Author Archives: anwarinsansiregar

About anwarinsansiregar

HIDUP ADALAH PERJUANGAN MAKA BERJUANGLAH AGAR TETAP HIDUP

Apakah itu ODOS?

Standard
Naufal Kelas 5 Thoriq menyetorkan ODOS

Naufal Kelas 5 Thoriq menyetorkan ODOS

Apakah itu ODOS. ODOS adalah singkatan dari One Day One Sentence ( satu hari satu kalimat). ODOS adalah program Bahasa Inggris yang ada di sekolah SDIT Al Hikmah Bintara. Dulu program sebelumnya ODOW = One Day One Word (satu hari satu kata).

Dalam ODOS, setiap siswa wajib menyetorkan dalam sehari 1 kalimat bahasa inggris dan artinya. Siswa menyetorkan kepada wali kelas atau guru kelasnya.

Program ini diharapkan setiap siswa-siswi semakin familiar dengan bahasa inggris. Karena setiap hari siswa-siswi menghafalkan satu kalimat setiap hari dan disetorkan kepada walas/guru kelasnya. Pada akhir pekan akan dievaluasi sejauh mana dia mengingat yang sudah dia setorkan.

Selamat ber-ODOS ya…

Materi Training Bahasa Inggris Guru-Guru SDIT Al Hikmah Bersama Mr. Bahrun Mubarok M.Si

Standard

1. Menanyakan nama
What’s your name?
Can I have your name?
Can you tell me your name?
Your name please!
Jawaban:
My name is …
I am …
2. Menanyakan Umur
How old are you?
what’s your age?
Jawaban:
I am … years old
3. Menanyakan alamat
Where do you live?
What’s your address?
Jawaban:
I live in …
My address is in …
4. Menanyakan status
Are you married?
Jawaban:
Yes, I am/ No, I am not
5. Menanyakan hobbi
What’s your hobby?
What do you do in spare time?
Jawaban:
My hobby is ….
My hobbies are …. …. and ….
I like …
6. Menanyakan nomer telepon
What’s your telephone number?
What’s your phone number?
Jawaban:
My phone number is ….
example: 88956773 (double eight nine five six double seven three)
7. Menanyakan cara berangkat ke kantor
How do you go to work?
How do you get to work?
Jawaban:
I go to work by … (a motorcycle)

semangat

Manusia Tulisan Robot

Standard


Saya tidak tahu apakah pembaca tahu tulisan robot itu apa. Mungkin sekilas kita akan mengatakan tulisan robot ya tulisannya robot. Selesai. Tapi tahu kah teman-teman bahwa tulisan robot itu bukan tulisannya robot. Kenapa? Karena robot kan ga bisa menulis. Jadi apa ya tulisan robot itu. Dan kayak apa ya tulisan robot itu? Penasaran. Mari kita baca kisah singkat di bawah ini.

Tidak seperti biasanya. Guru PAI (Pendidikan Agama Islam) kali ini datang ke kelas 3 Umar dengan semangatnya. Belum memulai pelajaan sudah memberikan nilai 1000 bagi kelompok yang paling rapi. Nyaris saja anak-anak yang biasa ngobrol langsung diam. Sampai kayak patung. Akhirnya nilai pun diberikan kepada semua kelompok. Dari kelompok Palembang, Sukabumi, Surabaya, dan Yogyakarta. Wah keren ya.

“ Ok”, kata Mr.nya. “ Semua kelompok dapat nilai 1000”. Penilaian selanjutnya adalah sholat. “Siapa yang sholat tadi pagi?” tanya Mr.nya lagi. Semua siswa tunjuk tangan. Tapi kali ini Mr.nya sulit untuk memberikan penilaian. Karena setiap orang dalam kelompok akan mendapat nilai seratus padahal jumlah siswa dalam tiap kelompok berbeda-beda. Ada yang 7, ada yang 6, ada juga yang 8. “Curang dong Mr, kan kelompok kami cuman 6 orang padahal kami sholat semua. Enak bangat yang 8 orang. Nilainya 800 terus kami cuman 600”. Pikir punya pikir akhirnya Mr.nya angkat suara. “Ok deh, tiap kelompok yang semuanya sholat dihitung 800 biar adil”. Legah. Kali ini Mr.nya puas satu masalah bisa diselesaikan.

Pelajaran pun di mulai. Masalah kedua pun terjadi ketika Mr.nya menuliskan spidol hitamnya di whiteboard. “Ha ha ha” .Salah seorang siswa ketawa dengan gelinya. Sebut saja namanya Rafi. “Rafi, kenapa kamu tertawa. Tanya Mr.nya. “Tulisan Mr Tulisan Robot”. Sahut Rafi sambil tertawa kecil karena tidak mampu maenahan tawanya. Kali ini Mr.nya tidak bisa bicara apa-apa. Dalam hatinya mungkin bilang ya sudah lah.
Teman-teman masih penasaran kayak mana tulisan robot itu. Datang aja ke guru PAI kelas 3 Umar SDIT Al Hikmah. Kemudian minta agar Mr.nya melakukan aksinya: Si Manusia Tulisan Robot. Selamat mencoba. Semoga berhasil.

Antara Kampung Melayu dengan Tanah Abang

Standard

Sahabat, cerita ini ku tulis berawal dari kisahku ketika mau berangkat ke Tanah Abang. Aku yang tinggal di Bekasi naik motor bersama istri ke Kampung Melayu dan menitip motor di salah satu Alfa di sekitar terminal Kampung Melayu. Aku pun bersama istri ditambah dengan adik perempuanku yang sudah menuggu terlebih dahulu di sana langung naik bis metromini yang benomer 502. Sudah maklum bagi warga Jakarta bahwa bis ini didominasi oleh orang Batak maka tidak diragukan lagi kalau lajunya tidak seimbang dengan usia bisnya. Kalang kabut seperti pembalap amatiran. Tanpa ragu jalur Bus Way juga diterobos. Walhasil polisi juga memberhentikan bis dan mengambil STNP sopir. Bis pun tanpa ampun langsung meluncur.

Yang menarik buatku bukan kencangnya bis. Tapi ada satu kejadian penting yang terjadi di bis ini. Seorang ibu yang usianya sekitar 50 tahunan menasehati seorang anak remaja putri yang masih duduk ditingkat SMP. Kalau aku perkirakan mungkin kelas 2 SMP.

“Nak, jangan mau pacaran ya. Belajar yang serius ” kata sang Ibu. Sebenarnya banyak nasehatnya tapi yang aku tangkap inilah inti dari nasehatnya. Si anak remaja hanya bisa terdiam dan termangguk-mangguk. ” Iya bu” kata remaja putri. Si anak remaja mungkin kaget. Kok ada seorang ibu yang tiba-tiba memberikan nasehat layaknya seorang ibunya sendiri. Padahal belum tentu ibunya sendiri memberikan nasehat yang sama dengan nasehat sang Ibu.

sahabat, ini maksudku cerita yang menarik dari perjalananku. aku terinspirasi kalau seandainya saling menasehati sudah menjadi keumuman di masyarakat kita mungkin pintu untuk kemaksiatan atau kejahatan tidak akan terjadi.

Ibnu Mas’ud radliyallaahu ’anhu mengatakan bahwa Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda (yang artinya) : ”Sesungguhnya kerusakan pertama yang terjadi pada bani Isra’il ialah ketika seorang bertemu kawannya yang sedang berbuat kejahatan lalu ditegur,”Ya Fulan, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan perbuatan yang tidak halal itu’. Kemudian pada esok harinya mereka bertemu lagi, sedangkan ia masih berbuat maksiat lagi, maka ia tidak mencegah kemaksiatannya. Bahkan ia menjadi teman makan minum dan teman duduknya. Jika demikian keadaan mereka, maka Allah menutup hati masing-masing, sebagaimana Firman-Nya :

 ”Telah dilaknati orang-orang kafir dari bani Isra’il dengan lisan Dawud dan Isa Putera Maryam. Yang demikian itu dikarenakan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka sendiri, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka, dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada nabi (Musa), dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), tentu tidak menjadikan orang-orang musyrikin sebagai pemimpin, tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik”.(QS. Al-Maaidah ayat 78-81)


Kemudian Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam bersabda,”Janganlah seperti mereka. Demi Allah, kalian harus menyuruh kebaikan dan mencegah kemunkaran, dan menahan kejahatan orang yang dhalim, dan kalian kembalikan ke jalan yang hak dan kalian batasi dalam hak tersebut. Kalau kalian tidak berbuat demikian, maka Allah akan menutup hati kalian, kemudian melaknat kalian, sebagaimana Allah melaknat mereka”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata,”Hadits ini hasan”).

Muslim Rohingya adalah saudara kita

Standard

Sahabat, mari kita renungkan kembali surat di bawah ini:
Orang-orang mukmin sesungguhnya bersaudara … (QS Al Hujuraat: 10)
Dimana pun dia dan siapa pun dia maka dia adalah sudara kita ketika dia adalah seorang mukmin. Kalau mereka miskin mari kita bantu meringankan kemiskinan mereka. Kalau mereka tertindas mari kita bantu dengan kemampuan kita untuk mengangkat harkat dan martabat mereka.

Sahabat, dengarlah tangis mereka, dengarlah rintihan mereka yang kesakitan ditindas oleh kebiadaban. Mereka dibantai, dizolimi, ditindas, para perempuan diperkosa, dan diusir dari tanah kelahiran mereka. Mereka adalah saudara kita yang ada di Myanmar. Mereka adalah saudara kita muslim Rohingya.

Rasulullah telah mengingatkan kita dalam sabdanya:
”Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim)
Hadist ini telah mempertanyakan keimanan kita. Layakkah kita disebut sebagai orang beriman kalau kita tidak perduli dengan saudara kita yang ada jauh di sana!
Adakah alasan bagi kita untuk tidak mencintai mereka!

Sahabat lihatlah raut muka mereka yang nampak jelas terlihat ketakutan dan kesedihan. Lihatlah bocah-bocah kecil yang tidak bisa merasakan tawa dan canda. Kebahagian mereka telah dirampas. Rasanya hati ini tersayat-sayat dengan apa yang mereka rasakan. Masihkah kita merasakan enaknya makanan padahal mereka sudah tidak mengenal makanan! Masihkah kita masih bisa tertawa padahal mereka hanya bisa menangis!

Apa yang bisa kita lakukan!

Sahabat, kita tidak bisa tinggal diam. Mari kita bantu mereka dengan apa yang bisa kita lakukan. Kalau kita mampu untuk berteriak maka berteriaklah baik dengan lisan atau dengan tulisan. Kalau kita mampu untuk memberikan donasi dana maka berikanlah. Sahabat, sedikitnya marilah kita bantu mereka dengan doa kita. Karena doa adalah senjata bagi orang mukmin. Marilah kita berdoa semoga Allah memberikan mereka kekuatan dan melenyapkan segala kezoliman di muka bumi ini. Amiiin.

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini

Ibu, Aku mencintai Ibu karena Allah

Standard

anwar insan siregar ♦ Juli 28, 2012 ♦ Tinggalkan sebuah Komentar

Sepekan ini aku mengajar tahfidz kepada anak-anakku di kelas 3 SD. Bertepatan di bulan Ramadhan surat yang menjadi target adalah surat Al Isra: 23- 27. Dalam sepekan aku hanya menargetkan anakku satu ayat saja yakni surat Al Isra ayat 23.

Subhanallah, surat ini mengingatkan aku kepada kedua orangtuaku di kampung. Ibuku yang luar biasa sekali pengorbanannya sampai melahirkan kami 11 bersaudara. Ibuku lembut sekali. Ya Allah berikanlah aku kekuatan suatu saat nanti aku bisa membalas kebaikan ibu. Ibu maafkan aku yang sering lupa untuk mendoakanmu.
Semalam aku bermimpi bertemu dengan ayah. Aku minta maaf kepada ayah dan ayah juga minta maaf kepada aku. Kata ayah dulu ia sering kasar dalam mendidik. Aku sangat senang sekali karena aku dan ayah bisa saling memaafkan. Aku juga merasa bersalah karena sering tidak mendengar kata-kata ayah. Sekarang ayah sudah mendahului kami. Berawal dari sakit berhari-hari akhirnya Allah memanggil ayah. Ayah… Semoga Ayah bersama Allah di sana. Ampuni dosa-dosa ayah ya Allah.
Aku pun memulai mengajarkan surat Al Isro ayat 23.

Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.( Al Isro:23)

Artinya dalam Bahasa Inggris
And your Lord has Qada) decreed﴾ that you worship none but Him. And that you be dutiful to your parents. If one of them or both of them attain old age in your life, say not to them a word of disrespect, nor reprimand them but address them in terms of honor.

Subhanallah, anak-anakku di kelas pintar-pintar menghafalnya. Salah satu yang paling cepat menghafal adalah anakku yang bernama Tyo. Wah luar biasa. Semoga Tyo menjadi hafidz kelak nanti.

Aku pun mengakhiri surat ini dengan satu kata “Ibu, Aku mencintai Ibu karena Allah”. Ucapkan kata ini kepada Ibu atau Bunda atau Ummi atau Mama, atau kata lain yang sama maknanya dengan Ibu.

Minggu depan aku akan melanjutkan surat Al Isra ayat 24.
Bersambung…

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini