Monthly Archives: January 2013

Libur Bertugas …

Standard

Hari Kamis, 17 Januari 2013, hujan lebat di Bekasi. Bekasi banjir, Bintara banjir.

Hari Jumat, 18 Januari 2013, sekolah diliburkan karena banjir. Ternyata bukan hanya SDIT Al Hikmah yang libur. Seluruh sekolah di Bekasi Barat juga diperintahkan libur.

Akankah liburan ini jadi ajang bersenang-senang?

Tidak, lalu ya.

Bagi saya sendiri, saya senang karena di tengah suasana pasca-banjir, banyak persoalan yang harus dibereskan. Lantai yang kotor karena luapan air harus dibersihkan. Barang-barang yang basah karena air banjir atau pun air bocor harus dikeringkan. Jadi, di tengah suasana yang penuh kerepotan, saya bersyukur diberikan libur sehingga saya bisa membereskan masalah-masalah itu.

Apakah saya bersenang-senang?

Tidak, lalu ya.

Karena ada bocor di atap yang harus dibereskan, maka saya harus segera mencari permasalahannya dan membereskannya. Jangan sampai terulang bocor yang terjadi di hari-hari lalu. Maka saya putuskan – tidak ‘terpaksa saya naik’, tidak ada yang memaksa saya naik ke atap – naik ke atap, mencari sebab-sebab bocor tempo dulu. Alhamdulillah, ketemu. Meskipun masih ada yang harus dibereskan kemudian, minimal sudah ada masalah yang selesai. Alhamdulillah. Saudara sepupu yang tinggal di sebelah rumah pun membantu, jadi, alhamdulillah, saya senang.

Apakah capek-capek naik ke atap itu menyenangkan?

Tidak, lalu ya.

Hari libur biasanya diisi dengan mencari hiburan bersama keluarga, ke tempat wisata, belanja, ke mall, dan lain-lain. Hari itu saya harus capek-capek naik ke atap. Toh, akhirnya saya senang. Sudah bertahun-tahun saya tidak naik ke atap. Waktu kecil, hampir tiap hari saya naik ke atap, sekedar memuaskan rasa ingin tahu. Seiring bertambahnya usia, naik ke atap tanpa sebab jadi terasa konyol, maka saya pun tidak melakukannya lagi. Hari itu, saya sekali lagi naik ke atap karena memang ada sebab yang rasional. Alhasil, saya mendapat dua kesenangan: masalah bocor saya beres, dan saya merasa seperti kembali ke masa kecil dulu, ketika hanya keinginan bermain dan memuaskan rasa ingin tahu yang menjadi penggerak hidup. Bukankah ini yang dicari orang-orang yang stress di kantor-kantor hingga mereka mencari hiburan-hiburan dan permainan yang acap kali makin aneh-aneh dan tidak masuk akal?

Jika ditanya apakah saya senang hari Jumat lalu? Saya akan jawab: “Ya!” Pasti. Sekali lagi patutlah saya berucap “Alhamdulillah”.

 

Ditulis oleh Dany Jauhari, guru SDIT Al Hikmah Bintara

//

MUDAH,…tapi jarang dilakukan

Standard

Kira-kira sudah biasa, atau sudah terbiasa, atau  hal yang tidak biasa, atauuuu….hal yang sangat luar biasa karena baru tahu….???

mudah-mudahan kita bisa terbiasa dengan satu amalan ini…

Membaca “BISMILLAAH”

KAPAN????

1. Ketika Hendak Tidur
Dari shahabat Hudzaifah radhiallahu ‘anhu berkata: “Kebiasaan (sunnah) Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika hendak tidur, beliau membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

“Dengan menyebut nama-Mu Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
(HR. Al Bukhari no. 6334, dan Muslim no. 2711)

2. Ketika Keluar Dari Rumah
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bila seseorang keluar dari rumahnya, lalu ia membaca:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Dengan nama Allah, aku bertawakkal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
Maka dikatakan padanya: “Engkau telah mendapat petunjuk, engkau tercukupi dan engkau telah terjaga (terbentengi),” sehingga para setan lari darinya. Setan yang lain berkata: “Bagaimana urusanmu dengan seseorang yang telah mendapat petunjuk, tercukupi, dan terbentengi?!” (HR. Abu Dawud no. 4431)
Atau dengan membaca:

بِاسْمِكَ رَبِّي إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَزِلَّ أَوْ أَضِلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

“Dengan nama-Mu Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku berlindung Kepada-Mu jangan sampai aku salah atau sesat, menganiaya atau dianiaya, membodohi atau dibodohi.” (HR. Ahmad no. 26164, riwayat dari Ummul Mukminin Ummu Salamah)

3. Ketika Masuk Kamar Mandi (WC)
Dari shahabat Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya Rasulullah bersabda:

سَتْرُ مَا بَيْنَ أَعْيُنِ الْجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ إِذَا دَخَلَ أَحَدُهُمْ الْخَلاَءَ أَنْ يَقُولَ بِسْمِ اللَّهِ

“Penutup antara pandangan-pandangan jin dengan aurat bani Adam ketika seseorang masuk wc adalah membaca basmalah.” (At Tirmidzi no. 551, dan dishahihkan oleh As Syaikh Al Albani)

4. Ketika Hendak Makan
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Telah bersabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ

“Bila salah seorang diantara kalian makan maka hendaknya ia mengucapkan bismillah, bila ia lupa diawalnya, maka hendaknya ia membaca bismillah fi awwalihi wa akhirihi.” (HR. At Tirmidzi no. 1781, dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani)

5. Ketika Hendak Berhubungan Dengan Istri

E…E…E….Ni buat yang sudah punya istri ya…..

Dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata: “Berkata Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: “Bila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, hendaknya ia berdo’a:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan kepada kami.”
Bila Allah subhanahu wata’ala memberikan karunia anak kepadanya maka setan tidak akan mampu memudharatkannya.” (HR. At Tirmidzi no. 1012)

6. Ketika Hendak Menyembelih

Disyari’atkan pula dalam penyembelihan hewan dengan membaca basmalah. Bahkan hukumnya bukan sekedar mustahab (anjuran) saja tetapi wajib. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ

“Hendaknya menyembelih dengan (menyebut) nama Allah (basmalah).” (HR. Al Bukhari no.5500)
Maka sebelum menyembelih hewan hendaknya membaca:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

(HR. Abu Dawud no. 2427)

7. Ketika Hendak Memasukkan Jenazah ke Liang Kubur

Disunnahkan (dianjurkan) membaca:

بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Dengan menyebut nama Allah dan diatas sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Abu Dawud no. 2798)

mudah-mudahan kita akan TERBIASA….

ALLAHUMMA AAMIIN

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 60 ( Insya Allah )

Standard

Buah Manis dari BERSEDEKAH Kepada KUCING

kucing-makan

Bismillahir-Rah­maanir-Rahim … SYAIKH ‘Abdul Hadi Badlah, IMAM Masjid Jami’ur RIDHWAN di Halab SYIRIA, pernah bercerita, “Di awal PERNIKAHANKU, Allah telah menganugerahkan­ kepadaku ANAK yang PERTAMA. Kami sangat bergembira dengan ANUGERAH  ini.

Akan tetapi, Allah Azza wa Jalla berkehendak Menimpakan PENYAKIT yang KERAS kepada ANAKKU. PENGOBATAN seakan TAK Berdaya untuk MENYEMBUHKANNYA­, KEADAAN sang anak semakin MEMBURUK, dan KEADAAN kami pun menjadi BURUK KARENA Sangat BERSEDIH memikirkan keadaan BUAH  HATI kami dan CAHAYA mata kami. Kalian tentu tahu, apakah artinya ANAK bagi kedua orang tuanya, TERUTAMA Ia adalah ANAK yang PERTAMA!!

Perasaan BURUK itu menyeruak di dalam hati, karena kami merasa TAK BERDAYA memberikan PENGOBATAN bagi Penderitaan ANAK kami!! SEHATNYA Kita memang merupakan Perintah Allah dan Ketentuan-Nya, namun kita memang harus MENGAMBIL LangkahLangkah­ PENGOBATAN dan TIDAK Meninggalkan Kesempatan atau SARANA apa pun untuk Mengobatinya.

Seorang yang BAIK menunjukkan kepada kami adanya seorang DOKTER yang BERPENGALAMAN dan TERKENAL, maka Aku pun pergi Bersama anakku  kepadanya. Anakku mengeluhkan DEMAM yang SANGAT TINGGI, dan DOKTER  itu berkata kepada kami, “Apabila PANAS anak Anda TIDAK TURUN  Malam ini, maka ia akan MENINGGAL Esok Hari!!”

Aku kembali bersama SANG Anak dengan KEGELISAHAN yang MEMUNCAK. SAKIT Menyerang  HATIKU, hingga KELOPAK MATAKU  tak mampu TERPEJAM Tidur. Aku pun Mengerjakan SHALAT, lalu pergi dengan wajah  MURAM DURJA meninggalkan ISTERIKU yang Menangis SEDIH di dekat KEPALA Anakku.

Aku terus BERJALAN Di Jalanan, dan TIDAK TAHU apa yang HARUS aku  PERBUAT untuk Anakku!! Tiba-tiba aku TERINGAT dengan SEDEKAH, dan ingat dengan hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, tatkala beliau bersabda,

Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan SEDEKAH.”

Namun, SIAPA yang akan aku  TEMUI di waktu  malam  seperti  ini. Aku BISA SAJA mengetuk pintu  SESEORANG dan BERSEDEKAH kepadanya, tapi apa yang akan ia katakan kepadaku  jika aku melakukan hal itu?

Tatkala aku berada dalam kondisi BIMBANG seperti itu, tiba-tiba ada  SEEKOR KUCING LAPAR yang MENGEONG di KEGELAPAN  Malam. Aku menjadi INGAT dengan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat BAIK kepada BINATANG bagi kami ada PAHALANYA?”

BELIAU shalallahu alaihi wasallam  menjawab, “Di dalam SETIAP apa yang BERNYAWA ada PAHALANYA.” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

Aku pun SEGERA MASUK ke rumahku, Mengambil SEPOTONG DAGING, dan MEMBERI Makan KUCING itu. Aku  MENUTUP pintu BELAKANG rumahku, dan SUARA PINTU itu BERCAMPUR dengan SUARA ISTRIKU yang bertanya, “Apakah engkau telah kembali kepadaku dengan cepat?”

Aku pun BERGEGAS menuju ke ARAHNYA. Dan, aku  mendapatkan WAJAH ISTERIKU telah BERUBAH, Dari Permukaan WAJAHNYA telah Menyiratkan KEGEMBIRAAN! Ia berkata, “SESUDAH Engkau pergi, aku TERTIDUR sebentar MASIH dalam  Keadaan DUDUK. Maka, aku  MELIHAT Sebuah  PEMANDANGAN yang MENAKJUBKAN!!”

“Dalam TIDURKU, aku MELIHAT Diriku MENDEKAP anakku. Tiba-tiba ada SEEKOR BURUNG HITAM yang BESAR dari LANGIT yang  TERBANG  hendak MENYAMBAR ANAK KITA, untuk MENGAMBILNYA Dariku. Aku menjadi Sangat KETAKUTAN, dan tidak tahu apa yang harus aku  perbuat?

TIBA-TIBA Muncul  kepadaku SEEKOR KUCING  yang MENYERANG Secara DAHSYAT Burung Itu, dan KEDUANYA pun Saling BERTEMPUR. Aku Tidak Melihat KUCING  Itu Lebih KUAT Daripada BURUNG itu, karena si BURUNG badannya GEMUK. Namun AKHIRNYA, BURUNG ELANG itu pun Pergi MENJAUH. Aku TERBANGUN mendengar Suaramu  ketika DATANG tadi.”

Syaikh ‘Abdul Hadi berkata, “Aku TERSENYUM dan Merasa GEMBIRA dengan KEBAIKAN Ini. Melihat aku TERSENYUM, Isteriku MENATAP ke arahku dengan TERHERAN-HERAN.­ Aku berkata kepadanya, “Semoga Semuanya Menjadi Baik.”

Kami bergegas MENDEKATI anak kami. Kami TAK TAHU Siapa yang SAMPAI Terlebih Dulu, tatkala PENYAKIT Demam itu SIRNA dan SANG Anak mulai Membuka MATANYA. Dan, pada Pagi Hari berikutnya, Sang Anak telah BERMAIN-MAIN bersama anak-anak yang lain di desa ini, ALHAMDULILLAH.

Sesudah SYAIKH menyebutkan  Kisah MENAKJUBKAN  ini, Anak TADI -–yang telah menjadi PEMUDA berumur 17 TAHUN, serta TELAH SEMPURNA Menghafalkan Al-Quran dan MENEKUNI Ilmu SYAR’I–, ia menyampaikan NASIHAT yang mendalam kepada KAUM MUSLIMIN di masjid ORANG TUANYA, MASJID Ar-Ridhwan di Halb, di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan RAMADHAN yang penuh BERKAH.

(Sumber: Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah)

GENERASI CUEK

Standard

Cuek dan masa bodoh merupakan virus yang mulai menggerogoti karakter generasi bangsa sat ini, anak -anak zaman sekarang cenderung masa bodoh dengan lingkungan dan keaadaan, entah itu yang berhubungan dengan kewajibanya sebagai siswa kepada guru-gurunya, bahkan sebagai anak terhadap orang tua.ini berakibat sebagian orang tua kelimpungan ketika melihat hasil belajar anaknya disekolah tidak memuaskan karena tidak adanya tanggung jawab dari sianak akan tugas-tugasnya entah apa penyebab penyebaran virus berbahaya ini.

Sejauh pengamatan kami penyebab timbulnya penyakit ini adalah:

  1. lingkunganlingkungan merupakan faktor terbesar pembentukan karakter anak baik itu dalam keluaraga maupun dalam pergaulan dengan teman, karena sianak melihat contoh dari orang tua dan tidak adanya hubungan yang baik dari teman-temannya.
  2. Teknologi Imformasiperkembangan zaman tidak akan bisa dihentikan atau dicegah kemajuannya, tinggal kitanya apakah kita akan tega mencekoki anak kita dengan teknologi yang tanpa batas.karena teknologi ini selain banyak juga maanfaatnya, tapi lebih banyak lagi madorotnya. Coba kita perhatikan anak akan lebih suka bermain dengan Hp atau gadgetnya ketimbang dengan teman-temannya. Padahal ini akan mengakibatkan sosial sianak akan terganggu dan cenderung egois.
  3. Allahu a’lam

Apakah Kita Guru Yang Baik

Standard

Dari berbagai sumber

Tidak mudah menjadi guru yang baik, dikagumi dan dihormati oleh anak didik, masyarakat sekitar dan rekan seprofesi. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk mendapat pengakuan sebagai guru yang baik dan berhasil. Tulisan ini dapat dijadikan alat ukur, apakah kita ini seorang guru yang baik atau sebaliknya.

Seoang guru seharusnya:

Pertama. Berusahalah tampil di muka kelas dengan prima. Kuasai betul materi pelajaran yang akan diberikan kepada siswa. Jika perlu, ketika berbicara di muka kelas tidak membuka catatan atau buku pegangan sama sekali. Berbicaralah yang jelas dan lancar sehingga terkesan di hati siswa bahwa kita benar-benar tahu segala permasalahan dari materi yang disampaikan.

Kedua. Berlakulah bijaksana. Sadarilah bahwa siswa yang kita ajar, memiliki tingkat kepandaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat mengerti, ada yang sedang, ada yang lambat dan ada yang sangat lambat bahkan ada yang sulit untuk bisa dimengerti. Jika kita memiliki kesadaran ini, maka sudah bisa dipastikan kita akan memiliki kesabaran yang tinggi untuk menampung pertanyaan-pertanyaan dari anak didik kita. Carilah cara sederhana untuk menjelaskan pada siswa yang memiliki tingkat kemampuan rendah dengan contoh-contoh sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari walaupun mungkin contoh-contoh itu agak konyol.

Ketiga. Berusahalah selalu ceria di muka kelas. Jangan membawa persoalan-persoalan yang tidak menyenangkan dari rumah atau dari tempat lain ke dalam kelas sewaktu kita mulai dan sedang mengajar.

Keempat. Kendalikan emosi. Jangan mudah marah di kelas dan jangan mudah tersinggung karena perilaku siswa. Ingat siswa yang kita ajar adalah anak-anak yang masih sangat labil emosinya. Siswa yang kita ajar berasal dari daerah dan budaya yang mungkin berbeda satu dengan yang lainnya dan berbeda dengan kebiasaan kita, apalagi mungkin pendidikan di rumah dari orang tuanya memang kurang sesuai dengan tata cara dan kebiasaan kita. Marah di kelas akan membuat suasana menjadi tidak enak, siswa menjadi tegang. Hal ini akan berpengaruh pada daya nalar siswa untuk menerima materi pelajaran yang kita berikan.

Kelima. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa. Jangan memarahi siswa yang yang terlalu sering bertanya. Berusaha menjawab setiap pertanyaan yang diajukan siswa dengan baik. Jika suatu saat ada pertanyaan dari siswa yang tidak siap dijawab, berlakulah jujur. Berjanjilah untuk dapat menjawabnya dengan benar pada kesempatan lain sementara kita berusaha mencari jawaban tersebut. Janganlah merasa malu karena hal ini. Ingat sebagai manusia kita mempunyai keterbatasan. Tapi usahakan hal seperti ini jangan terlalu sering terjadi. Untuk menghindari kejadian seperti ini, berusahalah untuk banyak membaca dan belajar lagi. Jangan bosan belajar. Janganlah menutupi kelemahan kita dengan cara marah-marah bila ada anak yang bertanya sehingga menjadikan anak tidak berani bertanya lagi. Jika siswa sudah tidak berani bertanya, jangan harap pendidikan/pengajaran kita akan berhasil.

Keenam. Memiliki rasa malu dan rasa takut. Untuk menjadi guru yang baik, maka seorang guru harus memiliki sifat ini. Dalam hal ini yang dimaksud rasa malu adalah malu untuk melakukan perbuatan salah, sementara rasa takut adalah takut dari akibat perbuatan salah yang kita lakukan. Dengan memiliki kedua sifat ini maka setiap perbuatan yang akan kita lakukan akan lebih mudah kita kendalikan dan dipertimbangkan kembali apakah akan terus dilakukan atau tidak

.Ketujuh. Harus dapat menerima hidup ini sebagai mana adanya. Di negeri ini banyak semboyan-semboyan mengagungkan profesi guru tapi kenyataannya negeri ini belum mampu/mau menyejahterakan kehidupan guru. Kita harus bisa menerima kenyataan ini, jangan membandingkan penghasilan dari jerih payah kita dengan penghasilan orang lain/pegawai dari instansi lain. Berusaha untuk hidup sederhana dan jika masih belum mencukupi berusaha mencari sambilan lain yang halal, yang tidak merigikan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Jangan pusingkan gunjingan orang lain, ingatlah pepatah “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.”

Kedelapan. Tidak sombong. Tidak menyombongkan diri di hadapan murid, jangan membanggakan diri sendiri, baik ketika sedang mengajar ataupun berada di lingkungan lain. Jangan mencemoohkan siswa yang tidak pandai di kelas dan jangan mempermalukan siswa (yang salah sekalipun) di muka orang banyak. Namun panggilah siswa yang bersalah dan bicaralah dengan baik-baik, tidak berbicara dan berlaku kasar pada siswa.

Kesembilan. Berlakulah adil. Berusahalah berlaku adil dalam memberi penilaian kepada siswa. Jangan membeda-bedakan siswa yang pandai/mampu dan siswa yang kurang pandai/kurang mampu, serta tidak memuji secara berlebihan terhadap siswa yang pandai di hadapan siswa yang kurang pandai.

————————————-

Perang Air Di Al Hikmah

Standard

Acara MOS hari kedua. Anak-anak kelas 4,5 dan 6 Dauroh, yang akhwat di Masjid Al Hikmah, ikhwannya di Masjid Nurul I’tishom. Anak-anak kelas 1,2 dan 3 Outbond dilapangan Al Hikmah. Sempat dibikin pusing dengan materi outbond, Mr. Momon akhirnya mengangkat kembali “Perang Air” yang pernah sukses diselenggarakan beberapa waktu lalu.

Sebagaimana yang terjadi di “Perang Air” yang lalu, kali inipun sama, acaranya tak sesuai agenda. Agenda memindahkan air dengan gelas plastik tak menggunakan tangan hanya berlangsung setengah jalan. Agenda memukul bola air tidak jadi dilaksanakan, padahal tambang sempat dipasang. Sebagian anak sudah terlibat semprot-semprotan air denga peluru air. Ciri khas anak, senang dan asik kalau melihat air.  Melihat kondisi ini seperti ini, Mr.Momon pun mengambil keputusan, “Perang Air” bisa dimulai. Dalam waktu sekejap, air-air di dalam plastik yang sudah dipersiapkan sehari sebelumnya beterbangan memenuhi langit Al Hikmah. Suasana meriah pun berlangsung. Tak tau dari mana, peluru air tiba-tiba mengenai punggungku. Basah deh !

Tetapi, meskipun banyak agenda tak terlaksana, Outbond kali ini terbilang “sukses” Lhoo ! Betapa tidak, hampir semua anak (kls 1,2 dan 3) terlibat dalan permainan yang sangat mengasikkan. Semua anak tertawa lebar menikmati permainan air. Tidak ada “accident” yang  membahayakan. Tak ada yang menangis. Semua guru PJ. Outbond ikut terlibat. Bahkan Mr. Pramono sempat dikejar anak-anak sambil diserang dengan peluru air sehingga basah kuyup. Ya, “semuanya asik” termasuk gurunya.

Ada pelajaran berharga dari “Perang Air” ini. Semuanya BERGEMBIRA. Mr. Momon bercerita : “Si Fulan (sengaja tak disebut nama) kan kita sama-sama tau ya, cengeng bukan main. Tiba-tiba tepat di wajahnya mendarat peluru air dengan keras. Sempat terkejut, tapi kemudian dia ketawa lebar”.

Outbond memang seharusnya mengasikkan. Sukses Mr. Momon !

CARA MEMBUAT SISWA DI KELAS MENJADI SISWA YANG KREATIF

Standard

Menjadi guru yang baik saat mengajar bukan soal sifat si guru tersebut tapi soal kemampuan mengatur irama pembelajaran. Guru yang sifatnya baik pun akan cepat marah jika muridnya sering berlaku tidak tertib. Salah satu hal yang membuat siswa tertib adalah kesibukan yang bermakna. Membuat siswa bisa sibuk namun tetap bermakna memang tantangan semua guru. Ada guru yang senang memberi soal sulit pada siswanya dengan harapan siswanya sibuk dan waktu mengajar dia tidak dipusingkan oleh masalah perilaku.

Padahal sebaliknya hal tadi hanya terjadi pada siswa yang perilakunya memang sudah baik, sementara anak-anak yang lain akan cepat bosan dan justru membuat ulah karena merasa gurunya memberi pekerjaan sulit tanpa jalan keluar. Karena pekerjaannya sulit membuat anak -anak yang memang sudah bermasalah pada perilaku akan timbul lagi keinginannya untuk membuat keributan dan ujung-ujungnya guru akan merasa gagal dalam mengajar siswanya di hari itu.

Ada beberapa cara untuk membuat jam pelajaran anda berlalu tanpa terasa baik kita sebagai guru maupun siswa sebagai penikmat cara mengajar dan perencanaan mengajar kita.

  1. rencanakan dalam seminggu perencanaan mengajar anda
  2. selalu update rencana pengajaran anda setelah dan sebelum mengajar
  3. tidur yang cukup setiap hari. Hal ini penting agar suasana hati kita terjaga dan tidak mudah emosi
  4. rencanakan pengajaran anda dalam team, jika tidak mungkin konsultasikan formal dan informal RPP anda pada rekan sesama guru.
  5. masuk kelas lebih awal bisa 3 menit atau 5 menit lebih awal.
  6. pikirkan 3 strategi atau rencana dalam mengajar, dengan demikian anak yang cepat selesai tetap punya kegiatan
  7. saat mengajar sempatkan memotivasi siswa. memotivasi itu bukan memuji karena memotivasi anda perlu mendalami karakter anak yang anda ingin motivasi
  8. tebarkan senyum pada seisi kelas
  9. ucapkan salam dengan semangat saat akan mengajar
  10. berikan soal yang menantang dan bukan sekedar sulit
  11. minta siswa untuk ajarkan siswa lainnya jika ia sudah selesai
  12. kurangi gaya  ‘one man show’ saat mengajar, kurangi semangat untuk menceramahi siswa. Biarkan siswa juga berbicara di kelas, berbagi mengenai strateginya dalam mengerjakan soal yang anda berikan.