berbagai merk pendidikan di Indonesia

Standard

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Indonesia adalah negeri kita tercinta, begitu banyak masalah yang dihadapi, belum selesai masalah yang satu datang masalah yang lain. mulai dari teroris, TKI, tauran, korupsi kemiskinan, bencana alam inilah yang terkenal dari negeri kita tercinta ini.

Mungkin saya salah satu penduduk asli negri Indonesia tercinta ini yang ikut merasa perihatin dan sedih melihat keaadan sekarang , dengan ini saya mencoba berbagi. Karena saya hidup dan mencari penghidupan didunia pendidikan maka, dunia pendidikan inilah yang akan saya angkat.

Saudara-saudaraku sebangsa setanah air, dunia pendidikan dinegeri ini begitu banyak dan begitu beragam dan hampir semuanya berlomba menjual merknya masing-masing dengan berbagai nama simbol, ada yang mengatas namakan sekolah bertaraf internasional, sekolah unggulan, sekolah model, sekolah plus, sekolah terpadu dan lain dan lain sebagainya. Dari berbagai merk sekolah yang ditawarkan hampir semuanya hanya membesarkan merk dan yang pasti dengan biaya yang besar pula. Jadi dapat diambil kesimpulan bahawa sekolah yang bermerk dan layak itu hanya milik orang-orang berduit saja. Lalu bagaimana dengan pernyataan peratutaran pemerintah yang mengatakan bahwa “setiap warga negara wajib mendapatkan pendidikan yang layak “

Akhirnaya banyak warga negara yang tidak berduit hanya jadi penoton, dan diperparah lagi dengan kualitas pendidikan yang tidak sesuai dengan merk-merk yang ditawarkan. Saya ambil misal sekolah yang mengatas namakan sekolah Islam Terpadu atau sekolah IT mulai dari sekolah dasar sampai lanjutan Islam terpadu hasilnya sangat menyedihkan, padahal yang saya pahami sekolah Islam terpadu ini mengusung misi Al-Islam sebagai pondasi, tapi kenyataanya sunggguh terrrrlalu (bang haji). Kesalahan bukan pada konsep Islam, sebab Islam adalah agama yang benar dan hanya satu-satunya agama yang diridhoi. Menurut pengamatan saya dengan berbagai kekurang, kesalahan itu terletak pada kurikulum atau menjemen yang pertama, yang berikutnya terletak pada manusianya mulai dari pihak siswa, orang tua dan yang pasti guru.

Kurikulum, ini adalah bentuk jalur pengajaran untuk bagaimana mencapai visi dan misi pendidikan. saat ini banyak di kenalkan berbagai macam metode pengajaran dalam kurikulum pendidikan dan itu beda kepemimpinan beda kebijakan, beda ahlinya beda namanya.tapi semuanya bagus.

Guru, guru merupakan ujung tombak tercapainya pendidikan, jika gurunya aktif dan inofatif bisa dipastikan akan tercipta pendidikan yang diharapkan dan yang pasti keiklasan seorang guru dalam mentransfer ilmu kepada siswa-siswanya. dan keiklasan seorang guru akan baik jika penghargaan tehadap guru itu ada, baik dari atasanya sebagai pihak menejemen, orang tua siswa dan siswa itu sendiri, sebab kenyataannya yang terjadi sekarang guru dianggap pembantu, penjaga dari para siswa. Sedikit saja guru melakukan kesalahan terhadap siswa, maka orang tua tidak segan-segan untuk menindaknya bahkan sampai ada yang membawanya sampai kepihak kepolisian.

Orangtua adalah salah satu penentu keberhasilan sebuah pendidikan, sehebat apapun kurikulum yang dipakai, seinopatif apun guru yang mengajar. Tetap orang tualah yang sangat menentukan. Dalam Islam orang tua adalah pendidik awal.contoh disekolah kami menerap bagi para siswi wajib menutup aurat, makan dengan tangan kanan, makan minum tidak sambil berjalan bagi seluruh siswa. Itu semua sesuai dengan tuntunan Islam, tapi kenyataannya proses pembinaan itu tidak sesuai dan bahkan cenderung bertentangan dengan tradisi yang diterapkan dikeluarganya. Allohu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s