Salah Kaprah Membaca/Menulis/Menggunakan Kata

Standard

Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa resmi di Republik Indonesia. Sebagai bahasa nasional (national language), Bahasa Indonesia adalah bahasa yang menjadi ciri khas/pembeda bangsa (nation) Indonesia di antara bangsa-bangsa (nations) lain. Sebagai bahasa persatuan, Bahasa Indonesia merupakan sarana pemersatu seluruh etnis di Indonesia: Ini adalah ciri khas bangsa Indonesia yang jarang sekali ditemui di negara lain: hampir setiap etnis di Indonesia memiliki bahasa etnis masing-masing. Sejarah telah membuktikan bahwa suku-suku dan etnis-etnis di Indonesia sulit berkomunikasi dan mengkoordinasikan gerakan perjuangan kemerdekaan saat nenek moyang kita belum menyepakati satu bahasa untuk berkomunikasi. Sebagai bahasa resmi, setiap ucapan yang diucapkan dalam Bahasa Indonesia menjadi bernilai hukum dan harus dipertanggungjawabkan. Status-status yang sangat istimewa ini tidak diberikan kepada bahasa lain di Indonesia.

Meskipun menyandang berbagai status yang demikian istimewa, Bahasa Indonesia tetaplah bahasa yang ‘hidup’, diucapkan sehari-hari, bisa berubah, dan mengalami variasi yang acap kali tidak baku (tidak sesuai dengan kaidah yang disepakati para ahli bahasa yang ditunjuk oleh Pemerintah). Beragamnya golongan dan tingkat pendidikan rakyat turut bersumbangsih terhadap kesalahan-kesalahan yang biasa disebut ‘salah kaprah’. Masyarakat sangat biasa mengucapkannya atau menuliskannya, tetapi sebenarnya ucapan/tulisan tersebut tidak benar jika dilihat di kamus atau buku tata bahasa.

Tulisan ini sekedar menyebutkan beberapa ‘salah kaprah’ yang diingat oleh penulis. Jika pembaca ingat kata-kata lain, silakan menambahi dengan cara mengomentari tulisan ini. Asal-usul salah kaprah kata-kata tersebut kadang-kadang terasa lucu, maka semoga tulisan ini bisa sekedar menjadi hiburan di kala senggang.

1. NAHKODA

Yang dimaksud dengan kata di atas adalah pemimpin tertinggi kapal laut. Di kapal militer biasa disebut ‘kapten kapal’. Istilah militer ini kemudian menjadi lebih populer, bahkan diperluas ke kendaraan lain, misalnya pesawat udara. Pilot maskapai sipil biasa disebut ‘kapten’. Pimpinan suatu kapal disebu ‘kapten kapal‘ atau ‘nakhoda‘.

nakhoda_images

Tulisan ‘nahkoda’ tidak benar. Ejaan yang benar adalah ‘nakhoda‘. Ejaan inilah yang tertera dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Istilah ini merupakan serapan dari bahasa asing, yaitu bahasa Parsi/Persia. Istilah ini dibentuk dari dua kata: نا ‘na’ (kapal)+ خدا ‘khoda’ (tuan, pemimpin).

KD Nakhoda-ragam-Naval

Kata nakhoda juga digunakan untuk makna ‘kepala’ atau ‘pimpinan’ suatu organisasi, misalnya dalam kalimat Nurdin Halid telah lama menakhodai PSSI.

2. PASCA-

Kata di atas merupakan awalan yang berarti ‘setelah, sesudah’. Istilah ini biasanya digunakan untuk menerjemahkan kata ‘post-‘ dari bahasa Inggris. Kata ‘post-‘ pun merupakan serapan dari bahasa lain, yaitu bahasa Latin (bahasa bangsa Romawi kuno).

Yang jadi masalah, banyak orang mengucapkannya /paska/padahal tulisannya jelas-jelas dengan huruf C yang seharusnya dibaca /pasca/, persis sama dengan tulisannya.

Mungkin karena terlalu banyak belajar bahasa Inggris, banyak orang Indonesia terbawa-bawa mengucapkan semua istilah asing dengan cara baca bahasa Inggris. Wartawan-wartawan dari media yang terkenal pun ikut-ikut mengucapkan kesalahan ini.Di bahasa Inggris memang umumnya huruf C yang diikuti huruf A akan diucapkan /ka/, misalnya kata car diucapkan /kar/, card diucapkan /kard/, Canada diucapkan /kanada/.

Bisakah semua istilah asing dihantam kromo dengan aturan baca bahasa Inggris?

Kata pasca- memang istilah asing, namun bukan dari bahasa Inggris. Kata ini dari bahasa Sanskerta, artinya sama dengan post-(‘setelah’). Lawan katanya adalah pra- yang berarti ‘sebelum’. Padanan bahasa Inggrisnya adalah pre- (‘sebelum’).

Dalam aksara Dewanagari (huruf yang biasa digunakan untuk menuliskan bahasa Sanskerta), kata tersebut tertulis पश्च. Huruf-huruf pembentuknya adalah प (p)- श (sy)- च (c). Dalam bahasa aslinya pun kata pasca- diucapkan /pasca/. Seandainya kata itu diucapkan /paska/, tulisannya akan menjadi पश्क, dengan huruf-huruf pembentuk प (p)- श (sy)- क (k).

PRE-= PRA-

POST- = PASCA-

Jadi, tidak ada alasan sama sekali mengucapkannya menjadi /paska/. Ucapkanlah /pasca/.

3. SAMURAI

Banyak orang menyebut kata ‘samurai‘ untuk benda yang nampak di gambar di bawah ini.

Katana_Masamune-small

Contoh kalimat yang terucap ketika melihat peragaan kayu dipotong dengan benda di atas, misalnya “Wah, samurainya tajam banget!”

Benda yang ada di gambar di atas adalah senjata khas bangsa Jepang. Dalam bahasa Jepang namanya adalah かたな /katana/. Dalam Bahasa Indonesia artinya yang paling mendekati makna aslinya adalah ‘pedang‘. Katana adalah senjata khas kasta prajurit (samurai) dalam masyarakat Jepang. Berdasarkan aturan yang berlaku dari abad ke-17 hingga abad ke-19, hanya kasta samurai yang boleh menyandang katana. Saat ini aturan tersebut sudah tidak berlaku.

Samurai adalah nama golongan ksatria, kasta prajurit di Jepang di zaman itu. Samurai adalah orang, bukan barang. Pedangnya disebut katana dalam bahasa Jepang.

Dengan demikian, katana adalah ‘pedang samurai‘, yang bermakna ‘pedang milik seorang samurai’. Saya agak pusing dan terkikik-kikik dalam hati jika mendengar ada orang berkata, “Budi membawa samurai dengan tangan kirinya”. Jangan-jangan si Budi baru membunuh seorang samurai, lalu membawanya dengan tangan kirinya?

Kalimat yang lebih masuk akal adalah ‘Samurai itu membawa katana dengan tangan kirinya’.

Sekali lagi, samurai adalah orang orang, bukan barang. Pedang seorang samurai disebut katana.

Bersambung,  إنشاء الله.

<Artikel ini ditulis oleh Dany, guru SDIT Al Hikmah Bintara, Bekasi Barat>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s