Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 64 ( Insya Allah )

Standard

TIGA HAL

YANG WAJIB DI KETAHUI & DIAMALKAN

SETIAP MANUSIA.

Ketahuilah, Rohimakalloh (somoga Allah subhaanaahuwata’aalaa merahmatimu), sesungguhnya wajib bagi kita mempelajari empat masalah. Pertama, Ilmu , yaitu mengenal Allah Subhaanaahuwata’aalaa, kemudian mengenal Nabi-Nya shallallahu’alaihiwasallaam, dan mengenal agama islam berdasarkan dalil-dalil. Kedua, mengamalkannya ; ketiga, mendakwahkannya ; keempat , bersabar terhadap gangguan di dalamnya.

1 Ilmu

Ilmu adalah mengetahui sesuatu sesuai dengan hakekatnya. Ilmu di bagi menjadi 2 bagian, yaitu Ilmu Dhoruridan Ilmu Nazhori. Ilmu Dhoruri adalah yang obyek pengetahuan di dalamnya bersifat semi pasti dan tidak perlu pemikiran dan pembuktian contoh : pengetahuan tentang api itu panas. Ilmu Nazhori adalah yang membutuhkan pemikiran dan pembuktian. Misalnya pengetahuan mengenai kewajiban berniat dalam berwudhu.

Dengan Ilmu itu wajib bagi kita :

A. Mengenal Allah Subhaanaahuwata’aalaa.

Maksudnya mengenal Allah subhaanaahuwata’aalaa dengan hati, yang berakibat kepada penerimaan syari’at yang di tetapkan-Nya, serta sikap menjadikan syariat-Nya yang di bawa oleh Rasul-Nya Shallallahu’alaihiwasallam sebagai penentu hukum. Seorang hamba bisa mengenal Robbnya dengan memperhatikan ayat-ayat syar’iyyah yang terdapat dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihiwaallam serta memperhatikan ayat-ayat kauniyah yang terdapat pada makhluk Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Karena semakin seseorang memperhatikan, maka semakin bertambahlah pengetahuannya tentang penciptanya dan Tuhan Yang di ibadahinya.

Allah Subhaanahuwata’aalaa berfirman :

Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?

(QS AdzDzaariyaat : 20- 21)

B. Mengenal Nabi-Nya shallallhu’alaihiwasallam.

Maksudnya mengenal atau mengetahui Rasulullah Muhammad Shallallu’alaihiwasallam dengan pengetahuan yang mengakibatkan penerimaan kepada petunjuk dan ajaran benar yang dibawa oleh beliau, membenarkan hal yang di kabarkannya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya, menjadikan syari’atnya sebagai sumber hukum dan rela menerima ketentuan yang di tetapkannya.

Allah Subhaanaahuwata’aalaa berfirman :

Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu(Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS : An Nisaa’ : 65)
Allah Subhaanaahuwata’aalaa berfirman :
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS : An Nuur : 51)

Allah Subhaanaahuwata’aalaa berfirman :

…………maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS : An Nuur : 63)

C. Mengenal Islam.

Makna islam secara umum adalah beribadah kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa dengan syari’at yang telah di tetapkan-Nya, sejak Allah Subhaanaahuwata’aalaa mengutus para Rasul hingga terjadinya hari kiamat kelak. Allah Subhaanaahuwata’aalaa menyebutkan hal ini dalam banyak ayat yang menunjukkan bahwa seluruh syariat yang ada pada masa dahulu, merupakan wujud dari Islam (Ketundukan) kepada Allah Subhaanahuwata’aalaa. Allah Subhaanaahuwata’aalaa berfirman :

(Ibrahim’alaihissalaam berdoa)Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau(QS : Al baqarah : 128).

Sedangkan Islam dalam arti khusus setelah di utusnya Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam yaitu syari’at yang di bawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. Sebab Syri’at yang di bawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam telah menghapus seluruh syari’at terdahulu. Barang siapa mengikutinya dia muslim barang siapa yang menentangnya dia bukan muslim. Pengikut para Rasul di zaman mereka di sebut sebagai muslim. Orang-orang yahudi adalah muslim di zaman Nabi Musa ‘alaihissalaam. Orang Nasrhani adalah muslim di zaman Nabi Isa ‘alaihissalaam. Adapun setelah nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam di utus, lantas kafir kepada beliau atau ingkar maka dia bukan muslim.

Islam inilah satu-satunya agama yang di terima di sisi Allah Subhaanaahuwata’aalaa dan yang berguna bagi penganutnya.

Allah Ta’aalaa berfirman :

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.( QS : Ali ‘Imran : 85).

2 Mengamalkannya(Ilmu).

Artinya melaksanakan konsekuensi-konsekuensi pengetahuan tersebut, yaitu beriman kepada Allah Ta’aalaa dan menta’ati-Nya dengan cara melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meningggalkan larangan-larangan-Nya, baik dalam ibadah Khoosoh maupun ibadah muta’adiyah. Contoh ibadah Khooshoh adalah shalat, puasa, haji. Sedangkan contoh ibadah muta’adiyah adalah amar ma’ruuf nahi mungkar, jihad fi sabiilillah,, dan sebagainya.

Hakekatnya amal adalah buah daripada ilmu. Siapa beramal tanpa ilmu, ia seperti orang Nashrani, dan Siapa berilmu namun tidak beramal, ia menyerupai orang Yahudi.

3 Mendakwahkannya

Maksudnya adalah mendakwahkan Syariat Allah Ta’aalaa yang di bawa oleh Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. Tahapannya ada tiga atau empat.

Allah ta’aalaa berfirman :

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik………..(QS : An Nahl : 125)

Tahapan yang ke empat adalah :

Allah Ta’aalaa berfirman :

Dan janganlah kamu berdebat denganAhli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik (QS : Al ‘Ankabuut : 46).

Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda dalam hadits yang di riwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al ilmu Bab : “Man Sanna Sunnatan hasanatan au Sayyiatan” Yaitu sabdanya :

Barangsiapa mengajak kepada petunjuk, maka ia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Barangsiapa mengajak kepada kesesatan, maka I mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.

4 Sabar.

Maksudnya adalah menahan diri untuk tetap menta’ati Allah Ta’aalaa, tidak bermaksiat kepada-Nya, dan tidak membenci takdir-takdir yang di tetapkan-Nya, atau menahan diri untuk tidak membenci, mengeluh dan bosan. Dengan kesabaran, seseorang senantiasa giat mendakwahkan agama Allah Ta’aalaa, sekalipun disakiti, karena penganiayaan terhadap da’I (Penyeru kepada kebaikan)

Merupakan hal yang biasa di lakukan manusia,kecuali mereka yang mendapat petunjuk dari Allah Ta’aalaa.

Allah Ta’aalaa berfirman :

Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka (QS : Al An’aam : 34).

Semakin keras penganiayaan terhadap seorang da’I, maka semakin dekat pertolongan Allah Ta’aalaa. Pertolongan Allah Ta’aala tidak harus di berikan-Nya ketika masih hidup, saat ia masih bisa melihat pengaruh dakwahnya terwujud, akan tetapi bisa saja pertolongan itu datang setelah wafatnya, misalnya Allah Ta’aalaa menjadikan hati segenap manusia mau menerima dakwahnya dan berpegang teguh kepadanya. Hal ini termasuk pertolongan Allah Ta’aalaa kepada sang da’I, meskipun ia telah wafat. Karena itu, seorang da’I harus bersabar dan konsisten menjalankan dakwahnya. Ia harus bersabar menjalankan agama Allah yang di dakwahkannya. Ia juga harus bersabar menghadapi gangguan yang menimpa dirinya. Lihatlah para Rasul Shalawatullah wa salaamuhu ‘alaihim juga di ganggu dengan perkataan dan perbuatan.

Sebagaiman Firman Allah Ta’aalaa :

Demikianlah tidak seorang rasulpun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: “Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila.” (QS : Adz Dzaariyaat : 52)

Dan sebagaimana juga Firman Allah Ta’aalaa :

Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong (QS : . Al Furqaan : 31).

Oleh karena itu, wajib bagi seorang da’i (penyeru kepada kebenaran) bersabar

dan mengharap pahala dari sisi Allah Ta’aalaa.
Sabar itu ada tiga macam :

1 Sabar dalam menta’ati Allah Ta’aalaa.

2 Sabar dalam meningggalkan hal-hal yang di haramkan oleh Allah Tabaaroka wa Ta’aalaa.

3 Sabar menjalani takdir yang di timpakan oleh Allah Ta’aalaa baik yang tanpa melalui perantaraan tangan manusia maupun yang melalui perantaraan manusia berupa gangguan dan penganiayaan.

Dalilnya adalah sebagaimana Firman Allah Ta’aalaa :

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh serta saling nasehat-menasehati untuk menegakkan kebenaran dan nasehat-menasehati untuk menetapi kesabaran (QS : Al ´Ashr : 1-3).

Imam Assyafi’ii Rohimahullah mengatakan :

Seandainya Allah Ta’aala tidak menurunkan hujjah (Argumen) Selain surat ini Niscaya telah cukup bagi mereka.

Maksud beliau rohimahullah adalah bahwa cukup bagi manusia untuk mendorong manusia berpegang teguh kepada keimanan, amal shaleh, dakwah kepada Allah Ta’aalaa dan kesabaran di atas itu semua. Yang beliau maksudkan bukanlah bahwa surat ini cukup bagi manusia untuk menjelaskan seluruh syari’at islam.

Ucapan beliau Rohimahullah “Seandainya Allah Ta’aala tidak menurunkan hujjah(Argumen) Selain surat ini Niscaya telah cukup bagi mereka” karena jika seseorang yang mempunyai akal dan pikiran sensitive, mendengar dan membaca surat ini, Pasti berusaha menyelamatkan diri dari kerugian, dengan berusaha memiliki 4 sifat ini yakni iman, amal shaleh saling menasehati untuk melaksanakan kebenaran, dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.

Oleh karena itu wajib bagi setiap manusia untuk mempelajari TIGA HAL TERSEBUT yaitu ;

1. Mengenal Allah Ta’aalaa.

2. Mengenal Nabi-Nya (Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam)

3. Mengenal Agamanya.

Hal yang telah disebutkan diatas (mengenal Allah Ta’aalaa, Nabi-Nya, Agamanya) itu termasuk AQIDAH. Aqidah itu wajib di pelajari oleh setiap orang yang berakal dan wajib di amalkan,. apabila ia telah mengetahuinya yaitu mengetahui Siapa Tuhannya, Siapa Nabinya, dan Apa agamanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s