Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 41 ( Insya Allah )

Standard

KEIKHLASAN

( KEMURNIAN AMAL KEBAIKAN KARENA ALLAH )

Agar bisa diterima, ibadah disyaratkan harus BENAR. Dan Ibadah itu tidak akan bisa BENAR kecuali dengan 2 syarat:

  1. Ikhlas karena Allah semata, bebas dari syirik besar dan kecil.
  2. Sesuai dengan tuntunan Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam.

Syarat pertama adalah konsekuensi dari syahadat laa ilaaha illa-llah, karena ia mengharuskan ikhlas beribadah hanya untuk Allah dan jauh dari syirik kepadaNya.

Sedangkan syarat kedua adalah konsekuensi dari syahadat Muhammad Rasulullah, karena ia menuntut wajibnya ta’at kepada Rasul, mengikuti syari’atnya dan meninggalkan bid’ah atau ibadah-ibadah yang diada-adakan. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:

“(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Al-Baqarah: 112)

Aslama wajhahu (menyerahkan diri) artinya memurnikan ibadah kepada Allah. Wahuwa muhsin (berbuat kebajikan) artinya mengikuti RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam.

Wahai pembaca yang Budiman …….. ! berusaha untuk tetap IKHLAS dan berjuang agar tidak lengah dan terbuai oleh hembusan  KETIDAK- IKHLASAN  tidaklah semudah memainkan Jari Jemari dan Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan ………….  Akan Tetapi Pembaca Yang Budiman ……….. Hal Itu Membutuhkan PERJUANGAN dan MUJAHADAH ( Jihad ) Yang Sangat Besar atau KESUNGGUHAN yang luar BIASA ……… !  Pembaca Yang Budiman …………….. Kita tidak Mengingkari Bahwasannya Kita adalah seorang Manusia BIASA …… Seorang Anak Adam Kebanyakan ……. Bisa Marah ….. Bisa Berbuat Dosa …. Dan Lain Sebagainya. ………. Kita JUga Mengetahui Insya Allah …… Allah Itu adalah Yang Maha Pengampun ……….. Oleh Karena Itu Kita Tidak Boleh Berputus Asa Dari Memohon Ampunan Kepada NYA , Karena Tidak Ada Yang Berputus Asa Dari Rahmat Allah Melainkan Orang – Orang Yang Kafir  ( Wal’iyadzubillah ), yang tidak mengetahui bahwasanya Allah itu adalah Sang Maha Pengampun …….

Wahai Pembaca Yang Budiman ………… Keikhlasan Merupakan salah satu syarat yang WAJIB  yang harus ada Di dalam Setiap Aktivitas kita seharihari, Terlebih lagi dalam Masalah Beribadah Karena Aktivitas  itu akan  Bernilai IBADAH , Apabila Di Niatkan Untuk Beribadah  Karena Allah semata …… dan tentu saja Harus di sertai  Ittiba’ ( Mengikuti ) Contoh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam

Wahai pembaca Yang budiman …….. ! Terkadang Kita sulit Membedakan Mana KEIKHLASAN dan yang Mana Yang BUKAN ……. Oleh Karena Itu ………. Mintalah Keikhlasan Kepada Yang Mempunyai KEIKHLASAN ( Yaitu ALLAH Subhaanaahuwata’aalaa ), Dan Mohonlah Keikhlasan Kepada Yang Bisa Memberikan  KEIKHLASAN ( Yaitu ALLAH Subhaanaahuwata’aalaa ), Wahai Pembaca Yang Budiman ……… Kita  Insya Allah akan Mengambil beberapa Permisalan dalam hal Keikhlasan ……… Terkadang  Kita Menemukan  bahwasannya ada sebagian orang  yang Tidak bermaksud atau Tidak Mau Menasehati atau Beramar Ma’ruuf dan Nahyu mungkar …………  akan tetapi Pembaca Yang Budiman ……. Ketika Dirinya Terhina atau Tersakiti ….  Ketika Dirinya Di Lecehkan …… Ketika Dirinya Di Remehkan …… Barulah …… ia Beramar Ma’ruuf dan Nahyi Mungkar ……..  Pertanyaannya adalah ……. ?  Apakah ia Beramar Ma’ruuf dan Nahyu Mungkar Karena Allah Subhaanaahuwata’aalaa ……. Ataukah ia beramar Ma’ruuf dan Nahyi Mungkar Karena Dirinya Di hina dan Di sakiti ……… Apakah ia Beramar Maruf dan Nahyi Mungkar Karena Allah Subhaanahuwata’aaalaa  ataukah Karena Dirinya Di Lecehkan Dan Di Remehkan …….. ? ……. Pembaca Yang Budiman …….. Jika Kita Selalu Menghindari Pahitnya Di Hina atau Menghindari Pahitnya Di Cela, Menghindari Pahitnya Di Remehkan  …….. INI  BERARTI …….. Hampir-Hampir Saja Kita Mendapati Pemahaman Sebaliknya  Yaitu   Menginginkan MANISNYA Pujian dan  Manisnya Sanjungan,  wahai pembaca yang budiman ……….! Jika Kita Bisa Menghadapi Hinaan dan Cacian Sama PORSINYA  Seperti Halnya Kita Menghadapi Pujian Dan Sanjungan ………. Insya Allah ……. Kita Berarti Sedang Berusaha Mengikuti Jejak Nabi Kita Yang MUlia Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam…. Jika tidak Sama PORSINYA  … maka DIKHAWATIRKAN Kita Akan Terjebak Di dalam Lubang Ketidak Ikhlasan …… wahai Pembaca Yang Budiman ……. ! Bukankah Nabi Kita Menghadapi Berbagai Macam Hinaan dan Cacian ……. Akan tetapi Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam Membalasnya dengan KEBAIKAN yang di Landaskan Karena Allah Semata mata dan Bukankah Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam Menghadapi Pujian dan Sanjungan …… akan tetapi Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam Tidak Larut dalam Pujian dan Sanjungan tersebut bahkan Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam MARAH Jika ada yang Menyanjung Beliau Shallallahu’alaihi wa sallam Melebihi Sanjungan Yang Di Berikan oleh Allah Kepada Beliau …………….( Shallallahu’alaihi wa sallam ) Kemudian Kita juga terkadang sering Melihat ada sebagian  diantara manusia yang apabila Hak nya di penuhi ……. Maka ia merasa Senang dan SEBALIKNYA …… apabila Haknya merasa di kurangi atau di rugikan …. Maka ia Menjadi tidak SENANG dan MEMBENCI orang yang mengurangi haknya kemudian Mulailah ia Menuntut Haknya ……… ! Pertanyaannya adalah ….. apakah ia SENANG Kepada Orang yang memberikan KESENANGAN kepadanya karena Alllah ….. ataukah ia senang kepada orang yang memberikan kesenangan kepadanya karena Dirinya Sudah di senangkan ….. ! dan Apakah ia MEMBENCI kepada orang yang mengurangi Haknya karena Allah …… Ataukah ia membenci orang tersebut hanya karena mengurangi Haknya …. ! Bukankah Kita Di perintahkan Oleh Allah Untuk Mencintai Seseorang Karena Allah dan Membenci Seseorang PUN Karena Allah ….? Wahai Pembaca Yang Budiman ……… Bukankah Hak Allah Lebih Besar Daripada Hak Kita ……….. Ketika Hak kita merasa dikurangi,  dengan serta merta kita berargumen dengan sebenar benarnya argument , dan Ketika hak kita Diabaikan  dengan serta merta kita Berbicara dengan sebenar benarnya berbicara dan  Ketika Hak kita merasa Dizholimi  dengan serta merta kita MEMBELA dengan sebenar benarnya pembelaan ……….. Akan tetapi Kita LUPA Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Ketika Hak Allah Di Kurangi ….. Kita Diam Seribu Bahasa,    Ketika Hak Allah Diabaikan ……..  Kita tidak Mempunyai Argumen sedikitpun ,  dan Ketika Hak Allah dilanggar …… Kita tidak MEMBELANYA dengan sebenar benar PEMBELAAN …….. Ketika terjadi KESYIRIKAN ……. Kita tidak berusaha untuk MENCEGAHNYA, Ketika BID’AH merajalela ……. Kita tidak berusaha MELARANGNYA , dan ketika Maksiat di mana mana …….. Kita hanya bisa Tertawa ……. Dan kita tidak bisa Membela dengan sebenar-benarnya Pembelaan sebagaimana jika hak kita di Abaikan atau di Lecehkan……….! Wahai pembaca yang Budiman KEIKHLASAN Bukan Hal yang Mudah Untuk Di Laksanakan , Oleh Karena Itu BUTUH Perjuangan dan JIHAD yang Sangat BESAR……..  Janganlah Kita Merasa Bahwasannya Diri Kita Sudah Berbuat KEIKHLASAN ……… Hanya Allah Lah Yang Tau Siapa Di antara Hamba – hamba-NYA yang berbuat IKHLAS,  Oleh Karena Itu Janganlah Sekali kali kita merasa Bahwasanya Diri kita Sudah Berbuat KEIKHLASAN ……… Karena Hanya Allah Lah Yang Tau Siapa Di antara Hamba – hamba-NYA yang berbuat IKHLAS, dan juga Janganlah sekali-kali Kita meremehkan DOA  Wahai Pembaca Yang Budiman Karena DOA adalah SENJATANYA orang orang yang beriman …….. Oleh Karena Itu …….  Gunakanlah Senjata Kita dengan sebaik-baiknya dan janganlah KITA wahai pembaca Yang Budiman Menyia-nyiakannya …….. dan Bersegeralah Berdoa kepada Allah Subhaanahuwata‘aalaa Dengan Sebenar – Benarnya Berdoa ……….. agar Allah Subhaanahuwa ta’aalaa memberikan  KEIKHLASAN Kepada Kita semuanya …. Aamiin …….

Wallahua’lam Bisshawab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s