Author Archives: rizkiberkarya

Tantrum dan Bagaimana Cara Menyikapinya

Standard

Apakah Anda sudah pernah mendengar istilah yang satu ini, Tantrum? Sudah familiar-kah Anda dengan kata ini?

Atau bagi Anda sebagai guru dan terlebih lagi bagi yang sudah menjadi orangtua, Apakah Anda pernah melihat dan menghadapi anak yang bertemperamen (emosi) yang meledak-ledak dan terkadang suka mengamuk sambil menangis, apalagi kalau keinginannya tidak dipenuhi? bahkan ada yang sampai membahayakan/mencelakai diri si anak itu sendiri, seperti membenturkan kepalanya ke dinding, memukul dan meninju badannya sendiri, merengek sambil menendang-nendang sesuatu atau bahkan dapat juga melukai/menciderai teman-teman dan orang yang berada di sekitarnya. Lalu bagaimana cara kita menyikapi anak-anak yang bertemperamen Tantrum ini. Berikut akan saya bahas sedikit mengenai temper Tantrum dan kiat-kiatnya bagi guru serta orangtua dalam menghadapi anak yang memiliki sifat tersebut (mohon maaf kalau pembahasannya kurang lengkap dan terperinci serta aplikatif, karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan pengalaman saya dalam hal ini, just sharing for all readers, semoga tulisan ini bermanfaat).

Temper Tantrum adalah luapan emosi yang meledak-ledak dan tidak terkontrol pada anak usia 1 hingga 6 tahun dan bisa terjadi karena anak mengalami frustrasi, lelah, lapar, sakit, atau marah karena keinginannya tidak terpenuhi. Tantrum juga bisa muncul karena kecemburuan, tekanan fisik dan mental serta perasaan yang tidak aman. Anak yang cenderung aktif, memiliki kebiasaan tidur, makan dan buang air besar tidak teratur, sulit beradaptasi dengan perubahan lingkungan, moody, tidak sabar dan mudah kesal cenderung memiliki tantrum dibandingkan dengan mereka yang tidak.

Perilaku tantrum pada anak berbeda-beda tergantung usia si anak. Pada usia 1 hingga 3 tahun biasanya mereka melepaskan tantrum dengan menangis, menggigit, memukul, menjerit, menendang, membenturkan kepala, dan melempar barang. Pada usia 3 hingga 4 tahun perilaku tantrum bertambah lagi dengan berteriak, merengek, membanting pintu, menghentak-hentakan kaki, dan meninju. Kemudian pada usia lebih lanjut, anak mulai melepaskan tantrum dengan memaki, menyumpah, memukul kakak, adik atau temannya, memecahkan barang bahkan mengancam.

Orangtua dan guru sering kali bingung mendapati anak (didik)nya dengan perilaku seperti ini sehingga cenderung menuruti keinginan si anak agar tidak perlu terjadi hal-hal tersebut di atas. Padahal, jika orangtua dan guru membiarkan tantrum berkuasa dengan membolehkan anak mendapatkan yang diinginkannya setelah ia tantrum, maka hal ini berarti orangtua dan guru sudah menyemangati dan memberi contoh pada anak untuk bertindak kasar dan agresif.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah tantrum adalah dengan mengenali kebiasaan-kebiasaan pada anak sehingga mengetahui secara pasti kondisi-kondisi yang memicu anak cenderung mengalami tantrum. Misalnya, jika si anak mudah kesal jika terlalu lama diam dalam mobil di perjalanan yang cukup panjang, maka berhentilah di tempat peristirahatan beberapa kali untuk memberikan waktu bagi anak bermain di luar mobil. Selain itu juga orangtua perlu melakukan evaluasi diri mengenai cara dan kebiasaannya dalam mengasuh anak. Anak yang cenderung dimanja lebih mudah tantrum jika keinginannya tidak dipenuhi.

Jangan panik jika tantrum sudah terlanjur terjadi, terutama di tempat umum. Ada beberapa tips cara yang dapat orangtua dan guru lakukan dalam menghadapinya:

  • Hadapi dengan tenang dan kendalikan emosi kita sebelum mengendalikan emosi anak.
  • Katakan dengan tegas bahwa ia harus menghentikan perilakunya tersebut. Jika tidak berhenti, abaikan amukannya dan berikan ia time-out hingga tantrum mereda. Acuhkan namun tetap waspada dan jauhkan barang-barang yang berpotensi bahaya dari jangkauannya.
  • Setelah tantrum mereda, ajaklah ia bicara. Tanyakan perasaannya dan kemukakan juga perasaan Anda. Komunikasikan keinginan masing-masing.
  • Setelah itu lupakan anak pernah mengamuk. Ajaklah anak bermain kembali seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa. Perlu diingat bahwa sangat penting untuk bersikap tegas dan konsisten dalam mengatasi tantrum pada anak agar ia belajar bahwa tantrum bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan keinginannya. (by: Mr.Rizki-Qday)
Advertisements

Every Child is Talented

Standard

Inilah salah satu murid spesialku di kelas 6 tahun pembelajaran 2011-2012, yang kini akhirnya lulus dan dapat melalui masa-masa belajarnya di sekolah dengan baik. Namanya adalah Diadra, seorang siswi yang pendiam namun selalu riang gembira setiap harinya, hal ini terlihat jelas di wajahnya yang selalu tersenyum ketika kita memanggil namanya. Senyuman yang merekah di wajahnya membuat orang lain menjadi senang melihatnya. Terlebih lagi dia memiliki paras ayu dan cantik serta kulitnya yang putih bersih.

Tak banyak kata yang terucap dari lisan murid hebatku ini. Namun dia memiliki bakat dan kecerdasan yang luar biasa di pelajaran menggambar, walaupun dia memiliki keterbatasan di pelajaran-pelajaran lainnya. Menurut rekanku yang mengajar Art&Craft di sekolah, Mr.Pram, dia adalah seorang siswi yang pandai dan handal dalam membuat sketsa gambar apapun, yang diistilahkan oleh beliau dengan ‘penciler’, apabila diasah terus nantinya dia akan menjadi seorang pembuat sketsa gambar pada komik-komik dan buku-buku cerita bergambar, yang memiliki peranan penting dalam pembuatan komik dan buku bercerita bergambar tersebut, ditambah lagi bayarannya yang cukup tinggi dibandingkan dengan bagian lainnya dalam dunia menggambar yang komersil, tegas seorang guru yang sudah berpengalaman dalam pembuatan komik.

Berikut ini adalah hasil jepretan usilku ketika mengawas di kelasnya saat uts pelajaran Art&Craft, silahkan lihat sendiri hasil sketsanya…

Selain itu, Diadra juga memiliki kecenderungan kecerdasan kinestetik yang cukup baik. Dia sangat suka sekali menari, balet adalah tarian yang disukainya. Terkadang ketika selesai mengerjakan tugasnya di kelas, aku suka menyuruhnya untuk menari balet di hadapan teman-temannya untuk menyalurkan hobinya tersebut sekaligus reward kepadanya karena telah menyelesaikan tugas dariku. Wow, Subhanallah… dari Diadra aku banyak belajar dan karena dia aku dapat menemukan ide-ide kreatif dalam metode pembelajaran di kelas. Thanks Diadra, you are special and inspirational student for me. Good luck girl and congratulation for your graduation. Have a nice day in new school now.

So, what do you think?? This is one product of application MI Theory in the class. (by: Mr.Rizki-Qday)