Monthly Archives: February 2015

BELAJAR EFEKTIF DENGAN GAYA BELAJAR YANG MENYENANGKAN

Standard

senang belajarBelajar adalah proses dari tidak tahu menjadi tahu. Untuk mencapai hasil yang maksimal, maka perlu adanya perencanaan sebelum belajar agar belajar berjalan efektif dan efesien. Lalu, apa yang dimaksud belajar efektif dan efisien?
Belajar efektif dan efisien adalah belajar yang terarah dan tepat sasaran, waktu dan tepat guna.
Langkah-langkah belajar efektif dengan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. Niat
2. Memiliki catatan lengkap, teratur dan rapi
3. Konsentrasi / memusatkan perhatian
4. Memotivasi diri, misal nya dengan bertanya apabila belum mengerti dengan pelajaran.
5. Kreatif
6. Ajarkan teman apabila mereka belum mengerti.
Untuk menunjang belajar yang efektif diperlukan dukungan, seperti:
1. Suasanan rumah tenang, ada tempat belajar, ada waktu yang telah ditentukan
2. Belajar harus dialami secara langsung
3. Tumbuhkan semangat membaca
4. Gunakan waktu secara efektif untuk belajar.
Memang tidak mudah untuk melaksanakan belajar efektif tetapi paling tidak anda harus mencoba dengan cara, metode 3M, yaitu:
1. Mulailah dari diri anda sendiri untuk melakukan perubahan
2. Mulailah bekerja dari hal-hal yang kecil dan mudah, dan terus bertahap sampai yang lebih besar atau sulit.
3. Mulailah melakukan dari sekarang juga, jangan menunda-nunda waktu walau sedetik.
Dalam belajar banyak cara atau teknik yang dapat dilakukan. Untuk salah satu belajar efektif dan efisien adalah dengan gaya belajar yang menyenangkan. Setiap gaya belajar merupakan kekuatan keunikan untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal bagi setiap orang. Gaya belajar ada 3 yaitu: gaya belajar visual, Auditori, dan Kinestetik. Setiap orang memiliki gaya belajar, akan tetapi hanya satu lah yang paling dominan.

A. Visual (belajar dengan cara melihat)
Seorang pelajar yang memiliki tipe gaya belajar visual akan terdorong dalam belajar dengan membuat simbol-simbol dan gambar-gambar dalam catatan.

 Ciri-ciri gaya belajar visual :
a. Bicara agak cepat
b. Mementingkan penampilan dalam berpakaian/presentasi
c. Tidak mudah terganggu oleh keributan
d. Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
e. Lebih suka membaca dari pada dibacakan
f. Pembaca cepat dan tekun

B. Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Pelajar yang memiliki gaya belajar auditori mereka lebih suka mendengarkan cerita serta mengulang-ulang informasi, lebih suka merekam dengan kaset dari pada mencatat.
 Ciri-ciri gaya belajar auditori :
a. Berbicara sendiri pada saat belajar
b. Mudah terganggu dengan keributan
c. Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
d. Kesulitan untuk menulis, tapi hebat dalam bercerita
e. Suka mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat.
C. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh)
Pelajar yang memiliki tipe gaya belajar kinestetik menyukai belajar dengan gerakan-gerakan.
 Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
a. Berdiri lebih dekat saat berbicara dengan seseorang
b. Suka menggunakan jari untuk menunjuk pada saat membaca
c. Suka mengetuk-ngetuk pena, jari atau kaki pada saat mendengarkan
d. Suka menulis saat sedang membaca sesuatu, senang [Ms. LF]

Advertisements

Babak penyisihan O2SN

Standard

C360_2015-02-25-08-33-38-702

Gembira penuh peluh yang dirasa oleh sebagian siswa/i SDIT Al-Hikmah yang mengikuti lomba O2SN – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional – walaupun masih babak penyisihan mereka tetap semangat mengikuti jalannya lomba, hari ini Rabu 25 Februari 2015 mereka buktikan bertempat di SD Bintara Jaya 1

Beragam lomba di gelar dimulai dari lomba tradisional ada jalan bakiak yang jumlah setiap persertanya lima orang mereka harus kompak dipimpin satu komando kanan kiri kanan kiri gerak langkah mereka berirama, tidak balap-balapan dengan pesaing sekolah lain, namun mereka harus berpacu dengan detikan stopwatch.

                                       C360_2015-02-25-09-33-18-289    C360_2015-02-25-09-48-17-311
Ada jalan egrang, yap kaki bambu panjang yang harus mereka naiki, tidak punya keseimbangan jatuh dan harus memulai kembali di awal garis start. ada juga galasin atau saya lebih mengenalnya gobak sodor

C360_2015-02-25-10-00-13-762

Selain olah raga tradisional ada juga tenis meja dan atletik. Walaupun Tidak sampai juara anak-anak SDIT Al-Hikmah patut diacungi jempol.

KEMAMPUAN MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI

Standard

percaya diriApa itu percaya diri?
Percaya diri adalahkondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.c
Orang yang dapatmenonjolkankemampuanataukelebihandirinyaberarti orang tersebutsudahmemilikikepercayaandiri.Kepercayaandiriadalah kondisi mental atau psikologis seseorang, dimana individu dapat mengevaluasi keseluruhan dari dirinya sehingga memberi keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan tindakan dalam mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.
Seseorang yang mempunyaikepercayaandirirendahataurendahdirimakaakancenderungmerasaataubersikap, sebagaiberikut :
a. Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh sungguh.
b. Tidak memiliki keputusan yang pasti
c. Mudah frustasi ketika menghadapi masalah atau kesulitan
d. Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah
e. Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)
f. Canggung dalam menghadapi orang
g. Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan
h. Sering memiliki harapan yang tidak realistis
i. Terlalu perfeksionis
j. Terlalu sensitif (perasa)

Perasaantidakpercayadiridikarenakandalamdirikitaadaperasaan minder ataurendahdiri.Timbulnya rasa minder atau rendah diri ialah salah satu jenis perilaku yang tidak komunikatif dan tidak mau berinteraksi.Seseorang yang merasa minder ataurendahdirimakakepercayaandirinyarendah.Seseorang yang minder biasanyamempunyaipolaperilaku, sebagaiberikut :
• Merasa diri rendah, bodoh, tidak mampu, tidak pantas, dsb.
• Kesulitan dalam bergaul, susah mendapatkan teman baru.
• Merasa kurang nyaman jika ada seseorang yang mendekatinya.
• Tidak berani memulai percakapan atau perkenalan dengan orang lain.
• Malu mengungkapkan ide atau pendapatnya kepada orang lain.
• Demam panggung, takut berbicara di depan umum (public speaking phobia).
• Ketika masuk dalam lingkungan baru, dia cemas dan takut kalau orang-orang di lingkungan baru tersebut menolak atau tidak menyukainya.
• Suka menyendiri karena merasa tidak ada yang mau berteman.
• Tegang atau grogi ketika berhadapan dengan orang lain yang baru dikenal sehingga tingkah lakunya terlihat kaku.
• Merasa bahwa orang lain selalu memperhatikan kelemahannya.
• Menganggap orang lain lebih hebat daripada dirinya.
• Membandingkan kelemahan dirinya dengan kelemahan orang lain.
• Sensitif terhadap perkataan orang lain, meskipun hanya bercanda.
• Sering menolak apabila diajak ke tempat-tempat yang banyak orang.
• Tidak berani menerima tanggung jawab yang besar karena takut gagal.
• Kecewa pada diri sendiri karena tidak percaya diri, dan marah kepada orang lain yang tidak memperhatikan atau menghargainya.
• Sering murung, mudah merasa sedih, dan lelah.
• Kurang semangat dalam menjalani aktivitas dan mudah menyerah.
• Sering melamun, dan mungkin masih banyak lagi.
Bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri? Bagaimana cara menghilangkan sifat rendah diri terutama pada remaja. Meningkatkan rasa percaya diri adalah cara paling ampuh untuk menghilangkan sifat rendah diri. Ketika kita sudah mampu memperoleh kepercayaan diri, maka dengan sendirinya, sifat rendah diri itu akan hilang. Ada beberapa tips yang bisa dijalani untuk meningkatkan kepercayaan diri.
1. Berkonsentrasi pada kekuatan bukan pada kelemahan.
2. Mencoba hal baru
3. Menggunakan citra positif
4. Meningkatkan skill percakapan
5. Jadilah diri sendiri
6. Rasa Malu/minder.
7. Jangan Takut Akan Kesempurnaan.
8. Jangan Takut Akan Kegagalan.
9. Tingkatkan Setiap Hari. [Ms. M]

Biografi: Fia, Si Sulung yang Sarat Prestasi

Standard

fia edit

Namaku Indy Alifia Balqis. Biasanya teman-teman memanggilku Fia. Aku berjenis kelamin perempuan dan lahir pada tanggal 22 Februari 2004. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Adikku bernama Indri Noura Kalyca. Umurnya masih 4 tahun. Meski aku terlahir dari keluarga sederhana dan aku sangat bahagia. Aku bersyukur punya ayah dan bunda yang hebat karena merekalah aku bisa seperti sekarang ini.

Read the rest of this entry

Aside

Pada semester kedua ini SDIT Al Hikmah mempunyai sarana baru untuk berkomunikasi dengan para stakeholder seperti orang tua, masyarakat, bahkan pemerintah. Sarana tersebut bernama Bulletin Al Hira. Al Hira diambil dari kata Al Hikmah Bintara. Awalnya nama yang akan dipakai adalah Bulletin Al Hikmah. Semua sudah fix karena sesuai dengan nama SDIT Al Hikmah. Tapi karena ada media lain, dan atas masukan dari kepala sekolah, maka dipakailah Bulletin Al Hira; Bulletin Al Hikmah Bintara.

Buletin Al-Hira

Bulletin ini diterbitkan bukan hanya sebagai media komunikasi dengan para pemangku kepentingan tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, pengembangan potensi serta aktulisasi skill dan kemampuan peserta didik. Jadi setiap siswa yang menimba ilmu di SDIT Al Hikmah bisa mengirimkan karyanya kepada Redaksi Al Hira untuk diterbitkan.

Bulletin ini direncanakan akan terbit satu kali dalam satu bulan. Dan pada bulan Februari ini, pada penerbitan perdana ini, mengangkat berita tentang Fia, si sulung dari dua bersaudara yang mempunyai hobi menulis dan sarat dengan prestasi seperti mengikuti OSK dan berkesempatan bertemu dengan para pesohor di negeri ini seperti Anis Baswedan, Abu Rizal Bakrie, Prof Surya dan lain-lain. Prestasi terbaru dari siswi yang sekarang duduk di kelas enam ini adalah peraih nilai tertinggi pada Try Out Akbar Putaran IV yang diselenggarakan oleh Bimbel MSC 2015.

Selain itu, ada juga sambutan dari Kepala Sekolah SDIT Al Hikmah, berupa dukungan dan motivasi agar pada penerbitan selanjutnya lebih baik, bermakna dan profesional. Dan berharap Bulletin Al Hira dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh komponen Al Hikmah.

Buletin Al-Hira

Dan yang terakhir adalah berita tentang Field Trip yang telah dilaksanakan di awal Januari ke TranStudio, Bandung. Pada berita berjudul Al Hikmah Goes 2 Transtudio tersebut redaksi menguraikan awal mula perjalanan, selama perjalanan yang diwarnai oleh games yang menarik sehingga siswa tidak boring, kegiatan yang dilakukan di TranStudio hingga kembali ke SDIT Al Hikmah, Bintara Bekasi Barat. Tidak lupa diceritakan tujuan dari Field Trip ini.

Pada penerbitan selanjutnya Bulletin Al Hira juga akan diisi dengan materi keagamaan dari pemateri yang berkompeten.

Semoga bisa istiqamah dan menjadi lebih baik. Aamiin yaa rabbal aalamiin. (syauqii)

Bulletin AL Hira Media Komunikasi dengan Orang Tua Siswa, dan Masyarakat