Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 60 ( Insya Allah )

Standard

Buah Manis dari BERSEDEKAH Kepada KUCING

kucing-makan

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim … SYAIKH ‘Abdul Hadi Badlah, IMAM Masjid Jami’ur RIDHWAN di Halab SYIRIA, pernah bercerita, “Di awal PERNIKAHANKU, Allah telah menganugerahkan­ kepadaku ANAK yang PERTAMA. Kami sangat bergembira dengan ANUGERAH  ini.

Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla berkehendak Menimpakan PENYAKIT yang KERAS kepada ANAKKU. PENGOBATAN seakan TAK Berdaya untuk MENYEMBUHKANNYA­, KEADAAN sang anak semakin MEMBURUK, dan KEADAAN kami pun menjadi BURUK KARENA Sangat BERSEDIH memikirkan keadaan BUAH  HATI kami dan CAHAYA mata kami. Kalian tentu tahu, apakah artinya ANAK bagi kedua orang tuanya, TERUTAMA Ia adalah ANAK yang PERTAMA!!

Perasaan BURUK itu menyeruak di dalam hati, karena kami merasa TAK BERDAYA memberikan PENGOBATAN bagi Penderitaan ANAK kami!! SEHATNYA Kita memang merupakan Perintah Allah dan Ketentuan-Nya, namun kita memang harus MENGAMBIL LangkahLangkah­ PENGOBATAN dan TIDAK Meninggalkan Kesempatan atau SARANA apa pun untuk Mengobatinya.

Seorang yang BAIK menunjukkan kepada kami adanya seorang DOKTER yang BERPENGALAMAN dan TERKENAL, maka Aku pun pergi Bersama anakku  kepadanya. Anakku mengeluhkan DEMAM yang SANGAT TINGGI, dan DOKTER  itu berkata kepada kami, “Apabila PANAS anak Anda TIDAK TURUN  Malam ini, maka ia akan MENINGGAL Esok Hari!!”

Aku kembali bersama SANG Anak dengan KEGELISAHAN yang MEMUNCAK. SAKIT Menyerang  HATIKU, hingga KELOPAK MATAKU  tak mampu TERPEJAM Tidur. Aku pun Mengerjakan SHALAT, lalu pergi dengan wajah  MURAM DURJA meninggalkan ISTERIKU yang Menangis SEDIH di dekat KEPALA Anakku.

Aku terus BERJALAN Di Jalanan, dan TIDAK TAHU apa yang HARUS aku  PERBUAT untuk Anakku!! Tiba-tiba aku TERINGAT dengan SEDEKAH, dan ingat dengan hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tatkala beliau bersabda,

Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan SEDEKAH.”

Namun, SIAPA yang akan aku  TEMUI di waktu  malam  seperti  ini. Aku BISA SAJA mengetuk pintu  SESEORANG dan BERSEDEKAH kepadanya, tapi apa yang akan ia katakan kepadaku  jika aku melakukan hal itu?

Tatkala aku berada dalam kondisi BIMBANG seperti itu, tiba-tiba ada  SEEKOR KUCING LAPAR yang MENGEONG di KEGELAPAN  Malam. Aku menjadi INGAT dengan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat BAIK kepada BINATANG bagi kami ada PAHALANYA?”

BELIAU shalallahu alaihi wasallam  menjawab, “Di dalam SETIAP apa yang BERNYAWA ada PAHALANYA.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Aku pun SEGERA MASUK ke rumahku, Mengambil SEPOTONG DAGING, dan MEMBERI Makan KUCING itu. Aku  MENUTUP pintu BELAKANG rumahku, dan SUARA PINTU itu BERCAMPUR dengan SUARA ISTRIKU yang bertanya, “Apakah engkau telah kembali kepadaku dengan cepat?”

Aku pun BERGEGAS menuju ke ARAHNYA. Dan, aku  mendapatkan WAJAH ISTERIKU telah BERUBAH, Dari Permukaan WAJAHNYA telah Menyiratkan KEGEMBIRAAN! Ia berkata, “SESUDAH Engkau pergi, aku TERTIDUR sebentar MASIH dalam  Keadaan DUDUK. Maka, aku  MELIHAT Sebuah  PEMANDANGAN yang MENAKJUBKAN!!”

“Dalam TIDURKU, aku MELIHAT Diriku MENDEKAP anakku. Tiba-tiba ada SEEKOR BURUNG HITAM yang BESAR dari LANGIT yang  TERBANG  hendak MENYAMBAR ANAK KITA, untuk MENGAMBILNYA Dariku. Aku menjadi Sangat KETAKUTAN, dan tidak tahu apa yang harus aku  perbuat?

TIBA-TIBA Muncul  kepadaku SEEKOR KUCING  yang MENYERANG Secara DAHSYAT Burung Itu, dan KEDUANYA pun Saling BERTEMPUR. Aku Tidak Melihat KUCING  Itu Lebih KUAT Daripada BURUNG itu, karena si BURUNG badannya GEMUK. Namun AKHIRNYA, BURUNG ELANG itu pun Pergi MENJAUH. Aku TERBANGUN mendengar Suaramu  ketika DATANG tadi.”

Syaikh ‘Abdul Hadi berkata, “Aku TERSENYUM dan Merasa GEMBIRA dengan KEBAIKAN Ini. Melihat aku TERSENYUM, Isteriku MENATAP ke arahku dengan TERHERAN-HERAN.­ Aku berkata kepadanya, “Semoga Semuanya Menjadi Baik.”

Kami bergegas MENDEKATI anak kami. Kami TAK TAHU Siapa yang SAMPAI Terlebih Dulu, tatkala PENYAKIT Demam itu SIRNA dan SANG Anak mulai Membuka MATANYA. Dan, pada Pagi Hari berikutnya, Sang Anak telah BERMAIN-MAIN bersama anak-anak yang lain di desa ini, ALHAMDULILLAH.

Sesudah SYAIKH menyebutkan  Kisah MENAKJUBKAN  ini, Anak TADI -–yang telah menjadi PEMUDA berumur 17 TAHUN, serta TELAH SEMPURNA Menghafalkan Al-Quran dan MENEKUNI Ilmu SYAR’I–, ia menyampaikan NASIHAT yang mendalam kepada KAUM MUSLIMIN di masjid ORANG TUANYA, MASJID Ar-Ridhwan di Halb, di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan RAMADHAN yang penuh BERKAH.

(Sumber: Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s