Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 48 ( Insya Allah )

Standard

MENANGIS  DAN  TERTAWA

MENURUT  SUNNAH

Oleh : Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron

Pengantar Redaksi

Isak tangis orang dewasa tidaklah sama dengan tangisan anak kecil. Menangis bukanlah aib, bukan pula pintu kesengsaraan. Terkadang tangisan dapat menghidupkan hati, menghapus kesalahan dan men

datangkan ampunan ar-Rohman. Dan jangan dikira TERTAWA atau MENERTAWAKAN sesuatu adalah hal yang SEPELE. Apalagi yang menjadi bahan LELUCON adalah SYARI’AT ISLAM yang mulia. Dalam Islam, TERTAWA dan MENANGIS ada rambu-rambu syar’inya, namun masih banyak saudara kita BELUM mengetahuinya. Benarlah bahwa hal-hal yang dianggap REMEH oleh sebagian kalangan ternyata jika DIKAJI secara RINCI merupakan hal yang perlu diwaspadai.

“Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mener­tawakan dan tidak menangis. Sedangkan kamu melalaikannya? Maka bersujud lah kepada Alloh dan sembahlah (Dia).” (QS. an-Najm 1531: 59-62)

MAKNA AYAT SECARA UMUM

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah, ketika menafsirkan ayat ini berkata :

“Ayat ini ditujukan kepada para pendusta Ro­sululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam.Pertanyaan pada ayat ini menun­jukkan INGKAR dan HERAN, mengapa mereka MENDUSTAKAN Rosululloh          , yang membawa AYAT dan BUKTI yang BENAR. Bukankah Rosu­lulloh Shallallahu ‘alaihi wasallam, pemberi PERINGATAN seperti para UTUSAN sebelumnya. Mengapa mereka tidak Khawatir DISIKSA se­perti disiksanya PENDUSTA Risalah para UTUSAN sebelumnya. Oleh sebab itu Alloh Ta’ala berkata : “Maka apakah kamu merasa HERAN terhadap PEMBERITAAN ini wahai PENDUSTA Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam? Sehingga kamu MENERTAWAKAN pemberi­taan berupa AL-QUR’AN ini ?

Kamu MENERTAWAKAN Hukum-Hukumnya, ME­NERTAWAKAN Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam, MENERTAWAKAN Ibadahnya dan Menghinanya. Kalian merasa HERAN dan MENERTAWAKAN dia Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Mengapa kamu tidak MENANGIS ketika MENDE­NGAR al-Qur’an karena rasa TAKUT kepada Alloh Ta’ala dan tidak mau KEMBALI kepada yang HAQ ? Akan tetapi HATIMU bertambah KERAS? – maka kami BERLINDUNG kepada. Alloh Ta’ala dari HATI yang KERAS ini- dan mengapa kamu menjadi orang yang MELUPAKAN al-Qur’an dengan SEN­DA GURAUMU dan NYANYIANMU? Sebagian kamu bila MENDENGAR ayat Alloh, kamu MENYANYI, bukankah itu sifat Orang KAFIR, Alloh ‘Azza wa jalla berfirman : “Dan orang-orang yang KAFIR berkata : “Janganlah kamu MENDENGAR dengan Sungguh-Sungguh akan AL-QURAN ini dan buatlah HIRUK-PIKUK terhadapnya, supaya kamu dapat MENGALAHKAN mereka.” (QS. Fushshilat 1411: 26) [1]

MENGAPA BAYI LAHIR MENANGIS

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu Rosululloh Shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda :

“Tidak seorang bayi pun yang dilahirkan kecuali telah disentuh oleh SETAN sehingga ia MENANGIS, kecuali Maryam dan putranya.” [2]

Oleh karena itu orang tua sebaiknya segera memohon PERLINDUNGAN kepada Alloh Ta’ala untuk anak dan keturunannya yang sedang lahir dari godaan setan yang terlaknat. Silakan membaca surat Ali Imron ayat 31.

BILA MENANGIS MEMBAWA MALAPETAKA

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda : “Sesungguhnya Alloh Ta’ala tidak MENYIKSA karena air mata atau karena kesedih­an hati. Tetapi Dia MENYIKSA atau mengasihi sebab ini, -beliau menunjuk ke LIDAH beliau-.” [3]. Maksudnya Alloh Ta’ala MENYIKSA karena RATAPAN yang diucapkan LIDAH ketika MENOLAK takdir Alloh Ta’ala atas si Mayit.

Meratapi orang MATI adalah hal yang TERCELA karena menunjukkan PELAKUNYA tidak BERIMAN kepada TAKDIR Alloh Ta’ala atau tidak Ridho ketentuan Alloh Ta’ala.

Ummu Athiyyah radhiyallahu ‘anha berkata : “Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengambil bai’at (janji setia) pada kami agar tidak MERATAPI Kematian.” [4].

Tatkala suami Ummu Salamah radhiyallahu anha meninggal dunia, Ummu Salamah          radhiyallahu ‘anha hendak MENANGIS bersama wanita yang datang di rumahnya, lalu Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda : “Apakah kamu akan Memasukkan SETAN di rumah yang Alloh Ta’ala telah MENGUSIRNYA.” Beliau mengulangi dua kali. Lalu Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha DIAM dan TIDAK Menangis lagi. [5]

Ibnul Mubarok rahimahullah, berkata : JERITAN TANGISAN akan BERBAHAYA kepada si mayit apabila sebe­lum meninggal dunia si mayit TIDAK Melarang keluarganya dari MERATAP. Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam ber­sabda :“Sesungguhnya MAYAT Disiksa lantaran TANGISAN keluarganya.” [6]

Inilah salah satu contoh MENANGIS yang BERBAHAYA. Demikian juga TANGISAN ketika DIRINYA atau KELUARGANYA terkena MUSIBAH. Manusia memang boleh BERSEDIH tetapi tidak boleh MENANGIS  dengan MENGERASKAN Suara.

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Mua’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu: “Barangkali kami akan melewati masjidku dan kuburanku.” Lalu Mua’adz MENANGIS karena sedih. Lantas Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Jangan menangis wahai Mu’adz, sungguh menangis dengan KERAS adalah perbuatan SETAN.” [7]

KEUTAMAAN MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLOH TA’ALA

MENANGIS pada umumnya karena SEDIH, SAKIT atau tertimpa MUSIBAH. Akan tetapi terkadang karena rasa GEMBIRA dan HARU, semuanya itu hu­kumnya BOLEH asal TIDAK seperti Tangisan JAHILIYAH.

MENANGIS terkadang MENDAPAT Pahala bila di­karenakan TAKUT Siksaan Alloh, seperti orang yang berbuat MAKSIAT lalu dia SADAR dan ISTIGHFAR, atau MENANGIS karena Mengingat kebesaran kekua­saan-Nya atau Berharap rohmat dan Surga-Nya. Menangislah karena takut kepada Alloh Ta’ala.

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda :

“Tidaklah masuk neraka orang yang MENANGIS karena takut kepada Alloh.” [8]

Ibnu ‘Ajlan rahimahullah berkata : “Setiap Tetesan Air Mata yang mengalir karena MEMBACA al-Qur’an maka dia DIROHMATI oleh Alloh Ta’ala.” [9]

Adapun di antara contoh MENANGIS karena TA­KUT kepada Alloh Ta’ala adalah :

1. Menangis ketika sedang sholat

Dari Muthorrif dari ayahnya, dia berkata : “Aku. melihat Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang SHOLAT, dan di dada­nya ada SUARA seperti SUARA Air yang Mendidih karena MENANGIS.”[10]

2. Menangis tatkala membaca al-Qur’an atau membaca Sunnah Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Apabila dibacakan ayat-ayat Alloh Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka MENYUNGKUR dengan BERSUJUD dan MENANGIS.” (QS. Maryam [19]:58)

Ibnu Umar  radhiyallahu ‘anhu, ketika membaca Surat al-Hadid ayat 16 (yang artinya): “Belum datangkah waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk TUNDUK HATI mereka MENGINGAT Alloh.” beliau radhiyallahu ‘anhu MENANGIS se­hingga Membasahi JENGGOTNYA dan berkata : Wa­hai Alloh.” [11]

3. Menangis pada saat berdzikir dan berdo’a ke­pada Alloh Ta’ala.

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda : “Ada TUJUH orang yang akan mendapat NAUNGAN pada hari kiamat, tidak ada NAUNGAN kecuali Naungan-Nya …

“…Dan orang yang berdzikir kepada Alloh dengan BERSEPI lalu Menetes Air Kedua Matanya… “ [12]

4. Menangis saat melintasi daerah yang berge­limang kemaksiatan.

Abdulloh bin Umar radhiyallahu ‘anhu, berkata : “Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata kepada Ashabul Hijr : ‘janganlah kalian MEMASUKI daerah suatu KAUM yang telah DISIK­SA, kecuali dengan MENANGIS. Kalau kamu TIDAK MENANGIS, janganlah memasuki daerah mereka AGAR KALIAN tidak tertimpa apa yang MENIMPA me­reka.” [13]

5. Menangis apabila keluarga dan masyarakat meninggalkan sholat atau berbuat maksiat.

Az-Zuhri rahimahullah, berkata : “Saya datang kepada Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu di DAMASKUS dan ia sedang MENANGIS. Lalu saya bertanya : ‘Mengapa engkau MENANGIS?’ Ia menjawab : ‘Saya tidak tahu lagi amal yang aku dapati di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang masih dipedulikan orang sekarang, Selain SHOLAT, itu pun sudah Disia-Siakan.” [14]

6. Menangis ketika mendengar khutbah atau ceramah.

Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, berkata : “pada suatu hari Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berada di atas mimbar lalu bersabda : ‘Ada seorang HAMBA ( Pent : Seorang Hamba itu Maksudnya adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) yang diberi pilihan Alloh Ta’ala antara diberi KEMEWAHAN dunia atau di­beri SESUATU yang ada Di Sisi-Nya ( Pent : disisi Allah Subhaanaahuwata’aalaa ). Ternyata HAMBA itu memilih sesuatu yang ada di sisi-Nya.’ Setelah itu Abu Bakr  radhiyallahu ‘anhu, tampak MENANGIS.” [15]

7. Menangis bila menjumpai ulama sunnah sakit mendekati ajalnya.

Said bin Jubair, berkata : “Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu; pernah bertanya : ‘Apakah hari KAMIS itu?’ lalu be­liau MENANGIS hingga Air Matanya membasahi ba­tu-batu kerikil. Aku bertanya : ‘Wahai Ibnu Abbas, ada apa dengan hari KAMIS?’ Beliau menjawab : ‘Pada hari itu penyakit Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Bertambah Parah kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Kemarilah, aku akan menyampaikan untukmu suatu WASIAT sehingga kamu tidak akan tersesat setelahku…’.” [16]

8. Menangis karena mengingat dosa

Tholhah Ibnu Mushorif rahimahullah berkata : “Ada orang yang berbuat DOSA, maka setiap DOSA yang dia INGAT dia MENANGIS.” [17]

9. Menangis ketika mendengar adzan

Al-Qodhi Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah MENANGIS di masjid ketika mendengar ADZAN hingga pasir di hadapannya basah olehnya. [18]

10. Menangis ketika berkhutbah

Abu Zaid rahimahullah berkata : “Saya melihat Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, MENANGIS di atas mimbar, TIDAK mampu BICARA karena TANGISANNYA sangat KUAT.” [19]

  Bersambung Insya Allah …………

Catatan Kaki:


[1] Tafsir al-Quran al-Karim, Ibnu Utsaimin rahimahullah 11/40

[2] Shohih Bukhori 4/199

[3] Shohih Muslim 1532

[4] HR. Bukhori 2/106

[5] HR. Muslim 3/39

[6] HR. Bukhori 2/101

[7] HR. Ahmad. Dishohihkan Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Shohihah 5/665

[8] HR. Tirmidzi dishohihkan oleh al-Albani rahimahullah dalam al-Misykah 3828

[9] ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/83

[10] Dikeluarkan oleh Imam Lima Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shohih at-Targhib 3/162

[11] ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/81

[12] HR. Bu­khori 1/168

[13] Shohih Muslim 5292

[14] HR. Muslim 3089

[15] Shohih Mus­lim 4390

[16] Shohih Muslim No.3089

[17] ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/183

[18] ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/153

[19] Ar-Riqqotu wal-Buka’ 1/111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s