Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 31 ( Insya Allah )

Standard

PERSATUAN

 

    I.      Apakah Umat islam Wajib Untuk  Bersatu ?

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Kita dalam Firman-Nya:

Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah Seluruhnya, dan Jangan Kalian Berpecah belah.” (QS Ali Imran: 103)

Dengan Dalil Di atas, Bersatu, merupakan Kewajiban bagi Seluruh Umat Islam. Umat islam Harus Bersatu yaitu Bersatu di Atas Aqidah yang haq, Aqidah yang Benar ,Aqidah Yang Shahiihah. Seandainya Umat islam itu Berpecah-belah, Ketahuilah ! Srigala itu hanyalah Memangsa Domba yang Terpisah dari Kawanannya.

II.      Umat islam yang manakah yang harus Bersatu ?

Apakah hanya Sekelompok Kecil Golongan atau Sekup organisasi atau pemerintahan ataukah Sebatas kelompok atau organisasi yang ada Di Indonesia Sahaja !

Tidaklah Demikian Wahai Pembaca Yang Budiman ……… Ketahuilah……..SELURUH Umat ISLAM Di Seantero DUNIA INI Adalah BERSAUDARA ……….. ! Di ULANG lagi yaaa Wahai Pembaca Yang BUDIMAN …….  SELURUH Umat ISLAM Di Seantero DUNIA INI Adalah BERSAUDARA ……….. ! Ulang Lagi yaaa…… Wahai Pembaca Yang BUDIMAN SAMPAI 3 Kali …… SELURUH Umat ISLAM Di Seantero DUNIA INI Adalah BERSAUDARA ……. BERSAUDARA  Dan  BERSAUDARA ……….. !!! Jadi …….. Seluruh Umat Islam Di SEANTERO  Dunia ini  BERSAUDARA dan di TUNTUT untuk BERSATU-PADU ……..Jadi Seluruh Dunia, Wahai Kaum Muslimiin ! Umat Islam Di Haruskan Untuk bersatu. Mengapa Kaum Muslimin SELURUHNYA Di Haruskan Untuk Bersatu  ! Karena Kepemimpinan atau Kekhalifahan ISLAM Secara Sempurna itu Tidak Bisa Di dirikan Kecuali Setelah Umat Islam BERSATU di atas  aqidah yang BENAR, Hukum Islam Tidak Akan Bisa Di Terapkan Dengan Sempurna Sehingga Umat Islam Bersatu Terlebih Dahulu, dan JIHAD tidak dapat di Laksanakan Kecuali Bersama PEMIMPIN atau PEMERINTAH yang Baik ataupun ZHOLIM Dan Dengan Seizinnya ( Pemimpin tersebut ….. Baik Pemimpin Yang baik Ataupun Yang Zholim Selagi Masih MUSLIM) serta Di Dukung Dengan Adanya KEKUATAN atau KEMAMPUAN Serta BUKAN, BUKAN, DAN BUKAN Di Lakukan Dengan Cara Pengeboman BUNUH DIRI atau PEMBUNUHAN Orang MUSLIM Yang Tidak Berdosa dan BUKAN Juga Dengan Membunuh Orang KAFIR yang dalam Jaminan keamanan dalam PEMERINTAHAN ISLAM ( Contoh …… Kalau Ada TURIS Asing Lagi WISATA Ke INDONESIA Umat MUSLIM INDONESIA TIDAK BOLEH Mengganggu atau Menyakiti APALAGI MEMBUNUH Atau MEMBOM TURIS TERSEBUT …… Karena TURIS Asing NYA Kan SUDAH Membeli VISA Secara RESMI Berarti Mereka Secara Tidak LAngsung Berada Dalam Jaminan Keamanan / Perlindungan Dari PEMERINTAHAN INDONESIA …… Gitu LOCH ……. Jangan Di apa – apain yaa TURIS NYA …. ) atau Ada Perjanjian DAMAI dengan Umat ISLAM dan Juga Bukan Dilakukan Dengan Cara DEMONSTRASI, atau ORASI terhadap PEMERINTAH atau MENCELA dan MENGHUJAT  di MIMBARMIMBAR Bebas terhadap PEMERINTAH serta BUKAN juga DI lakukan dengan Cara PEMBRONTAKANPEMBRONTAKAN kepada PEMERINTAH ….. akan tetapi ada tata Caranya Tersendiri Di Dalam Syari’at ISLAM Yang Penuh Dengan KEBERKAHAN ini. Wahai Pembaca yang Budiman ……. Semua itu Hampir – Hampir Saja MUSTAHIL Untuk Terjadi, Apabila Umat Islam Tidak Memulai DAKWAH Mereka sebagaimana para  NABI dan RASUL MEMULAINYA yaitu MEMULAI DAKWAH dari yang Paling UTAMA atau Dari Yang Paling TERPENTING yaitu DI MULAI Dari Pembenahan atau Perbaikan AQIDAH Umat Islam TERLEBIH DAHULU ……. Kemudian Setelah Itu ….. Perbaikan Kepada Yang Lainnya ……. Dan Sekali Lagi Wahai Pembaca Yang Budiman … ……! Semua itu Hampir – Hampir MUSTAHIL untuk Terjadi … Apabila Umat ISLAM tidak Mengikuti Cara DAKWAH para NABI dan RASUL, serta Masih Saja Berpecah Belah Dan Tidak Ada Keinginan Dalam Hatinya Untuk BERSATU……..

III.      Di atas Landasan Apa Umat Islam Harus Bersatu ?

Apakah Umat islam Harus BERSATU di atas KEBATILAN, KEMUNGKARAN ! Bukankah Kita Mengetahui Bahwasanya Yang Haq dan yang Batil Selamanya Tidak akan Pernah Bisa BERSATU ! Bukankah Kekafiran Tidak akan Pernah Bisa Bersatu dengan Keimanan, Bukankah Tauhid Tidak Akan Pernah Bisa Bersatu dengan KESYIRIKAN, dan Bukankah SUNNAH Juga  tidak Akan Pernah Bisa Bersatu dengan BID’AH ! Dan Juga Bukankah KETA’ATAN Tidak Pernah Bisa Bersatu Dengan KEMAKSIATAN ……. Bagaimana Bisa Di katakan Hal Tersebut Bisa Sahaja untuk Di Persatukan ! Katakanlah, Tunjukkanlah Hujjahmu Jika Kamu Memang Orang-orang yang BENAR !

Apakah Juga Umat islam harus BERSATU dalam Satu Sekup Organisasi atau Kelompok atau Golongan !  Jika Seandainya Demikian itu halnya  ! Kelompok Mana Yang  harus Kita BERSATU di dalamnya ! Bukankah Masing-Masing Kelompok Mempunyai Pemimpin ! Bukankah Masing-Masing Golongan mempunyai Pembesar ! Jika Begitu Jadinya, Pemimpin Mana yang Bisa Kita Ambil Perkataannya ! Jika Seperti itu adanya ! kelompok manakah atau oraganisasi manakah yang bisa di Ambil Hujjahnya ! Bukankah Imam Malik Rahimahullah Pernah Berkata :Setiap Orang Pendapatnya Boleh di TERIMA dan Di TOLAK Kecuali Perkataan Yang Mempunyai Kuburan Ini ( Sambil Menunjuk Jari Imam Malik Kepada Kuburan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) ! Wahai Pembaca Yang budiman !

Atau Apakah Umat Islam Harus Bersatu di atas Organisasi atau Golongan yang Berlandaskan Alqur’an dan Assunnah ! Apabila Kita Bertanya hal Ini kepada semua Organisasi, kelompok, Golongan dan Yang lainnya ! Kelompok manakah atau Organisasi manakah yang tidak Mengaku Kelompoknya atau Organisainya di atas Alqur’an dan Sunnah ! Ketahuilah, Apakah Organisasi atau Kelompok yang Mengklaim Diri Mereka Di atas Alquran dan Sunnah itu Berarti Mereka Di atas Kebenaran ! Wahai pembaca yang Budiman ! Bukankah Kelompok Khawarij ! Tahukah Engkau Wahai Saudaraku, Siapakah Khawarij itu ! Itulah Yang di sabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ! Kilaaabu Ahlinnaaar ( Anjing-anjing Neraka ) ! Mereka Berdalil dengan Alqur’an  Yaitu Dengan mengatakan  “ Tidak Ada hukum Kecuali Hukum AllahKalimat ini di Tujukan Ketika Itu Kepada Ali Radiallahu’anhu yang ketika itu, Beliau Menjadi Khalifah / Pemimpin.  Ali Radiallahu’anhu BERKATA Sehubungan Dengan Ucapan yang Di Lontarkan kepada Beliau ( Ali Radiallahu ‘anhu )Yaitu dengan mengatakan “  Itu ( Kalimat Yang Kalian Ucapkan Adalah  ) Kalimat Yang Haq ( Benar ) Akan Tetapi yang Di Kehendaki Batil  Itu adalah Ucapan Yang Benar Berdasarkan Alqur’an akan tetapi yang Di Inginkan Batil ( Salah ). Mereka ( Khawarij ) Berdalil dengan Alqur’an dan Sunnah Sehingga Mereka dengan BERANINYA MENGKAFIRKAN Setiap Orang yang Tidak Berhukum dengan Hukum Allah Ta’aalaa , Tanpa Harus Merincinya Terlebih Dahulu ( Tanpa Berhati – Hati Dalam Mengkafirkan SESEORANG ) Bahkan  Ali Radiallahu’anhu ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Yang Sudah Di Jamin Masuk SURGA Saja ) Di kafirkan Oleh Mereka                                                   ( KELOMPOK khowarij ), Sehingga Terbunuhlah Ali Radiallahu’anhu oleh mereka  ( Khawarij ). Wahai Pembaca Yang Budiman …….. Bagaimana Mungkin Ali Bin Abi Tholib Seorang Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam yang Sudah Di Pastikan Masuk Kedalam SURGA oleh ALLAH Subhaanaahuwata’aalaaa itu Menjadi KAFIR Atau DI KAFIRKAN …….. Bukankah Semua Orang KAFIR tempatnya adalah NERAKA, Seandainya ALI Bin Abi Tholib ITU KAFIR Sebagaimana SANGKAAN orang – orang KHOWARIJ …… INI BERARTI …….. Sama Saja Mereka ( Orang KHOWARIJ ) Menuduh Allah Yang Maha Tinggi itu Tidak Mengetahui HAL GHAIB , Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam Pernah Bersabda yang artinya ” ABU BAKAR….. AKAN MASUK SURGA …… UMAR …….. AKAN MASUK SURGA …….  USTMAN BIN AFFAn ………. AKAN MASUK SURGA …….. ALI BIN ABI THALIB  …… AKAN MASUK SURGA …….  ” Wahai Pembaca Yang BUdiman ………. Bukankah Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam itu Berasal Dari Alllah ………….. Jika Seandainya Sabda RAsulullah Shallallahu’alaihi wa sallam itu SALAH …. INI BERARTI …. Sama Saja Mereka ( Orang KHOWARIJ ) Menuduh  Allah Yang Maha Tinggi  SALAH Dalam Memberikan WAHYU Kepada   Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam …………  ( Wal’iyaadzubillah ) ……………..  Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman ! Apakah Seseorang yang Berlandaskan ALQURAN dan ASSUNNAH Mereka Berada Di Atas KEBENARAN ! Bukankah Kelompok KHAWARIJ Berlandaskan Alqur’an dan Assunnah Akan Tetapi Pemahaman yang mereka Ambil adalah Pemahaman Mereka SENDIRI, Mereka Tidak Mengembalikan dalam Memahami ALQUR’AN dan ASSUNNAH Kepada pemahaman PARA SHAHABAT Radiallahu’anhum Jamii’an Padahal Di tengah-tengah Mereka, Masih ada Para Shahabat Radiallahu’anhum jamii’an, Akan Tetapi mereka MENGKAFIRKAN Para Shahabat Dengan Dalil yang Mereka Ambil dari Alqur’an dan Sunnah.

Jikalau Seperti itu ! Wahai pembaca yang Budiman, Di atas Apakah, kita harus BERSATU ?  Maka Tidak ada Jalan lain Kecuali Bersatu, Yaitu Bersatu Di atas Aqidah yang Benar, Aqidah yang Haq, Aqidah yang Shahiihah Menurut Pemahaman SalafuShaleh yaitu Para SHAHABAT  Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wa sallam khususnya, Bukan menurut Pemahaman Individu / Golongan tertentu. Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam,

Sebaik-Baik Generasi adalah Generasi ku ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  ), kemudian Generasi Setelahnya ( Pengikut Shahabat ), Kemudian Generasi Setelahnya ( Pengikut- Pegikut Shahabat )( H.R. Bukhari & Muslim )

Dan Dalam Riwayat Yang lain :

Umatku akan Berpecah Menjadi 73 Golongan, Semuanya di Neraka Kecuali 1 Golongan, Mereka ( Shahabat ) bertanya : Siapakah 1 Golongan Itu Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ? “ Beliau Menjawab, “ Apa Yang Ada Padaku dan Shahabat-Shahabatku Pada hari ini “ ( H.R. Turmudzi dan Di Shahihkan Oleh Albani ).

Dan Juga Sebagaimana Perkataan Ibnu Mas’uud Radiallahu’anhu :

Mereka Para Shahabat itu adalah orang Yang paling Bersih Hatinya, Di antara Umat Islam, Yang Paling Dalam ilmunya, dan Paling Sedikit Memaksakan Kehendaknya.

Kemudian Ibnu Mas’uud Melanjutkan :

Kalian Berada di Zaman Yang Banyak Ulamanya, Sedikit Penceramahnya, dan kelak akan Datang Setelah kalian Suatu Zaman yang Sedikit Ulamanya dan Banyak Penceramahnya  ( Di keluarkan oleh Attabrani dalam Al kabir dan AlBukhari dalam Al adabul Mufrad dan Di Shahihkan Oleh Ibnu Hajar )Dan Juga Sebagaimana Perkataan Ibnu rajab Rahimahullah: Seutama-utama Ilmu adalah dalam Penafsiran Alqur’an dan Makna-Makna hadits serta dalam Pembahasan Halal dan haram Yang ma’tsur dari Para Shahabat, Tabi’iin, dan Tabi’ut Tabi’iin Yang Berakhir pada Para Imam Terkenal dan Di Ikuti ( Fadlu Ilmi Salaf, Ibnu Rajab 58 )

Dan juga Sebagaimana di Katakan Oleh imam Malik Rahimahullah :

Tidaklah Urusan Umat Ini akan Menjadi BAIK kecuali Dengan Mengikuti Hal-Hal yang Telah Menjadikan UMAT TERDAHULU Menjadi baik

Wallahu A’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s