jakarta diakhir pekan

Standard

ciri_orang_yang_menghayati_doa

Sobatku semua saya coba untuk berbagi lagi, setelah sobat semua membaca tulisan ini saya mohon tanggapannya apapun isinya saya tunggu.

 

****

 

siang yang lalu saya melakukan perjalanan kedaerah Jakarta diperjalanan saya merasa gondok dengan kemacetan kota jakarta, tradisi macet mungkin sudah tidak aneh lagi bagi penduduk

 

Jakarta dan sekitarnya, tapi yang bikin saya gondok bin jengkel kemacetan ini ditimbulkan oleh kelompok keagamaan yang mengadakan kegitan ditempat itu. Setelah epat jam saya melakukan perjalanan akhirnya keluar juga dari kemacetan. yang biasanya hanya ditempuh dua jam saja. Saya pun kembali menancap gas lagi agar samapi rumah sebelum waktu maghrib. Ternyata saya hanya punya rencana diperjalanpun lagi-lagi saya dijebak macet dan penyebabnyapun sama katanya ada acara tabligh akbar dan seenaknya saja mereka mendirikan tenda ditengah-tengah jalan raya. “Astagfiralloh…..saya hanya bisa mohon ampun kepada Alloh Subhanau Wata’ala.

 

 

****

 

keesokan harinya saya pun harus melakukan perjalan kembali karena saya harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda hari kemarin dan sudah pasti melewati tempat kemacetan kemarin. Sungguh terkejut saya menyaksikan tempat yang kemarin sore dijadikan kegiatan keagamaan yang membuat saya jengkel, ternyata kegiatan itu tidak hanya membuat kemacetan dan membuat hati saya jengkel, tapi juga membuat daerah tersebut dipenuhi sampah yang berserakan dimana.

 

ya …Alloh sebenarnya siapa yang bertanggung jawab semua ini

 

 

****

 

wahai sobat pembaca saya berharap jangan ada sangkaan bahwa perbuatan diatas adalah ajaran dari agama Islam, karena islam adalah agama keselamatan bagi seluruh alam. Yang memerintahkan :

 

 

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

 

Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41). Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya.

 

 

Dan …

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

أمَِطِ الْأَذَى عَنْ طَرِيْقِ النَّاسِ

 

‘Singkirkan gangguan dari jalan manusia’.” (Shahihal-Adabulal-Mufrad no. 168)

 
Allohu a’lam….

 

 

One response »

  1. Semoga di antara mereka ada yang membaca tulisan Mr. Momon, lalau menyebarkannya kepada teman-temannya supaya kebaikan nasihat ini merata di seluruh umat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s