Category Archives: Uncategorized

LEADERSHIP DALAM ISLAM

Standard

Banyak peristiwa dalam kehidupan Rasulullah ﷺ, empat khalifah setelah beliau, dan sejarah-sejarah umat Islam setelah mereka yang tidak hanya berhenti pada kajian sejarah. Rekam jejak mereka mengajarkan nilai. Ada kajian keilmuan yang begitu luas yang bisa dirumuskan. Terlebih dengan berkembangnya metode penelitian modern.

Kehidupan Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya bisa dikaji dalam ilmu psikologi, sosiologi, leadership, politik dan hubungan internasional, bahkan kebijakan-kebijakan strategis. Di antara pelajaran menarik dari kehidupan Nabi ﷺ adalah bagaimana beliau ﷺ begitu lihai melihat potensi sahabatnya. Beliau ﷺ sangat advance dalam memahami karakter seseorang. Kemudian memberikan peranan yang tepat kepada mereka. Beliau sosok pemimpin cerdas yang mampu memimpin para leader.

Kepemimpinan Bukan Masalah Senioritas

Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya, kepemimpinan bukan masalah senioritas. Dan beliau ﷺ berhasil menransfer pemahaman ini dengan sangat baik ke para sahabatnya radhiallahu ‘anhum. Sehingga mereka memiliki cara pandang (paradigma) yang sama dengan Rasulullah ﷺ. Read the rest of this entry

Temanmu, Tolonglah!

Standard
Temanmu, Tolonglah!

☆◣خــــ💌ــدمة◢☆

🌺الذكرى تنفع المؤمنين🌺

لو رأيــت شـخصاً يحـتـرق أمـامـك

Seandainya engkau melihat ada orang yang terbakar di hadapanmu

 

لفعـلت المستحيل مـن أجـل إنـقـاذه

Maka engkau akan melakukan hal di luar nalar manusia demi menyelamatkannya

 

أرجوك إذا رأيت من لا يصلي فافعل

Sebab itulah aku berharap apabila engkau meilihat ada orang yang tidak melaksanakan shalat, maka lakukanlah

  المستحيل مـن أجـل إنـقـاذه !

Hal yang terkadang mustahil pula demi menyelamatkannya !

 

       “فإنــه يحـترق”

“ Karena saat itu ia sedang terbakar “

 

للإشتراك♡أرسل✍ كلمة اشتراك

الى00967770520788

Hakikat Jilbab

Standard
Hakikat Jilbab

اشترﺕ ﺇﺣﺪﯼ ﺍﻟﻔﺘﯿﺎﺕ ﺟﻬﺎﺯ  جوال ﻏﺎﻟﻲ ﺍﻟﺜﻤﻦ

Suatu hari seorang wanita membeli handphone ( HP ) yang harganya mahal

 

ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺭﺃﻯ ﺃﺑﻮﻫﺎ ﺍﻟﺠﻬﺎﺯ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﺎ:

Tatkala ayahnya melihat HP tersebut, sang ayah berkata kepadanya :

 

ﻣﺎ ﻫﻲ ﺍﻟﺨﻄﻮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻗُﻤﺖِ ﺑﻬﺎ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ ﺑﻌﺪ ﺷﺮﺍﺋﻚ ﺍﻟﺠﻬﺎﺯ ؟

Apa selanjutnya yang akan engkau lakukan setelah membeli HP itu ?

 

ﻗﺎﻟﺖ: ﻭﺿﻌﺖُ ﻋﻠﻰ ﺷﺎﺷﺘﻪُ لزقةً ﻣُﺤﺎﻓﻈﺔ ، ﺗَﻘﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺨَﺪﺵ ﻭﻏَﻄﻴتُه باﻟﻜﻓﺮ ﺍﻟﺠﻠﺪﻱ غلافٌ ﻣﻘﻮى ﻳﻘﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺪﻣﺎﺕ..

Wanita itu bertanya : “ Aku letakkan di atas layarnya perekat pelindung agar menjaga dari goresan lalu aku lapisi Hp itu dengan lapisan luar untuk menjaga dari benturan.

 

ﺍﻷﺏ: ﻭﻫﻞ ﺃﺟﺒﺮﻙِ ﺃﺣﺪ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ؟

Sang ayah bertanya : “ Apakah ada seseorang yang memaksamu untuk melakukan hal ini ?

 

ﺍﻟﺒﻨﺖ: ﻛﻼ.. ﻭﻟﻜﻦ ﻣﻦ ﺍﻷﻓﻀﻞ ﺃﻥ ﻧﻔﻌﻞ ﻫﺬﺍ ﻟﻠﺴﻼﻣﺔ..

Sang anak menjawab : “ Tidak .. Akan tetapi lebih utama kita melakukan ini sebagai tindakan preventif.

 

ﺍﻷﺏ: ﺑِﺮﺃﻳﻚِ ﺑﻬﺬﺍ ﺍﻟﻔﻌﻞ … ﻫﻞ ﺃﻫﻨﺖِ ﺍﻟﺸﺮﻛﺔ ﺍﻟﺼﺎﻧﻌﺔُ ﻟﻠﺠﻬﺎﺯ؟

Sang ayah bertanya kembal: “ Berarti gagasanmu sendiri … Apakah engkau mencela perusahaan yang membuat HP itu ?

 

ﺍﻟﺒﻨﺖ: ﻻ ﻳﺎ ﺃﺑﺖِ ، ﺑﻞ ﺍﻟﺸﺮﻛﺔ ﻫﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻮﺻﻴﻨﺎ ﺑﻮﺿﻊ ﺍﻟﻐﻼﻑ ﺣﺘﻰ ﻧﺤﻔﻆ ﺍﻟﻬﺎﺗﻒ..

Sang anak menjawab : “ Tidak wahai ayahku, Justru perusahaan itulah yang mnenasehati kami untuk melapisi Hp agar tetap terjaga keutuhannya

 

ﺍﻷﺏ: الآن ﻫﻞ ﺃﺻﺒﺢ ﺍﻟﺠﻬﺎﺯ ﻋﺪﻳﻢ ﺍﻟﻔﺎﺋﺪﺓ ﻷﻧﻚ ﻭﺿﻌﺖِ ﻋﻠﻴﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻐﻼﻑ؟

Sang ayah : “ Sekarang apakah HP itu menjadi kurang bermanfaat karena engkau telah melapisinya dengan lapisan tadi ?

 

ﺍﻟﺒﻨﺖ: ﻻ ﻳﺎ ﺃﺑﺖ ﺑﻞ ﻷﻧﻨﻲ ﻻ ﺃﺭﻳﺪ ﺃﻥ ﻳُﺨﺪَﺵ ﺃﻭ ﻳﻜﺴﺮ ﺃﻭ ﻳﺨﺮﺏ، ﻟﻜﻲ ﻻ ﺗﺴﻘﻂ ﻗﻴﻤﺘﻪ…

Sang anak : Tidak wahai yahku, justru aku melakukan itu karena tidak ingin HP ini tergores, pecah atau dicuri oleh orang lain sehingga nilainya tidak berkurang

 

ﺍﻷﺏ: ﻭ ﻫﻞ ﺃﺻﺒﺢ ﻗﺒﻴﺤﺎً ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻭﺿﻌﺖِ ﺍﻟﻐﻼﻑ ﻋﻠﻴﻪ؟

Sang ayah : “ Apakah akan menjadi terlihat buruk manakala engkau lapisi ” ?

 

ﺍﻟﺒﻨﺖ: ﺑﻨﻈﺮﻱ ﻻ ﻟﻢ ﻳﺼﺒﺢ ﻗﺒﻴﺤﺎً. ﻓﺎﻟﺤِﻔﺎﻅ ﻋﻠﻴﻪِ ﺃﻫﻢ ﻣﻦ ﻣَﻨﻈﺮﻩ..

Sang anak : “ Dalam pandanganku, Tidak menjadi buruk. Karena menjaga keutuhannya lebih penting dibanding tampilannya

 

ﻧﻈﺮ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﺃﺑﻮﻫﺎ ﺑﺮﻓﻖ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻬﺎ:

Sang ayah menatap putrinya dengan lembut seraya berkata :

 

ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺤﺠﺎﺏ ﻳﺎ ابنتي..

Inilah arti hijab yang sesungguhnya

 

🔘 ☆◣خــــ💌ــدمة◢☆

🌺الذكرى تنفع المؤمنين🌺

للإشتراك أرسل✍ كلمة اشتراك

الى 00967770520788

(Pen. Mr. Ustadz Yunus Allan)

Kegiatan Membuat Parcel SANRAM T.P 2014/2015

Standard

Di hari akhir SANRAM -Pesantren Ramadhan- , siswa/i SDIT AL-HIKMAH mempunyai acara kreatifitas membuat parcel lebaran. Kegiatan ini dimulai setelah jam ke dua pelajaran selesai sekitar jam 09.00 WIB sampai pulang sekolah.

Berbagai macam bentuk parcel yang dibuat oleh anak-anak kreatif ini. Setelah mereka membuat nya mereka saling bertukar parcel, ada juga yang diberikan kepada guru-guru mereka, begitu menyenangkan sekali.

 

IMG-20140718-WA0016

IMG-20140718-WA0019

IMG-20140718-WA0020

IMG-20140718-WA0023

IMG-20140718-WA0027

IMG-20140718-WA0029

IMG-20140718-WA0033

 

 

 

 

 

Puasa tapi Tidak Sholat

Standard

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ ذِيْ الفَضْلِ وَالْإِنْعَامِ، فَضَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ عَلَى غَيْرِهِ مِنْ شُهُوْرِ العَامِ، خَصَّهُ بِمَزِيْدِ مِنَ الفَضْلِ وَالكَرَمِ وَالْإِنْعَامِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، فِي رُبُوْبِيَتِهِ وَإِلَهِيَتِهِ وَأَسْمَائِهِ وَصِفَاتِهِ (تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلالِ وَالإِكْرَامِ)، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَفْضَلُ مَنْ صَلَّى وَصَامَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ البَرَرَةِ الكِرَامِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ:

Puasa Ramadhan adalah Ibadah yang juga merupakan salah satu rukun Islam. Manfaat puasa telah dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al Qur’an surat al Baqarah/2 ayat 183, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa.

Itulah hakikat tujuan puasa, yaitu agar kita menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yakni dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi laranganNya. Maka seorang muslim semestinya melaksanakan yang telah menjadi kewajibannya.

Sesungguhnya puasa itu memiliki banyak adab sebagai penyempurnanya. Adab-adab tersebut terbagi dua: adab-adab yang wajib yang harus diperhatikan dan dijaga oleh orang yang berpuasa, dan adab-adab sunnah yang selayaknya dikerjakan.

Di antara adab yang wajib adalah orang yang berpuasa juga harus melaksanakan berbagai ibadah lain yang telah Allah wajibkan, baik itu berupa perkataan maupun perbuatan. Salah satu contoh yang paling penting adalah shalat wajib, yang merupakan rukun Islam yang paling mendasar setelah dua kalimat syahadat. Ia wajib diperhatikan dengan menjaga rukun, kewajiban, syarat dan waktu pelaksanaanya di masjid secara berjamaah. Ini merupakan bagian dari ketakwaan yang juga menjadi alasan diwajibkannya puasa atas ummat ini. Menyia-nyiakan shalat akan meniadakan ketakwaan dan menyebabkan terjadinya hukuman.

Ada orang yang berpuasa tetapi meremehkan shalat berjamaah, padahal hal itu merupakan kewajibannya. Apabila Allah telah memerintahkan pelaksanaan shalat berjamaah dalam kondisi peperangan dan ketakutan, maka pada saat tentram tentu lebih ditekankan.

Disebutkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata:

أَنّ رَجُلاً أَعْمَى قَالَ: يَا رَسُوْلُ الله لَيْسَ لِي قَائِدٌ يَقُوْدُنِي إِلَى الْمَسْجِدِ، فَرَخّصَ لَهُ، فَلَمّا وَلَّى دَعَاهُ وَقَالَ هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصّلاِةِ؟ قَالَ نَعَمْ، قَالَ فَأَجِبْ

“Ada pria buta yang mengadu kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, ya Rasulullah, aku tidak mempunyai penuntun yang membimbingku ke masjid,’ Beliau lalu memberinya keringanan untuk tidak hadir shalat berjamaah, Namun, tatkala dia hendak pergi, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memanggilnya kembali, lalu bertanya, apakah engkau mendengar panggilan shalat? Dia menjawab, Ya, Beliau bersabda: “Maka penuhilah panggilan tersebut.” (HR. Muslim)

Lihatlah, betapa Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan terhadap pria tersebut, padahal dia orang buta yang tidak mempunyai penuntun. Orang yang meninggalkan shalat berjamaah telah menyia-nyiakan suatu kewajiban sekaligus menghalangi dirinya sendiri dari kebaikan yang banyak, berupa berlipat gandanya kebaikan. Dia juga tidak mendapatkan keuntungan sosial yang didapat dari berkumpulnya kaum muslimin ketika pelaksanaan shalat berjamaah seperti tentramnya rasa persatuan, cinta, nilai pendidikan, bantuan kepada pihak yang membutuhkan, dan lain sebagainya.

Lalu bagaimana dengan seseorang yang meninggalkan sholat, Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam Fatawa Shiyam, hal. 87, ditanya tentang hukum puasa orang yang meninggalkan shalat?

Beliau menjawab, “Orang yang meninggalkan shalat, puasanya tidak sah dan tidak diterima. Karena orang yang meniggalkan shalat itu kafir dan keluar dari Islam (murtad). Berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At-Taubah: 11)

Dan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam,

“Antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Tirmizi, 2621, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Tirmizi)

Dan karena ini adalah pendapat mayoritas para shahabat, bahkan bisa sampai ijma’ di kalangan mereka.

Abdullah bin Syaqiq rahimahullah dari kalangan tabiin yang terkenal berkata, “Tidak ada sebuah amal di mata para shahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir selain shalat.”

Maka, kalau seseorang berpuasa namun dia tidak shalat, maka puasanya tertolak dan tidak diterima. Tidak bermanfaat baginya di hari kiamat nanti. Kami katakan kepada mereka, “Shalatlah kemudian berpuasalah. Jika anda berpuasa namun tidak shalat, maka puasa anda tertolak. Karena orang kafir ibadahnya tidak diterima.”

Adab berikutnya yaitu harus menjauhi perkara yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contohnya, dia tidak boleh berdusta. Rasulullah bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh pada puasanya. (HR Bukhari-Muslim).

Hadits ini menunjukkan, orang yang berpuasa, sangat ditekankan untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan ini. Mengapa? Karena sangat berpengaruh terhadap puasa yang sedang dijalankan.

Namun amat disesalkan, banyak kaum Muslimin, ketika menjalankan ibadah puasa pada bulan ini, keadaannya tidak berbeda antara saat berpuasa dan tidak puasa. Ada di antaranya yang tetap saja menganggap remeh kewajiban-kewajiban, atau tetap saja melakukan perbuatan-perbuatan diharamkan. Sungguh sangat disesalkan. Seorang mu’min yang berakal, ia tidak akan menjadikan hari-hari puasanya sama dengan hari-hari yang lain. Pada saat berpuasa, ia akan lebih bertaqwa kepada Allah, dan lebih bersemangat menjalankan perintah.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk orang-orang menjalankan ibadah puasa dengan benar, dan semoga puasa yang kita lakukan diterima Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Pulang Kampung

Standard

DSCN0456

Teringat beberapa tahun yang lalu, tidak banyak berubah tempat duduknya masih keras, aroma baunya, catnya agak sedikit usang dan berdempul juga masih sesekali terdengar teriakan kodektur dibawah umur karena putus sekolah, ya…angkutan kota yang dulu selalu setia mengantar kami untuk menjemput cinta dan cita.

kunjungan

Standard

Assalmu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh,

 

 

…..sobat pembaca lagi- lagi saya coba berbagi, dan ini terdorong karena peristiwa kunjungan team sepak bola dari negara belanda pada Jum’at pekan kemarin. Para pemuda pemudi bangsa kita sangatlah senang dan bangga menyambut kedatangan mereka dengan memakai semua atribut dan aksesoris team negara belada, tapi dari pihak yang dibanggakan jangankan menyapa para pencitanya yaitu pemuda indonesia, tersenyumpun tidak….kacian!!!lalu apa yang mereka cari?

 

 

…….menyaksikan peristiwa tadi saya jadi teringat dengan cerita kepala sekolah saya dulu diSMP, cuman ceritanya hapir berbeda, tapi temananya sama yaitu kunjungan lucunya juga sama…

 

 

awal cerita…….

 

Pak Muharam sebutlah nama kepala sekolah kami, beliau menceritakan pengalaman paling lucu didalam kehidupannya, tidak tahu ini pengalaman benar atau tidak yang pasti beliu pernah melakukan kunjungan kedaerah pedalaman Papua yaitu pada masa awal beliu menjabat sebagai pegawai negeri. Katanya sih.. untuk mengetahui model pendidikan yang ada disana. Persiapanpun dari jauh hari sudah dipersiapkan oleh rombongan, begitu juga dipedalam papua sana merekapun mempersiapkan segala sesuatunya hingga tibalah waktunya kunjungan. Dipesawat semua rombongan sudah bersiap-siap dengan segala aksesoris dan penampilan ala papua katanya untuk menghormati tuan rumah. Dan akhirnya mendaratlah pesawat ditempat yang dituju yaitu negeri Papua.

 

 

……oooh ternyata,, setelah mendarat mereka semua kaget bercampur lucu baik dari pihak tuan rumah yang melihat tamunya dari pulau jawa dengan mengenakan semua atribut dan aksesoris ala Papua yaitu tanpa busana yang akhirnya kelihatan bodoh, begtu juga sebaliknya robongan yang baru turun dari peswat mereka merasa kaget juga, sebab yang menyambut mereka berbusana jas lengkap dengan dasi dan sepatu dan alasannya satu untuk menghormati tamu.

 

 

jakarta diakhir pekan

Standard

ciri_orang_yang_menghayati_doa

Sobatku semua saya coba untuk berbagi lagi, setelah sobat semua membaca tulisan ini saya mohon tanggapannya apapun isinya saya tunggu.

 

****

 

siang yang lalu saya melakukan perjalanan kedaerah Jakarta diperjalanan saya merasa gondok dengan kemacetan kota jakarta, tradisi macet mungkin sudah tidak aneh lagi bagi penduduk

 

Jakarta dan sekitarnya, tapi yang bikin saya gondok bin jengkel kemacetan ini ditimbulkan oleh kelompok keagamaan yang mengadakan kegitan ditempat itu. Setelah epat jam saya melakukan perjalanan akhirnya keluar juga dari kemacetan. yang biasanya hanya ditempuh dua jam saja. Saya pun kembali menancap gas lagi agar samapi rumah sebelum waktu maghrib. Ternyata saya hanya punya rencana diperjalanpun lagi-lagi saya dijebak macet dan penyebabnyapun sama katanya ada acara tabligh akbar dan seenaknya saja mereka mendirikan tenda ditengah-tengah jalan raya. “Astagfiralloh…..saya hanya bisa mohon ampun kepada Alloh Subhanau Wata’ala.

 

 

****

 

keesokan harinya saya pun harus melakukan perjalan kembali karena saya harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda hari kemarin dan sudah pasti melewati tempat kemacetan kemarin. Sungguh terkejut saya menyaksikan tempat yang kemarin sore dijadikan kegiatan keagamaan yang membuat saya jengkel, ternyata kegiatan itu tidak hanya membuat kemacetan dan membuat hati saya jengkel, tapi juga membuat daerah tersebut dipenuhi sampah yang berserakan dimana.

 

ya …Alloh sebenarnya siapa yang bertanggung jawab semua ini

 

 

****

 

wahai sobat pembaca saya berharap jangan ada sangkaan bahwa perbuatan diatas adalah ajaran dari agama Islam, karena islam adalah agama keselamatan bagi seluruh alam. Yang memerintahkan :

 

 

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

 

Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41). Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya.

 

 

Dan …

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

أمَِطِ الْأَذَى عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ

 

‘Singkirkan gangguan dari jalan manusia’.” (Shahihal-Adabulal-Mufrad no. 168)

 
Allohu a’lam….

 

 

” Menghafal alqur an sambil berkendaraan “

Standard

Ada seorang guru yang berpenampilan rapih,hobinya menghafal alqur an,sehingga berkendaraan pun dia bisa kerjakan itu,dia mengajar di SDIT AL HIKMAH,mengajar mata pelajaran tahfidz,dia sedang meneruskan hafalannya,alhamdulillah semenjak mengajar anak2,murojaahnya terbantu sehingga tidak keberatan mencari waktu,dia gunakan waktu murojaahnya sambil berkendaraan.

SEKELUMIT FAKTA TAWURAN DARI A SAMPAI Z

Standard

Faktor Penyebab Tawuran: Kurangnya Didikan Agama dan Perhatian Orang Tua

E-mail Cetak PDF

Baru-baru ini kita mulai dipanaskan kembali dengan budaya tawuran di antara para pelajar. Sampai-sampai terjadi korban jiwa. Dan sungguh sadis, tawuran kali ini bukan hanya dengan main tangan, tetapi lebih dari itu menggunakan senjata tajam.

Sebenarnya ada beberapa faktor yang kami amati sebagai penyebab tawuran, yaitu kami bagi menjadi faktor internal maupun eksternal.

Faktor Internal

1- Kurangnya didikan agama

Faktor internal yang paling besar adalah kurangnya didikan agama.  Jika pendidikan agama yang diberikan mulai dari rumah sudahlah bagus atau jadi perhatian, tentu anak akan memiliki akhlak yang mulia. Dengan akhlak mulia inilah yang dapat memperbaiki perilaku anak. Ketika ia sudah merasa bahwa Allah selalu mengamatinya setiap saat dan di mana pun itu, pasti ia mendapatkan petunjuk untuk berbuat baik dan bersikap lemah lembut. Inilah keutamaan pendidikan agama. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037). Jika anak diberikan pendidikan agama yang benar, maka pasti ia akan terbimbing pada akhlak yang mulia. Buah dari akhlak yang mulia adalah akan punya sikap lemah lembut terhadap sesama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula,

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ عُزِلَ عَنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ

Tidaklah kelembutan terdapat pada sesuatu melainkan ia akan menghiasinya. Dan tidaklah kelembutan itu lepas melainkan ia akan menjelekkannya.” (HR. Ahmad 6: 206, sanad shahih).

Jadi tidak semua anak mesti cerdas. Jika cerdas namun tidak memiliki akhlak mulia, maka ia pasti akan jadi anak yang brutal dan nakal, apalagi jika ditambah jauh dari agama.

2- Pengaruh teman

Faktor lainnya yang ini masih masuk faktor internal adalah lingkungan pergaulan yang jelek. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bagaimana pengaruh lingkungan yang jelek terhadap diri anak,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa). Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”

Biasanya karena pengaruh teman, takut dibilang “cupu loe ga mau ikut tauran, punya nyali ga loe..??” atau “ini kan buat kebaikan sekolah kita, klo loe ga ikut mending ga usah jadi temen gue”. Kalau anak sudah memiliki agama yang bagus ditambah ia tahu bagaimana pergaulan yang buruk mesti dijauhi, ditambah dengan ia tidak mau perhatikan ucapan kawannya atau kakak angkatannya “cupu” atau “culun”. Tentu ia tidak mau terlibat dalam tawuran.

Faktor Eksternal

Selain faktor internal faktor eksternal secara tidak langsung mendorong para pelajar pelajar untuk melakukan aksi tawuran. Di antara faktor tersebut:

1- Kurangnya perhatian orang tua.

Saat ini pendidikan anak sudah diserahkan penuh pada sekolah. Orang tua (ayah dan ibu) hanya sibuk untuk cari nafkah mulai selepas fajar hingga matahari tenggelam. Sehingga kesempatan bertemu dan memperhatikan anak amat sedikit. Jadinya, tempat curhat dan cari perhatian si anak adalah pada teman-temannya. Kalau yang didapat lingkungan yang jelek, akibatnya ia pun akan ikut rusak dan brutal. Beda halnya jika ibunya berdiam di rumah. Tentu dia akan lebih memperhatikan si anak. Inilah mengapa di antara hikmah Allah memerintahkan wanita untuk berdiam di rumah,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu” (QS. Al Ahzab: 33). Karena pendidikan dalam rumah lebih dibebankan pada para wanita. Sedangkan pendidikan luar rumah atau pendidikan kemasyarakatan, itulah yang dibebankan pada para pria.

2- Faktor ekonomi

Biasanya para pelaku tawuran adalah golongan pelajar menengah ke bawah. Disebabkan faktor ekonomi mereka yang pas-pasan bahkan cenderung kurang membuat membuat mereka melampiaskan segala ketidakberdayaannya lewat aksi perkelahia. Karena di antara mereka merasa dianggap rendah ekonominya dan akhirnya ikut tawuran agar dapat dianggap jagoan.

Jika anak walau ia berekonomi menengah ke bawah menyadari bahwa tidak perlu iri pada orang yang berekonomi tinggi karena seseorang bisa mulia di sisi Allah adalah dengan takwa. Pemahaman seperti ini tentu saja bisa didapat jika si anak mendapatkan pendidikan agama yang baik.

Jadi, yang terpenting dari ini semua adalah tarbiyah (pendidikan) agama dan pembinaan iman, ini faktor penting yang membuat anak tercegah dari tawuran, di samping pula perhatian orang tua.

Semoga kita sebagai orang tua bisa menyadari hal ini. Wallahu waliyyut taufiq.