Author Archives: abdilhaqo

andai guruku matahari di siang hari dan rembulan di malam hari

Standard

Pagi itu suasana di Dusun Sejambu Desa Kesongo terasa amat sejuk seperti biasanya.Sebuah desa yang layaknya taman surga karena letak geografisnya yang sangat strategis, dengan hamparan sawah yang luas menghijau serta dikelilingi danau yang indah dengan air yang bening (RAWA PENING) sarat dengan kekayaaan alamnya sehingga mampu mencukupi hajat hidup masyarakat pedesaan disekitarnya, dan lebih sempurna lagi panoramanya karena desa itu dikelilingi bukit-bukit dengan pepohonan yang lebat.

Seperti biasanya pula anak2 sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah) bermain bersama berlarian saling kejar2an (petak umpet), ada pula sekelompok anak2 yang sedang asyik berrmain gerobak sodor, masih di area yang sama sekelompok anak2 yang lain sedang bermain loncat karet, namun mendadak sontak mereka akan  serempak berlari menuju ke kelasnya masing-masing manakala mendengar lonceng berbunyi pertanda sekolah sudah masuk.Lalu dengan penuh khidmad menunggu sembari berharap penuh rindu akan kehadiran sang guru yang mereka hormati. Sang guru tersebut bagi mereka laiknya bagai matahari di siang hari dan rembulan di malam hari.Kehadirannya amat dibutuhkan dan dirindukan karena keikhlasannya dalam menularkan ilmunya, keberadaannya menyejukkan hati karena kasih sayangnya yang tulus. Sebuah sosok dan figur yang terukir dan terpatri di hati hingga menjadi obsesi hampir disetiap murid.Sungguh mulia menjadi seorang guru yang bagai matahari di siang hari dan rembulan di malam hari.

Kenangan itu serasa masih dipelupuk mata padahal kejadian itu sudah hampir tiga puluh tahun berlalu.

Kini,segalanya sudah berubah.Mula-mula gejala alam akibat keserakahan manusia yang berujung terjadinya bencana  bertubi-tubi, disusul dengan kemajuan teknologi yang melesat tanpa bisa dibendung,tragisnya usernya (manusia)tidak dibekali dengan pondasi aqidah dan akhlak yang kuat dan kokoh.Sehingga guru banyak mengalami kesulitan dan hambatan dalam menanamkan caracter building pada anak didik disatu  sisi, sementara  anak didik kurang begitu yakin dengan keikhlasan dan kasih sayang dari guru dalam berbagai interaksinya di sisi lain.Kondisi ini diperparah oleh sebagian besar orang tua selaku wali murid yang kurang bahkan tidak peka dan tidak peduli terhadap perkembangan  psikhis dan fisiologis anak. Hal ini ditandai dengan persepsi sebagian besar orangtua (wali murid) yang menganggap di sekolah segala permasalahan anaknya sudah teratasi, sementara orang tua tinggal menunggu dan melihat hasilnya.

Dalam kondisi seperti ini hal yang dibutuhkan adalah kearifan dari berbagai pihak dan elemen lembaga pendidikan untuk saling  proakatif mengambil peran positif sehingga terbangun sinergi diametral sesama stake holder. Dengan tujuan adanya satu persepsi dalam mendidik anak yang kelak diharapkan menjadi generasi yang unggul dalam iptek dan tangguh dalam imtak.Tentu semua itu belum cukup untuk mewujudkan masyarakat madani yang mumpuni kecuali semua sepakat untuk senantiasa menjalankan segala aktivitas sesuai dengan sunnah-sunnah Rasululoh sallallohu alaihi wa sallam khususnya dalam hal yang terkait dengan ubudiyah, karena hanya beliaulah satu-satunya sosok uswah hasanah.

Bismillah.

ditulis oleh :asrori abdil haq

(guru sdit al hikmah)

Advertisements

mutiara yang masih berlumur lumpur

Standard

mula-mula kugali lahan yang subur itu sejengkal demi sejengkal, secangkul demi secangkul.

sesekali berhenti sejenak tuk menyeka butiran keringat di dahiku.Lalu kulanjut lagi hingga akhirnya sampailah pada satu lapisan lahan yang paling dasar, sragh…..suara itu cukup mengagetkanku hingga aku terhenyak.Samar-samar dari dasar galian itu menyeruak sinar tipis disela-sela gumpalan tanah yang berlumpur, kuangkat pelan-pelan benda padat bersinar itu kuseka penuh hati-hati benda berlumur lumpur yang cukup padat itu.

Sungguh tidak mudah membersihkannya, namun dengan penuh kasih sayang dan tak pernah ada kata putus asa akhirnya terlihat semakin jelas benda padat itu adalah mutiara.

Bayangkan kalau seandainya lahan itu adalah sdit alhikmah tempat kita berekspresi dan memberikan pelayanan terbaik untuk anak didik kita. Dan mutiara itu adalah anak didik kita.Subhanallah, sdit alhikmah ini akan dipenuhi mutiara yang bersinar terang.

namun memang tidak mudah, karena dituntut untuk selalu sabar dan berupaya maksimal. Satu hal kita harus mempu melihat potensi akademik yang dimiliki oleh setiap anak untuk memudahkan pendekatan terhadap anak sesuai dengan style mereka. Kunci suksesnya adalah gaya mengajar kita harus sama dengan gaya belajar siswa, sembari kita berdoa dan bertawakkal.                                                                           bekasi, 6 agustus 2012

oleh asrori (guru sdit alhikmah)

ujian itu ada, cobaan itu ada

Standard

kadang seseorang itu sulit melihat punggungnya sendiri, seringkali seseorang itu hanya pandai melihat kelemahan orang lain tapi tidak pada diri sendiri, sehingga ketika Allah subhanahu wa ta’ala menguji dirinya  membuat dia terhenyak, subhanalloh ternyata ujian yang menimpa dirinya jauh lebih dahsyat dan rumit dibanding musibah yang ,menimpa orang lain. sungguh ujian itu ada dan cobaan itu nyata bukan omong kosong.maka senantiasa berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala aga senantiasa diberi kekuatan dan kemudahan dalam menyelesaikan masalah yang timbul, amin.sdit al hikmah bintaara.

sabtu spesial ramadhan

Standard

selepas santap sahur, dikala asupan gizi memenuhi sel-sel dalam tubuh, maka jangan biarkan energi terbuang sia-sia hanya karena ingin memanjakan diri untuk tidur mendengkur. ingatlah sejatinya makan dan minum itu hanya sebatas sarana sababiyah agar kita bisa bertahan hidup kemudian melakukan aktivitas manusiawi, terlebih di bulan ramadhan Allah subhanahu wa ta’ala menggelar bazar pahala disetiap waktu dan kesempatan bagi para hamba yang menggunakan akalnya.

subhanalloh, sabtu ini amat spesial dalm rumah tangga sederhanaku.aku laksanakan tugas pertamaku di hari itu dimulai ba’da subuh setelah sejenak bertadarrus sekeluarga dengan berdiskusi dan tanassuh dengan istri dan anak.mula-mula mengevaluasi kegiatan anak-anak, kemudian berlanjut dengan menyusun planning kegiatan mingguan.

ketika waktu beranjak menunjuk pukul 06.30 aku bersiap untuk berangkat bekerja menuju ke sekolah tempat aku berekspresi  mengasah kemampuan dan potensi.

rapat pekanan dg guru menjadi agenda pertama dilanjut dg pelayanan terhadap tamu. alhamdulillah wawasan konselling menjadi bertambah tatkala mendengar keluh kesah tamu (wali murid) yg sharing  problem solving tentang anaknya.Betapapun rumitnya permasalahan insya Allah, Allah subhanahu wa ta’ala kasih solusinya kalau kita berani menghadapinya dan berusaha maksimal memikirkan jalan keluarnya, guru adalah menusia super yang idealnya tidak pernah menyerah mengadapi romantika dan problematika anak didiknya di sekolah, bismillah.

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini