Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 47 ( Insya Alah )

Standard

(Oleh: Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari)

ILMU ADALAH SEBAB TANGISAN

KARENA ALLÂH TA’ALA

Semakin BERTAMBAH ilmu agama seseorang, semakin tambah pula TAKUTNYA  terhadap KEAGUNGAN Allâh Ta’ala.

Allâh Ta’ala berfirman yang artinya:

Dan demikian (pula) di antara manusia,
binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak,
ada yang bermacam-macam warna (dan jenisnya).
Sesungguhnya yang TAKUT kepada Allâh di antara hamba-hamba-Nya,
hanyalah Ulama ( Pent Ahli ilmu Agama ).
Sesungguhnya Allâh Maha Perkasa lagi Maha Pengampun
”.
(Qs Fâthir/35:28)
Nabi Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

hadist

SURGA dan NERAKA ditampakkan kepadaku,
maka aku tidak melihat KEBAIKAN dan KEBURUKAN seperti hari ini.
Seandainya kamu MENGETAHUI apa yang aku ketahui,
kamu benar-benar akan sedikit TERTAWA dan banyak MENANGIS
”.

Anas bin Mâlik radhiyallâhu’anhu –perawi hadits ini- mengatakan,

Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu.
Mereka menutupi kepala mereka sambil MENANGIS sesenggukan
”.
(HR. Muslim, no. 2359)
Imam Nawawi rahimahullâh berkata,

“Makna hadits ini, ‘Aku tidak pernah melihat KEBAIKAN sama sekali melebihi apa yang telah aku lihat di dalam SURGA pada hari ini. Aku juga tidak pernah melihat KEBURUKAN melebihi apa yang telah aku lihat di dalam NERAKA pada hari ini. Seandainya kamu melihat apa yang telah aku lihat dan mengetahui apa yang telah aku ketahui, semua yang aku lihat hari ini dan sebelumnya, sungguh kamu pasti sangat TAKUT, menjadi sedikit TERTAWA dan banyak MENANGIS”.
(Syarh Muslim, no. 2359)


Hadits ini menunjukkan anjuran MENANGIS karena TAKUT terhadap SIKSA Allâh Ta’ala dan tidak memperbanyak TERTAWA, karena banyak TERTAWA menunjukkan kelalaian dan KERASNYA hati.

Lihatlah para Sahabat Nabi radhiyallâhu’anhum, begitu MUDAHNYA mereka TERSENTUH oleh NASEHAT ! Tidak sebagaimana KEBANYAKAN orang di zaman ini. Memang, mereka adalah orang-orang yang paling lembut hatinya, paling banyak pemahaman agamanya, paling cepat menyambut ajaran agama. Mereka adalah Salafus Shâlih yang mulia, maka selayaknya kita meneladani mereka.
(Lihat Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdhus Shâlihin 1/475; no. 41)

Seandainya kita mengetahui bahwa tetesan air mata karena TAKUT kepada Allâh Ta’ala merupakan tetesan yang paling dicintai oleh Allâh Ta’ala, tentulah kita akan MENANGIS karena-Nya atau BERUSAHA menangis sebisanya. Nabi Muhammad Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan keutamaan tetesan air mata ini dengan sabda Beliau:

hadist

Tidak ada sesuatu yang yang lebih dicintai oleh Allâh
daripada DUA tetesan dan DUA bekas.
Tetesan yang berupa air mata karena TAKUT kepada Allâh
dan tetesan darah yang DITUMPAHKAN di jalan Allâh.
Adapun DUA bekas, yaitu bekas di jalan Allâh
dan bekas di dalam (melaksanakan) suatu KEWAJIBAN
dari kewajiban-kewajiban-Nya
”.
Namun yang perlu kita perhatikan juga bahwa MENANGIS tersebut adalah benar-benar karena Allâh Ta’ala, bukan karena MANUSIA , seperti dilakukan di hadapan jama’ah atau bahkan dishooting TV dan disiarkan secara nasional. Oleh karena itu Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam menjanjikan kebaikan besar bagi seseorang yang MENANGIS dalam keadaan SENDIRIAN. Beliau Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

hadist

Tujuh (orang) yang akan diberi NAUNGAN oleh Allâh
pada naungan-Nya di hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. ……
(di antaranya): Seorang laki-laki yang menyebut Allâh
di tempat yang SEPI sehingga kedua matanya meneteskan air mata
”.
(HR. al-Bukhâri, no. 660; Muslim, no. 1031)
Hari Kiamat adalah hari pengadilan yang agung. Hari ketika setiap hamba akan mempertanggung-jawabkan segala amal perbuatannya. Hari saat ISI HATI  manusia akan DIBONGKAR, segala RAHASIA akan DITAMPAKKAN di hadapan Allâh Yang Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa. Maka KEMANA orang akan berlari? Alangkah bahagianya orang-orang yang akan mendapatkan naungan Allâh Ta’ala pada hari itu. Dan salah satu jalan keselamatan itu adalah MENANGIS karena takut kepada Allâh Ta’ala.

Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn rahimahullâh berkata,

Wahai saudaraku, jika engkau menyebut Allâh Ta’ala, sebutlah Rabb-mu dengan HATI yang kosong dari memikirkan yang lain. JANGAN pikirkan sesuatu pun selain-Nya. Jika engkau memikirkan sesuatu selain-Nya, engkau tidak akan bisa MENANGIS karena takut kepada Allâh Ta’ala atau karena rindu kepada-Nya. Karena, seseorang tidak mungkin MENANGIS sedangkan hatinya tersibukkan dengan sesuatu yang lain. Bagaimana engkau akan MENANGIS karena rindu kepada Allâh Ta’ala dan karena takut kepada-Nya jika hatimu tersibukkan dengan selain-Nya?“.
Oleh karena itu, Rasûlullâh Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Seorang laki-laki yang menyebut Allâh di tempat yang SEPI”,
yaitu hatinya kosong dari selain Allâh Ta’ala,
badannya juga kosong (dari orang lain),
dan tidak ada seorangpun di dekatnya
yang menyebabkan tangisannya menjadi RIYA dan SUM’AH
Namun, dia melakukan dengan ikhlas dan konsentrasi
”.
(Syarh Riyâdhus Shâlihîn 2/342, no. 449)
Setelah kita mengetahui hal ini, maka ALANGKAH pantasnya kita mulai MENANGIS karena TAKUT kepada Allâh Ta’ala.

Wallâhul Musta’ân.

[1]

HR. at-Tirmidzi, no. 1633, 2311; an-Nasâ‘i 6/12; Ahmad 2/505; al-Hâkim 4/260; al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 14/264.
Syaikh Salîm al-Hilâli hafizhahullâh mengatakan, “Shahîh lighairihi”. Lihat penjelasannya dalam kitab Bahjatun Nâzhirîn Syarh Riyâdhus Shâlihîn 1/517; no. 448)

(Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XIII)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s