Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 33 ( Insya Allah )

Standard

Adab – Adab Terhadap Penguasa / Pemerintah

APA YANG MENYEBABKAN PENGUASA RUSAK

1. Lemahnya Ilmu Agama .
Imam Ahmad Rahimahullah pernah mengatakan : Asas Ilmu itu adalah TAKUT pada Allah Ta’aalaa
2. Mengikuti Syubhat dan Syahwat, Walaupun terkadang ia mengetahui AGAMA
3. Lebih mengutamakan Sanak Kerabat atau KKN.
4. Lebih Mengutamakan Penasehat Yang Buruk.
5. Menyerahkan Jabatan-Jabatan kepada orang yang tidak Ikhlas, Tulus dan Setia
6. Menjadikan Orang Kafir sebagai Penasehat.
7. Pemimpin Tersebut Terpengaruh Dengan Tradisi – Tradisi BARAT atau Tergiur dengan Indahnya   DEMOKRASI, Padahal ISLAM dan DEMOKRASI selamanya tidak akan pernah bisa untuk BERSATU.
8. Bangga atau Sombong Terhadap Kekuatan Materinya.
9. Diktator atau angkara murka atau Bengis.
Ibnu Taimiyyah Rahimahullah pernah mengatakan : Allah Subhaanaahuwata’aalaa akan menegakan Negri KAFIR Yang ADIL Walaupun Negri itu Kafir, dan akan Meruntuhkan Negri MUSLIM yang Dzolim walaupun Negri itu Muslim.
10. Loyal Terhadap Orang Kafir.
11. Disebabkan Tekanan Dari Pihak Luar

Wahai pembaca yang budiman ! Ingatlah Ketika Abu Bakar Radiallahu’anhu ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Yang di pastikan Masuk SYURGA ) itu di angkat menjadi seorang PEMIMPIN Beliau (Abu Bakar Radiallahu’anhu ) mengatakan kepada RAKYAT nya : Wahai manusia aku telah di jadikan pemimpin oleh KALIAN, aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian dan apabila aku berbuat KEBAIKAN, maka ” BANTU lah ” aku, dan apabila aku berbuat KESALAHAN, maka ” LURUSKANLAH “, Ta’aatilah aku selama aku Menta’ati Allah dan Rasul Nya , Apabila aku Tidak Ta’at kepada Allah dan Rasul Nya, Maka ” TIDAK ADA ” Keta’atan Pada Kalian.
Wahai pembaca yang budiman ! Ingatlah Ketika Umar Radiallahu’anhu ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Yang di pastikan Masuk SYURGA ) itu juga di angkat menjadi seorang PEMIMPIN setelah Abu Bakar Radiallahu’anhu Beliau ( Umar Radiallahu’anhu ) mengatakan : ” Demi Allah Manusia yang paling aku cintai dan di cintai Allah adalah orang yang menyampaikan AIB ku ( KESALAHANKU ) Kepada ku ( Umar Radiallahu’anhu ).
Adab dalam Memberikan NASEHAT :
1. Ikhlas
2. Dengan Ilmu
3. Mencontohkan yang baik
4. Dengan penuh Rahmat
5. Tassabbut atau Teliti ( Jangan Tergesa – gesa )
6. Lemah Lembut
7. Memperhatikan antara Manfaat dan Mudharat
8. Sabar.
Syeikh Fauzan mengatakan : orang itu Terbagi kepada 3 KELOMPOK :
1. Orang yang mempunyai Ilmu dan kekuasaan ( Cara Da’wahnya maka dengan TANGAN ( Kekuasaan ) dan LISAN )
2. orang yang punya ilmu akan tetapi tidak mempunyai kekuasaan ( Maka dengan LISAN )
3. orang yang tidak mempunyai ilmu dan kekuasaan ( Maka dengan HATI ).

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya  : Ada 3 PERKARA yang menyebabkan Hati tidak mudah Dongkol ( Kesal / Marah ) : 1. Ikhlas beramal karena Allah Subhaanaahuwata’aalaa, 2. Menasehati PENGUASA, 3. Tetap Berada di atas Jama’ah Kaum Muslimiin.
Wahai pembaca yang budiman ! bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah Bersabda : Sebaik – baik JIHAD adalah Kalimat yang BAIK yang di lontarkan di sisi PENGUASA yang JAHAT.
Wahai pembaca yang budiman ! Kita tidak bisa ingkari bahwasanya asas utama tegaknya ISLAM dengan amar ma’ruf dan nahyi Mungkar akan tetapi hendaklah di perhatikan Adab-adabnya dan etika terhadap PENGUASA serta menasehati para PENGUASA itu tidak dengan cara terang terangan sebagaimana KITA tidak suka jika KITA di nasehati di depan umum atau Secara Terang – terangan …..  begitu juga PEMERINTAH tidak selayaknya kita melakukan nasehat SECARA Terang –terangan di sertai dengan PENCELAAN terhadap PEMERINTAH / PENGHUJATAN apalagi PEMBRONTAKAN di depan UMUM atau di Kalayak Ramai. Bahkan Imam SYAFI’IE Rahimahullah pernah mengatakan : ” Barang siapa yang menasehati saudaranya sendirian ( tanpa dilihat orang lain ) maka ia telah MENGHIASINYA ( saudaranya ), barang siapa yang menasehati saudaranya di tempat UMUM, berarti ia telah MENGHINAKANNYA. Ibnu Abbas Radiallahu’anhu pernah mengatakan : ” Hendaknya orang yang ingin Amar Ma’ruf dengan PENGUASA, Carilah tempat yang TERSEMBUNYI dan sangat senang berbicara secara RAHASIA, dan mengajaknya dengan BERDUA tanpa orang yang KETIGA dan berusaha melakukannya secara RAHASIA sebisa mungkin agar BISA menggigit dengan NASEHATNYA. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda : ” Barang siapa yang hendak memberikan NASEHAT kepada PENGUASA , maka janganlah di lakukan secara TERANG – TERANGAN , hendaklah dengan cara Ambil ( pegang ) tangannya, Bawalah ke Tempat KHUSUS. Jika Di terima itu yang kita INGINKAN, Jika TIDAK Kita sudah Tunaikan Hak dia ( PENGUASA ).
Mengapa Memberikan NASEHAT dengan secara TERBUKA atau di TEMPAT UMUM tidak di perbolehkan ! Disebabkan hal tersebut bukanlah cara – cara yang di Syari’atkan dalam ISLAM dan dapat menimbulkan KERUSAKAN yang lebih BESAR dari pada MANFA’ATNYA. Padahal ISLAM datang untuk MENDATANGKAN manfa’at bukan MUDHARAT. Dan juga KAEDAH fiqih mengatakan ” Menghindari Mafsadah ( Kerusakan ) LEBIH di dahulukan daripada MENDATANGKAN manfaat ”
Ibnul Qoyyim Rohimahullah pernah Mengatakan : Apabila Mengingkari KEMUNGKARAN kemudian memberikan mafsadah ( KERUSAKAN ) yang lebih besar yang di benci oleh Allah Ta’aalaa dan Rasul-Nya maka kita TIDAK boleh melakukannya. Wahai pembaca yang budiman ! bukan berarti kita MENGHILANGKAN atau bahkan MENIADAKAN Amar Ma’ruuf dan Nahyi Mungkar, Amar Ma’ruuf dan Nahyu Mungkar merupakan suatu kewajiban yang di sesuaikan dengan kemampuan, akan tetapi hendaklah di perhatikan ADAB – ADAB dalam ber amar ma’ruf nahyi mungkar. wahai pembaca yang budiman ! dan hal yang paling utama untuk DI PERHATIKAN dalam memberikan NASEHAT kepada PENGUASA adalah bukanlah SETIAP orang BISA memberikan NASEHAT kepada PENGUASA akan tetapi yang berhak memberikan NASEHAT terhadap PENGUASA adalah orang TERTENTU dari kalangan Para ULAMA atau Mungkin penguasa itu mempunyai PENASEHAT tersendiri atau orang terdekat yang di percayai untuk memberikan NASEHAT kepadanya ( Penguasa ). Memberikan NASEHAT kepada penguasa itu pertama dengan Cara MENDOAKAN panguasa terlebih dahulu agar mendapatkan HIDAYAH ke jalan yang benar kemudian setelah itu Memberikan ARAHAN dengan cara TERSEMBUNYI atau melalui SURAT atau Menyampaikan kesalahan Penguasa kepada orang terdekatnya atau penasehatnya untuk di sampaikan kepada penguasa tersebut secara RAHASIA, TANPA harus mengumbar atau menyebarkan AIB atau KESALAHAN Penguasa tersebut. Wahai pembaca yang budiman ! Kita tidak boleh GEGABAH atau tergesa – gesa dalam memberikan NASEHAT terhadap PENGUASA Karena menginginkan PERUBAHAN sehingga kita melakukan DEMONSTRASI atau ORASI sebagai aksi PROTES kepada PENGUASA.
Wahai pembaca yang budiman ! Ibnu Abbas Radiallahu’anhu pernah mengatakan : ” Sesungguhnya PENGUASA adalah Ujian Untuk Kalian, Jika ia berlaku ADIL maka ia ( penguasa ) mempunyai pahala, Kalian tinggal BERSYUKUR. Jika ia ( Penguasa ) JAHAT ( Berbuat tidak adil ), maka ia mendapatkan DOSA, dan WAJIB bagi kalian BERSABAR.
Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda : ” Dengarlah dan Ta’at ( terhadap Penguasa ), walaupun Harta di ambil dan punggung kalian di pukul dan dalam Riwayat lain di sebutkan ” Tunaikanlah hak ia ( Penguasa ) dan hak Kalian, Mintalah Hak Kalian Kepada ALLAH. Dan dalam Riwayat lain Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ” Akan Muncul Penguasa Yang Kalian Kenal AKan Tetapi Kalian INGKARI perbuatannya ( Penguasa ), barang siapa yang Mengingkari ia SELAMAT akan tetapi Orang yang Buruk adalah yang meridhoi bahkan Mencintai. Kemudian Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata : Apakah Boleh Kita Perangi Mereka ( Para Penguasa ), Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Bersabda : JANGAN, Selagi mereka SHOLAT. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam juga pernah bersabda ” Akan Muncul Penguasa yang tidak Menggunakan Petunjuk dari Petunjukku ( Petunjuknya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) dan tidak menggunakan Sunnah dari Sunnah ku. Dan dalam Riwayat yang lain ” Akan Muncul PEMIMPIN yang Hatinya berhati Syaiton dan Tubuhnya Bertubuh MANUSIA Kemudian Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata : Apakah Boleh Kita Perangi Mereka, Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ” TIDAK “. Walaupun seperti demikian keadaan seorang PENGUASA , maka Tetap sahaja Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak memperbolehkan kita untuk MEMBERONTAK kepada mereka ( PENGUASA ).
Wahai pembaca yang budiman ! Hadist diatas bukan berarti kita Ta’at dalam hal BERMAKSIAT kepada Allah Ta’aalaa karena kita mengetahui bahwasanya ” Tidak ada Ketaatan Kepada Seorang Makhlukpun Dalam Bermaksiat Terhadap Sang Kholik ( Allah Subhaanaahuwata’aalaa ) ” Maksudnya adalah Kita Hanya di perbolehkan untuk Taat kepada PENGUASA dalam Hal KEBAIKAN Bukan dalam Hal KEMAKSIATAN, akan tetapi Jika PENGUASA memerintah berbuat MAKSIAT kita TIDAK BOLEH Ta’at dan Juga Tidak Boleh BUGHOT atau MEMBRONTAK Selama tidak ada KEKUFURAN yang jelas yang di jelaskan dalam Alqur’an dan Assunnah sesuai pemahaman para SHAHABAT Radiallahu’anhum. Di sebabkan karena Rasulullah pernah Bersabda : ” Apabila Kalian Melihat sesuatu yang tidak Menyenangkan ( pada PENGUASA ) maka jangan angkat tangan atau BUGHOT atau angkat SENJATA ( MEMBRONTAK ).
Wahai pembaca yang budiman ! ingatlah ketika pada masa pemerintahan USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu, Gubernur USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu yaitu WALID BIN UQBAH yang ketika itu Suka atau Gemar Meminum Minuman keras akan tetapi USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu ( Yang pada waktu itu menjadi PENGUASA ) BELUM memperingatkan Gubernurnya. Usamah Bin Zaid yang ketika itu menjadi penasehat USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu di TEGUR oleh seseorang dengan mengatakan ” Wahai Usamah mengapa engkau tidak memberikan NASEHAT kepada USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu ( untuk mencegah Gubernurnya yang bernama UQBAH BIN WALID dari meminum minuman keras ), kemudian Usamah Bin Zaid berkata : Apakah Jika Aku ( Usamah Bin Zaid ) Memberikan NASEHAT kepada USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu , Haruskah Ku Perdengarkan Kepada Kalian, Demi Allah aku (Usamah Bin Zaid) telah memberikan NASEHAT padanya (USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu), kalian tidak perlu mengetahuinya.
Imam Nawawi Rahimahullah mengomentari berkenaan dengan tindakan Usamah Bin Zaid : ” Di Situlah adab terhadap PENGUASA dengan LEMAH – LEMBUT memberikan nasehat pada PENGUASA dan menyampaikan ( Menanggapi ) komentar Rakyat agar berhenti (dari Mencela PENGUASA ).
Demikian pula Ibnu Hajar Rahimahullah mengomentari tindakan Usamah Bin Zaid dengan mengatakan ” Usamah telah menasehati USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu atas tujuan MASLAHAT ( Manfa’at ) dan tujuan ADAB dengan cara RAHASIA , TANPA harus mengeluarkan KATA – KATA di tempat UMUM yang akan menimbulkan FITNAH.
Wahai pembaca yang budiman ! Begitulah seharusnya sikap seorang muslim yang BAIK, apabila ia hendak mmberikan NASEHAT yang bermanfa’at kepada saudaranya. Hendaklah dilakukan dengan cara yang paling baik, karena sesungguhnya NASIHAT itu INSYA ALLAH akan bermanfa’at, apabila dilakukan dengan cara – cara yang baik Pula.

Wallahua’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s