Tag Archives: as sunnah

Jangan Injak Sandalku!

Standard

Salat Magrib telah usai. Si kecil pun telah selesai berdoa. Seperti biasa, si kecil diajari ibundanya berdoa memohon ampun untuk diri dan orang tuanya, beserta artinya. Doa yang sangat populer, dan terasa ada yang kurang jika seorang anak tidak berdoa seperti ini.

ربّ اغفر لي و لوالديّ و ارحمهما كما ربّياني صغيرًا

Selesai berdoa, segera si kecil menghambur keluar musola, seakan-akan telah lepas satu beban berat dari pundaknya. Ke tangga musola dia berlari, seraya mendapati sandal kecilnya yang tergeletak di sana.

Rupanya dia bukan yang pertama. Telah lewat beberapa pemuda gagah berseragam SMA melewati tangga yang sama dan mengambil sandal dan sepatu mereka yang berserakan sebelumnya. Si gadis kecil menghampiri sandalnya, masih sempat melihat pemuda-pemuda gagah itu serampangan mengambil sandal mereka yang berserakan di tangga musola. Dengan langkah tenang dan tanpa beban mereka pergi meninggalkan musola, meninggalkan si gadis kecil yang gundah seraya berkata penuh sesal,

“Yah … sandalku diinjak …”

sandal jepit

Semua orang pasti pernah mengalami hal semacam itu. Di saat kita sedang mengejar kepentingan kita, kita tidak sengaja – atau bahkan tidak tahu –  bahwa kita mengganggu hak orang lain. Di saat kita ‘mengambil sandal’ kita, kita ‘menginjak sandal orang lain’.  Kalau dipandang bahwa yang diinjak cuma sandal, tentunya itu masalah remeh. Tapi kalau dipandang bahwa yang diganggu itu adalah hak orang lain, tentu peristiwa itu jadi masalah. Sejelek apapun sandal orang, kalau sandal itu hilang, si empunya akan gusar dan marah-marah. It’s only natural. Tidak ada orang yang suka haknya diganggu orang lain.

Mengganggu hak orang lain pasti tidak apa-apa seandainya tidak janji bahwa semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan kelak. Memikirkan ini, semua orang selayaknya jadi takut ‘menginjak sandal’ orang lain. Tidak sengaja pun bikin takut, apalagi kalau sengaja ?!!

Bisa jadi saat kita menginjak sandal orang lain, kita menularkan najis dari bawah sandal kita ke atas sandal orang lain. Salah satu nasihat guru ngaji saya waktu kecil yang masih selalu saya ingat adalah,

“Jangan injak sandal orang lain, orang lain kan juga ingin kakinya tetap suci”.

Dahulu saya benar-benar secara harfiah melaksanakannya. Kini berbagai pengalaman hidup turut menjadi nasihat bahwa nasihat pak guru saat itu berlaku secara umum di berbagai aspek kehidupan. Semoga nasihat sederhana ini bisa menjadi nasihat bagi saya pribadi selama hidup dan bagi orang lain yang membaca tulisan ini.

 

Ditulis oleh Dany, guru SDIT Al-Hikmah Bintara, Bekasi Barat

Advertisements

Muslim Rohingya adalah saudara kita

Standard

Sahabat, mari kita renungkan kembali surat di bawah ini:
Orang-orang mukmin sesungguhnya bersaudara … (QS Al Hujuraat: 10)
Dimana pun dia dan siapa pun dia maka dia adalah sudara kita ketika dia adalah seorang mukmin. Kalau mereka miskin mari kita bantu meringankan kemiskinan mereka. Kalau mereka tertindas mari kita bantu dengan kemampuan kita untuk mengangkat harkat dan martabat mereka.

Sahabat, dengarlah tangis mereka, dengarlah rintihan mereka yang kesakitan ditindas oleh kebiadaban. Mereka dibantai, dizolimi, ditindas, para perempuan diperkosa, dan diusir dari tanah kelahiran mereka. Mereka adalah saudara kita yang ada di Myanmar. Mereka adalah saudara kita muslim Rohingya.

Rasulullah telah mengingatkan kita dalam sabdanya:
”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)
Hadist ini telah mempertanyakan keimanan kita. Layakkah kita disebut sebagai orang beriman kalau kita tidak perduli dengan saudara kita yang ada jauh di sana!
Adakah alasan bagi kita untuk tidak mencintai mereka!

Sahabat lihatlah raut muka mereka yang nampak jelas terlihat ketakutan dan kesedihan. Lihatlah bocah-bocah kecil yang tidak bisa merasakan tawa dan canda. Kebahagian mereka telah dirampas. Rasanya hati ini tersayat-sayat dengan apa yang mereka rasakan. Masihkah kita merasakan enaknya makanan padahal mereka sudah tidak mengenal makanan! Masihkah kita masih bisa tertawa padahal mereka hanya bisa menangis!

Apa yang bisa kita lakukan!

Sahabat, kita tidak bisa tinggal diam. Mari kita bantu mereka dengan apa yang bisa kita lakukan. Kalau kita mampu untuk berteriak maka berteriaklah baik dengan lisan atau dengan tulisan. Kalau kita mampu untuk memberikan donasi dana maka berikanlah. Sahabat, sedikitnya marilah kita bantu mereka dengan doa kita. Karena doa adalah senjata bagi orang mukmin. Marilah kita berdoa semoga Allah memberikan mereka kekuatan dan melenyapkan segala kezoliman di muka bumi ini. Amiiin.

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini

Ibu, Aku mencintai Ibu karena Allah

Standard

anwar insan siregar ♦ Juli 28, 2012 ♦ Tinggalkan sebuah Komentar

Sepekan ini aku mengajar tahfidz kepada anak-anakku di kelas 3 SD. Bertepatan di bulan Ramadhan surat yang menjadi target adalah surat Al Isra: 23- 27. Dalam sepekan aku hanya menargetkan anakku satu ayat saja yakni surat Al Isra ayat 23.

Subhanallah, surat ini mengingatkan aku kepada kedua orangtuaku di kampung. Ibuku yang luar biasa sekali pengorbanannya sampai melahirkan kami 11 bersaudara. Ibuku lembut sekali. Ya Allah berikanlah aku kekuatan suatu saat nanti aku bisa membalas kebaikan ibu. Ibu maafkan aku yang sering lupa untuk mendoakanmu.
Semalam aku bermimpi bertemu dengan ayah. Aku minta maaf kepada ayah dan ayah juga minta maaf kepada aku. Kata ayah dulu ia sering kasar dalam mendidik. Aku sangat senang sekali karena aku dan ayah bisa saling memaafkan. Aku juga merasa bersalah karena sering tidak mendengar kata-kata ayah. Sekarang ayah sudah mendahului kami. Berawal dari sakit berhari-hari akhirnya Allah memanggil ayah. Ayah… Semoga Ayah bersama Allah di sana. Ampuni dosa-dosa ayah ya Allah.
Aku pun memulai mengajarkan surat Al Isro ayat 23.

Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.( Al Isro:23)

Artinya dalam Bahasa Inggris
And your Lord has Qada) decreed﴾ that you worship none but Him. And that you be dutiful to your parents. If one of them or both of them attain old age in your life, say not to them a word of disrespect, nor reprimand them but address them in terms of honor.

Subhanallah, anak-anakku di kelas pintar-pintar menghafalnya. Salah satu yang paling cepat menghafal adalah anakku yang bernama Tyo. Wah luar biasa. Semoga Tyo menjadi hafidz kelak nanti.

Aku pun mengakhiri surat ini dengan satu kata “Ibu, Aku mencintai Ibu karena Allah”. Ucapkan kata ini kepada Ibu atau Bunda atau Ummi atau Mama, atau kata lain yang sama maknanya dengan Ibu.

Minggu depan aku akan melanjutkan surat Al Isra ayat 24.
Bersambung…

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini

Kekeliruan yang sering dilakukan pada bulan Ramadhan

Standard

Seperti hadis Rasulullah saw, “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR Ibnu Majah & Nasa’i)

Ada beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh umat islam pada saat berpuasa di bulan Ramadhan yaitu :

1.       Malas melakukan aktifitas.

2.       Tidak melaksanakan shalat fardhu.

3.       Berlebihan saat sahur dan berbuka.

4.       Berpuasa tapi melakukan maksiat.

5.       Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah).

6.       Tidur berlebihan.

7.        Meninggalkan shalat tarawih tanpa udzur/halangan.

8.       Sibuk memikirkan persiapan hari raya.

semoga kita tidak termasuk orang-orang yang melakukan hal-hal di atas…amiin..

Mengukir prestasi di hadapan Allah

Standard

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji tentunya hanya milik Allah Subhanahu Wataala, kita memuji-Nya dan Bersyukur kepada-Nya atas limpahan karunia dan curahan nikmat. Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad, Keluarga, para sahabat, serta umatnya yang tegak di atas sunnahnya hingga akhir zaman. Allahumma Amin.

Saudaraku yang beriman
Sesungguhnya kehidupan yang kita jalani di muka bumi ini hanyalah bersifat sementara. Tidak ada yang abadi, kecuali Allah Yang Maha Tinggi. Maka Pertanyaannya adalah bukan kapan kita akan meninggalkan dunia ini? Tidak. Tetapi persoalannya yaitu Bekal apa yang telah kita persiapkan sebelum kematian “menyapa diri kita?”

Saudaraku yang budiman
Berarti kita sepakat bahwa mempersiapkan kematian adalah hal yang mutlak dan menjadi “harga mati” dalam kita mengarungi setiap detik hidup kita di dunia. Banyak hal yang baik, diridhoi Allah untuk dijadikan bekal sebelum menghadap Sang Pemilik jiwa kelak. Di antaranya :
1. Menanamkan keimanan yang benar dengan kokoh di dalam sanubari kita, yang hasil dari itu adalah terpancarnya cahaya ketaqwaan yang menyinari diri kita.
2. Bertaubat kepada Allah Subhanahu Wataala
Sesungguhnya tiada seorang insan pun yang berjalan di bumi ini kecuali dia akan “bersanding” dengan kesalahan. Tetap solusi indah dari itu semua adalah kembali kepada-Nya seraya memohon ampun atas noda dosa dan kesalahan. Percayalah saudaraku bahwa Dzat yang kita sembah dan berada di atas langit adalah dzat yang Maha Pemurah. Dia senantiasa menerima hamba-hamba-Nya yang kembali serta bertaubat kepada-Nya.
3. Shalat
Ingatlah ! Bahwa amalan manusia yang pertama kali ditanya oleh Allah adalah shalat. Jika shalatnya baik, dapat menjadi indikasi amalan lainnya pun baik. Sebaliknya jika shalatnya penuh dengan aib dan cacat, maka tiadak dapat kita membayangkan kalau Allah tiada berkenan “melirik amalan kita yang lain”
4. Puasa, Zakat, Menunaikan Ibadah haji bagi yang mampu, Shadaqoh jariyah, saling menasehati dalam kebenaran dan taqwa, mengucapkan salam, tersenyum di hadapan saudara kita sesama muslim. Dan amalan lain yang melimpah di dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Saudaraku yang Mulia
Sekilas dari pembahsan di atas kiranya kurang lengkap – sebagai penutup perbincangan kita- kalau saya tidak menyebutkan kunci keberhasilan dalam beramal, sehingga diterima dan menjadi invest bagi kita di sisi Allah Subhanahu Wataala.Yaitu “Ilmu”

Amal tanpa ilmu sama saja seperti kita berjalan di hutan belantara dengan mata terpejam. Bukan keselamatan yang kita raih. Justru kerugian yang kita peroleh.Mari kita mengukir prestasi di hadapan Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhanahu Wataala. Amin

Washallallahu ‘Alaa Nabiyyina Muhammad Waala Alihi Wasallam

Bekasi, Senin sore
4 Ramadhan 1433 H/23 Juli 2012
Al-Faqir Ilaa ‘Afwi Rabbihi

Yunus

Bagaimana Cara Menciptakan Suasana Kelas Yang Menyenangkan???

Standard

diambil dari blog pribadi mr andre(adalah guru SDIT ahikmah bintara)

Dalam buku Quantum Teaching dikatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dibangun untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, yaitu :

  1. Niat ( Keyakinan ).

Harus diyakini bahwa setiap siswa adalah pintar dan memiliki kemampuan.

2.  Menjalin Rasa Simpati dan Saling Pengertian.

Membina hubungan yang akrab dapat memudahkan guru untuk melibatkan siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, memudahkan pengelolaan kelas dan meningkatkan kegembiraan di kedua belah pihak.3

3. Membangun Kegembiraan.

Kegembiraan akan membuat siswa belajar dengan lebih mudah, mengusir rasa bosan, bahkan dapat mengubah sikap negative siswa terhadap guru maupun mata pelajaran yang kurang disukai.

4. Membangun Rasa Saling Memiliki.

Guru harus mampu membangun rasa saling memiliki dan tidak memenuhi proses belajar mengajar dengan ancaman sehingga siswa dapat merasa dekat dengan guru dan bisa rileks dalam menerima materi.

5.  Keteladanan.

Memberi keteladanan adalah salah satu cara ampuh untuk membangun hubungan serta menambah kekuatan pada proses pembelajaran siswa. Satu hal yang perlu diingat oleh guru bahwa pakaian, penampilan, senyuman akan dinilai oleh siswa.
diupload oleh mr agung (guru TIK sdit alhikmah bintara)

Neraka bag.3

Standard

Cara Menyelamatkan Diri dari Neraka

Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang karena rahmat-Nya yang Luas menjelaskan jalan-jalan keselamatan dari siksa Neraka. Allah menunjukkan jalan yang harus ditempuh agar seseorang tidak terjerumus ke dalamnya. Cara yang paling penting adalah sbb.

1.Memurnikan TAUHID kepada Allah

Mari kita perhatikan sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam berikut ini,

Sesungguhnya Allah telah mengharam-kan neraka bagi orang yang mengucap-kan “La ilaha illallah,” karena semata-mata mengharap wajah Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dalam hadits yang lain Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam juga telah bersabda,

Wahai anak Adam, sesungguhnya selagi kalian mau berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku (Allah) akan mengampunimu. Wahai anak Adam meskipun dosamu itu sampai ke awan di langit kemudian kamu mau minta ampun kepada-Ku maka aku akan mengampunimu dan Aku ( Allah ) tidak peduli. Wahai anak Adam kalaupun engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi dan engkau menjumpai-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, maka Aku akan menda-tangkan kepadamu sepenuh bumi ampu-nan.” (HR. At-Tirmidzi dan dia berkata hadits hasan shahih).

Itulah jaminan ampunan bagi yang menauhidkan (mengesakan-Nya). Tidak menyekutukan-Nya dalam ber-do’a, ibadah, nadzar, raja’ (berharap), istighatsah, tawakkal, pengharapan dan ketakutan, juga di dalam memutuskan perkara, padahal ia tahu akan tuntutan tauhid berupa mengesakan Allah dalam seluruh ibadah serta menjauhi segala kemusyrikan dengan berbagai macam dan bentuknya.

Allah Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman,

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. 6:162-163)

Maka tauhid yang murni yang tidak tercampuri dengan kemusyrikan, baik yang BESAR maupun yang KECIL adalah syarat mutlak untuk keselamat-an seseorang dari Neraka.

Tauhid yang murni membuahkan ketaatan kepada Allah dan ketundukan terhadap-Nya. Karena tauhid dan iman tempatnya di hati. Apabila tauhidnya bagus, maka seluruh perbuatan anggota badan akan ikut bagus pula. Maka apa yang diperintahkan oleh Allah akan segera dilaksanakannya, selalu taat, mengikuti dan takut kepada-Nya.

2. Senantiasa Bertaubat

Allah telah menjadikan taubat sebagai kunci kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Dia berfirman,

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Dalam ayat ini Allah mengaitkan antara keberuntungan dengan taubat. Artinya bertaubat dari perbuatan yang tidak baik adalah salah satu jalan keselamatan dari api Neraka. Manusia meskipun telah berusaha sekuat tenaga untuk berbuat kebaikan, tetap saja ia memiliki sisi kekurangan dan kelemahan, baik yang disadari atau tidak, hal ini merupakan sunnatullah. Maka jalan yang terbaik adalah selalu membiasakan bertaubat dan mohon ampun kepada Allah.

di tulis oleh mr fajar via email
diupload oleh mr agung

Neraka bag.2

Standard

Di antara Penghuni Neraka

  • Orang-orang musyrik, termasuk Yahudi, Nashrani, Majusi, Mulhidin (pembangkang) dan secara umum semua orang yang menyekutukan Allah atau melakukan syirik akbar ( SYIRIK BESAR ). Firman Allah Subhannaahu wa Ta’ala , artinya,

Sesungguhnya telah kafirlah orang- orang yang berkata,“Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. 5:72)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia me-ngampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”(QS. 4:48)

Sedangkan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat) dari orang muslim, maka dia di bawah kehendak Allah, jika menghendaki, maka Dia akan mengampuni dan jika menghendaki, maka Dia akan menyiksa.

  • Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang penghuni Neraka,

Maukah kalian aku beritahu penduduk neraka? (Yaitu) Setiap orang yang besar kepala, angkuh lagi sombong.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)

  • Beliau juga memberitahukan bahwa Wanita yang bertabarruj (mengumbar aurat dan kecantikannya) termasuk penghuni Neraka. Sabda beliau Shallallaahu Alaihi wa Sallam,

Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi Telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR . Muslim).

Dari Usamah Bin Zaid, ia berkata : Rasulullah Shallallhu’alaihi wa sallam bersabda:

Aku (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) berdiri di depan pintu syurga, ternyata kebanyakan yang memasukinya (Syurga) adalah orang-orang Miskin, sedangkan orang-orang Kaya masih tertahan. Kecuali penduduk Neraka, karena Allah telah memerintahkan mereka untuk di masukan ke dalam Neraka. Kemudian, aku (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) berdiri di depan pintu Neraka, ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah ParaWanita “ (Lihatlah : Shahiihul jaami’ no 4287 (cetakan terbaru No 4411)).

Dari Imran Bin Husin, ia berkata Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya penghuni Syurga yang paling sedikit adalah Wanita” (Lihatlah : Shahiihul Jaami’ No 1570 (Cetakan terbaru no 1574.).

Maksudnya adalah karena kaum wanita itu sering Kalah dalam menghadapi hawa nafsunya dan lebih cenderung memperhatikan PERHIASAN dunia, Karena kurangnya akal mereka untuk membuka pandangan mereka terhadap kehidupan Akherat. Oleh karena itu mereka ( ParaWanita ) merasa lemah untuk beramal sebagai bekal kehidupan AKHERAT (Kelak). Bahkan mereka (Para Wanita) menjauhinya (Amal Shalih) karena kecenderungan HATI dan NAFSUNYA kepada gemerlapnya Dunia dan ingin selalu berhias dengan Perhiasannya. Kemudian setelah itu, Mereka (Para Wanita) Faktor Utama di dunia yang dapat memalingkan kaum lelaki sehingga tergoda oleh Godaannya. Maka kebanyakan kaum Wanita berpaling dari kehidupan Akherat. Mereka juga BANYAK mengajak lawan jenisnya (Yaitu Laki-laki) Untuk berpaling dari kehidupan Akherat. Mereka (Para Wanita) Sangat Mudah terperdaya oleh orang-orang yang mengajaknya untuk meninggalkan (Syari’at) agama dan sangat sulit untuk menerima ajakan (seruan dan Nasihat) dari orang yang ingin mengajaknya-dari kalangan orang yang bertakwa- kepada kehidupan Akherat dan amalan-amalan yang dapat menjadi bekal kehidupan Akherat.

  • Meninggalkan shalat,merupakan penyebab terjerumusnya seseorang masuk Neraka. Allah berfirman,

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (Neraka) Mereka menja-wab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membica-rakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan” (QS. 74: 42 – 46)

Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,

Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka barang siapa meninggalkannya ia telah kafir.”

  • Pemakan RIBA atau Yang sejenis dengan Riba seperti Rentenir (Lintah Darat), Pemakan Bunga BANK, dan lain sebagainya yang sejenis dengannya.

  • GHIBAH atau Membicarakan Aib atau Kesalahan Orang Lain.

  • NAMIMAH atau Mengadu Domba.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menyebutkan sejumlah dosa secara global yang merupakan penyebab dari masuknya seseorang ke dalam Neraka, yaitu: Menyekutukan Allah Ta’ala; Mendustakan para rasul; hasad (dengki); Dusta; Khianat; Berbuat aniaya, kekejian; Ingkar janji; Memutuskan silaturrahmi; Pengecut dalam berjihad; Bakhil; Munafik; Berputus asa dari rahmat Allah; Merasa aman dari makar Allah; Berkeluh kesah terhadap musibah; Angkuh; Sombong atas nikmat yang diterima; Meninggalkan hal-hal yang wajib; Melanggar hudud (batasan dari Allah); Menerjang keharaman-Nya, takut kepada makhluk bukan kepada Allah; Beramal karena riya’ dan sum’ah; Menyelishi Al-Qur’an dan as-Sunnah baik dalam perbuatan atau pun keyakinan; Taat kepada manusia dalam rangka maksiat kepada Allah; Fanatik terhadap kebatilan; Mengolok-olok ayat-ayat Allah, menentang kebenaran; Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan baik ilmu maupun kesaksian; Sihir; Durhaka kepada kedua orang tua; Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali secara haq; Memakan harta anak yatim; Riba; Lari dari medan pertempuran; Menuduh berzina wanita baik-baik dan terjaga kehormatannya; Melakukan zina atau liwath; Ghibah dan namimah dan lain-lain yang telah di jelaskan keharaman-nya di dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Barang siapa yang menjauhinya, maka berarti ia telah menempuh jalan keselamatan, dan barang siapa yang menerjangnya, maka berarti ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam kehinaan dan penyesalan.

Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menjerumuskan orang ke dalam Neraka, maka beliau menjawab, Mulut dan Kemaluan.” (HR. At-Tirmidzi dan ia menyatakan hasan). Hadits ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa menjaga dua anggota badan tersebut agar termasuk orang-orang yang selamat dari api Neraka.

 di tulis oleh mr fajar via email
diupload oleh mr agung

Ustadz menjawab (seputar puasa)-2

Standard

7
Bermesraan suami istri saat puasa
Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2009.mp3%20

6
apabila mimisan, dan beberapa kasus serupa saat puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2010.mp3%20

7
muntah dan beberapa keadaanya

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2011.mp3%20

8
hukum siwak, sikat gigi, minyak wangi dll ketika puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2012.mp3%20

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2013.mp3%20

9
berkata buruk, caci maki , dll ketika sedang berpuasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2014.mp3%20

10
penggunaan obat semprot asma, dll serupa ketika puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2015.mp3%20

11
hukum mengakhirkan qodho puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2016.mp3%20

12
meninggal dengan hutang puasa dan permasalahan sejenisnya, bagaimana kewajiban walinya

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2017.mp3%20

insya Allah bersambung…., semoga bermanfaat

mr agung– (guru TIK sdit alhikmah bintara)

Hari Pertama Masuk Sekolah

Standard

diambil dari blog pribadi mr andre (adalah guru SDIT ahikmah bintara)

Hari ini,16 Juli 2012 adalah hari pertama masuk sekolah, anak-anak sangat antusias menyambutnya begitu pula dengan orang tua yang menyempatkan diri untuk mengantarkan anaknya masuk sekolah baru. Begitu juga yang terjadi di sekolah tempat saya mengajar yaitu SDIT Al- Hikmah Bintara, tampak guru – guru berjejer di depan untuk menyambut siswa yang datang baik siswa baru atau pun siswa lama.

Hari pertama masuk sekolah sangat penting bagi anak….kenapa sangat penting?? Karena peristiwa itu menjadi tonggak yang baru bagi kehidupan si anak sekaligus pengingat bagi orang tua mengenai tanggung jawab mereka pada anak yang telah beranjak besar dan telah mengenyam pendidikan formal selain itu di saat inilah siswa –siswi akan mendapatkan kesan mengenai sekolahnya. Menilai sikap guru – guru dan teman – teman yang lain, mendapatkan bayangan mengenai hari – hari yang akan dijalani serta sudah mulai bisa menilai,apakah ia akan menyukai sekolah itu atau tidak.

Di Jepang ada acara yang di namakan nyuugakushiki yaitu upacara masuk ke sekolah baru. Disini diceritakan bahwa pada acara tersebut semua berpakaian formal dengan jas dan kimono. Semua acara orang tua dibatalkan untuk menghadiri penyambutan anak mereka yang masuk SD. Semua terlihat menyenangkan disini.

Menjadikan hari pertama sekolah sebagai hari yang betul – betul menyenangkan sangat lah penting karena sebaik – baik hari pertama sekolah adalah hari yang menyenangkan, yang bisa membuat semangat siswa baru untuk belajar dan berkarya semakin besar.(la tahzan for teacher)

diupload oleh mr agung (guru TIK sdit alhikmah bintara)

Ustadz menjawab (seputar puasa)-1

Standard

sedianya artikel dan segala bentuk jawaban ada rangkum dari search engine islami yufid.com

1
Ketika Rasullullah sedang berkhutbah pada Shalat Jum’at (dalam bulan Sya’ban), beliau mengatakan Amin sampai tiga kali, dan para sahabat begitu mendengar Rasullullah mengatakan Amin, terkejut dan spontan mereka ikut mengatakan Amin. Tapi para sahabat bingung, kenapa Rasullullah berkata Amin sampai tiga kali. Ketika selesai shalat Jum’at, para sahabat bertanya kepada Rasullullah, kemudian beliau menjelaskan: “ketika aku sedang berkhutbah, datanglah Malaikat Jibril dan berbisik, hai Rasullullah Amin-kan do’a ku ini,” jawab Rasullullah.

Do’a Malaikat Jibril itu adalah:
“Ya Allah tolong abaikan puasa ummat Muhammad, apabila sebelum memasuki bulan Ramadhan dia tidak melakukan hal-hal yang berikut:

1) Tidak memohon maaf terlebih dahulu kepada kedua orang tuanya (jika masih ada);
2) Tidak bermaafan terlebih dahulu antara suami istri;
3) Tidak bermaafan terlebih dahulu dengan orang-orang sekitarnya.

bagai manakah kedudukan hadits tersebut:
Abu Karimah ‘Askariy menjawab pertanyaan berikut lewat audio:
atau bisa di baca di sini

2

Seputar permasalahan puasa, (bagai mana membayar fidyah, wajibkah kita membayar puasa sedangkan dulu kita tidak tahu puasa wajib, apa jadinya kalau kita dalam posisi tidak dapat berpuasa karena pekerjaan yang berat, apakah fidyah boleh di beri kepada yatim atau santri ?, terawih dll)

Abu Karimah ‘Askariy menjawab pertanyaan berikut lewat audio:

3

Fatwa-fatwa ulama seputar musafir

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2001.mp3%20

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2002.mp3%20

masalah musafir jika telah lebih dari 1 thn, dll

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2003.mp3%20

bagai mana kalau bekerja sebagai supir yang selalu keluar kota?

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2004.mp3%20

4

Sakit dan lain-lainnya

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:

Apabila memiliki diabetes menahun

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2005.mp3%20

5

Wanita haid dan nifas

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2006.mp3%20

Hukum mengunakan pil pencegah haid

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2007.mp3%20

6

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:

Pembatal puasa

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2008.mp3%20

insya Allah bersambung…., semoga bermanfaat

mr agung– (guru TIK sdit alhikmah bintara)