Author Archives: anggersetiyawati

CERITA RAKYAT

Standard

Cerita rakyat adalah sebuah cerita yang bersumber dari rakyat secara turun-temurun dan menyebar dari mulut ke mulut, bahkan terkadang tidak diketahui siapa pengarangnya.

Cerita rakyat dibagi 4 jenis, yaitu:

(1)    Legenda, adalah cerita tentang asal usul suatu tempat/daerah. Contoh: Terjadinya Tangkupan Perahu.

(2)    Mite/Mitos, adalah cerita yang berisi tentang kekuata gaib, biasanya para tokoh dalam cerita mempunyai kekuatan mistis yang unsur-unsur gaib seperti jin. Contoh : Bandung Bandawasa,

(3)    Fabel, adalah cerita yang menggambarkan hewan dapat berbicara dan mempunyai akal seperti manusia. contohnya: Si Kancil,

(4)    Jenaka, adalah cerita yang berisi tentang cerita-cerita lucu. Contoh : Si Kabayan.

 

Unsur-unsur dalam cerita rakyat ada 2, yaitu: Unsur intrinsik dan Unsur Ekstrinsik.

I. Unsur Ekstrinsik adalah segala sesuatu yang menginspirasi penulisan cerita dan mempengaruhi cerita secara keseluruhan.

Meliputi:

  1. Biografi penulis /Latar belakang kehidupannya
  2. Keyakinan dan pandangan hidup penulis
  3. Adat istiadat yang berlaku pada saat itu
  4. Situasi politik (persoalan sejarah)
  5. Ekonomi, dsb

 

II. Unsur Intrinsik adalah segala sesuatu yang terkandung di dalam cerita dan mempengaruhi cerita tersebut.

Meliputi:

  1.  Tema : Pokok persoalan dalam cerita.
  2. Watak : Sifat yang diperlihatkan tokoh dalam cerita melalui perilakunya.
  3. Latar : isinya melukiskan tempat cerita terjadi dan menjelaskan kapan cerita itu berlaku dan suasana cerita.
  4. Amanat : Pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang terhadap pembaca melalui karyanya, yang akan disimpan rapi dan disembunyikan pengarang dalam keseluruhan cerita.
  5. Alur : Jalan cerita dari awal sampai selesai
  6. Sudut Pandang : Pandangan pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita
  7. Gaya Bahasa : bahasa yang digunakan pengarang dalam menulis cerita yang berfungsi untuk menciptakan hubungan antara sesama tokoh dan dapat menimbulkan suasana yang tepat guna, adegan seram, cinta ataupun peperangan maupun harapan.

Setiyawati

Dari berbagai sumber

Advertisements

REFRESHING DAN BELAJAR

Standard

Pada hari kamis lalu (20 September 2012), Siswa-siswi SDIT Al Hikmah Bintara mengadakan field trip ke Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor-Jawa Barat.

Di sana mereka berkeliling kandang ternak dan  dapat melihat berbagai hewan ternak seperti: ayam, kelinci, itik, domba, sapi dan kambing. Mereka juga diajarkan tentang jenis-jenis ternak yangi banyak dipelihara di dunia. Dari Sapi luar seperti: jenis limosine, maupun sapi lokal seperti sapi bali. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan di Balitnak inilah diadakan penelitian mengenai keungugulan hewan ternak kemudian diteliti apakah ada kemungkinan dapat dilakukan persilangan jenis hewan tersebut sehingga menghasilkan jenis hewan yang merupakan bibit unggul. Salah satu jenis persilangan yang dihasilkan oleh Balitnak adalah antara itik (bebek) dan entok yang mereka sebut “itok” alias itik dan entok. Dari persilangan ini dihasilkan hewan ternak yang dapat menghasilkan telur yang banyak serta daging yang banyak pula.

 

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas Balitnak, Siswa-siswi SDIT Al Hikmah mendapat bingkisan 1 cup susu sapi segar dengan berbagai rasa seperti: vanilla, strawberry dan coklat. Ini adalah salah satu hasil pengembangan hewan ternak yang diproduksi oleh Balitnak. Selain susu sapi, Balitnak juga memproduksi hasil lainnya seperti: susu kambing, sosis kelinci, bakso kelinci, yogurd, caviar (untuk kosmetik) dan lain sebagainya.

 

Setelah kunjungan ke Balitnak, Siswa-siswi SDIT Al Hikmah melanjutkan perjalanan ke Taman Wisata Matahari yang kebetulan letaknya tidak jauh dari Balitnak. Di sini, mereka dapat bermain perahu air, sepeda santai, puddle boat dan lain-lain. Mereka sangat senang dengan field trip kali ini karena dapat refreshing sekaligus mendapat pengetahuan yang banyak.

 

Penulis: Ms Tya

Guru Kelas IV