Monthly Archives: June 2013

kunjungan

Standard

Assalmu’alaikum Warohmatullohi Wabarakatuh,

 

 

โ€ฆ..sobat pembaca lagi- lagi saya coba berbagi, dan ini terdorong karena peristiwa kunjungan team sepak bola dari negara belanda pada Jum’at pekan kemarin. Para pemuda pemudi bangsa kita sangatlah senang dan bangga menyambut kedatangan mereka dengan memakai semua atribut dan aksesoris team negara belada, tapi dari pihak yang dibanggakan jangankan menyapa para pencitanya yaitu pemuda indonesia, tersenyumpun tidak….kacian!!!lalu apa yang mereka cari?

 

 

โ€ฆ….menyaksikan peristiwa tadi saya jadi teringat dengan cerita kepala sekolah saya dulu diSMP, cuman ceritanya hapir berbeda, tapi temananya sama yaitu kunjungan lucunya juga sama…

 

 

awal cerita…….

 

Pak Muharam sebutlah nama kepala sekolah kami, beliau menceritakan pengalaman paling lucu didalam kehidupannya, tidak tahu ini pengalaman benar atau tidak yang pasti beliu pernah melakukan kunjungan kedaerah pedalaman Papua yaitu pada masa awal beliu menjabat sebagai pegawai negeri. Katanya sih.. untuk mengetahui model pendidikan yang ada disana. Persiapanpun dari jauh hari sudah dipersiapkan oleh rombongan, begitu juga dipedalam papua sana merekapun mempersiapkan segala sesuatunya hingga tibalah waktunya kunjungan. Dipesawat semua rombongan sudah bersiap-siap dengan segala aksesoris dan penampilan ala papua katanya untuk menghormati tuan rumah. Dan akhirnya mendaratlah pesawat ditempat yang dituju yaitu negeri Papua.

 

 

โ€ฆ…oooh ternyata,, setelah mendarat mereka semua kaget bercampur lucu baik dari pihak tuan rumah yang melihat tamunya dari pulau jawa dengan mengenakan semua atribut dan aksesoris ala Papua yaitu tanpa busana yang akhirnya kelihatan bodoh, begtu juga sebaliknya robongan yang baru turun dari peswat mereka merasa kaget juga, sebab yang menyambut mereka berbusana jas lengkap dengan dasi dan sepatu dan alasannya satu untuk menghormati tamu.

 

 

Pompa Semangat

Standard

Gambar ini diambil setahun silam, Agustus 2012. Tulisan-tulisan pada gambar itu terpampang di papan reklame di salah satu jembatan besar (saat ini ada 3 jembatan besar yang menghubungkan Kediri bagian timur dengan bagian baratnya) yang menyeberangi Kali Brantas, dahulu sungai terbesar di Jawa Timur. I really miss my hometown.

Entah masih ada atau tidak, menurut gambar ini mencerminkan mentalitas sebagian warga Kediri, kampung halaman penulis. Orang-orang mudanya suka menulis (baca: corat-coret) di sana-sini dan mengucapkan kalimat-kalimat pendek (kadang seperti asal njeplak) yang membangkitkan semangat dan mengingatkan bahwa ‘masih ada harapan’, ‘masih ada jalan’, atau yang semacamnya, sambil mengingatkan sesama kawan agar tetap ‘santai’, ‘keep cool’, dan bahwa ‘Gusti mboten sare’ (Allah tidak pernah tidur).

IMG_2166

Ada dua kalimat di papan itu yang cukup menggelitik bagi penulis pribadi.

1. Kalimat Aja dumeh (kira-kira artinya ‘Jangan merasa tinggi’) tentu saja kalimat yang umum diucapkan di masyarakat Jawa. Penulis ingat, kalimat ini adalah salah satu kalimat yang sering diucapkan oleh Presiden Soeharto, presiden ke-2 Indonesia,

Aja kagetan, aja nggumunan, aja dumeh

‘Jangan terlalu mudah kaget, jangan terlalu mudah kagum, jangan merasa diri tinggi’

Yang unik juga, kalimat berbahasa Jawa tersebut dituliskan juga dalam aksara Jawa (‘Hanacaraka’). Menulis huruf Jawa (Hanacaraka) masih diajarkan di sekolah-sekolah di Kediri (dari SD hingga SLTP) sebagai bagian memelihara budaya bangsa dan menegaskan identitas ke-Jawa-an.

2. Wong ngalah kekasihe Gusti Allah (Orang yang tidak mau menang sendiri/orang yang mau mengalah adalah kekasih Gusti Allah). Semoga benar begitu … ๐Ÿ™‚

Di Kediri masih banyak orang menyebut nama Allah dengan Gusti Allah, seperti cara nenek moyang dulu menyebut nama-nama yang dimulyakan. Orang Jawa biasanya merasa kurang sopan menyebut nama tanpa sebutan.ย  Sebutan-sebutan yang berfungsi memulyakan nama yang disebut cukup banyak, contohnya gusti, kanjeng, sayyidina, imam, kyai, gus.

Sebutan-sebutan semacam itu juga masih sering terdengar sehari-hari, misalnya Kanjeng Nabi (Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam),ย  Sayyidina Abu Bakar dan Sayyidina Umar, Imam Ali. Sebutan kyaiย dan gus tentunya sudah dikenal secara nasional, karena presiden ke-4 Indonesia adalah seorang gus (Abdurrahman Wahid = Gus Dur) dan kakek beliau pun dicanangkan sebagai Pahlawan Nasional, serta baru saja difilmkan (Kyai Hasyim Asy’ari, Sang Kyai).

Artikel ditulis oleh Dany, guru SDIT Al Hikmah, Bintara, Bekasi Barat

jakarta diakhir pekan

Standard

ciri_orang_yang_menghayati_doa

Sobatku semua saya coba untuk berbagi lagi, setelah sobat semua membaca tulisan ini saya mohon tanggapannya apapun isinya saya tunggu.

 

****

 

siang yang lalu saya melakukan perjalanan kedaerah Jakarta diperjalanan saya merasa gondok dengan kemacetan kota jakarta, tradisi macet mungkin sudah tidak aneh lagi bagi penduduk

 

Jakarta dan sekitarnya, tapi yang bikin saya gondok bin jengkel kemacetan ini ditimbulkan oleh kelompok keagamaan yang mengadakan kegitan ditempat itu. Setelah epat jam saya melakukan perjalanan akhirnya keluar juga dari kemacetan. yang biasanya hanya ditempuh dua jam saja. Saya pun kembali menancap gas lagi agar samapi rumah sebelum waktu maghrib. Ternyata saya hanya punya rencana diperjalanpun lagi-lagi saya dijebak macet dan penyebabnyapun sama katanya ada acara tabligh akbar dan seenaknya saja mereka mendirikan tenda ditengah-tengah jalan raya. โ€œAstagfiralloh…..saya hanya bisa mohon ampun kepada Alloh Subhanau Wata’ala.

 

 

****

 

keesokan harinya saya pun harus melakukan perjalan kembali karena saya harus menyelesaikan pekerjaan yang tertunda hari kemarin dan sudah pasti melewati tempat kemacetan kemarin. Sungguh terkejut saya menyaksikan tempat yang kemarin sore dijadikan kegiatan keagamaan yang membuat saya jengkel, ternyata kegiatan itu tidak hanya membuat kemacetan dan membuat hati saya jengkel, tapi juga membuat daerah tersebut dipenuhi sampah yang berserakan dimana.

 

ya …Alloh sebenarnya siapa yang bertanggung jawab semua ini

 

 

****

 

wahai sobat pembaca saya berharap jangan ada sangkaan bahwa perbuatan diatas adalah ajaran dari agama Islam, karena islam adalah agama keselamatan bagi seluruh alam. Yang memerintahkan :

 

 

ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ู ู…ูŽู†ู’ ุณูŽู„ูู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูˆูŽูŠูŽุฏูู‡ู

 

โ€œSeorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.โ€ (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41). Ibnu Baththol rahimahullah mengatakan, โ€œYang dimaksud dengan hadits ini adalah dorongan agar seorang muslim tidak menyakiti kaum muslimin lainnya dengan lisan, tangan dan seluruh bentuk menyakiti lainnya.

 

 

Dan โ€ฆ

 

Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

 

ุฃู…ูŽูุทู ุงู„ู’ุฃูŽุฐูŽู‰ ุนูŽู†ู’ ุทูŽุฑููŠู’ู‚ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู

 

โ€˜Singkirkan gangguan dari jalan manusiaโ€™.โ€ (Shahihal-Adabulal-Mufrad no. 168)

 
Allohu a’lam….