’aalaa ) akan MEMUDAHKAN  ia ( orang tersebut ) kepada jalan yang MUDAH, dan Adapun orang yang BAKHIL dan merasa dirinya CUKUP ( Tidak membutuhkan pertolongan Allah Subhaanahuwata’aalaa ), Serta Mendustakan pahala yang terbaik  ( yaitu SURGA ), maka kelak KAMI ( Allah Ta’aalaa ) akan MEMUDAHKAN  ia ( orang tersebut ) kepada jalan yang SUKAR ( Sulit ) ( Q.S. Al – Lail : 5 – 10 ). Wahai pembaca yang Budiman  …. ! Berdasarkan hadist dan ayat di atas, insya Allah kita dapat mengambil KESIMPULAN, yaitu  kita tetap di perintahkan oleh Allah Subhanahuwata’aalaa dan Rasul-Nya untuk berbuat KEBAIKAN, akan tetapi KEBAIKAN tersebut HARUS  Memenuhi  2 syarat, yang pertama,  KEBAIKAN itu harus IKHLAS sepenuhnya karena Allah Subhaanaahu wa ta’aalaa dan yang kedua,  KEBAIKAN itu  harus Mengikuti Contoh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam serta kita memohon kepada Allah Subhaanahuwa ta’aalaa agar Amal KEBAIKAN kita semua di TERIMA oleh Allah Subhaanaahu wa ta’aalaa dan juga  kita memohon kepada Allah Subhaanahuwa ta’aalaa agar di hindarkan atau di jauhkan dari sifat RIYA ( ingin dilihat orang ) atau SUM’AH ( ingin didengar orang ) atau Sifat UJUB ( Sikap Membanggakan diri sendiri ) atau sikap Mentazkiyyah ( Menganggap Suci ) diri sendiri, yang mengakibatkan karena sifat – sifat tersebut dapat Menghancurkan amal- amal  KEBAIKAN kita semua. Dan Yang  paling terpenting bagi kita semua adalah memohon Kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa agar kita di Wafatkan dalam keadaan KHUSNUL KHOTIMAH ( meninggal dalam keadaan BAIK, dalam keadaan MUSLIM ) dan juga Kita Berlindung kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa dari meninggal dalam keadaan SUU UL KHOOTOMAH ( Meninggal dalam keadaan BURUK, dalam keadaan kufur kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa ), Mengapa Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! di Karenakan kekuatan itu semuanya Hanyalah  MILIK Allah Subhaanaahuwata’aalaa ( tidak ada daya dan upaya kecuali karena pertolongan dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa ), Dan Dikarenakan Juga Yang Membolak-Balikkan HATI Manusia adalah Allah Subhaanaahuwata’aalaa, Sesuatu yang Mustahil Menurut Pandangan Manusia Belum tentu Mustahil Bagi Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Berdoalah Wahai Pembaca Yang Budiman .. ! Karena DOA itu adalah SENJATANYA orang –orang yang Beriman ……….

                                               

Wallahu a’lam BisShowaab

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 24 ( Insya Allah )

Standard

BOLEHKAH MEMBALAS

KEBURUKAN DENGAN KEBURUKAN ?

Orang yang beriman kepada Allah  dan Rasul-Nya adalah orang yang bisa membalas keburukan dengan kebaikan, orang yang suka memaafkan dan bukan orang yang senantiasa membalas keburukan dengan keburukan

Wahai pembaca yang budiman membalas keburukan dengan keburukan merupakan hal yang sering kita jumpai ditengah masyarakat kita. Bahkan hal itu mungkin saja  pernah terjadi pada diri kita ( Wal’iyaadzubillah / kita berlindung kepada Allah Ta’aalaa dari hal ini ) oleh karena itu wahai pembaca yang budiman ……inti dari tulisan kali ini  adalah ……….. Bolehkah membalas keburukan dengan keburukan ?

Wahai pembaca yang budiman Berbuat kebaikan kepada orang yang telah berbuat keburukan kepada kita merupakan suatu hal kebaikan yang utama di sisi Allah  Ta’aalaa. Dikarenakan Allah Subhaanaahuwata’aalaaa memerintahkan kepada kita untuk berbuat kebaikan, baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita ataupun kepada orang yang telah berbuat buruk kepada kita ……….Apabila kita berbuat baik kepada orang yang telah berbuat Baik kepada kita,  hal itu merupakan hal yang biasa ……akan tetapi jika kita bisa berbuat Kebaikan kepada orang yang telah berbuat buruk kepada kita…….,  kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita……, dan kepada orang yang telah berbuat  GHIBAH kepada  kita …. Maka hal inilah yang sangat SULIT bagi kita terkecuali bagi Orang-orang yang di beri HIDAYAH dan diberikan KEMUDAHAN oleh Allah Subhaanaahuwata’aalaa untuk berbuat kebaikan.( semoga kita termasuk orang yang diberi Hidayah dan kemudahan oleh Allah subhaanaahuwata’aalaa untuk berbuat kebaikan)

Allah subhaanaahuwata’aalaa berfirman yang artinya :

“ berbuatlah paling baik ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat paling baik kepadamu” ( QS.                         )

“ Berbuatlah kebaikan supaya kalian beruntung ….” ( QS.                                 ) 

Wahai pembaca yang budiman? Di dalam ayat diatas Allah subhaanaahuwata’aalaa memerintahkan kepada kita berbuat baik kepada setiap orang sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita. Bahkan Allah Ta’aalaa mengaitkan kebaikan dengan KEBERUNTUNGAN.Berdasarkan ayat di ataas WAJIB baagi kita sebagai seorang MUSLIM  dan yang mengaku dirinya sebagai seorang MUSLIM untuk berbuat baik kepada setiap orang .. baik orang tersebut pernah berbuat buruk kepada kita ataupun tidak pernah berbuat baik kepada kita, Selama orang yang telah berbuat buruk kepada kita itu membutuhkan pertolongan atau bantuan kita maka TOLONGLAH …. dan BANTULAH …… sesuai dengan KEMAMPUAN yang kita MILIKI dan NIATKANLAH dengan IKHLAS karena Allah dalam menolong dan membantunya ……. bukan karena hendak pamer atau memperlihatkan amal kebaikan dan bukan pula supaya dikatakan seorang yang PEMAAF dan lain sebagainya.

Wahai pembaca yang budiman ….. ? janganlah sekali – kali kita membalas keburukan yang telah di lakukan kepada kita dengan keburukan yang serupa ….. dikarenakan Allah Subhaanaahuwata’aaalaa telah memerintahkan kepada kita …… yaitu “ BERBUAT BAIKLAH KALIAN …..” dan Allah tidak mengatakan kepada kita “ BALASLAH KEBURUKAN DENGAN KEBURUKAN AGAR KAMU MENJADI ORANG YANG MENANG ATAU AGAR KAMU MENJADI ORANG YANG HEBAT ……………….“

Apabila kita bisa  membalas keburukan dengan KEBAIKAN, maka ketahuilah wahai pembaca yang budiman …….. hal itu merupakan MURNI  karena RAHMAT dari Allah subhaanahuwata’aalaa yang Maha Bijaksana ….. yang dengan Rahmat-NYA kita bisa berbuat KEBAIKAN akan tetapi wahai pembaca yang budiman ? apabila kita tidak bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN, Ketahuilah bahwasanya keburukan itu MURNI berasal dari DIRI kita dan dari SYAITON dan bahwasanya keburukan yang kita lakukan kelak akan kembali kepada diri kita  ( wal’iyaadzubillah ) wahai pembaca yang budiman ? apabila kita tidak bisa membalas KEJAHATAN dengan KEBAIKAN ketahuilah wahai pembaca yang budiman bahwasanya kita itu adalah LEMAH dihadapan Allah Subhaanaahuwata’aalaa , kita itu adalah makhluk yang lemah , DAN MANUSIA ITU DICIPTAKAN DALAM KEADAAN LEMAH sebagaimana firman Allah Ta’aalaa yang artinya

dan diciptakan manisia itu dalam keadaan LEMAH “      ( QS                      ).

Oleh karena itu, tidak selayaknya dan tidak sepatutnya bagi kita untuk menyombongkan diri di hadapan Allah Ta’aalaaa, Kita menyangka bahwasanya jika kita dapat membalas keburukan dengan keburukan itu merupakan suatu perbuatan yang HEBAT, itu adalah suatu KEMENANGAN bagi kita karena kita dapat mengalahkan  orang yeng telah berbuat BURUK kepada kita ……  Bukankah Allah Ta’aalaa memerintahkan kepada kita untuk membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN akan tetapi kita MALAH membalas KEBURUKAN dengan KEBURUKAN …… wahai pembaca yang budiman hal ini berarti kita sedang menantang banyak firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa atau melanggar ayat-ayat Allah Ta’aalaaa. Dikarenakan kita merasa HEBAT dihadapan orang yang sedang MEMBUTUHKAN bantuan kita dan juga dikarenakan kita merasa SOMBONG dan merasa BISA membalas keburukan dengan keburukan terhadap orang yang telah berbuat keburukan kepada kita. Wahai pembaca yang budiman merasa diri kita BISA atau LEBIH atau merasa diri kita paling BERTAKWA dari orang lain dengan MERENDAHAKAN orang lain itu adalah termasuk suatu KESOMBONGAN,  Padahal kemampuan atau kelebihan atau ketakwaan yang kita miliki adalah pemberian dari Allah Ta’aalaa. Didalam hadist Qudsi disebutkan yang artinya “ Sesungguhnya keperkasaan adalah sarungKU dan KESOMBONGAN adalah selendangKU siapa saja yang mengambil salah satunya dariKU, maka akan Aku siksa dia “

Dan didalam Alquran Allah Ta’aalaa berfirman yang artinya : “ janganlah kalian berjalan dimuka bumi dengan sombongnya karena sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri “( QS  An:Nahl : 23   ).

Berdasarkan hadist diatas KESOMBONGAN itu hanya boleh dimiliki oleh Allah subhaanaahuwata’aalaa dan setiap manusia tidak BERHAK sedikitpun untuk melakukan KESOMBONGAN. Jika kita membalas keburukan dengan keburukan…. Hal itu berarti kita merasa diri kita lebih dari yang lain………………, kita merasa diri kita mampu dari yang lain…….., serta kita merasa diri kita Hebat dari yang lain. Padahal kelebihan , kemampuan dan kehebatan yang kita miliki itu semuanya adalah MURNI berasal dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Allah subhaanaahuwata’aala telah memberikan KELEBIHAN, KEMAMPUAN dan KEHEBATAN kepada kita. Hal Ini berarti Allah subhaanaahuwata’aalaa telah berbuat baik kepada kita.Kemudian Allah Subhaanaahuwata’aalaa Memerintahkan kita untuk MEMBALAS keburukan dengan KEBAIKAN akan tetapi kita MALAH membalas KEBURUKAN dengan KEBURUKAN ini pada hakekatnya kita sedang melanggar ayat-ayat Allah Ta’alaaa yang Mulia……………. Dan jika demikian halnya…. Bisakah kita menghindari SIKSANYA atau dapatkah kita menghindari AzabNYA ? wahai pembaca yang budiman …… jika kita tidak bisa menghindari siksaNYA dan jika kita tidak bisa menghindari AzabNYa, maka berdoalah ……………. Maka berdoalah…………. Maka berdoalah kepada Allah yang maha kuasa agar kita bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN, agar kita bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN,  agar kita bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN,  serta katakanlah wahai pembaca yang budiman bahwasanya  kita itu LEMAH dihadapan Allah yang maha KUASA atas segala sesuatu, yang ditanganNYA lah segala kebaikan.

Wallahu’a’lam Bisshowaab

Cara Menyelamatkan Diri dari Neraka Bag 23 ( Insya Allah )

Standard

UKHUWAH ISLAMIYYAH

( PERSAUDARAAN ATAU PERSAHABATAN DALAM ISLAM)

 

            Wahai Pembaca Yang Budiman ……….. ! Persaudaraan adalah yang tidak bisa dipisahkan  dalam jiwa seorang Mulim, Seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim yang lain. Perumpamaan seorang Muslim dengan muslim yang lain itu ibarat atau seperti satu tubuh, apabila sebagian tubuh itu SAKIT, maka sakitlah seluruh tubuh yang lain.

Wahai Pembaca Yang Budiman…….! Orang yang Beriman itu adalah  orang yang ingin mencari PERSAHABATAN dengan dia ( Orang Beriman Tersebut ) dan orang lain juga ingin menjadi SAHABAT dia dan tidak ada KEBAIKAN bagi orang yang tidak mempunyai SAHABAT dan orang lain tidak mau bersahabat dengan dia.

Wahai Pembaca yang budiman ….! Orang yang beriman itu tempatnya PERTEMANAN, Oleh karena itu ……… jadikanlah Orang yang BERIMAN itu sebagai TEMAN. Wahai Pembaca yang Budiman……. ! Persaudaraan itu adalah NIKMAT dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Oleh karena itu pergunakanlah NIKMAT itu dengan sebaik – baiknya. Persaudaraan itu adalah NIKMAT…….. sebagaimana  yang dijelaskan dalam firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya :

“ Dan Ingatlah NIKMAT Allah atas kalian ketika kalian pada saat itu saling BERMUSUHAN  Lalu Allah Satukan Hati – hati Kalian, Maka jadilah kalian karena NIKMAT – NYA ( Allah Subhaanaahuwata’aalaa  ) Bersaudara ( Q.S. Al –Imran : 103 )

Wahai Pembaca Yang Budiman …..  !  Sesungguhnya PERSAUDARAAN itu adalah benar – benar NIKMAT dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Tiada seorangpun di dunia ini yang bisa Mendapatkan NIKMAT ini ( Persaudaraan ) kecuali Hanyalah PEMBERIAN dari Allah, kecuali Hanyalah PEMBERIAN dari Allah, kecuali Hanyalah PEMBERIAN dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Oleh karena itu …… Bersyukurlah kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa atas NIMAT ini dengan menjaganya  dan dengan memeliharanya dan janganlah KITA wahai pembaca yang BUdiman MERUSAKNYA setelah Allah Subhaanaahuwata’aalaa MEMPERBAIKINYA ……..  Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  sangat menginginkan semua manusia yang ada di dunia  masuk kedalam ISLAM sehingga jadilah mereka BERSAUDARA akan tetapi Rasulullah SHallallahu’alaihi wa sallam tidak mempunyai daya dan upaya kecuali Hanyalah Pertolongan  dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa .  Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam hanya di tugaskan oleh Allah SUbhaanaahuwata’aalaa sebagai pemberi PERINGATAN dan Pemberi KABAR GEMBIRA, dan beliau tidaklah ditugaskan sebagai pemberi HIDAYAH ( Taufiq ) bagi seluruh manusia, karena HIDAYAH itu seluruhnya berada di tangan Allah subhaanaahuwata’aalaa . Sebagaimana Firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya :

“ Sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad ) Tidak akan bisa memberi Hidayah ( Taufiq ) kepada orang yang engkau cintai, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang DIA kehendaki Dan DIA ( Allah ) lebih Mengetahui siapa yang pantas mendapatkan petunjuk ( Q.S  Al – Qhosos : 56 )

Dan juga sebagaimana Firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya :

“ Dan sekiranya engkau ( wahai Muhammad ) Menginfakkan seluruh apa saja yang ada di muka Bumi ini  NISCAYA tidaklah engkau bisa menyatukan hati – hati mereka akan tetapi Allah lah yang menyatukan hati – hati mereka …….  ( Q.S: Al – anfal : 63 ).

Wahai Pembaca Yang Budiman …… ! PERSAHABATAN itu Merupakan salah satu SYARAT untuk masuk ke dalam SURGA sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  yang artinya :

“  Kalian tidak akan Masuk ke dalam SURGA sampai kalian Beriman dan Kalian tidak akan Bisa Beriman sampai kalian saling mencintai “ ( H.R.                )

“ Tidaklah Beriman seorang MUSLIM sampai ia MENCINTAI saudaranya ( Yang Muslim ) sebagaimana ia mencintai dirinya “ (H.R. MUSLIM )

Wahai Pembaca yang Budiman ……….. ! di dalam hadist diatas dijelaskan Bahwasanya  “ Tidaklah Beriman seorang MUSLIM sampai ia MENCINTAI saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya “ . Perhatikanlah dengan baik hadist yang MULIA ini Wahai Pembaca yang budiman ……………….. ! , Perhatikanlah dengan baik hadist yang MULIA ini Wahai Pembaca yang budiman ……………….. ! Perhatikanlah dengan baik hadist yang MULIA ini Wahai Pembaca yang budiman ……………….. ! Sebagaimana ia mencintai dirinya , Tahukah KITA wahai pembaca yang Budiman …… Bagaimana kita seharusnya mencintai diri KITA sendiri ! , Bagaimana Jika seandainya diri kita itu sedang SAKIT …. ! Bukankah ketika diri kita sedang  SAKIT , Kita berusaha dengan sekuat TENAGA, Berusaha dengan seluruh KEMAMPUAN kita untuk Mencari Obatnya,  Berusaha agar Diri KITA menjadi sehat kembali …… ! Jika Begitu seandainya wahai pembaca yang BUDIMAn ! Berdoalah ……  Berdoalah ……. Berdoalah ……. dan  Berusahalah agar  tenagamu, kekuatanmu, dan kemampuanmu di pergunakan untuk Menolong  SAUDARAMU yang sedang SAKIT. Bukankah Rasululah Shallallahu’alaihi wa sallam Pernah Bersabda :

“ Allah Senantiasa MENOLONG HambaNYA , Selama HambaNYA itu Selalu MENOLONG Saudaranya “ ( H.R.               )

Wahai pembaca yang Budiman …! dan Bagaimanakah Seandainya Jika diri kita itu sedang tidak Mempunyai harta  …. ! sedangkan kita pada saat itu sangat membutuhkan harta tersebut …… ! Bukankah Kita akan mencarinya dengan sekuat TENAGA , dengan seluruh KEMAMPUAN kita untuk mencarinya …! Jika Begitu seandainya wahai pembaca yang BUDIMAN ! Berdoalah ……  Berdoalah ……. Berdoalah ……… dan  Berusahalah agar  Hartamu Kau pergunakan untuk Menolong  SAUDARAMU yang sedang membutuhkan Harta …….

Wahai pembaca yang Budiman ……… ! INILAH yang diMaksud dengan Hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “ Tidaklah Beriman seorang MUSLIM sampai ia MENCINTAI saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya “ (H.R.  MUSLIM  )

Wahai Pembaca Yang Budiman …… ! Persaudaraan ini Merupakan Sebuah NIKMAT …….. . Apabila kita tidak Mensyukuri NIKMAT ini ………. Berarti KITA telah Mengingkari NIMAT yang Besar ini.  dan Berkenaan dengan hal ini Allah Subhaanaahuwata’aalaaa berfirman  yang artinya :

“ ……….. Jika Kalian Bersyukur (atas Nikmat KU ),  Sungguh Aku ( Allah Subhaanaahuwata’aalaa ) akan Tambahkan ( Nikmat KU ) kepada Kalian, Dan Jika Kalian Ingkar (  Kufur terhadap Nkmat KU, tidak Mensyukuri Nikmat KU ), Sesungguhnya Adzab KU sangat PEDIH ( Q.S. Ibraahiim : 7 ).

Wallahu a’lam Bisshowaab

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 22 ( Insya Allah )

Standard

BAHAYA GHIBAH

( NGOMONGIN ORANG )

 

  1.    Pengertian GHIBAH

 Ghibah adalah menyebutkan AIB ( Kesalahan ) seseorang yang tidak ia sukai Jika ia (orang yang di GHIBAH itu / orang yang di OMONGIN itu)  mendengarnya.

 

       2.     HUkum GHIBAH

 Tidak Di Ragukan lagi bahwasanya HUKUM Ghibah menurut KESEPAKATAN kaum Muslimin adalah HARAM

Sebagaimana di sebutkan di dalam Alqur’an  yang artinya :

“ Hai Orang – Orang yang Beriman, Janganlah suatu kaum mengolok – olokkan kaum yang lain ( karena ) boleh jadi mereka ( yang di olok – olokkan ) lebih baik dari mereka ( yang mengolok – olokkan ) dan jangan pula wanita – wanita Mengolok – Olokkan wanita yang lain ( karena ) Boleh Jadi Wanita – wanita ( yang di Perolok – Olokkan ) lebih Baik dari Wanita ( yang Mengolok – Olokkan ) dan Janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil – memanggil dengan GELARGELAR yang Buruk. Seburuk – Buruk Panggilan adalah ( Panggilan ) yang Buruk sesudah Iman ( contohnya hai kafir , hai fasiq dan lain sebagainya ). Dan Barang siapa yang tidak BERTOUBAT, Maka Mereka itulah orang orang yang Zalim ( Surat  Al – Hujurat ayat 11 )

“ Hai orang – orang yang beriman Jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian dari Prasangka itu DOSA. Dan janganlah kalian saling MENGGUNJING dan Janganlah Sebagian Kalian MENGHINA sebagian yang lain. Apakah Salah Seorang diantara kalian suka memakan BANGKAI saudaranya ( Semuslim ) tentulah kalian merasa JIJIK kepadanya. Dan Bertakwalah Kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang “ ( Surat Al – Hujurat ayat 12 )

Wahai Pembaca yang Budiman ……..! Ketahuilah Sesungguhnya  di dalam ayat di atas Allah Subhaanaahuwata’aalaa Menjelaskan Bahwasannya : “Janganlah suatu kaum mengolok – olokkan kaum yang lain ( karena ) boleh jadi mereka ( yang di olok – olokkan ) lebih baik dari mereka ( yang mengolok – olokkan ) “  Begitu pula para wanita, Allah Melarang mereka ( Para Wanita ) Mengolok – olok Wanita yang lain karena Boleh Jadi Wanita – wanita ( yang di Perolok – Olokkan ) itu lebih Baik dari Wanita ( yang Mengolok – Olokkan ) Bahkan Allah Subhaanaahuwata’aalaa Menyerupakan  Orang yang MENGGUNJING atau MengGHIBAH , MENGHINA Saudaranya ( Semuslim ) itu seperti atau Bagaikan MEMAKAN Bangkai Saudara nya sendiri. Di dalam sebuah hadist di sebutkan bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda yang artinya : “ Cukuplah KEBURUKAN itu bagi seseorang , Jika ia merendahkan saudaranya SEMUSLIM “ ……… dan juga dalam riwayat yang lain Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya : “ Mencaci seorang Muslim adalah Suatu KEFASIKAN dan memeranginya adalah suatu KEKUFURAN “ ( HR. BUKHARI dan MUSLIM )

 Sedangkan Firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya “Janganlah suatu kaum mengolok – olokkan kaum yang lain ……….”  Maksudnya adalah Janganlah mengolok olok dengan semua jenis PERKATAAN, UCAPAN, dan PERBUATAN yang menunjukkan Perendahan dan Penghinaan terhadap SAUDARANYA yang Muslim, Karena sesungguhnya Hal itu di HARAMKAN, dikarenakan juga hal tersebut menunjukkan adanya SIKAP bangga diri, sikap sombong dan sikap mentazkiyyah diri sendiri ( menganggap suci diri sendiri ) pada orang yang MENGEJEK tersebut. Padahal Allah Subhaanaahuwata’aalaa berfirman yang artinya : “ Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri “

Oleh karena itu Wahai Permbaca yang Budiman ………….!  GHIBAH Merupakan Salah Satu  kerusakan  yang Paling BEBAHAYA  dari Kerusakan – kerusakan Lisan .  Sungguh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita tentang GHIBAH dalam Sabdanya di dalam Hadist Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu :

“  Apakah Kalian Mengetahui apa Itu GHIBAH ……….! Para Shahabat Menjawab Allah dan Rasul – Nya yang lebih Mengetahui. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Bersabda ; “  ( GHIBAH itu adalah ) Menyebutkan tentang Saudaramu ( Semuslim ) apa – apa yang ia tidak suka ( Jika ia mendengarnya ). Kemudian ada ( seseorang ) yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “ Bagaimana pendapatmu ( Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam) Jika yang aku katakan itu memang benar ada padanya “ Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Menjawab : “ Jika apa yang kamu Katakan memang benar ada padanya, maka engkau ( berarti ) telah berbuat GHIBAH (kepadanya ), Jika apa yang kamu katakan tidak ada padanya,  Sungguh ( berarti ) engkau telah berbuat KEDUSTAAN terhadapnya “

Wallahu a’lam BisShowaab

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 21 ( Insya Allah )

Standard

TUJUAN DICIPTAKAN

MANUSIA

Allah  Subhaanahuwata’aalaa Berfirman :

“ Dan AKU ( Allah ) tidak menciptakan JIN dan MANUSIA melainkan supaya mereka BERIBADAH kepada-Ku.” ( Q.S :Ad-Dzariaat : 56 ).

 Ayat di atas menjelaskan bahwasanya Allah tidaklah Menciptakan JIN dan MANUSIA KECUALI Hanya Untuk Beribadah Kepada-Nya. Yaitu Dengan MENTAUHIDKAN-Nya Serta Tidak MEMPERSEKUTUKAN-Nya dengan Sesuatu apapun. Allah TidakLah Menciptakan Manusia Hanya Sekedar MainMain dan Senda Gurau. Sebagaimana Firman Allah Ta’aala :

Maka apakah kamu MENGIRA, bahwa sesungguhnya KAMI ( Allah ) menciptakan kamu secara MAIN-MAIN (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada KAMI? Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) ‘Arsy yang mulia.( Q.S : Al Mu’minuun : 115-116 )

 Dan Allah Subhaanaahuwata’aalaa akan Membangkitkan Manusia Setelah Kematian.dan Akan MEMBUNGKUS Daging-Daging Manusia Yang Telah Menjadi TULANG BELULANG Untuk Di Mintai Pertanggung Jawaban. Hal Ini Sebagaimana Firman Allah Ta’aalaa :

“  Apakah manusia MENGIRA, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami KUASA menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.( Q.S : Al Qiyaamah : 3-4 )

 

Berdasarkan ayat di atas bahwasanya tujuan di ciptakan JIN dan MANUSIA adalah HANYA untuk BERIBADAH kepada Allah SAHAJA. Dan Jikalau kita melaksanakannya maka Allah akan membalasnya dengan SURGA yang penuh dengan kenikmatan-kenikmatan di dalamnya. Dan kita juga mengetahui bahwasanya syarat IBADAH diterima itu ada 2 : pertama IKHLAS karena Allah ( Bukan karena ingin dilihat orang ), yang kedua : Mengikuti CONTOH Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam ( yaitu dengan SUNNAH Bukan dengan BID’AH ). Wahai pembaca yang budiman ! Janganlah kita mengira bahwasanya kita hidup di DUNIA ini hanya untuk BERSENANGSENANG, Bersuka ria, MENGHABISKAN Masa MUDA dengan hal-hal yang TIDAK berguna SEOLAH-OLAH kita akan hidup SELAMANYA : Ketahuilah wahai pembaca yang budiman ! Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda :

Termasuk Baiknya ISLAM seseorang yaitu Meninggalkan apa-apa yang TIDAK berguna bagi dirinya “ ( HR. TIRMIDZI ).

Dari HADIST ini kita mengetahui bahwasanya meninggalkan Sesuatu yang tidak bermanfaat bagi seseorang itu TANDA baiknya ISLAM seseorang tersebut. SEBALIKNYA Apabila ia tidak meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya hal itu menandakan TIDAK baiknya ISLAM seseorang. Manfaat dalam hal apa wahai saudaraku ! ia itu adalah MANFAAT dalam AGAMANYA ! AGAMANYA wahai pembaca yang budiman !

Bukan berarti hal ini kita melupakan masalah DUNIA, sehingga kita hanya BERKUTIK atau TERTUJU di dalam Masalah AKHIRAT Sahaja. Dunia harus kita CARI, bahkan bisa menjadi WAJIB jikalau suatu IBADAH tidak sempurna kecuali dengannya. Allah Ta’aalaa berfirman dalam kitab Nya :
Dan CARILAH pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri AKHIRAT, dan janganlah kamu MELUPAKAN bahagianmu dari (kenikmatan) DUNIAWI dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak MENYUKAI orang-orang yang berbuat kerusakan. ( QS : Alqhosos : 77 )

Wahai pembaca yang budiman!Berdasarkan ayat di atas DUNIA haruslah kita CARI dan berusaha untuk mencarinya, karena MUSTAHIL dunia akan datang kepada kita dengan sendirinya  Jika kita tidak mau MENCARINYA. Dan hanya BERsandar saja kepada Allah tanpa ada USAHA. Hal Ini adalah Ikhtiyar yang TERCELA !

Akan tetapi wahai pembaca yang budiman ! Jika kita SUDAH mendapatkan DUNIA atau HARTA janganlah sekali-kali kita MELUPAKAN tujuan UTAMA penciptaan Allah terhadap JIN dan MANUSIA yaitu untuk BERIBADAH kepada-Nya maksudnya MENTAUHIDKAN Allah Ta’aala dan Menjauhkan diri dari SYIRIK dan pelaku SYIRIK. Ketahuilah, Allah Ta’aala menciptakan dunia sebagai LADANG menuju Akhirat, jadi Gunakanlah LADANG itu sebaik-baiknya wahai saudaraku ! LADANG apa wahai pembaca yang budiman ! yaitu LADANG untuk beramal KEBAIKAN, Bukan LADANG untuk membangga-banggakan HARTA dan ANAKANAK, Jabatan, Kedudukan atau KEKAYAAN lainnya. Ketahuilah ! Allah Ta’aalaa berfirman :

BERMEGAH-MEGAHAN telah MELALAIKAN kamu, sampai kamu masuk ke dalam KUBUR. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),  dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang YAKIN, niscaya kamu benar-benar akan melihat NERAKA Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘AINUL YAQIN. kemudian kamu pasti akan DITANYAI pada hari itu tentang KENIKMATAN (yang kamu MEGAHMEGAHKAN di dunia itu).(QS : At – Takatsur 1 – 8 ).

 Ayat diatas menunjukkan bahwasanya BERMEGAHMEGAHAN atau BERBANGGABANGGAAN dalam hal KEKAYAAN atau apapun bentuknya adalah HARAM. Bahkan di dalam ayat tersebut Lafadz “ Jangan Begitu “ di ulang-ulang sampai TIGA kali.Hal  Ini menunjukan PENEKANAN agar kita tidak seperti itu, wahai pembaca yang budiman ! mengapa wahai saudaraku ! Karena apabila Engkau sudah masuk kedalam KUBUR, sekali-kali tidak ada jalan KELUAR, tidak ada PINTU keluar,dari padanya untuk selama-lamanya. Oleh karena itu SELAGI hayat masih di kandung badan, SELAGI nyawa belum berpisah dari BADAN, maka pergunakanlah WAKTUMU dengan sebaik-baiknya SEBELUM datangnya 5 PERKARA : Sehat SEBELUM sakit, muda SEBELUM Tua, Masa Luang SEBELUM sempit, Kaya SEBELUM Miskin, dan Hidup SEBELUM Mati. Wahai pembaca yang Budiman ! Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

“ Dua Hal yang Manusia Banyak TERTIPU di dalam keduanya yaitu masa SEHAT dan Waktu LUANG “ ( H.R. BUKHARI ).

 SUNGGUH orang itu SEBENARNYA telah mengetahui sejak Zaman DAHULU berharganya WAKTU dan di antara mereka ada yang berkata : “ Waktu itu Bagaikan PEDANG Jika kamu tidak Memutusnya, Maka ia yang akan Memutusmu ………..

Wallahu a’lam

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 20 ( Insya Allah )

Standard

HUKUM MENIRU ORANG-ORANG KAFIR, MACAM-MACAM DAN DAMPAKNYA

A.         HUKUMNYA

Meniru Orang-orang kafir dalam hal-hal yang menjadi kekhasan mereka atau adat mereka adalah haram dan diancam dengan ancaman yang keras, karena itu merupakan bentuk wala’ ( Loyal ) kepada mereka. Padahal Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

“Barangsiapa bertasyabbuh (menyerupai) dengan suatu kaum maka ia termasuk dari mereka.” (HR. Ahmad, Abu Daud dan di-shahih-kan oleh Ibnu Hibban)

Kemudian keharamannya berbeda-beda menurut mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkannya serta dampak-dampak yang disebabkan olehnya.

 B.         MACAM-MACAMNYA

Meniru dalam hal-hal yang menjadi ciri khas mereka terbagi menjadi beberapa bagian; ada yang kufur, ada yang mengarah kepada kekufuran atau kefasikan dan ada yang maksiat biasa.

Bagian Pertama:

Meniru mereka dalam ajaran atau bagian dari agama mereka yang batil, seperti mendirikan bangunan di atas kuburan, atau mengkultuskan sebagian makhluk dengan menjadikannya sebagai tuhan-tuhan kecil di samping Allah dengan beri’tikaf di atas kuburan mereka, atau mentaati mereka dalam penghalalan dan pengharaman, serta menghukumi selain apa yang diwahyukan oleh Allah, ini adalah kufur kepada Allah atau merupakan wasilah yang menghantarkan kepada kekufuran. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam melaknat orang Yahudi dan Nashrani karena mereka menjadikan kuburan-kuburan sebagai tempat-tempat ibadah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

“Mereka menjadikan orang-orang alim, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) mereka mempertuhankan Al-Masih putra Maryam …” (At-Taubah: 31)

Maka perbuatan mereka menjadikan para pendeta sebagai tuhan selain Allah Subhannahu wa Ta’ala adalah Kufur. Sedangkan mendirikan bangunan di atas kuburan adalah penghantar kepada kekufuran.

Bagian Kedua:

Meniru mereka dalam bid’ah-bid’ah yang mereka adakan dalam agama mereka dalam hari-hari raya yang batil, ini hukumnya adalah haram.

Bagian Ketiga:

Meniru mereka dalam adat istiadat dan akhlak mereka yang buruk serta budaya mereka yang kotor, juga penampilan mereka yang tercela, seperti mencukur jenggot, mengumbar aurat dan lain sebagainya. Ini adalah permasalahan yang sangat luas dan semua itu adalah haram hukumnya, termasuk dalam sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam, “Siapa yang bertasyabbuh dengan suatu kaum maka ia termasuk golongannya.” Karena menyerupai mereka secara lahir menunjukkan wala’ mereka secara batin.

Adapun hal-hal yang bukan menjadi ciri khas mereka, bahkan merupakan hal-hal milik bersama semua manusia, seperti mempelajari industri yang sangat bermanfaat, membangun kekuatan, memanfaatkan apa yang dibolehkan Allah, semisal perhiasan yang telah dikeluar-kan untuk para hambaNya, memakan hasil-hasil bumi yang baik; maka semua ini tidak disebut taqlid (meniru), bahkan termasuk ajaran agama kita. Dan pada dasarnya ia adalah milik kita, sedangkan mereka dalam hal ini hanya mengikuti kita. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

Katakanlah: ‘Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?’ Kata-kanlah: ‘Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat‘.” (Al-A’raf: 32)

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi …” (Al-Anfal: 60)

Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasulNya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.” (Al-Hadid: 25)

Allah Subhannahu wa Ta’ala mengabarkan bahwa besi mengandung banyak daya guna untuk manusia secara umum. Jadi Semua Yang Pada Hakekatnya Milik Bersama Itu Tidaklah Di sebut Mengikuti atau Meniru atau Tasyabbuh Kepada Orang Kafir, Sehingga Umat Islampun Boleh Melakukannya, Bahkan Bisa Menjadi Wajib Apabila Kewajiban Menjadi Tidak Sempurna Kecuali Dengannya. Wallahu a’lam.

Sumber :  Kitab Tauhid Oleh dr. shalih fauzan bin abdullah al-fauzan