Category Archives: Cerita guru

pengalaman seputar guru

Ungkapan cinta untuk Sdit AL Hikmah Bintara

Image

Ungkapan cinta untuk Sdit AL Hikmah Bintara

Bismillah ..

Masih sangat jelas dalam ingatan ku ketika mama dan abah mengajak ku berkunjung ke sebuah sekolah ber cat hijau terang . SEKOLAH ISLAM TERPADU AL HIKMAH . begitulah tulisan yang tertera di tembok besar sekolahnya .

” inshaallah , kalo kamu suka . Abah mau daftarin kamu di sekolah ini . Yuk kita liat – liat dulu ” ucap abah dengan tatapan hangat nya sambil memarkirkan motor di area lapangan sekolah .

“Mah .. Ada ayunan dan perosotan nya .. Aku mau main ma .. ” aku kesenangan melihat ada arena bermain didepan sekolah .

“Iya , nanti ya setelah kita selesai liat – liat sekolah nya kamu boleh main sebentar . Oke ?? ” ucap mama sambil melepas jacket rajut berwarna pink yang ku pakai

Kemudian .. Mama menuntunku menaiki anak tangga menuju ke lantai 2 .. Kami mulai membuka pintu sebuah ruangan kecil yang dingin .” Assalamuallaikum ” abah memberi salam . “Waallaikumsalam” jawab seseorang yang sedang duduk menatap layar komputer di dalam ruangan itu . Mataku memperhatikan detail setiap ruangan . Abah dan mama mulai duduk dan berbincang – bincang dengan seorang bapak paruh baya . Aku yang berada dipangkuan mama hanya terdiam mendengarkan obrolan mereka . Tak lama kemudian abah dan mama bangun dari tempat duduknya .

“Mari pak saya antar melihat – lihat kelas nya ” ucap si bapak yang aku belum ketahui namanya .

” kamu namanya siapa ” dia menyapaku

Dengan senyuman ku yang kata mama manis aku langsung menjawab “Hmmm … NAJWA … “

Kami ber empat turun kembali ke lantai bawah , melewati lapangan dan berjalan sampai ke sebuah pintu yang bertuliskan ” ali bin abi tholib “

“Assalamuallaikum” si bapak menggetuk dan menggeser pintu nya

Seorang wanita berjilbab panjang keluar dan membalas salam ” waallaikumsalam “

” Maaf mengganggu sebentar miss , ayo najwa liat kelasnya ” ucap si bapak sambil memandang wajahku

Aku terbilang anak yang cukup berani , dengan cukup percaya diri kulangkah kan kaki ku ke dalam kelas yang cukup ramai . Kulihat semua anak perempuan memakai kerudung biru mereka yang ada di dalam nya menatap ku . ada yang tertawa , ada juga yang berbisik bisik kepada teman lain nya .

“Assalamuallaikum , namanya siapa ?? ” tanya perempuan berjilbab panjang sambil mengusap pipi ku . Ramah sangat ramah aku suka suasana di sekolah ini .

Sambil memperhatikan ku yang sedang bermain jungkat jungkit Abah menanyakan apakah aku suka sekolah nya?? Aku jawab “iya, bah aku suka .. Aku mau sekolah SD disini “

Yah begitulah .. Pertama kali aku mengenal AL HIKMAH sebuah sekolah dasar islam yang aku datangi setiap pagi . Dengan jas hijau untuk hari senin , rompi biru khas AL HiKMAH untuk hari selasa , batik hitam pada hari rabu , pramuka kamis , muslim bebas untuk hari jum’at tak ketinggalan seragam olah raga berwarna biru dongker dengan garis kuning disamping nya . Itulah seragam favorit yang setiap hari kupakai dari hari senin sampai jum’at .

Tak terasa sudah hampir 6 tahun aku berada di AL HIKMAH . Selalu ku ingat kelas yang kusinggahi setiap tahun nya

1. mus’ab bin umair , dengan wali kelas ms. Ria dan ms Ratih . Saat ini mereka sudah tidak mengajar di AL HIKMAH lagi . Tetapi aku masih mengingat nama mereka dan semua kenangan nya . Terima kasih ms , kelas 1 di mus’ab begitu menyenangkan

2 . Abu Dzar
Dengan wali kelas ms Dewi dan ms siti tetap dengan teman – teman yang sama persis di kelas 1 mus’ab bin umair.

3. Salman al farisi ms Lilah dan mr Pram , mereka termasuk guru yang sangat aku sukai . Begitu juga dengan semua teman – teman di dalam nya . Kali ini teman – teman ku tidak sama dengan 2 tahun sebelum nya . Tapi ada beberapa teman lama bergabung dengan ku . Di kelas ini pula aku berpisah dengan 2 teman baik ku aimee dan mia . Ms lilah , mr pram terima kasih sudah mengajariku banyak hal . Untuk ms lilah yang sudah tidak di AL HIKMAH , salam kangen ms . Semoga ms lilah dan keluarga kecil nya bisa selalu bahagia . Doakan aku ya ms , murid mu yang sedikit nakal ini .

4. Hafshoh binti umar
Dikelas 4 aku bertemu kembali dengan ms. Dewi sebagai wali kelas ku . Di kelas 4 ini kebetulan aku dapat kelas yang muridnya khusus anak perempuan . Banyak hal yang aku dapat dijenjang ini . Khususnya bagaimana cara seorang muslimah berpakaian dan berakhlak . Terima kasih ms dewi.

5. Ibnu mas’ud
Ms Husna , guru terfavorit ku . Ms husna yang sangat penyabar menghadapi kenakalan kami di kelas ibnu . Teman – teman di dalam nya juga tak akan pernah aku lupakan kelas ini merupakan kelas terfavorit . Ada beberapa teman yang selalu membuat ku selalu tertawa dengan tingkah lucu nya . Nyaman , senang dan tak terlupakan 3 kata untuk kelas ibnu . Terima kasih ms.husna aku sangat menyayangi mu .

6. Anas bin malik
Kelas yang kutempati saat ini . Ms ifa sebagai wali kelas kami . Di kelas 6 ini teman -teman ku masih tetap sama . Hanya ada 2 orang anak perempuan yang pindah ke kelas lain . Di jenjang ini kami sudah harus serius dan tekun belajar karena kami akan menghadapi UN

Alhamdulillah kami telah selesai menghadapi UN , dengan begitu sebentar lagi kami akan meninggalkan sekolah yang kami datangi setiap setiap 5 hari dalam seminggu , 20 hari dalam satu bulan , 240 hari dalam setahun dan sekiranya ada 1.440 hari dalam 6 tahun . Sangat banyak kenangan di sekolah ini . Sangat banyak ilmu yang kudapat di sekolah ini terutama ilmu agama.

Terima kasih untuk seluruh guru BTAQ dan guru PAI khususnya mr shodiq , mr yudhi , mr rofi , dan mr yunus yang telah mengajari kami membaca al qur’an dengan baik , telah mengajari kami menghafal al qur’an dan hadist , telah mengajari kami ilmu agama , telah mengigatkan kami untuk selalu sholat 5 waktu , mengingatkan kami untuk selalu patuh kepada kedua orang tua , mengingat kan kami agar selalu menjadi anak yang berakhlak mulia .

Terima kasih untuk mr momon , mr agung , mr ahmad , mr ginanjar , mr faisal yang sekarang sudah tidak di al hikmah lagi . Doakan kami semoga nasehat dan ilmu yang kalian berikan akan selalu bermanfaat untuk kami semua

Terima kasih untuk semua guru bidang study , khususnya ms laila , ms dhea , ms husna , ms ifa , ms siti , mr andre , mr maskur , mr mubarok , mr danang , dan seluruh guru2 al hikmah yang mungkin lupa saya sebutkan

Dan terima kasih untuk mr .irsan anwar . Saya pribadi tidak pernah mengalami bagaimana cara mr irsan mengajar karena selama 6 tahun bersekolah di al hikmah mr irsan tidak pernah mengajar bidang study di kelas yang aku tempati . Tetapi , mr irsan begitu ramah dan bersahabat pada kami. Saya rasa mr irsan bukan sekedar guru tapi juga sahabat terbaik kami . Terima kasih mr irsan

Tidak lupa terima kasih ku untu semua ms dan mr yang ada di ruang tata usaha ms.riri, mr aldis , mr hendra, mr khotib dan lain nya terima kasih untuk kerja kerasnya selama ini.

Untuk om satpam , om deddy , om abdul , dan om mufroni, Terima kasih telah membuat kami aman berada di AL HiKMAH terima kasih selalu membantu kami menyebrang jalan , dengan gagah berani kalian memberhentikan kendaraan yang lewat untuk keselamatan kami. Cacian orang yang kadang kesal dengan sikap kalian tidak kalian hiraukan . Terima kasih om semoga kalian selalu sehat dan selalu dalam lindungan allah.

Untuk om OB , terima kasih sudah menjaga kebersihan kelas , toilet dan lingkungan sekolah kami . Semoga kalian juga selalu dalam lindungan allah.

Hanya beberapa hari lagi aku dan teman – teman seangkatan ku akan meninggalkan Sekolah dasar tercinta kami SDIT AL HIKMAH . Kata terima kasih tidak akan pernah pernah cukup kami ucap kan untuk guru – guru tercinta kami . Maafkan kami mr dan ms mungkin kelakuan kami pernah membuat kalian jengkel dan marah . Tapi kami yakin teguran dan hukuman yang kalian berikan itu semua untuk kebaikan kami . Doakan kami mr , ms semoga kelak kami menjadi anak – anak yang sholeh dan sholeha selalu taat pada perintah allah dan rosulnya , selalu patuh dan sayang pada orang tua , selalu berakhlak baik , jujur dan bertanggung jawab dan kami dapat menggapai cita – cita kami .

Doa kami untuk seluruh guru – guru kami termasuk kepala sekolah kami mr asrori yang ternyata dialah laki – laki paruh baya yang pertama kali mengantarku melihat- lihat kelas.

Kalian bukan hanya seorang guru untuk kami kalian adalah sahabat kami . Semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan , keberkahan dan keselamatan dunia akhirat oleh ALLAH SWT .Semoga allah membalas semua kebaikan kalian . Semoga ilmu yang kalian berikan dapat bermanfaat untuk kami . Terima kasih SDIT AL HIKMAH.

We’ll never forget you

Najwa jessar

Apakah itu ODOS?

Standard
Naufal Kelas 5 Thoriq menyetorkan ODOS

Naufal Kelas 5 Thoriq menyetorkan ODOS

Apakah itu ODOS. ODOS adalah singkatan dari One Day One Sentence ( satu hari satu kalimat). ODOS adalah program Bahasa Inggris yang ada di sekolah SDIT Al Hikmah Bintara. Dulu program sebelumnya ODOW = One Day One Word (satu hari satu kata).

Dalam ODOS, setiap siswa wajib menyetorkan dalam sehari 1 kalimat bahasa inggris dan artinya. Siswa menyetorkan kepada wali kelas atau guru kelasnya.

Program ini diharapkan setiap siswa-siswi semakin familiar dengan bahasa inggris. Karena setiap hari siswa-siswi menghafalkan satu kalimat setiap hari dan disetorkan kepada walas/guru kelasnya. Pada akhir pekan akan dievaluasi sejauh mana dia mengingat yang sudah dia setorkan.

Selamat ber-ODOS ya…

Babak penyisihan O2SN

Standard

C360_2015-02-25-08-33-38-702

Gembira penuh peluh yang dirasa oleh sebagian siswa/i SDIT Al-Hikmah yang mengikuti lomba O2SN – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional – walaupun masih babak penyisihan mereka tetap semangat mengikuti jalannya lomba, hari ini Rabu 25 Februari 2015 mereka buktikan bertempat di SD Bintara Jaya 1

Beragam lomba di gelar dimulai dari lomba tradisional ada jalan bakiak yang jumlah setiap persertanya lima orang mereka harus kompak dipimpin satu komando kanan kiri kanan kiri gerak langkah mereka berirama, tidak balap-balapan dengan pesaing sekolah lain, namun mereka harus berpacu dengan detikan stopwatch.

                                       C360_2015-02-25-09-33-18-289    C360_2015-02-25-09-48-17-311
Ada jalan egrang, yap kaki bambu panjang yang harus mereka naiki, tidak punya keseimbangan jatuh dan harus memulai kembali di awal garis start. ada juga galasin atau saya lebih mengenalnya gobak sodor

C360_2015-02-25-10-00-13-762

Selain olah raga tradisional ada juga tenis meja dan atletik. Walaupun Tidak sampai juara anak-anak SDIT Al-Hikmah patut diacungi jempol.

Biografi: Fia, Si Sulung yang Sarat Prestasi

Standard

fia edit

Namaku Indy Alifia Balqis. Biasanya teman-teman memanggilku Fia. Aku berjenis kelamin perempuan dan lahir pada tanggal 22 Februari 2004. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Adikku bernama Indri Noura Kalyca. Umurnya masih 4 tahun. Meski aku terlahir dari keluarga sederhana dan aku sangat bahagia. Aku bersyukur punya ayah dan bunda yang hebat karena merekalah aku bisa seperti sekarang ini.

Read the rest of this entry

Pompa Semangat

Standard

Gambar ini diambil setahun silam, Agustus 2012. Tulisan-tulisan pada gambar itu terpampang di papan reklame di salah satu jembatan besar (saat ini ada 3 jembatan besar yang menghubungkan Kediri bagian timur dengan bagian baratnya) yang menyeberangi Kali Brantas, dahulu sungai terbesar di Jawa Timur. I really miss my hometown.

Entah masih ada atau tidak, menurut gambar ini mencerminkan mentalitas sebagian warga Kediri, kampung halaman penulis. Orang-orang mudanya suka menulis (baca: corat-coret) di sana-sini dan mengucapkan kalimat-kalimat pendek (kadang seperti asal njeplak) yang membangkitkan semangat dan mengingatkan bahwa ‘masih ada harapan’, ‘masih ada jalan’, atau yang semacamnya, sambil mengingatkan sesama kawan agar tetap ‘santai’, ‘keep cool’, dan bahwa ‘Gusti mboten sare’ (Allah tidak pernah tidur).

IMG_2166

Ada dua kalimat di papan itu yang cukup menggelitik bagi penulis pribadi.

1. Kalimat Aja dumeh (kira-kira artinya ‘Jangan merasa tinggi’) tentu saja kalimat yang umum diucapkan di masyarakat Jawa. Penulis ingat, kalimat ini adalah salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh Presiden Soeharto, presiden ke-2 Indonesia,

Aja kagetan, aja nggumunan, aja dumeh

‘Jangan terlalu mudah kaget, jangan terlalu mudah kagum, jangan merasa diri tinggi’

Yang unik juga, kalimat berbahasa Jawa tersebut dituliskan juga dalam aksara Jawa (‘Hanacaraka’). Menulis huruf Jawa (Hanacaraka) masih diajarkan di sekolah-sekolah di Kediri (dari SD hingga SLTP) sebagai bagian memelihara budaya bangsa dan menegaskan identitas ke-Jawa-an.

2. Wong ngalah kekasihe Gusti Allah (Orang yang tidak mau menang sendiri/orang yang mau mengalah adalah kekasih Gusti Allah). Semoga benar begitu … 🙂

Di Kediri masih banyak orang menyebut nama Allah dengan Gusti Allah, seperti cara nenek moyang dulu menyebut nama-nama yang dimulyakan. Orang Jawa biasanya merasa kurang sopan menyebut nama tanpa sebutan.  Sebutan-sebutan yang berfungsi memulyakan nama yang disebut cukup banyak, contohnya gusti, kanjeng, sayyidina, imam, kyai, gus.

Sebutan-sebutan semacam itu juga masih sering terdengar sehari-hari, misalnya Kanjeng Nabi (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam),  Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar, Imam Ali. Sebutan kyai dan gus tentunya sudah dikenal secara nasional, karena presiden ke-4 Indonesia adalah seorang gus (Abdurrahman Wahid = Gus Dur) dan kakek beliau pun dicanangkan sebagai Pahlawan Nasional, serta baru saja difilmkan (Kyai Hasyim Asy’ari, Sang Kyai).

Artikel ditulis oleh Dany, guru SDIT Al Hikmah, Bintara, Bekasi Barat

Standard

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du

Bad news is good news, itulah prinsip berita. Peristiwa pembacokan seorang siswa SMA Yayasan Karya 66 (Yake) menjadi headline berita hampir di berbagai portal warta. Yang sangat disayangkan, sebab kematian siswa itu adalah tawuran antar-siswa SMA.

Kita tidak akan membahas dari sudut pandang pendidikan. Karena kita sepakat, menteri pendidikan tidak layak disudutkan kerena peristiwa ini. Kita juga tidak membahas dari sisi politik. Karena kejadian ini tidak memiliki korelasi langsung dengan pemerintah. Kita jadikan peristiwa ini sebagai bagian masalah umat. Sehingga masing-masing bisa mengambil ibrah untuk memperbaiki diri dan lingkungannya.

Islam sebagai agama rahmah sangat menghargai nyawa manusia. Saking berharganya, nyawa seorang muslim itu lebih bernilai dari pada dunia di sisi Allah ta’ala. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَزَوَالُ الدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ قَتْلِ رَجُلٍ مُسْلِمٍ

“Sesungguhnya hancurnya dunia, itu lebih ringan di sisi Allah, dari pada terbunuhnya seorang muslim.” (HR. Nasa’i 3987, Turmudzi 1395, dan dishahihkan Al-Albani)

Karena itulah, islam melarang keras umatnya untuk melakukan segala tindakan yang bisa menghilangkan nyawa sendiri atau orang lain, kecuali karena alasan yang dibenarkan secara syariat, seperti jihad di jalan Allah ta’ala. Jihad menjadi salah satu alasan bolehnya mempertaruhkan nyawa, mengingat manfaatnya yang sangat besar. Untuk itulah, orang yang mati karena jihad di jalan Allah mendapat gelar kehormatan sebagai syahid.

Tentu saja, untuk bisa disebut jihad di jalan Allah, harus memenuhi segala persyaratannya. Sehingga tidak semua kasus hilangnya nyawa seorang muslim, bisa disebut jihad.

Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang dari pelosok yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya tentang orang yang berperang agar disebut pemberani, atau berperang karena fanatisme, atau karena riya (mengharap pujian), manakah diantara mereka yang di jalan Allah. Beliau bersabda,

مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِيَ العُلْيَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Siapa yang berperang agar kalimat Allah ditinggikan maka dia di jalan Allah.” (HR. Bukhari & Muslim)

Menilik kriteria di atas, kita tentu sepakat bahwa tawuran bukan termasuk jihad fi sabilillah. Rasanya belum pernah kita jumpai ada orang yang tawuran dalam rangka meninggikan kalimat Allah. Kalaupun ada, itu karena kesalah-pahaman dengan makna meninggikan kalimat Allah. Di saat itulah, darah korban bisa jadi sia-sia. Tidak bernilai sebagai jenazah yang terhormat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

من قاتل تحت راية عمية يغضب لعصبة، أو يدعو إلى عصبة، أو ينصر عصبة، فقتل، فقتلة جاهلية

“Siapa yang berperang karena sebab yang tidak jelas, marah karena fanatik kelompok, atau motivasi ikut kelompok, atau dalam rangka membantu kelompoknya, kemudian dia terbunuh, maka dia mati jahiliyah.” (HR. Muslim 1848).

Yang dimaksud mati jahiliyah adalah mati dalam kondisi fasik (melakukan dosa besar).

Untuk membuat jera agar kaum muslimin menghindari tindakan tidak produktif semacam ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan memberikan ancaman neraka,

إِذَا التَقَى المُسْلِمَانِ بِسَيْفَيْهِمَا فَالقَاتِلُ وَالمَقْتُولُ فِي النَّارِ

“Apabila ada dua orang muslim yang saling adu pedang maka si pembunuh dan korbannya sama-sama di neraka.”

Para sahabatpun terheran mendengar hadis ini. Mereka bertanya, mengapa yang dibunuh juga di neraka? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

إِنَّهُ كَانَ حَرِيصًا عَلَى قَتْلِ صَاحِبِهِ

“Karena dia juga ingin membunuh saudaranya.” (HR. Bukhari 31 dan Muslim 2888).

Sungguh sangat memprihatinkan. Siswa SMA yang punya hobi tawuran, masyarakat kampung yang suka tawuran, segera tinggalkan kebiasaan buruk anda.

Hati-hati dengan Darah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يجيء القاتل والمقتول يوم القيامة متعلق برأس صاحبه يقول: رب سل هذا لم قتلني؟

“Orang yang membunuh dan yang dibunuh akan datang pada hari kiamat dengan menenteng kepala temannya (yang dibunuh). Dia   (korban) melaporkan: Ya Allah, tanyakan kepada orang ini, mengapa dia membunuhku?” (HR. Ibn majah 2621 dan dishahihkan Al-Albani)

Anda yang saat ini sedang bermusuhan dengan sesama muslim, anda yang saat ini sedang dendam dengan orang lain, jangan sampai punya keinginan untuk membunuh saudara anda. Belum tentu jawaban si pembunuh bisa diterima Allah.

Allahu a’lam.

Libur Bertugas …

Standard

Hari Kamis, 17 Januari 2013, hujan lebat di Bekasi. Bekasi banjir, Bintara banjir.

Hari Jumat, 18 Januari 2013, sekolah diliburkan karena banjir. Ternyata bukan hanya SDIT Al Hikmah yang libur. Seluruh sekolah di Bekasi Barat juga diperintahkan libur.

Akankah liburan ini jadi ajang bersenang-senang?

Tidak, lalu ya.

Bagi saya sendiri, saya senang karena di tengah suasana pasca-banjir, banyak persoalan yang harus dibereskan. Lantai yang kotor karena luapan air harus dibersihkan. Barang-barang yang basah karena air banjir atau pun air bocor harus dikeringkan. Jadi, di tengah suasana yang penuh kerepotan, saya bersyukur diberikan libur sehingga saya bisa membereskan masalah-masalah itu.

Apakah saya bersenang-senang?

Tidak, lalu ya.

Karena ada bocor di atap yang harus dibereskan, maka saya harus segera mencari permasalahannya dan membereskannya. Jangan sampai terulang bocor yang terjadi di hari-hari lalu. Maka saya putuskan – tidak ‘terpaksa saya naik’, tidak ada yang memaksa saya naik ke atap – naik ke atap, mencari sebab-sebab bocor tempo dulu. Alhamdulillah, ketemu. Meskipun masih ada yang harus dibereskan kemudian, minimal sudah ada masalah yang selesai. Alhamdulillah. Saudara sepupu yang tinggal di sebelah rumah pun membantu, jadi, alhamdulillah, saya senang.

Apakah capek-capek naik ke atap itu menyenangkan?

Tidak, lalu ya.

Hari libur biasanya diisi dengan mencari hiburan bersama keluarga, ke tempat wisata, belanja, ke mall, dan lain-lain. Hari itu saya harus capek-capek naik ke atap. Toh, akhirnya saya senang. Sudah bertahun-tahun saya tidak naik ke atap. Waktu kecil, hampir tiap hari saya naik ke atap, sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Seiring bertambahnya usia, naik ke atap tanpa sebab jadi terasa konyol, maka saya pun tidak melakukannya lagi. Hari itu, saya sekali lagi naik ke atap karena memang ada sebab yang rasional. Alhasil, saya mendapat dua kesenangan: masalah bocor saya beres, dan saya merasa seperti kembali ke masa kecil dulu, ketika hanya keinginan bermain dan memuaskan rasa ingin tahu yang menjadi penggerak hidup. Bukankah ini yang dicari orang-orang yang stress di kantor-kantor hingga mereka mencari hiburan-hiburan dan permainan yang acap kali makin aneh-aneh dan tidak masuk akal?

Jika ditanya apakah saya senang hari Jumat lalu? Saya akan jawab: “Ya!” Pasti. Sekali lagi patutlah saya berucap “Alhamdulillah”.

 

Ditulis oleh Dany Jauhari, guru SDIT Al Hikmah Bintara

//

Perang Bintang Al Hikmah

Standard

Malam begitu sunyi menyelimuti makhluk Allah Subhanahu wata’ala yang masih terjaga. Satu demi satu bahkan sampai ratusan bintang bertaburan melalui jari yang mungil ini untuk memperhatikan buah hati seorang anak didik yang telah usai mengikuti ujian yang cukup memeras tenaga, otak serta waktu, bahkan ada seorang anak didik yang begitu semangat walaupun tangannya tak mampu menulis dengan cepat. Tapi berlahan-lahan dia mampu menyelesaikan ujiannya dengan baik. Namun perang bintang disini bukanlah seperti perang bintang dalam film Star War melainkan perang bintang NARASI itulah perang bintang al Hikmah. Semangat terus untuk memberi yang terbaik bagi buah hati anak didik.

Jangan Injak Sandalku!

Standard

Salat Magrib telah usai. Si kecil pun telah selesai berdoa. Seperti biasa, si kecil diajari ibundanya berdoa memohon ampun untuk diri dan orang tuanya, beserta artinya. Doa yang sangat populer, dan terasa ada yang kurang jika seorang anak tidak berdoa seperti ini.

ربّ اغفر لي و لوالديّ و ارحمهما كما ربّياني صغيرًا

Selesai berdoa, segera si kecil menghambur keluar musola, seakan-akan telah lepas satu beban berat dari pundaknya. Ke tangga musola dia berlari, seraya mendapati sandal kecilnya yang tergeletak di sana.

Rupanya dia bukan yang pertama. Telah lewat beberapa pemuda gagah berseragam SMA melewati tangga yang sama dan mengambil sandal dan sepatu mereka yang berserakan sebelumnya. Si gadis kecil menghampiri sandalnya, masih sempat melihat pemuda-pemuda gagah itu serampangan mengambil sandal mereka yang berserakan di tangga musola. Dengan langkah tenang dan tanpa beban mereka pergi meninggalkan musola, meninggalkan si gadis kecil yang gundah seraya berkata penuh sesal,

“Yah … sandalku diinjak …”

sandal jepit

Semua orang pasti pernah mengalami hal semacam itu. Di saat kita sedang mengejar kepentingan kita, kita tidak sengaja – atau bahkan tidak tahu –  bahwa kita mengganggu hak orang lain. Di saat kita ‘mengambil sandal’ kita, kita ‘menginjak sandal orang lain’.  Kalau dipandang bahwa yang diinjak cuma sandal, tentunya itu masalah remeh. Tapi kalau dipandang bahwa yang diganggu itu adalah hak orang lain, tentu peristiwa itu jadi masalah. Sejelek apapun sandal orang, kalau sandal itu hilang, si empunya akan gusar dan marah-marah. It’s only natural. Tidak ada orang yang suka haknya diganggu orang lain.

Mengganggu hak orang lain pasti tidak apa-apa seandainya tidak janji bahwa semua perbuatan kita akan dipertanggungjawabkan kelak. Memikirkan ini, semua orang selayaknya jadi takut ‘menginjak sandal’ orang lain. Tidak sengaja pun bikin takut, apalagi kalau sengaja ?!!

Bisa jadi saat kita menginjak sandal orang lain, kita menularkan najis dari bawah sandal kita ke atas sandal orang lain. Salah satu nasihat guru ngaji saya waktu kecil yang masih selalu saya ingat adalah,

“Jangan injak sandal orang lain, orang lain kan juga ingin kakinya tetap suci”.

Dahulu saya benar-benar secara harfiah melaksanakannya. Kini berbagai pengalaman hidup turut menjadi nasihat bahwa nasihat pak guru saat itu berlaku secara umum di berbagai aspek kehidupan. Semoga nasihat sederhana ini bisa menjadi nasihat bagi saya pribadi selama hidup dan bagi orang lain yang membaca tulisan ini.

 

Ditulis oleh Dany, guru SDIT Al-Hikmah Bintara, Bekasi Barat

Manusia Tulisan Robot

Standard


Saya tidak tahu apakah pembaca tahu tulisan robot itu apa. Mungkin sekilas kita akan mengatakan tulisan robot ya tulisannya robot. Selesai. Tapi tahu kah teman-teman bahwa tulisan robot itu bukan tulisannya robot. Kenapa? Karena robot kan ga bisa menulis. Jadi apa ya tulisan robot itu. Dan kayak apa ya tulisan robot itu? Penasaran. Mari kita baca kisah singkat di bawah ini.

Tidak seperti biasanya. Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) kali ini datang ke kelas 3 Umar dengan semangatnya. Belum memulai pelajaan sudah memberikan nilai 1000 bagi kelompok yang paling rapi. Nyaris saja anak-anak yang biasa ngobrol langsung diam. Sampai kayak patung. Akhirnya nilai pun diberikan kepada semua kelompok. Dari kelompok Palembang, Sukabumi, Surabaya, dan Yogyakarta. Wah keren ya.

“ Ok”, kata Mr.nya. “ Semua kelompok dapat nilai 1000”. Penilaian selanjutnya adalah sholat. “Siapa yang sholat tadi pagi?” tanya Mr.nya lagi. Semua siswa tunjuk tangan. Tapi kali ini Mr.nya sulit untuk memberikan penilaian. Karena setiap orang dalam kelompok akan mendapat nilai seratus padahal jumlah siswa dalam tiap kelompok berbeda-beda. Ada yang 7, ada yang 6, ada juga yang 8. “Curang dong Mr, kan kelompok kami cuman 6 orang padahal kami sholat semua. Enak bangat yang 8 orang. Nilainya 800 terus kami cuman 600”. Pikir punya pikir akhirnya Mr.nya angkat suara. “Ok deh, tiap kelompok yang semuanya sholat dihitung 800 biar adil”. Legah. Kali ini Mr.nya puas satu masalah bisa diselesaikan.

Pelajaran pun di mulai. Masalah kedua pun terjadi ketika Mr.nya menuliskan spidol hitamnya di whiteboard. “Ha ha ha” .Salah seorang siswa ketawa dengan gelinya. Sebut saja namanya Rafi. “Rafi, kenapa kamu tertawa. Tanya Mr.nya. “Tulisan Mr Tulisan Robot”. Sahut Rafi sambil tertawa kecil karena tidak mampu maenahan tawanya. Kali ini Mr.nya tidak bisa bicara apa-apa. Dalam hatinya mungkin bilang ya sudah lah.
Teman-teman masih penasaran kayak mana tulisan robot itu. Datang aja ke guru PAI kelas 3 Umar SDIT Al Hikmah. Kemudian minta agar Mr.nya melakukan aksinya: Si Manusia Tulisan Robot. Selamat mencoba. Semoga berhasil.

Siswa ingin menjawab dengan Bahasa Latin …

Standard

Hari Kamis, 11 Oktober 2012, Ulangan Tengah Semester 1 di SDIT Al Hikmah Bintara, Bekasi. Saya dan Mr. Sodiq bertugas mengawasi ujian Kelas 4 Abdurrahman Bin Auf. Alhamdulillah, semua aman terkendali (… meminjam istilah Ms. Heni :-)).

Di suatu soal Bahasa Arab, Adim bertanya,

“Mister, soal ini dijawab dengan Bahasa Latin?”

Sontak saya ingat artikel yang baru saya kirim ke blog SDIT Al Hikmah. Saya balik bertanya,

“Kamu tahu Bahasa Latin?”

“Kan, yang itu … A, B, C, D …”

“Mau tahu Bahasa Latin? Ini mister  tuliskan …”

Langsung saya bangun, lalu menuliskan kalimat yang saya ingat terus sejak masih SD; kalimat yang sering diucapkan oleh guru olah raga saya.

MENS SANA IN CORPORE SANO

“INI Bahasa Latin”

“Apa itu artinya?” tanya Gian.

“Artinya …”

“Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat,” jawab saya.

Setelah saya pikir lagi, barulah saya meneruskan bicara,

“Yang lebih tepat sebenarnya ‘Pikiran yang sehat di dalam tubuh yang sehat’, kira-kira begitu”

“Ada lagi istilah Bahasa Latin yang lain,” sahut Mr Sodiq.

“Apa, Pak?”  tanya saya.

“Witing tresna jalaran saka kulina … alon-alon asal waton …”

Seketika saya tertawa lebar … :-D.

 

Ditulis oleh Mr. Dany, Guru SDIT Al Hikmah Bintara, Bekasi

REFRESHING DAN BELAJAR

Standard

Pada hari kamis lalu (20 September 2012), Siswa-siswi SDIT Al Hikmah Bintara mengadakan field trip ke Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor-Jawa Barat.

Di sana mereka berkeliling kandang ternak dan  dapat melihat berbagai hewan ternak seperti: ayam, kelinci, itik, domba, sapi dan kambing. Mereka juga diajarkan tentang jenis-jenis ternak yangi banyak dipelihara di dunia. Dari Sapi luar seperti: jenis limosine, maupun sapi lokal seperti sapi bali. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan di Balitnak inilah diadakan penelitian mengenai keungugulan hewan ternak kemudian diteliti apakah ada kemungkinan dapat dilakukan persilangan jenis hewan tersebut sehingga menghasilkan jenis hewan yang merupakan bibit unggul. Salah satu jenis persilangan yang dihasilkan oleh Balitnak adalah antara itik (bebek) dan entok yang mereka sebut “itok” alias itik dan entok. Dari persilangan ini dihasilkan hewan ternak yang dapat menghasilkan telur yang banyak serta daging yang banyak pula.

 

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas Balitnak, Siswa-siswi SDIT Al Hikmah mendapat bingkisan 1 cup susu sapi segar dengan berbagai rasa seperti: vanilla, strawberry dan coklat. Ini adalah salah satu hasil pengembangan hewan ternak yang diproduksi oleh Balitnak. Selain susu sapi, Balitnak juga memproduksi hasil lainnya seperti: susu kambing, sosis kelinci, bakso kelinci, yogurd, caviar (untuk kosmetik) dan lain sebagainya.

 

Setelah kunjungan ke Balitnak, Siswa-siswi SDIT Al Hikmah melanjutkan perjalanan ke Taman Wisata Matahari yang kebetulan letaknya tidak jauh dari Balitnak. Di sini, mereka dapat bermain perahu air, sepeda santai, puddle boat dan lain-lain. Mereka sangat senang dengan field trip kali ini karena dapat refreshing sekaligus mendapat pengetahuan yang banyak.

 

Penulis: Ms Tya

Guru Kelas IV