MATERI TANGGUNG JAWAB DIRI DALAM BELAJAR ( IQ, EQ, DAN SQ )

Standard

Meningkatkan kemampuan belajat tidak hanya dengan disiplin, tetapi juga dilakukan dengan penuh rasa tanggung jawab dan bersungguh-sungguh. Kegiatan belajar tidak hanya menuntut IQ, tetapi juga harus diimbangi dengan EQ dan SQ. Sebelum kita membahas apa itu IQ, EQ, dan SQ, mari kita mengenal bagian dan fungsi dari otak dan hati kita.
A. Otak
1. Mengenal Bagian Otak
Otak manusia terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu otak besar ( Serebrum ) dan otak kecil ( serebelum ). Keduanya memiliki ukuran dan fungsi yang berbeda-beda.
a. Otak Besar ( Serebrum )
OTAK KANAN OTAK KIRI
SENI, MUSIK BERFIKIR
VISUAL PENALARAN
EMOSI LOGIKA, MATEMATIKA, SAINS
KREATIVITAS BAHASA
Otak besar terbagi menjadi dua bagian, yakni otak besar belahan kanan yang dikenal sebagai otak kanan dan otak besar belahan kiri yang lebih populer dengan sebutan otak kiri. Berikut perbedaan fungsi antara otak kanan dan otak kiri.
Setelah kita mengetahui fungsi otak kanan dan otak kiri, maka dapat disimpulkan bahwa otak besar belahan kanan menentukan keseluruhan kecerdasan emosional (EQ) seseorang, sedangkan belahan kiri menentukan keseluruhan kecerdasan intelektual (IQ).
b. Otak Kecil (Serebelum)
Otak kecil berfungsi untuk mempertahankan hidup dan mengendalikan koordinasi gerak tubuh.
B. Hati Nurani / Qalbu
Qalbu berbeda dengan hati. Jika hati berfungsi sebagai penawar racun dan penghasil empedu untuk mengemulsikan lemak, maka qalbu berfungsi sebagai pengontrol kerja nafsu dan alarm otomatis saat melakukan perbuatan malasuai. Seseorang yang pandai mengelola kalbunya sehingga dalam perilakunya tercermin tak pernah terputus hubungannya dengan Tuhan yang Maha Esa. Artinya, seseorang tersebut memiliki SQ yang sangat tinggi. Oleh karena itu, sangat penting memiliki kecerdasan spiritual (SQ).
C. IQ, EQ, dan SQ
1. IQ
IQ atau intellegence quotient merupakan kecerdasan intelektual. IQ merupakan modal dasar keberhasilan dalam bidang non-akademik. IQ terbagi ke dalam 8 golongan.
IQ KLASIFIKASI
0 – 25 Cacat Berat / Idiot
25 – 50 Cacat Agak Berat / Embisil
50 – 75 Cacat Ringan / Debil
75 – 85 Lamban Belajar / Slow LearnerIQEQSQ
90 – 110 Normal / Rata-rata
110 – 125 Di atas rata-rata / Superior
125 – 140 Gifted
140 – 200 Genius

Hubungan IQ dengan Sekolah
IQ Tingkat Pendidikan
80 – 90 Sekolah Dasar
90- 110 Sekolah Menengah
Di atas 110 Perguruan Tinggi

IQ bersifat menetap, namun tidak mutlak karena masih bisa berubah lagi bila kita berusaha keras untuk mengubahnya.
2. EQ
EQ atau emotional quotient sangat berbeda dengan IQ. EQ mengatur hubungan antar-manusia dengan manusia. Orang-orang yang memiliki IQ tinggi sering kali mempunyai EQ yang kurang baik dan cenderung asosial. Namun tidak berarti orang yang cerdas secara emosional mempunyai IQ yang tinggi. Justru mereka yang cerdas secara emosi banyak yang berhasil di masyarakat karena kecerdasannya dalam membangun dan menjalin hubungan dengan orang lain.
Kecerdasan emosi dapat berubah kapan saja, pelan-pelan atau drastis tergantung dari keinginan individu itu sendiri dan lingkungan yang dimasukinya.
3. SQ
SQ atau spiritual quotient merupakan kemampuan seseorang manusia berhubungan dengan Tuhan. Orang yang rajin beribadah kepada Tuhan akan memiliki hati nurani yang terang, yang sangat membantu mengontrol pikiran ataupun perasaannya.

D. Cara Melatih IQ, EQ, dan SQ
No Jenis Kecerdasan Cara Melatih
1 IQ Belajar dengan cara yang benar, banyak membaca, sering latihan, selalu mengerjakan PR dan tugas-tugas, menghafal dengan rutin
2 EQ Kalau tidak bisa tanya teman atau guru, dicoba sendiri sampai bisa; belajarnya dengan tekun mulai dari yang mudah dulu terus bertahap kepada yang sulit; jangan cepat menyerah, sabar; kalau sudah bisa mengerjakan soal yang biasa, lalu tingkatkan dengan soal-soal yang baru yang lebih sulit dan menantang untuk melatih kreativitas.
3 SQ Selalu berdoa sebelum dan sesudah belajar, selalu ingat Tuhan. [Ms. R]

About Admin Al Hikmah

ekolah Internasional Plus dengan tetap menjadikan pesan-pesan Dienul Islam sebagai rujukan yang utama dan pertama yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah. Metode- metode mutakhir seperti SAL (Student Active Learning), Multiple Inteligence (Kecerdasan Majemuk), Pendekatan Pengajaran Tematik, Multilingual (Pengantar Tiga Bahasa), sistem penilaian melalui Rapor Narasi, dll. Insya Allah akan lebih mengoptimalkan seluruh Input, Proses, dan Output dalam kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s