Monthly Archives: September 2012

10 Buah sehat yang juga mengandung racun

Standard

Mungkin kita tidak banyak mengetahui bahwa makanan yang umum kita makan sehari – hari, baik berupa buah, sayuran ataupun seafood ternyata mempunyai racun terkandung di dalamnya, yang jika kita memakannya dalam kadar tertentu ataupun salah dalam pengolahannya bisa mengakibatkan kematian.
10 Makanan berikut ini sangat terkenal dan familier buat kita, bahkan sering dianjurkan oleh ahli gizi untuk rutin dikonsumsi demi menukupi vitamin dan mineral tubuh. Namun mereka (para ahli gizi) mungkin lupa untuk menyebutkan tentang racun yang ada di dalamnya. Langsung saja simak 10 Buah Sehat yang Juga Mengandung Racun

1. Tomat

Banyak diantara kita yang tidak tau bahwa tomat ternyata beracun. Walau buah tomatnya sendiri tidak beracun, tetapi daun dan ranting tanaman tomat mengandung glycoalkaloid yang bisa mengakibatkan sakit perut dan gugup. Daun dan ranting tomat bisa digunakan dalam memasak, tapi tidak bisa dimakan. Glycoalkaloid ini adalah racun yang kuat yang bahkan digunakan untuk mengontrol pes.


2. Apel

Apel sangatlah terkanal sebagai buah yang enak dan sehat tetapi taukah anda bahwa apel mengandung Cyanide/ sianida, walaupun hanya dalam jumlah sedikit. Kandungan sianida ini terdapat di dalam biji apel. Walaupun memakan semua biji yang ada dalam 1 apel tidak akan mematikan, tetapi adalah sesuatu hal yang harus dijauhi. Karena bila anda memakannya dalam jumlah tertentu, akan mengakibatkan komplikasi

3. Cheri

Cheri adalah makanan yang bisa dimakan paling bervariasi. Bisa dimakan mentah, dibakar, dijadikan manisan, bahkan di dalam minuman keras. Walaupun Cheri terkenal enak, buah ini mengandung racun hidrogen sianida. Kalau pip cheri ini terkunyah atau hancur secara tidak sengaja, ia akan mengeluarkan hidrogen sianida. Keracunan hidrogen sianida dalam dosis kecil akan mengakibatkan pusing, kebingungan, dan muntah. Keracunan dalam dosis yang besar akan mengakibarkan kesulatan bernafas, kenaikan tekanan darah dan detak jantung, bahkan gagal ginjal yang bisa mengakibatkan koma dan juga kematian karena saluran pernafasan.


4. Almond

Walaupun orang menyebutnya kacang Almond sebenarnya adalah biji-bijian, yang sangat terkenal di dunia. Seperti hal nya Apel, Almond juga mengadung sianida. Almond ini sangat beracun bila tidak diproses di panas yang benar untuk mengeluarkan racun nya. Di banyak negara, Almond ini dilarang dijual sebelum diproses untuk mengeluarkan racun sianida darinya.

5. Kentang

Pasti semua dari kita sudah pernah mendengar bahkan memakan kentang. Yang belum kita dengar mungkin adalah bahwa kentang ini beracun. Ranting dan daun bahkan kentang nya sendiri beracun. Kalau anda pernah perhatikan kentang lebih dekat, kemungkinan besar dari kita pernah melihat kentang yang agak kehijau-hijauan. Ini adalah disebabkan oleh racun glycoalkaloid. Dalam sejarah, kematian akibat kentang ini pernah terjadi walaupun jarang.

Kebanyakan adalah karena meminum teh daun kentang atau memakan kentang yang kehijau-hijauan. Kematian ini tidak datang secara cepat dan mendadak, tetapi bisanya korban nya akan menjadi lemas dan kemudian jatuh koma. Oleh sebab itu, janganlah mengkonsumsi kentang yang mempunya bulatan seperti bola mata hijau, kulit kehijau-hijauan, atau yang telah berakar. Buanglah kentang-kentang tersebut daripada menyajikan nya.


6. Cabe

Sepertinya tidak ada seorang pun diantara kita yang tidak pernah memakan cabe. Apapun jenis cabe tersebut (cabe rawit, keriting, hijau, dsb) mengandung bahan kimia yang disebut capsaicin. Capsaicin inilah yang bikin cabe itu menjadi pedas. Kimia ini sangalah keras dimana bisa digunakan untuk menghilangkan cat, bahkan digunakan sebagai “pepper spray” yang bisa membutakan mata. Bilan capsaicin ini dimana dalam jumlah tertentu, akan menyebabkan kematian.

7. Kacang Monyet

Seperti halnya almond, kacang monyet ini sebenarnya bukanlah kacang melainkan adalah biji-bijian. Pada saat anda membli kacang monyet yang mentah, sebenarnya kacang tersebut sudahlah tidak mentah tetapi sudah dikukus terlebih dahulu. Ini dikarenakan, kacang ini mengandung racun urushiol yang harus di kukus dulu untuk menghilangkan racun tersebut. Keracunan kacang monyet ini sangat jarang, tetapi orang-orang yang bekerja di pabrik untuk memisahkan kacang monyet dari kulitnya kadang mengalami efek samping yang disebabkan oleh racun urushiol.


8. Jamur

Ada sekitar 5000 jenis jamur di Amerika dan sekitar 100 disebut beracun dan kurang dari selusin adalah jamur yang memtikan. Secara umum, jamur bisa mengakibatkan gangguan gas dalam pencernaan usus bagi yang alergi terhadapnya. Karena banyaknya jenis jamur yang ada didunia, sangatlah susah untuk mengetahui persis yang mana yg beracun. Pada dasarnya, jamur yang tumbuh secara liar lebih mungkin beracun. Salah satu jenis jamur yang paling beracun adalah “Alpha-amanitin”, yang dapat merusak lever.


9. Pufferfish

Ikan Pufferfish adalah veterbrata paling beracun kedua di dunia. Orang Korea dan Jepang paling suka memakan ikan ini. Banyak yang tidak tau bahwa lever dari ikan ini adalah sangan beracun yang dapat mengakibatkan kematian. Racun tersebut dikenal dengan nama tetrodotoxin yang bisa menyebakan darah tinggi, mati rasa yang dan paralysis urat yang bisa menyebabkan kegagalan dalam bernafas dan kematian.


10. Cassava (Yuca)

Mungkin tidak banyak dari kita yang tau makanan ini. Cassava banyak ditemukan di karibean dan Amerika Selatan. Cassava ini bisa dimakan manis ataupun pahit.Makanan ini mengandung cyanogenic glocosides yang ternyata sangat beracun. Dari baunya, cassava akan mengusir serangga bahkan juga binatang, dan kalau tidak di proses secara benar akan mengakibatkan kematian.

by ms hajrah (guru SDIT alhikmah bintara bekasi)

REFRESHING DAN BELAJAR

Standard

Pada hari kamis lalu (20 September 2012), Siswa-siswi SDIT Al Hikmah Bintara mengadakan field trip ke Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor-Jawa Barat.

Di sana mereka berkeliling kandang ternak dan  dapat melihat berbagai hewan ternak seperti: ayam, kelinci, itik, domba, sapi dan kambing. Mereka juga diajarkan tentang jenis-jenis ternak yangi banyak dipelihara di dunia. Dari Sapi luar seperti: jenis limosine, maupun sapi lokal seperti sapi bali. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Dan di Balitnak inilah diadakan penelitian mengenai keungugulan hewan ternak kemudian diteliti apakah ada kemungkinan dapat dilakukan persilangan jenis hewan tersebut sehingga menghasilkan jenis hewan yang merupakan bibit unggul. Salah satu jenis persilangan yang dihasilkan oleh Balitnak adalah antara itik (bebek) dan entok yang mereka sebut “itok” alias itik dan entok. Dari persilangan ini dihasilkan hewan ternak yang dapat menghasilkan telur yang banyak serta daging yang banyak pula.

 

Setelah mendapatkan penjelasan dari petugas Balitnak, Siswa-siswi SDIT Al Hikmah mendapat bingkisan 1 cup susu sapi segar dengan berbagai rasa seperti: vanilla, strawberry dan coklat. Ini adalah salah satu hasil pengembangan hewan ternak yang diproduksi oleh Balitnak. Selain susu sapi, Balitnak juga memproduksi hasil lainnya seperti: susu kambing, sosis kelinci, bakso kelinci, yogurd, caviar (untuk kosmetik) dan lain sebagainya.

 

Setelah kunjungan ke Balitnak, Siswa-siswi SDIT Al Hikmah melanjutkan perjalanan ke Taman Wisata Matahari yang kebetulan letaknya tidak jauh dari Balitnak. Di sini, mereka dapat bermain perahu air, sepeda santai, puddle boat dan lain-lain. Mereka sangat senang dengan field trip kali ini karena dapat refreshing sekaligus mendapat pengetahuan yang banyak.

 

Penulis: Ms Tya

Guru Kelas IV

Nama-Nama Kelas di SDIT Al Hikmah Bintara

Standard

SDIT Al Hikmah Bintara memiliki beberapa kelas paralel; maksudnya, ada lebih dari satu kelas untuk satu tingkatan. Saat ini, kelas 1 ada tiga kelas, kelas 2 ada tiga kelas, kelas 3 ada tiga kelas, dan kelas 4 ada tiga kelas. Kelas 5 dan kelas 6 ada dua kelas masing-masing.

Salah satu ciri khas SDIT Al Hikmah adalah pemberian nama-nama sahabat untuk tiap-tiap kelas. Jadi, tidak seperti sekolah lain yang memberi nama kelas-kelasnya semacam Kelas 3-1, Kelas 3-2, atau Kelas 4-A, Kelas 4-B. kelas-kelas di SDIT Al Hikmah Bintara dinamai berdasarkan nama-nama para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam (kecuali satu kelas, entah mengapa).

Inilah daftar nama kelas-kelas di SDIT Al Hikmah beserta tulisan Arab nama-nama tersebut.

 

KELAS 1

Kelas 1 Mush’ab Bin Umair (مُصْعَب بن عُمَيْرٍ)

Kelas 1 Ali Bin Abi Thalib (عَلِيّ بن أَبِي طَالِبٍ)

Kelas 1 Khalid Bin Walid (خَالِد بن الْوَلِيْدِ)

 

KELAS 2

Kelas 2 Abu Bakar Ash-Shiddiq (أَبُو بَكْرٍ الصِّدِّيْق)

Kelas 2 Abu Dzarr Al Ghifari (ّأَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِي)

Kelas 2 Abu Hurairah (أَبُو هُرَيْرَةَ)

 

KELAS 3

Kelas 3 Salman Al Farisi (سَلْمَان الفَارِسِيّ)

Kelas 3 Umar Bin Khatthab (عُمَر بن الْخَطَّابِ)

Kelas 3 Bilal Bin Rabah (بِلَال بن رَبَاح)

 

KELAS 4

Kelas 4 Abdurrahman Bin Auf (عَبْد الرَّحْمَن بن عَوْفٍ)

Kelas 4 Utsman Bin Affan (عُثْمَان بن عَفّاَنَ)

Kelas 4 Amr Bin Ash (عَمْرو بن الْعَاصِ)

 

KELAS 5

Kelas 5 Ibnu Mas`ud (عَبْد اللهِ بن مَسْعُوْدٍ)

Kelas 5 Thariq Bin Ziyad (طَارِق بن زِيَادٍ) —> yang ini bukan nama shahabat

 

KELAS 6

Kelas 6 Anas Bin Malik (أَنَس بن مَالِكٍ)

Kelas 6 Mu`adz Bin Jabal (مُعَذ بن جَبَلٍ)

 

Kelas-kelas tersebut dinamai berdasarkan nama-nama para shahabat untuk mengenalkan siswa-siswa kepada para shahabat sejak dini. Dengan demikian, diharapkan mereka kelak mengenal sejarah hidup para shahabat, mengagumi mereka, serta meniru gaya hidup mereka yang berdasarkan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

 

 

 

Tulisan ini dibuat oleh Mr. Dany, Guru Al Hikmah

Jalan – jalan ke Taman Wisata Matahari

Standard

Hari kamis, tanggal 20 september 2012, seluruh siswa-siswi SDIT al-hikmah melakukan kunjungan ke balitnak. Di balitnak kami hanya sebentar,  kemudian kami perjalanan kami lanjutkan ke Taman Wisata Matahari di Puncak. Alhamdulillah perjalanan pada hati itu lancar, mungkin karena kami melakukan perjalanan pada sat hari kerja, dimana banyak orang yang sibuk bekerja bukannya jalan-jalan seperti yang kami lakukan, heeee….

Sekitar jam 11.00 WIB kami sampai di Taman Wisata Matahari, agenda kami selanjutnya adalah makan siang, tetapi yang kami sayangkan adalah cukup jauhnya perjalanan dari luar ke tempat kami makan. Waduhhh… kasian sekali anak – anak ku kelas , mereka sudah terlihat lelah, apalagi dengan tas yang mereka bawa. Mungkin karena terlalu banyak makanan yang mereka bawa kali ya, jadinya keberatan. Tetapi alhamdulillah tempat makan dan makanannya tidak mengecewakan, sepertinya juga anak – anak suka, tapi tetap saja namanya juga anak – anak masih susah diatur, suka lari kesana kemari. Hampir saja anak – anak kelas 1 ali bin abi thalib yang aku bimbing berpencar, tapi alhamdulillah bisa berkumpul lagi setelah makan. Makanan guru-gurunya juga enak, prasmanan gitu.

Setelah makan kita persiapan sholat dzuhur, tapi subhanalloh cukup repot mengurus anak – anak sholat, padahal tempat sholat yang ada cukup kecil, jadi tidak bisa menampung seluruh siswa untuk sholat sekaligus, jadi gantian deh….

 

by : ms hajrah (guru SDIT al-hikmah bintara)

akibat penyalahgunaan HP kamera

Standard

Fatwa-fatwa Asy-Syaikh Al-‘Allamah DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah seputar bencana akibat penyalahgunaan HP kamera:

Pertanyaan: HP kamera semakin marak akhir-akhir ini, anak-anak kami pun sudah memilikinya, bahkan antara pemuda saling bertukar foto dan film-film seronok, kami harapkan dari engkau wahai Syaikh sebuah nasihat kepada para orang tua agar mengawasi anak-anak mereka, demikian pula kepada para guru di sekolah, dan juga pengarahan bagi anak-anak itu sendiri!

Jawab: Munculnya HP kamera termasuk bencana. Seorang muslim hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala; menghindari HP seperti ini dan membeli HP tanpa kamera, baik untuk ia gunakan, maupun untuk anak-anaknya. Dan hendaklah ia melarang anak-anaknya menggunakan HP kamera. Karena wajib atasmu melarang mereka, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (At-Tahrim: 6)

Dan menggambar (makhluq bernyawa) termasuk sebab mendapatkan adzab di neraka. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

[ كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا يعذب بها في جهنم ]

“Setiap tukang gambar tempatnya di neraka, setiap apa yang dia gambar akan dijadikan ruh untuknya yang kemudian akan mengadzabnya di jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedang Allah Ta’ala telah berfirman: “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Maka hendaklah seorang muslim bertakwa kepada Allah dalam dirinya dan anak-anaknya; hendaklah ia melarang mereka menggunakan HP kamera dan menggantinya dengan HP tanpa kamera.

Teks asli:

السؤال يقول : كثر في الآونة الأخيرة جوالات الكاميرا ، وأصبحت في أيدي أبنائنا ، ويحصل فيما بين الشباب تناقل الصور والأفلام القبيحة ، نريد منك يا شيخ توجيه الآباء لمراقبة أبنائهم ، وكذلك المعلمين في المدارس ، وأيضا توجيه الأبناء ؟

الإجابة :هذا من الفتن ظهور هذه الجوالات ذات التصوير هذا من الفتن ، فعلى المسلم أن يتقي الله وأن يتجنب هذه الجوالات وأن يشتري من الجوالات التي ليس فيها تصوير ويشتري لأبنائه منها ويمنعهم من جوالات التصوير لأن هذا يجب عليك ، قال الله جلا وعلا: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ [التحريم : 6] .والتصوير مما يسبب العذاب في النار قال صلى الله عليه وسلم : [ كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا يعذب بها في جهنم ] والله جلا وعلا يقول : قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً فعليه أن يتقيَ الله في نفسه وفي أولاده ويمنع من الجوالات ذوات التصوير ويأخذ من الجوالات التي ليس فيها تصوير

Pertanyaan: Fadhilatus Syaikh, saya memiliki HP yang disertai kamera video dan foto. Aku menggunakannya dalam kebaikan insya Allah, seperti merekam ceramah agama dan lain-lain. Namun terkadang aku memotret anak-anakku dengan HP tersebut, bagaimana pendapatmu –hafizhakumullah-?

Jawab: Merekam ceramah agama dan al-Qur’an adalah sesuatu yang baik. Adapun membuat gambar bernyawa, itu adalah kebatilan. Haram hukumnya memotret anak-anakmu ataupun makhluk bernyawa lainnya. Membuat gambar bernyawa haram, terlaknat orang yang melakukannya dan ia termasuk yang paling keras adzabnya pada hari kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang shahih. Maka hendaklah engkau menjauhi perbuatan itu.

Teks asli:

السؤال : وهذا سائل يقول: فضيلة الشيخ لدي جوال يحتوي على كاميرا فيديو وكـاميرا فوتوغرافية ، وأستخدمهـا في الخير إن شاء الله مثل تسجيل المحاضرات وغيرها ، وأصور بعض الأحيـان صورا لأطفـالي في البيت ، فما رأيكم حفظكم الله ؟

الإجابة : أما تسجيل المحاضرات وتسجيل القرآن هذا شيء طيب أما التصوير فهو باطل ما يجوز التصوير مايجوز حرام تصوير أولادك أو تصوير غيرك ، تصوير ذوات الأرواح حرام وملعون من فعله وهو من أشد الناس عذابًا يوم القيامة كما جاء في الأحاديث الصحيحة فعليك بتجنب التصوير .

Pertanyaan: Sebagian orang beranggapan bahwa memotret dari HP kamera hanyalah sekedar menangkap bayangan dan tidak mengandung perbuatan menggambar yang diharamkan, bagaimanakah hukumnya?

Jawab: Tidak diharamkan menurutnya. Adapun menurut Sunnah dan dalil-dalil syar’i, hukumnya haram secara umum, pelakunya terlaknat dan paling keras adzabnya pada hari kiamat. Maka apa yang mengecualikan HP kamera dari keumuman ini!?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengharamkan gambar bernyawa secara mutlak dengan sarana apa saja, baik dengan HP, dengan kamera, dengan tangan, maupun dengan alat lukis. Siapakah yang berhak memberikan pengecualiaan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (yaitu dengan mengecualikan foto kamera, padahal haditsnya umum) !? Dan siapakah yang boleh menambahkan sesuatu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (yakni menganggap perkataan beliau masih kurang, sehingga perlu ia tambahkan) !?

Kecuali untuk kebutuhan darurat, para ulama muhaqqiq telah mengecualikan foto dalam keadaan darurat. Jika seseorang membutuhkan gambar bernyawa karena alasan darurat maka hal ini dibolehkan berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وقَدْ فَصَّـلَ لَكُم مَّـا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.” (Al-An’am: 119)

Adapun menggambar obyek bernyawa karena hobi atau seni, baik dengan kamera, dengan tangan, atau dengan apa saja, maka hukumnya haram. Kecuali karena darurat saja yang diberikan rukhshoh (keringanan), itupun harus disesuaikan dengan kadar daruratnya.

Teks asli:

السؤال : ما حكم التصوير من جوال الكاميرا حيث يقول بعض الأشخاص بأنه مجرد حبس الظل وليس في ذلك أي شيء من التحريم فما حكم ذلك ؟

فأجاب حفظه الله :ليس فيه شيء من التحريم عنده أما عند السنة والأدلة فالتصوير بعمومه حرام وملعون المصور وهو أشد الناس عذابا يوم القيامة فما الذي يخرج الجوال من هذا ، الرسول حرم التصوير مطلقا بأي وسيلة : جوال ، كاميرا ، باليد ، بالرسم حرمه تحريما مطلقا ، فمن يستثني على الرسول صلى الله عليه وسلم ويستدرك على الرسول إلا أن العلماء المحققين استثنوا حالة الضرورة إذا احتاج الإنسان للتصوير للضرورة فيباح هذا من أجل الضرورة لقوله تعالى: وقَدْ فَصَّـلَ لَكُم مَّـا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إلَيْهِ [الأنعام : 119]
أما التصوير للهواية والتصوير للفن التصوير بالكاميرا أو باليد أو بأي شيء فهو حرام ولا يجوز إلا للضرورة فقط بقدر الضرورة رخصة ، رخصة من أجـل الضـرورة فقط .
المصدر : درس الشيخ صالح الفوزان حفظه الله يوم الإثنين 15 شوال 1427 هـ [ تفسير من سورة الحجرات إلى سورة الناس ]

Sumber: http://www.sahab.net

Adapun hadits yang beliau maksudkan tentang terlaknatnya orang yang menggambar adalah hadits riwayat Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berikut ini:

عن عون بن أبي جحيفة قال: رأيت أبي اشترى عبدا حجاما فأمر بمحاجمه فكسرت، فسألته، فقال: نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب، وثمن الدم، ونهى عن الواشمة والموشومة، وآكل الربا وموكله، ولعن المصور

Dari ‘Aun bin Abu Juhaifah, ia berkata, “Aku melihat ayahku membeli seorang budak tukang bekam. Lalu ia menyuruhnya mengambil alat-alat bekamnya kemudian mematahkannya. Aku bertanya kepadanya tentang perbuatannya itu. Beliau menjawab:

“Sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil jual beli anjing dan hasil jual beli darah. Beliau juga melarang wanita yang membuat tato dan meminta ditato, pemakan riba dan pemberi makan riba. Dan beliau pun melaknat tukang gambar.” (HR. Al-Bukhari, no. 1980)

Sedangkan yang beliau maksudkan dengan hadits tentang kerasnya adzab tukang gambar adalah hadits berikut:

إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون

“Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya di hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Al-Bukhari, no. 5606 dan Muslim, no. 5659)

Jadi. menggambar makhluk bernyawa haram berdasarkan dalil-dalil yang jelas. Apalagi jika dimaksudkan untuk menyebarkan kerusakan di tengah-tengah masyarakat, seperti gambar-gambar perzinahan dan gambar wanita berpakaian tapi telanjang.
Wallahul Musta’an.

Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Sofyan

*diposkan oleh ms rahma guru sdit al hikmah bintara

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 33 ( Insya Allah )

Standard

Adab – Adab Terhadap Penguasa / Pemerintah

APA YANG MENYEBABKAN PENGUASA RUSAK

1. Lemahnya Ilmu Agama .
Imam Ahmad Rahimahullah pernah mengatakan : Asas Ilmu itu adalah TAKUT pada Allah Ta’aalaa
2. Mengikuti Syubhat dan Syahwat, Walaupun terkadang ia mengetahui AGAMA
3. Lebih mengutamakan Sanak Kerabat atau KKN.
4. Lebih Mengutamakan Penasehat Yang Buruk.
5. Menyerahkan Jabatan-Jabatan kepada orang yang tidak Ikhlas, Tulus dan Setia
6. Menjadikan Orang Kafir sebagai Penasehat.
7. Pemimpin Tersebut Terpengaruh Dengan Tradisi – Tradisi BARAT atau Tergiur dengan Indahnya   DEMOKRASI, Padahal ISLAM dan DEMOKRASI selamanya tidak akan pernah bisa untuk BERSATU.
8. Bangga atau Sombong Terhadap Kekuatan Materinya.
9. Diktator atau angkara murka atau Bengis.
Ibnu Taimiyyah Rahimahullah pernah mengatakan : Allah Subhaanaahuwata’aalaa akan menegakan Negri KAFIR Yang ADIL Walaupun Negri itu Kafir, dan akan Meruntuhkan Negri MUSLIM yang Dzolim walaupun Negri itu Muslim.
10. Loyal Terhadap Orang Kafir.
11. Disebabkan Tekanan Dari Pihak Luar

Wahai pembaca yang budiman ! Ingatlah Ketika Abu Bakar Radiallahu’anhu ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Yang di pastikan Masuk SYURGA ) itu di angkat menjadi seorang PEMIMPIN Beliau (Abu Bakar Radiallahu’anhu ) mengatakan kepada RAKYAT nya : Wahai manusia aku telah di jadikan pemimpin oleh KALIAN, aku bukanlah orang yang terbaik di antara kalian dan apabila aku berbuat KEBAIKAN, maka ” BANTU lah ” aku, dan apabila aku berbuat KESALAHAN, maka ” LURUSKANLAH “, Ta’aatilah aku selama aku Menta’ati Allah dan Rasul Nya , Apabila aku Tidak Ta’at kepada Allah dan Rasul Nya, Maka ” TIDAK ADA ” Keta’atan Pada Kalian.
Wahai pembaca yang budiman ! Ingatlah Ketika Umar Radiallahu’anhu ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Yang di pastikan Masuk SYURGA ) itu juga di angkat menjadi seorang PEMIMPIN setelah Abu Bakar Radiallahu’anhu Beliau ( Umar Radiallahu’anhu ) mengatakan : ” Demi Allah Manusia yang paling aku cintai dan di cintai Allah adalah orang yang menyampaikan AIB ku ( KESALAHANKU ) Kepada ku ( Umar Radiallahu’anhu ).
Adab dalam Memberikan NASEHAT :
1. Ikhlas
2. Dengan Ilmu
3. Mencontohkan yang baik
4. Dengan penuh Rahmat
5. Tassabbut atau Teliti ( Jangan Tergesa – gesa )
6. Lemah Lembut
7. Memperhatikan antara Manfaat dan Mudharat
8. Sabar.
Syeikh Fauzan mengatakan : orang itu Terbagi kepada 3 KELOMPOK :
1. Orang yang mempunyai Ilmu dan kekuasaan ( Cara Da’wahnya maka dengan TANGAN ( Kekuasaan ) dan LISAN )
2. orang yang punya ilmu akan tetapi tidak mempunyai kekuasaan ( Maka dengan LISAN )
3. orang yang tidak mempunyai ilmu dan kekuasaan ( Maka dengan HATI ).

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya  : Ada 3 PERKARA yang menyebabkan Hati tidak mudah Dongkol ( Kesal / Marah ) : 1. Ikhlas beramal karena Allah Subhaanaahuwata’aalaa, 2. Menasehati PENGUASA, 3. Tetap Berada di atas Jama’ah Kaum Muslimiin.
Wahai pembaca yang budiman ! bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah Bersabda : Sebaik – baik JIHAD adalah Kalimat yang BAIK yang di lontarkan di sisi PENGUASA yang JAHAT.
Wahai pembaca yang budiman ! Kita tidak bisa ingkari bahwasanya asas utama tegaknya ISLAM dengan amar ma’ruf dan nahyi Mungkar akan tetapi hendaklah di perhatikan Adab-adabnya dan etika terhadap PENGUASA serta menasehati para PENGUASA itu tidak dengan cara terang terangan sebagaimana KITA tidak suka jika KITA di nasehati di depan umum atau Secara Terang – terangan …..  begitu juga PEMERINTAH tidak selayaknya kita melakukan nasehat SECARA Terang –terangan di sertai dengan PENCELAAN terhadap PEMERINTAH / PENGHUJATAN apalagi PEMBRONTAKAN di depan UMUM atau di Kalayak Ramai. Bahkan Imam SYAFI’IE Rahimahullah pernah mengatakan : ” Barang siapa yang menasehati saudaranya sendirian ( tanpa dilihat orang lain ) maka ia telah MENGHIASINYA ( saudaranya ), barang siapa yang menasehati saudaranya di tempat UMUM, berarti ia telah MENGHINAKANNYA. Ibnu Abbas Radiallahu’anhu pernah mengatakan : ” Hendaknya orang yang ingin Amar Ma’ruf dengan PENGUASA, Carilah tempat yang TERSEMBUNYI dan sangat senang berbicara secara RAHASIA, dan mengajaknya dengan BERDUA tanpa orang yang KETIGA dan berusaha melakukannya secara RAHASIA sebisa mungkin agar BISA menggigit dengan NASEHATNYA. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda : ” Barang siapa yang hendak memberikan NASEHAT kepada PENGUASA , maka janganlah di lakukan secara TERANG – TERANGAN , hendaklah dengan cara Ambil ( pegang ) tangannya, Bawalah ke Tempat KHUSUS. Jika Di terima itu yang kita INGINKAN, Jika TIDAK Kita sudah Tunaikan Hak dia ( PENGUASA ).
Mengapa Memberikan NASEHAT dengan secara TERBUKA atau di TEMPAT UMUM tidak di perbolehkan ! Disebabkan hal tersebut bukanlah cara – cara yang di Syari’atkan dalam ISLAM dan dapat menimbulkan KERUSAKAN yang lebih BESAR dari pada MANFA’ATNYA. Padahal ISLAM datang untuk MENDATANGKAN manfa’at bukan MUDHARAT. Dan juga KAEDAH fiqih mengatakan ” Menghindari Mafsadah ( Kerusakan ) LEBIH di dahulukan daripada MENDATANGKAN manfaat ”
Ibnul Qoyyim Rohimahullah pernah Mengatakan : Apabila Mengingkari KEMUNGKARAN kemudian memberikan mafsadah ( KERUSAKAN ) yang lebih besar yang di benci oleh Allah Ta’aalaa dan Rasul-Nya maka kita TIDAK boleh melakukannya. Wahai pembaca yang budiman ! bukan berarti kita MENGHILANGKAN atau bahkan MENIADAKAN Amar Ma’ruuf dan Nahyi Mungkar, Amar Ma’ruuf dan Nahyu Mungkar merupakan suatu kewajiban yang di sesuaikan dengan kemampuan, akan tetapi hendaklah di perhatikan ADAB – ADAB dalam ber amar ma’ruf nahyi mungkar. wahai pembaca yang budiman ! dan hal yang paling utama untuk DI PERHATIKAN dalam memberikan NASEHAT kepada PENGUASA adalah bukanlah SETIAP orang BISA memberikan NASEHAT kepada PENGUASA akan tetapi yang berhak memberikan NASEHAT terhadap PENGUASA adalah orang TERTENTU dari kalangan Para ULAMA atau Mungkin penguasa itu mempunyai PENASEHAT tersendiri atau orang terdekat yang di percayai untuk memberikan NASEHAT kepadanya ( Penguasa ). Memberikan NASEHAT kepada penguasa itu pertama dengan Cara MENDOAKAN panguasa terlebih dahulu agar mendapatkan HIDAYAH ke jalan yang benar kemudian setelah itu Memberikan ARAHAN dengan cara TERSEMBUNYI atau melalui SURAT atau Menyampaikan kesalahan Penguasa kepada orang terdekatnya atau penasehatnya untuk di sampaikan kepada penguasa tersebut secara RAHASIA, TANPA harus mengumbar atau menyebarkan AIB atau KESALAHAN Penguasa tersebut. Wahai pembaca yang budiman ! Kita tidak boleh GEGABAH atau tergesa – gesa dalam memberikan NASEHAT terhadap PENGUASA Karena menginginkan PERUBAHAN sehingga kita melakukan DEMONSTRASI atau ORASI sebagai aksi PROTES kepada PENGUASA.
Wahai pembaca yang budiman ! Ibnu Abbas Radiallahu’anhu pernah mengatakan : ” Sesungguhnya PENGUASA adalah Ujian Untuk Kalian, Jika ia berlaku ADIL maka ia ( penguasa ) mempunyai pahala, Kalian tinggal BERSYUKUR. Jika ia ( Penguasa ) JAHAT ( Berbuat tidak adil ), maka ia mendapatkan DOSA, dan WAJIB bagi kalian BERSABAR.
Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda : ” Dengarlah dan Ta’at ( terhadap Penguasa ), walaupun Harta di ambil dan punggung kalian di pukul dan dalam Riwayat lain di sebutkan ” Tunaikanlah hak ia ( Penguasa ) dan hak Kalian, Mintalah Hak Kalian Kepada ALLAH. Dan dalam Riwayat lain Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ” Akan Muncul Penguasa Yang Kalian Kenal AKan Tetapi Kalian INGKARI perbuatannya ( Penguasa ), barang siapa yang Mengingkari ia SELAMAT akan tetapi Orang yang Buruk adalah yang meridhoi bahkan Mencintai. Kemudian Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata : Apakah Boleh Kita Perangi Mereka ( Para Penguasa ), Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Bersabda : JANGAN, Selagi mereka SHOLAT. Bahkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam juga pernah bersabda ” Akan Muncul Penguasa yang tidak Menggunakan Petunjuk dari Petunjukku ( Petunjuknya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) dan tidak menggunakan Sunnah dari Sunnah ku. Dan dalam Riwayat yang lain ” Akan Muncul PEMIMPIN yang Hatinya berhati Syaiton dan Tubuhnya Bertubuh MANUSIA Kemudian Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam berkata : Apakah Boleh Kita Perangi Mereka, Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda ” TIDAK “. Walaupun seperti demikian keadaan seorang PENGUASA , maka Tetap sahaja Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam tidak memperbolehkan kita untuk MEMBERONTAK kepada mereka ( PENGUASA ).
Wahai pembaca yang budiman ! Hadist diatas bukan berarti kita Ta’at dalam hal BERMAKSIAT kepada Allah Ta’aalaa karena kita mengetahui bahwasanya ” Tidak ada Ketaatan Kepada Seorang Makhlukpun Dalam Bermaksiat Terhadap Sang Kholik ( Allah Subhaanaahuwata’aalaa ) ” Maksudnya adalah Kita Hanya di perbolehkan untuk Taat kepada PENGUASA dalam Hal KEBAIKAN Bukan dalam Hal KEMAKSIATAN, akan tetapi Jika PENGUASA memerintah berbuat MAKSIAT kita TIDAK BOLEH Ta’at dan Juga Tidak Boleh BUGHOT atau MEMBRONTAK Selama tidak ada KEKUFURAN yang jelas yang di jelaskan dalam Alqur’an dan Assunnah sesuai pemahaman para SHAHABAT Radiallahu’anhum. Di sebabkan karena Rasulullah pernah Bersabda : ” Apabila Kalian Melihat sesuatu yang tidak Menyenangkan ( pada PENGUASA ) maka jangan angkat tangan atau BUGHOT atau angkat SENJATA ( MEMBRONTAK ).
Wahai pembaca yang budiman ! ingatlah ketika pada masa pemerintahan USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu, Gubernur USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu yaitu WALID BIN UQBAH yang ketika itu Suka atau Gemar Meminum Minuman keras akan tetapi USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu ( Yang pada waktu itu menjadi PENGUASA ) BELUM memperingatkan Gubernurnya. Usamah Bin Zaid yang ketika itu menjadi penasehat USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu di TEGUR oleh seseorang dengan mengatakan ” Wahai Usamah mengapa engkau tidak memberikan NASEHAT kepada USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu ( untuk mencegah Gubernurnya yang bernama UQBAH BIN WALID dari meminum minuman keras ), kemudian Usamah Bin Zaid berkata : Apakah Jika Aku ( Usamah Bin Zaid ) Memberikan NASEHAT kepada USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu , Haruskah Ku Perdengarkan Kepada Kalian, Demi Allah aku (Usamah Bin Zaid) telah memberikan NASEHAT padanya (USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu), kalian tidak perlu mengetahuinya.
Imam Nawawi Rahimahullah mengomentari berkenaan dengan tindakan Usamah Bin Zaid : ” Di Situlah adab terhadap PENGUASA dengan LEMAH – LEMBUT memberikan nasehat pada PENGUASA dan menyampaikan ( Menanggapi ) komentar Rakyat agar berhenti (dari Mencela PENGUASA ).
Demikian pula Ibnu Hajar Rahimahullah mengomentari tindakan Usamah Bin Zaid dengan mengatakan ” Usamah telah menasehati USTMAN BIN AFFAN Radiallahu’anhu atas tujuan MASLAHAT ( Manfa’at ) dan tujuan ADAB dengan cara RAHASIA , TANPA harus mengeluarkan KATA – KATA di tempat UMUM yang akan menimbulkan FITNAH.
Wahai pembaca yang budiman ! Begitulah seharusnya sikap seorang muslim yang BAIK, apabila ia hendak mmberikan NASEHAT yang bermanfa’at kepada saudaranya. Hendaklah dilakukan dengan cara yang paling baik, karena sesungguhnya NASIHAT itu INSYA ALLAH akan bermanfa’at, apabila dilakukan dengan cara – cara yang baik Pula.

Wallahua’lam

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 32 ( Insya Allah )

Standard

SEPERTI APAKAH ISLAM YANG BENAR ITU !

Kita Mengetahui Bahwasanya Umat Islam Dewasa Ini Sedang Tertindas, Serta Banyak Yang Tertimpa Bencana, Musibah, Dan Malapetaka. Baik Dari Segi Agama, Ekonomi, Sosial Maupun Politik. Kemiskinan Merajalela, Pengangguran Di mana – mana, Perbuatan Maksiat Merata Di Setiap Tempat, Di Setiap Daerah, Di Setiap Negara, Bahkan Di Seluruh Penjuru Dunia, Hampir – Hampir Saja Tidak Ada Yang Mencoba Untuk Mencegahnya ( Amar Ma’ruuf Nahyi Mungkar ). Semua Para Ahli Islam Mengerahkan Tenaga dan Pikiran untuk Mendeteksi Sebab-Sebab KELEMAHANNYA. Mayoritas sepakat bahwa sebab utama KELEMAHAN Umat Islam diakibatkan oleh Jauhnya UMAT ISLAM dari ISLAM Serta Bencinya Umat Islam Terhadap ISLAM Itu Sendiri. Sehingga Hal ini Akan Berakibat Sebagaimana Yang Telah di Sabdakan Oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam :

“ Jika kalian sudah berdagang ( Berjual Beli / Transaksi ) dengan Riba, Rela dengan pertanian. Dan mengikuti Ekor-Ekor Sapi ( mengutamakan perniagaan / harta / peternakan ), DAN Meninggalkan Jihad, Niscaya Allah Subhaanaahuwata’aalaa akan Menguasakan / Menimpakan KEHINAN pada Kalian yang tidak akan diangkat KEHINAAN tersebut sampai KALIAN Kembali kepada Dien (ISLAM ) Kalian “ ( Hadits Shahih Di Riwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Al Baihaqi )

Kenyataan itu sekarang sudah menjadi FAKTA yang sangat NYATA dan Mengharuskan Kita Seluruhnya Untuk Kembali Kepada Dien ( ISLAM ) yang Mulia Ini Secara KAAFFAH ( Keseluruhan ), Tidak Setengah-Setengah Di Dalam Mengamalkan Ajaran Islam, Dan Tidak Mengambil Yang Mudah-Mudah Saja Dalam Ajaran Islam Dan Juga Tidak Mengamalkan Alqur’an Saja Tanpa Sunnah Atau Sunnah Saja Tanpa Alqur’an, Akan Tetapi Kedua-Duanya Wajib Kita Pelajari Dan Wajib Kita Amalkan Serta Wajib Untuk Kita DAKWAHKAN. Kita semua telah Menyaksikan Sebagian Kaum Muslimiin telah Berbondong – Bondong berusaha untuk kembali kepada Ajaran Islam, Baik Dalam Sekup Perorangan, Jama’aah, Organisasi ataupun Dalam Sekup Pemerintahan. Namun Pertanyaannya Adalah ! Sudahkah Mereka Benar-Benar Kembali Kepada Ajaran Islam Yang Benar ! Dan Tahukah Kita Wahai Pembaca Yang Budiman, Seperti Apakah Islam Yang Benar Itu ………! Apakah Kita Menyangka Islam Yang Benar Itu Seperti Perkataan KEBANYAKAN Orang ! Ataukah Seperti Perkataan Mayoritas Manusia ! Tahukah Kita Wahai Pembaca Yang Budiman, Apakah Banyaknya Orang itu BERARTI Mereka Di atas Kebenaran ! Atau Apakah Juga Mayoritas Manusia Itu Pasti Menunjukkan Bahwasanya Mereka Itu Berada Di Dalam Kebenaran ! Apakah Jika Alqur’an & Sunnah Mengatakan “ Perbuatan Maksiat Itu Suatu Perbuatan Tercela Dan Hina sedangkan Kebanyakan Orang Mengatakan TIDAK Berdosa, Atau Mayoritas Manusia Mengatakan Tidak Apa – Apa…….., Apakah Itu Berarti Yang Banyaklah Yang Menang ! Sehingga Kita Ikut Pula Mengatakannya Tidak Berdosa Atau Tidak Apa – Apa ……..! Islam itu Bukanlah Seperti Apa Yang Kita Sangka Atau Kita Perkirakan, Wahai Saudaraku ! Ketahuilah, Sesungguhnya Banyaknya Orang Dan Sesungguhnya Perkataan Mayoritas Manusia itu Tidaklah Menunjukkan Kepada Kebenaran Sedikitpun, Wahai Pembaca Yang Budiman ! Sesungguhnya Kebenaran itu Berada Pada Apa-Apa Yang Di Katakan Allah Subhaanahu wa ta’aalaa dan RasulNya Shallallahu’alaihi wa sallam Walaupun Kebanyakkan Manusia, Walaupun Mayoritas Manusia Itu Menentangnya, Melecehkannya, Mencemoohkannya Bahkan Membencinya. Hal Inilah Yang Di Sebut Sebagai Kebenaran, Yang Hampir – Hampir Kita Semua Berpaling Dari Hal Ini, Tidak Memperdulikannya Atau Bahkan Membencinya ! Wahai Pembaca Yang Budiman, Jika Seperti Demikian Halnya, Maka Bagaimanakah Cara Kita Kembali Kepada Ajaran Islam Yang Benar Itu ! Bukankah Kita Di Perintahkan Untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Sunnah ! Hal Ini Adalah Memang Hal yang Benar Yang Kita Seluruhnya Di perintahkan Oleh Allah Ta’aalaa dan Rasul Nya Shallallahu’alaihi wa sallam Untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Sunnah ! Akan tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman Menurut Pemahaman Siapa Umat ISLAM Itu Seluruhnya Harus Kembali Kepada Alqur’an dan Sunnah ! Apakah Menurut Organisasi Tertentu atau Kelompok Tertentu Ataukah Golongan Tertentu ! Tidaklah Seperti Demikian Wahai Pembaca Yang Budiman, Tidaklah Seperti Demikian, Akan Tetapi Kembalikanlah Alqur’an Dan Assunnah Itu Sesuai Dengan Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Di Karenakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Telah Bersabda Umat Islam Akan Terpecah – Pecah Menjadi Beberapa Golongan Atau Organisasi – Organisasi atau Kelompok – Kelompok Dan Semua Kelompok Atau Organisasi Itu TERANCAM Dengan NERAKA Dan Yang Akan Selamat Insya Allah Adalah Yang Mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan Para Shahabatnya Radiallahu ‘anhum. Hal Ini Sebagaimana Di Sabdakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam:

“ Umatku akan Berpecah Menjadi 73 Golongan, Semuanya di Neraka Kecuali 1 Golongan, Mereka ( Shahabat ) bertanya : Siapakah 1 Golongan Itu Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ? “ Beiau Menjawab, “ Apa Yang Ada Padaku dan Shahabat-Shahabatku Pada hari ini “ ( H.R. Turmudzi dan Di Shahihkan Oleh Albani ).

Wahai Pembaca Budiman ! Mungkin Engkau Bertanya – Tanya dalam Hatimu ! Mengapa Harus Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Tidak Kepada Yang Lainnya !

1. Pertama, Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ( Semoga Alllah Meridoi Mereka ) adalah Orang yang paling Mengetahui Tentang Alqur’an dan Assunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
2. Kedua , Para Shahabat Radiallahu ‘anhum adalah Generasi Yang Paling Terbaik dan Sekaligus Hidup Sezaman Dengan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Bahkan Belajar Langsung Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Telah Merekomendasikan Mereka dengan Sabdanya
“Sebaik-Baik Generasi adalah Generasiku (Para Shahabat Radiallahu ‘anhum ), kemudian Generasi Setelahnya ( Tabiin ), Kemudian Generasi Setelahnya (Tabiut Tabiin ). ( H.R. Bukhari & Muslim )
3. Ketiga, Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Menyebutkan Umat Islam akan Terpecah-Belah Rasulullah Merekomendasikan Dengan Mengikuti Sunnah Sesuai Pemahaman Para Shahabat Radiallahu’anhum Yang Akan Selamat Insya Allah . Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “ Umatku ( Islam ) akan Berpecah Menjadi 73 Golongan, Semuanya di Neraka Kecuali 1 Golongan, Mereka ( Shahabat ) bertanya : Siapakah 1 Golongan Itu Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ? “ Beiau Menjawab, “ Apa Yang Ada Padaku dan Shahabat-Shahabatku Pada hari ini “ ( H.R. Turmudzi dan Di Shahihkan Oleh Albani ). Hadits Ini Menunjukkan yang Mengikuti Alquran dan Sunnah Sesuai Pemahaman Para Shahabatlah Radiallahu’anhum Yang akan Selamat Insya Allah.
4. Keempat, Apabila Para Shahabat Radiallahu’anhum Mempunyai Suatu Permasalahan …….. Mereka Langsung Menanyakan Permasalahan Tersebut Kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam atau Mengembalikan kepada Allah Ta’aalaa dan Rasul Nya Shallallahu’alaihi wa sallam. Sehingga Mereka Dapat Menemukan Jawabannya.
5. Kelima, Dan Diantara Para Shahabat Ada Yang Di Jamin Masuk Syurga Seperti : Abu Bakar, Umar Bin Khottob, Ustman Bin ‘Affan, Ali Bin Abi Thalib Radiallahu ‘anhum Jamiaan, dan Masih banyak lagi para Shahabat yang di PASTIKAN Masuk Syurga.
6. Keenam, Para Shahabat itu adalah yang paling Bersih hatinya di antara Umat Islam Sebagaimana Di Katakan Ibnu Mas’ud Radiallahu ‘anhu :
“ Mereka Para Shahabat Itu adalah Orang yang Paling Bersih Hatinya Di antara umat Islam, Yang Paling Dalam Ilmunya dan Paling Sedikit Memaksakan Kehendaknya “
7. Yang Ketujuh, Di Sebabkan Banyaknya Kelompok – Kelompok Yang menyimpang atau Organisasi – Organisasi Islam yang Mereka Semuanya Menyerukan Umat Islam Untuk Kembali Kepada Alqur’an Dan Sunnah Saja Tanpa Pemahaman Para Shahabat Radiallahu’anhum !, Jika Seperti Ini Halnya Maka Alquran dan Sunnah akan Di Tafsirkan Menurut Pemahaman Siapa ! Apakah Akan Di Tafsirkan Sesuai Dengan Pemahaman Mereka dan Juga Menurut Aturan-aturan Organisasi Mereka atau Kelompok Mereka, Ataukah Semua Organisasi Islam Boleh Menafsirkan Alqur’an dan Sunnah Sekehendak Hatinya, Ataukah Setiap Orang Boleh Menafsirkan Alqur’an Dan Sunnah Sesuai Keinginannya ! Jika Seperti Demikian Halnya Maka Tunggulah Kehancurannya ! Oleh sebab itu Janganlah Islam Itu Di Jadikan Sebuah Tameng Atau Perisai Untuk Sebuah Organisasi Tertentu Sehingga Umat Islam Menjadi Bingung, Manakah Organisasi Yang Paling Benar Di antara mereka ! Masing – Masing Menganggap Organisasinyalah Yang Paling Benar ! dan Masing – Masing Menganggap Merekalah Yang Berada Di atas Alquran dan Sunnah ……….! Oleh Karena Itu Bersatulah ……. Wahai kaum Muslimiin….. Di atas Alqur’an dan Sunnah Sesuai Pemahaman Para Shahabat Radiallahu’anhum Bukan menurut Pemahaman Kelompok atau Organisasi Tertentu dan Juga Bukan Menurut Pemimpin Tertentu dan Juga Bukan Menurut Tokoh atau Kyai tertentu atau Masyarakat Tertentu atau Juga Negara Tertentu ! Akan Tetapi Dahulukanlah Allah Ta’aalaa Dan RasulNya Shallallahu “alaihi wa sallam Sesuai Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.
8. Kedelapan, Di Sebabkan Para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam Apabila Belajar 10 Ayat dalam Alqur’an Dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam Tidaklah Mereka Melewati atau Melampauinya ( 10 Ayat Tersebut ) atau Mempelajari Ayat Yang Lain SAMPAI Mereka ( Para Shahabat Radiallahu’anhum ) BISA Mengetahui ILMU Yang DI Kandungnya ( Dari 10 Ayat Tersebut ) , Sekaligus Mengamalkannya, Sekaligus Mengamalkannya, Sekaligus Mengamalkannya Wahai Pembaca Yang Budiman …. !.
9. Kesembilan, Di Karenakan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Pernah Bersabda yang artinya “ Janganlah Kalian MENCELA para Shahabatku, Demi Dzat ( Allah Ta’aalaa ) Yang Jiwaku Berada Di Tangan-NYA. Jikalau Engkau Menginfakkan SEBESAR Gunung UHUD Emas, Niscaya Tidak Akan Menyamai Derajat Para Shahabat Walaupun Mereka ( Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) hanya Menginfakkan Sebutir / Sebiji Kurma ataupun Setengahnya. Hadist Ini Menunjukkan KEUTAMAAN Para Shahabat Radiallahu’anhum Ajma’iin. Dan Hadist ini Sekaligus Menunjukkan agar Kita MEMULIAKAN para SHAHABAT Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Dengan Cara Mengikuti TATACARA beragama MEREKA,…………. Dengan Cara Mengikuti TATACARA beragama MEREKA,…….Dan Dengan Cara Mengikuti TATACARA beragama MEREKA, Serta Tidak MENCELA dan MERENDAHKAN Mereka BAHKAN Kita Harus MEMBELA Kehormatan Mereka Dari Tangan – Tangan Orang Yang Benci, Mencela atau Merendahkan KEUTAMAAN Mereka ( Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ).
10. Kesepuluh, Kalau Bukanlah KARENA Karunia Allah Subhaanaahuwata’aalaaa, Kalau Bukanlah KARENA Karunia Allah Subhaanaahuwata’aalaaa, Dan Kalau Bukanlah KARENA Karunia Allah Subhaanaahuwata’aalaaa, Melalui Tangan – Tangan Para SHAHABAT Rasulullah SHallallahu’alaihi wa sallam, NISCAYA ISLAM ini Tidak akan Sampai Ke NEGRI kita, Negri Yang Kita Cintai Ini. Dan Kita …….. Wahai Pembaca Yang Budiman…. Tidak Akan Pernah Menikmati ISLAM Yang Kita Nikmati Sekarang Ini , Selamanya, Selamanya Dan Selama – Lamanya !

11. Kesebelas, di sebabkan Di Dunia Ini, Di Zaman Ini tidak ada Seorang pun Setelah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Orang Yang Paling Bersih Hatinya, Paling Dalam Ilmunya dan Paling Semangat Belomba – Lomba dalam KEBAIKAN Dari Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alai wa sallam. Abdullah Bin Mas’ud Radiallahu’anhu Berkata : “ Sesungguhnya Allah Subhaanaahuwata’aalaa Melihat Hati Para Hamba, Maka ALLAH Subhaanaahuwata’aalaa Dapati HATI Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam adalah SEBAIK – BAIK Hati – Hati Para Hamba. Lalu ALLAH Subhaanaahuwata’aalaa MEMILIH Untuk Diri-NYA, Dan Mengutusnya Untuk MEmbawa Risalah – NYA. Kmudian Allah Subhaanaahuwata’aalaa Melihat HATI Para Hamba SESUDAH HATI Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam, Maka Allah Subhaanaahuwata’aalaa Dapati Hati Para SHAHABAT ( Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam ) SEBAIK –BAIK HATI Para Hamba, Maka Allah Subhaanaahuwata’aalaa Jadikan MEREKA ( Para Shahabat Radiallahu’anhum) Pembantu – Pembantu Nabi – NYA, ( Di mana ) Mereka Berperang Di atas Agama-NYA” [ Atsar Mauquf, Isnadnya Hasan Di Keluarkan Oleh Imam Ahmad Bin Hambal I/374 Dan Lainnya ]

Wahai Pembaca Yang Budiman ! Engkau Boleh Menyebutkan Tokoh-Tokohmu, Idola-Idolamu , Pembesar-Pembesarmu serta Pemimpin-pemimpinmu Yang Engkau Banggakan ! Akan tetapi wahai Pembaca Yang Budiman Tidaklah Derajat Mereka ( Idolamu Itu ) akan sampai menyamai Derajat Para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Mengapa , Wahai Pembaca yang Budiman ! Karena, Merekalah ( Para Shahabat Radiallahu’anhum )Yang Berjuang Di jalan Allah, Menemani Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Di Saat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam Keadaan Sulit, Dalam Keadaan Susah, Dalam Keadaan Menderita Serta Mereka Pulalah Para Shahabat Radiallahu ‘anhum yang Menyerahkan Seluruh Harta Benda Dan Nyawa Mereka Untuk Membela Dien ( Agama ) Allah Ta’aalaa Dan Rasul Nya Shallallahu’alaihi wa sallam. Apakah Ada Di Zaman Kita Sekarang Ini Orang Yang Seperti Mereka !
Wahai Pembaca Yang Budiman ! Mungkin Terbesit di dalam Hatimu, Sebuah pertanyaan ! Bagaimanakah Kaum Muslimin Bisa Atau Beramal Mengikuti Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ! Bukankah Jarak Kita Dengan Para Shahabat Sangat Jauh Bukankah Sudah Ribuan Tahun Jarak Kita Dengan Para Shahabat Radiallahu’anhum ! Wahai Pembaca Yang Budiman …….. Tentunya Engkau Harus Mempelajari Kisah – Kisah Mereka, Yaitu Wajib Bagi Engkau Untuk Menuntut Ilmu Agama Sebagaimana Engkau Mencari Dunia Seperti itulah Seharusnya Engkau Mencari Ilmu Agama ! Bersemangatlah Wahai Pembaca Yang Budiman, Dalam Menuntut Ilmu Agama ! Telah Banyak Kitab – Kitab Para Ulama Yang Membahas Tentang keutamaan Mereka, Kebaikan mereka Kedermawanan Mereka ! Mungkin Engkau Belum Mengetahuinya, Karena Engkau Selama Ini Mungkin Belum Mempelajarinya ! Datangilah Majlis – Majlis Ilmu Ahlussunnah Wal Jama’ah , Majlis –Majlis Ta’lim Ahlussunnah Wal Jama’ah Insya Allah Engkau Akan Mendapatinya , Wahai Pembaca Yang Budiman ! Wahai Pembaca Yang Budiman ! Mungkin Engkau Akan Bertanya Lagi Dalam Benakmu ! Kemanakah Aku Harus Pergi Untuk Mencari Ilmu Agama Islam Yang Benar, Agama Islam Yang Sesuai Alqur’an Dan Sunnah Menurut Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ! Tentunya, Obat Ketidaktahuan Itu adalah Bertanya Wahai Saudaraku ! Wahai Pembaca Yang Budiman, Apabila Engkau Ingin Belajar Ilmu Kedokteran ! Kemanakah Engkau Akan Pergi ! Tentulah Engkau Akan Menjawab “ Kepada Orang Yang Ahli Tentang Ilmu Kedokteran “ dan Juga Apabila Engkau Ingin Belajar Ilmu Komputer ! Kemanakah Engkau Akan Pergi, Wahai Pembaca Yang Budiman ! Tentu pulalah Engkau Akan Menjawab ! “ Aku akan Pergi Kepada Seseorang Yang Ia Ahli Dalam Bidang Komputer “ Dan Begitulah Seharusnya, Apabila Engkau Ingin Belajar Ilmu Agama Ini Serta Katakanlah Sebagaimana Engkau Mengatakan Apabila Engkau Ingin Belajar Ilmu Dunia ! Sehingga Engkau Benar-Benar Mengerti Apa Itu Islam Yang Benar, Pergilah Ke Ahlinya Wahai Pembaca Yang Budiman Yaitu Kepada Ulama – Ulama atau Ustadz – Ustadz Yang Menjelaskan Alqur’an dan Sunnah Sesuai Pemahaman Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Dan Berhati – hatilah Engkau Wahai Saudaraku, Dari Belajar Ilmu Agama Kepada Seseorang Yang Bukan Ahlinya, Dari Yang Bukan Bidangnya dan Dari Yang Bukan Kompeten di dalamnya. Karena Ilmumu Akan Membahayakanmu dan Keluargamu dan Masyarakat di Sekitarmu Wahai saudaraku, Serta Apabila Sudah Menyebar Ilmumu Tersebut, Maka Akan Membahayakan Negaramu, Ataupun Duniamu ! Bahkan karena Ilmumu Pulalah Engkau akan Di Mintai Pertanggung Jawaban Oleh Allah Subhaanaahu wa ta’aalaa , Oleh Sebab itulah Wahai pembaca Yang Budiman ! Berhati-hatilah Engkau Dalam Mencari Ilmu Agama ……………………………….! Agamamu, Agamamu , Agamamu Wahai Saudaraku Agamamu adalah Darah Dagingmu Ambillah Dari Orang Yang Istiqomah dan Janganlah Engkau Mengambil Dari Orang Yang Menyimpang………………………..!
Wallahu’a’lam

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 31 ( Insya Allah )

Standard

PERSATUAN

 

    I.      Apakah Umat islam Wajib Untuk  Bersatu ?

Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Kita dalam Firman-Nya:

Dan berpegang teguhlah kalian kepada tali Allah Seluruhnya, dan Jangan Kalian Berpecah belah.” (QS Ali Imran: 103)

Dengan Dalil Di atas, Bersatu, merupakan Kewajiban bagi Seluruh Umat Islam. Umat islam Harus Bersatu yaitu Bersatu di Atas Aqidah yang haq, Aqidah yang Benar ,Aqidah Yang Shahiihah. Seandainya Umat islam itu Berpecah-belah, Ketahuilah ! Srigala itu hanyalah Memangsa Domba yang Terpisah dari Kawanannya.

II.      Umat islam yang manakah yang harus Bersatu ?

Apakah hanya Sekelompok Kecil Golongan atau Sekup organisasi atau pemerintahan ataukah Sebatas kelompok atau organisasi yang ada Di Indonesia Sahaja !

Tidaklah Demikian Wahai Pembaca Yang Budiman ……… Ketahuilah……..SELURUH Umat ISLAM Di Seantero DUNIA INI Adalah BERSAUDARA ……….. ! Di ULANG lagi yaaa Wahai Pembaca Yang BUDIMAN …….  SELURUH Umat ISLAM Di Seantero DUNIA INI Adalah BERSAUDARA ……….. ! Ulang Lagi yaaa…… Wahai Pembaca Yang BUDIMAN SAMPAI 3 Kali …… SELURUH Umat ISLAM Di Seantero DUNIA INI Adalah BERSAUDARA ……. BERSAUDARA  Dan  BERSAUDARA ……….. !!! Jadi …….. Seluruh Umat Islam Di SEANTERO  Dunia ini  BERSAUDARA dan di TUNTUT untuk BERSATU-PADU ……..Jadi Seluruh Dunia, Wahai Kaum Muslimiin ! Umat Islam Di Haruskan Untuk bersatu. Mengapa Kaum Muslimin SELURUHNYA Di Haruskan Untuk Bersatu  ! Karena Kepemimpinan atau Kekhalifahan ISLAM Secara Sempurna itu Tidak Bisa Di dirikan Kecuali Setelah Umat Islam BERSATU di atas  aqidah yang BENAR, Hukum Islam Tidak Akan Bisa Di Terapkan Dengan Sempurna Sehingga Umat Islam Bersatu Terlebih Dahulu, dan JIHAD tidak dapat di Laksanakan Kecuali Bersama PEMIMPIN atau PEMERINTAH yang Baik ataupun ZHOLIM Dan Dengan Seizinnya ( Pemimpin tersebut ….. Baik Pemimpin Yang baik Ataupun Yang Zholim Selagi Masih MUSLIM) serta Di Dukung Dengan Adanya KEKUATAN atau KEMAMPUAN Serta BUKAN, BUKAN, DAN BUKAN Di Lakukan Dengan Cara Pengeboman BUNUH DIRI atau PEMBUNUHAN Orang MUSLIM Yang Tidak Berdosa dan BUKAN Juga Dengan Membunuh Orang KAFIR yang dalam Jaminan keamanan dalam PEMERINTAHAN ISLAM ( Contoh …… Kalau Ada TURIS Asing Lagi WISATA Ke INDONESIA Umat MUSLIM INDONESIA TIDAK BOLEH Mengganggu atau Menyakiti APALAGI MEMBUNUH Atau MEMBOM TURIS TERSEBUT …… Karena TURIS Asing NYA Kan SUDAH Membeli VISA Secara RESMI Berarti Mereka Secara Tidak LAngsung Berada Dalam Jaminan Keamanan / Perlindungan Dari PEMERINTAHAN INDONESIA …… Gitu LOCH ……. Jangan Di apa – apain yaa TURIS NYA …. ) atau Ada Perjanjian DAMAI dengan Umat ISLAM dan Juga Bukan Dilakukan Dengan Cara DEMONSTRASI, atau ORASI terhadap PEMERINTAH atau MENCELA dan MENGHUJAT  di MIMBARMIMBAR Bebas terhadap PEMERINTAH serta BUKAN juga DI lakukan dengan Cara PEMBRONTAKANPEMBRONTAKAN kepada PEMERINTAH ….. akan tetapi ada tata Caranya Tersendiri Di Dalam Syari’at ISLAM Yang Penuh Dengan KEBERKAHAN ini. Wahai Pembaca yang Budiman ……. Semua itu Hampir – Hampir Saja MUSTAHIL Untuk Terjadi, Apabila Umat Islam Tidak Memulai DAKWAH Mereka sebagaimana para  NABI dan RASUL MEMULAINYA yaitu MEMULAI DAKWAH dari yang Paling UTAMA atau Dari Yang Paling TERPENTING yaitu DI MULAI Dari Pembenahan atau Perbaikan AQIDAH Umat Islam TERLEBIH DAHULU ……. Kemudian Setelah Itu ….. Perbaikan Kepada Yang Lainnya ……. Dan Sekali Lagi Wahai Pembaca Yang Budiman … ……! Semua itu Hampir – Hampir MUSTAHIL untuk Terjadi … Apabila Umat ISLAM tidak Mengikuti Cara DAKWAH para NABI dan RASUL, serta Masih Saja Berpecah Belah Dan Tidak Ada Keinginan Dalam Hatinya Untuk BERSATU……..

III.      Di atas Landasan Apa Umat Islam Harus Bersatu ?

Apakah Umat islam Harus BERSATU di atas KEBATILAN, KEMUNGKARAN ! Bukankah Kita Mengetahui Bahwasanya Yang Haq dan yang Batil Selamanya Tidak akan Pernah Bisa BERSATU ! Bukankah Kekafiran Tidak akan Pernah Bisa Bersatu dengan Keimanan, Bukankah Tauhid Tidak Akan Pernah Bisa Bersatu dengan KESYIRIKAN, dan Bukankah SUNNAH Juga  tidak Akan Pernah Bisa Bersatu dengan BID’AH ! Dan Juga Bukankah KETA’ATAN Tidak Pernah Bisa Bersatu Dengan KEMAKSIATAN ……. Bagaimana Bisa Di katakan Hal Tersebut Bisa Sahaja untuk Di Persatukan ! Katakanlah, Tunjukkanlah Hujjahmu Jika Kamu Memang Orang-orang yang BENAR !

Apakah Juga Umat islam harus BERSATU dalam Satu Sekup Organisasi atau Kelompok atau Golongan !  Jika Seandainya Demikian itu halnya  ! Kelompok Mana Yang  harus Kita BERSATU di dalamnya ! Bukankah Masing-Masing Kelompok Mempunyai Pemimpin ! Bukankah Masing-Masing Golongan mempunyai Pembesar ! Jika Begitu Jadinya, Pemimpin Mana yang Bisa Kita Ambil Perkataannya ! Jika Seperti itu adanya ! kelompok manakah atau oraganisasi manakah yang bisa di Ambil Hujjahnya ! Bukankah Imam Malik Rahimahullah Pernah Berkata :Setiap Orang Pendapatnya Boleh di TERIMA dan Di TOLAK Kecuali Perkataan Yang Mempunyai Kuburan Ini ( Sambil Menunjuk Jari Imam Malik Kepada Kuburan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam ) ! Wahai Pembaca Yang budiman !

Atau Apakah Umat Islam Harus Bersatu di atas Organisasi atau Golongan yang Berlandaskan Alqur’an dan Assunnah ! Apabila Kita Bertanya hal Ini kepada semua Organisasi, kelompok, Golongan dan Yang lainnya ! Kelompok manakah atau Organisasi manakah yang tidak Mengaku Kelompoknya atau Organisainya di atas Alqur’an dan Sunnah ! Ketahuilah, Apakah Organisasi atau Kelompok yang Mengklaim Diri Mereka Di atas Alquran dan Sunnah itu Berarti Mereka Di atas Kebenaran ! Wahai pembaca yang Budiman ! Bukankah Kelompok Khawarij ! Tahukah Engkau Wahai Saudaraku, Siapakah Khawarij itu ! Itulah Yang di sabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ! Kilaaabu Ahlinnaaar ( Anjing-anjing Neraka ) ! Mereka Berdalil dengan Alqur’an  Yaitu Dengan mengatakan  “ Tidak Ada hukum Kecuali Hukum AllahKalimat ini di Tujukan Ketika Itu Kepada Ali Radiallahu’anhu yang ketika itu, Beliau Menjadi Khalifah / Pemimpin.  Ali Radiallahu’anhu BERKATA Sehubungan Dengan Ucapan yang Di Lontarkan kepada Beliau ( Ali Radiallahu ‘anhu )Yaitu dengan mengatakan “  Itu ( Kalimat Yang Kalian Ucapkan Adalah  ) Kalimat Yang Haq ( Benar ) Akan Tetapi yang Di Kehendaki Batil  Itu adalah Ucapan Yang Benar Berdasarkan Alqur’an akan tetapi yang Di Inginkan Batil ( Salah ). Mereka ( Khawarij ) Berdalil dengan Alqur’an dan Sunnah Sehingga Mereka dengan BERANINYA MENGKAFIRKAN Setiap Orang yang Tidak Berhukum dengan Hukum Allah Ta’aalaa , Tanpa Harus Merincinya Terlebih Dahulu ( Tanpa Berhati – Hati Dalam Mengkafirkan SESEORANG ) Bahkan  Ali Radiallahu’anhu ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam Yang Sudah Di Jamin Masuk SURGA Saja ) Di kafirkan Oleh Mereka                                                   ( KELOMPOK khowarij ), Sehingga Terbunuhlah Ali Radiallahu’anhu oleh mereka  ( Khawarij ). Wahai Pembaca Yang Budiman …….. Bagaimana Mungkin Ali Bin Abi Tholib Seorang Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam yang Sudah Di Pastikan Masuk Kedalam SURGA oleh ALLAH Subhaanaahuwata’aalaaa itu Menjadi KAFIR Atau DI KAFIRKAN …….. Bukankah Semua Orang KAFIR tempatnya adalah NERAKA, Seandainya ALI Bin Abi Tholib ITU KAFIR Sebagaimana SANGKAAN orang – orang KHOWARIJ …… INI BERARTI …….. Sama Saja Mereka ( Orang KHOWARIJ ) Menuduh Allah Yang Maha Tinggi itu Tidak Mengetahui HAL GHAIB , Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam Pernah Bersabda yang artinya ” ABU BAKAR….. AKAN MASUK SURGA …… UMAR …….. AKAN MASUK SURGA …….  USTMAN BIN AFFAn ………. AKAN MASUK SURGA …….. ALI BIN ABI THALIB  …… AKAN MASUK SURGA …….  ” Wahai Pembaca Yang BUdiman ………. Bukankah Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam itu Berasal Dari Alllah ………….. Jika Seandainya Sabda RAsulullah Shallallahu’alaihi wa sallam itu SALAH …. INI BERARTI …. Sama Saja Mereka ( Orang KHOWARIJ ) Menuduh  Allah Yang Maha Tinggi  SALAH Dalam Memberikan WAHYU Kepada   Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam …………  ( Wal’iyaadzubillah ) ……………..  Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman ! Apakah Seseorang yang Berlandaskan ALQURAN dan ASSUNNAH Mereka Berada Di Atas KEBENARAN ! Bukankah Kelompok KHAWARIJ Berlandaskan Alqur’an dan Assunnah Akan Tetapi Pemahaman yang mereka Ambil adalah Pemahaman Mereka SENDIRI, Mereka Tidak Mengembalikan dalam Memahami ALQUR’AN dan ASSUNNAH Kepada pemahaman PARA SHAHABAT Radiallahu’anhum Jamii’an Padahal Di tengah-tengah Mereka, Masih ada Para Shahabat Radiallahu’anhum jamii’an, Akan Tetapi mereka MENGKAFIRKAN Para Shahabat Dengan Dalil yang Mereka Ambil dari Alqur’an dan Sunnah.

Jikalau Seperti itu ! Wahai pembaca yang Budiman, Di atas Apakah, kita harus BERSATU ?  Maka Tidak ada Jalan lain Kecuali Bersatu, Yaitu Bersatu Di atas Aqidah yang Benar, Aqidah yang Haq, Aqidah yang Shahiihah Menurut Pemahaman SalafuShaleh yaitu Para SHAHABAT  Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi Wa sallam khususnya, Bukan menurut Pemahaman Individu / Golongan tertentu. Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam,

Sebaik-Baik Generasi adalah Generasi ku ( Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  ), kemudian Generasi Setelahnya ( Pengikut Shahabat ), Kemudian Generasi Setelahnya ( Pengikut- Pegikut Shahabat )( H.R. Bukhari & Muslim )

Dan Dalam Riwayat Yang lain :

Umatku akan Berpecah Menjadi 73 Golongan, Semuanya di Neraka Kecuali 1 Golongan, Mereka ( Shahabat ) bertanya : Siapakah 1 Golongan Itu Wahai Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam ? “ Beliau Menjawab, “ Apa Yang Ada Padaku dan Shahabat-Shahabatku Pada hari ini “ ( H.R. Turmudzi dan Di Shahihkan Oleh Albani ).

Dan Juga Sebagaimana Perkataan Ibnu Mas’uud Radiallahu’anhu :

Mereka Para Shahabat itu adalah orang Yang paling Bersih Hatinya, Di antara Umat Islam, Yang Paling Dalam ilmunya, dan Paling Sedikit Memaksakan Kehendaknya.

Kemudian Ibnu Mas’uud Melanjutkan :

Kalian Berada di Zaman Yang Banyak Ulamanya, Sedikit Penceramahnya, dan kelak akan Datang Setelah kalian Suatu Zaman yang Sedikit Ulamanya dan Banyak Penceramahnya  ( Di keluarkan oleh Attabrani dalam Al kabir dan AlBukhari dalam Al adabul Mufrad dan Di Shahihkan Oleh Ibnu Hajar )Dan Juga Sebagaimana Perkataan Ibnu rajab Rahimahullah: Seutama-utama Ilmu adalah dalam Penafsiran Alqur’an dan Makna-Makna hadits serta dalam Pembahasan Halal dan haram Yang ma’tsur dari Para Shahabat, Tabi’iin, dan Tabi’ut Tabi’iin Yang Berakhir pada Para Imam Terkenal dan Di Ikuti ( Fadlu Ilmi Salaf, Ibnu Rajab 58 )

Dan juga Sebagaimana di Katakan Oleh imam Malik Rahimahullah :

Tidaklah Urusan Umat Ini akan Menjadi BAIK kecuali Dengan Mengikuti Hal-Hal yang Telah Menjadikan UMAT TERDAHULU Menjadi baik

Wallahu A’lam.

Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 30 ( Insya Allah )

Standard

    PERPECAHAN UMAT ISLAM

 

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Kaum YAHUDI akan berpecah menjadi 71 Golongan atau 72 Golongan dan kaum NASHRANI akan berpecah menjadi 72 Golongan dan umatku ( umat ISLAM ) akan terpecah menjadi 73 Golongan  “ ( H.R. Abu Daud ).

 

Dan Dalam Riwayat Yang lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda:

Umatku akan Berpecah Menjadi 73 Golongan, Semuanya di Neraka Kecuali 1 Golongan, Mereka ( Shahabat ) bertanya : Siapakah 1 Golongan Itu Wahai Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam ? “ Beliau Menjawab, “ Apa Yang Ada Padaku ( Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) dan Shahabat-Shahabatku Pada hari ini “ ( H.R. Turmudzi dan Di Shahihkan Oleh Albani ).

Berdasarkan  HADITS di atas, kita mengetahui bahwasanya umat ISLAM PASTI akan “ berpecah belah, dan dari perpecahan yang banyak itu yang selamat hanya 1 Golongan, 1 Kelompok, 1 Organisasi yaitu Organisasi atau Kelompok yang Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan Para Shahabatnya berjalan di atasnya atau beragama di atasnya. Itulah yang dinamakan kelompok Ahlussunnah wal jama’ah. Apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam itu Kita tidak akan bisa memungkirinya, dan tidak pula bisa mengingkarinya, Karena Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam adalah WAHYU dari Allah Ta’aalaa, yang BENAR adanya. Sebagaimana Firman Allah Ta’aalaa “Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). ( Q.S : An-Najm 1- 4 ).  Dan Dari perpecahan umat ISLAM ini akan menimbulkan berbagai macam Golongan-Golongan atau Aliran-Aliran yang menyimpang atau Organisasi-Organisasi yang menyesatkan, yang mereka semua mendakwakan dirinya atau mengaku dirinyalah yang berada di atas KEBENARAN padahal mereka berada di atas KESESATAN. Wahai Pembaca yang Budiman ! Siapakah Golongan, Aliran  atau Organisasi yang mereka itu TERANCAM berada di atas KESESATAN !.

  1. Yaitu Kelompok, Golongan, Aliran atau Organisasi ISLAM yang mempelajari ISLAM, dan mendakwahkannya atau mengajarkannya sesuai dengan PENDAPATNYA atau PEMIKIRANNYA masing-masing atau sesuai dengan HAWA NAFSUNYA atau sesuai dengan ATURAN-ATURAN Organisasi atau Kelompoknya. Ketahuilah, Wahai Pembaca yang Budiman ! ISLAM itu bukanlah milik Kelompok atau Organisasi tertentu apalagi PRibadi tertentu dan ISLAM juga bukanlah milik MADZHAB Hanafi, Maliki,  SYafi’I, Hambali, dan lain sebagainya akan tetapi semua Madzhab tersebut hanyalah sarana untuk membantu atau mempermudah umat ISLAM untuk memahami agamanya bukan di jadikan sarana untuk TAKLID BUTA ( ikut-ikutan secara membabi-buta ) tanpa harus mengetahui sejauh mana kebenarannya,
  2. Yang Kedua Yaitu Kelompok, Golongan, Aliran  atau Organisasi yang hanya menggunakan ALQUR’AN saja dalam memahami agama TANPA menggunakan HADITS atau SUNNAH atau menafsirkanAlquran dengan penafsiran LIBERAL atau gaya kebarat-baratan. Wahai Saudara kaum Muslimiin ! Ketahuilah Alquran tanpa hadist maka Cacatlah Alquran tersebut. Bukankah Hadits itu penjelas Alquran, Bukankah di dalam Al quran terdapat ayat-ayat yang bersifat Global ( umum),  Jika seperti itu adanya, Bukankah hadits yang merincinya ( mengkhususkannya ), Bukankah di dalam Alquran Kita diperintahkan untuk mengerjakan Shalat ! akan tetapi bagaimana tata-caranya ? Bukankah kita tidak mengetahuinya ! Wahai pembaca yang Budiman Bukankah Kita di wajibkan untuk Berzakat ! Jika begitu seandainya, bagaimana menentukan ukurannya ?  Bukankah Hadits yang menjelaskannya ! wahai saudara     kaum Muslimiin ! apakah engkau mengetahui  apa yang dimaksud HADITS itu ? HADIST adalah Apa-apa yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, berupa perkataan, perbuatan, persetujuan, dan sifat (lahiriyah dan batiniyah). Jadi, Hadits adalah pensyarah yang menjelaskan kemujmalan (keglobalan) Al-qur’an. Atau dengan kata lain hanya Rasulullah sajalah yang berhak menjelaskan Alquran melalui Perkataan, Perbuatan, Persetujuan, Dan Sifat (Lahiriyah Dan Batiniyah).
  3. Yang Ketiga Yaitu Kelompok atau Golongan yang menggunakan ALQURAN dan HADITS akan tetapi di sesuaikan dengan Kemauannya atau Pendapatnya atau di sesuaikan dengan kemauan Masyarakat atau sesuai dengan Adat Istiadat atau Tradisi Nenek Moyang Hal ini juga merupakan suatu kesalahan dan penyimpangan atau penyelewengan terhadap Alquran dan Hadist                                                                                                                                                                                                                  …………………………………………………….  …………………………….Hendaklah Kaum Muslimin memperhatikan 3 hal yang telah di sebutkan di atas, agar mereka mengetahui KEBENARAN ( Insya Allah ) dari segala macam KESESATAN yang ada! Hal ini merupakan hal yang sangat penting yang Kebanyakan  Kaum Muslimiin tidak mengetahuinya. ALQURAN adalah WAHYU tidak bisa ditafsirkan melainkan dengan WAHYU serupa yaitu HADITS sehingga di dalam menafsirkan Alqur’an, maka akal Manusia tidak boleh Turut Campur di dalamnya. Oleh karena itu dalam menafsirkan Alquran ada 4 Cara : Pertama Alqur’an di Tafsirkan dengan ALQUR’AN, Jika tidak ada, Maka Cara Yang Kedua Alqur’an di Tafsirkan dengan HADITS, Jika di dalam Hadits Tidak ada, Maka Cara Yang Ketiga yaitu Alqur’an di Tafsirkan dengan  PERKATAAN PARA SHAHABAT, Jika tidak ada juga maka Yang terakhir atau yang keempat Alqur’an di Tafsirkan dengan BAHASA ARAB. Dan tidak ada penafsiran lagi setelah itu, akan tetapi, mengapa di atas di kecualikan Perkataan Para Shahabat, bukankah di dalam menafsirkan Alqur’an tidak boleh Akal manusia turut Campur di dalamnya ? Di Karenakan Rasulullah shallallahu ‘a;aihi wa sallam telah Menjaminmereka        ( Para Shahabat ) untuk diikuti sebagaimana sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah lalu, dan IJMA ( Kesepakatan ) para sahabat itu ma’sum ( terjaga dari kesalahan ) menjadi Hujjah Buat umat ISLAM. Akan tetapi perindividu dari para shahabat itu tidak ma’sum ( terjaga dari kesalahan ). Apabila ada di antara para shahabat berselisih pendapat maka status perselisihan tersebut dinamakan IJTIHAD. Dan IJTIHAD di antara mereka ada yang benar dan ada pula yang salah akan tetapi masing masing mereka tidak tercela ( Jika benar mendapat 2 Pahala Jika Salah Mendapat 1 Pahala dan Dosanya Insya Allah Di ampuni ). DI Karenakan mereka berselisih itu untuk mencari kebenaran, sedangkan Allah menghargai Usaha Kesungguhan mereka dalam mencari kebenaran dengan 1 Pahala dan apabila Kesungguhan mereka itu  menghasilkan kebenaran maka Allah akan memberikan 1 Pahala lagi sehingga menjadi 2 Pahala. Adapun jika Kesungguhan mereka menghasilkan KESALAHAN, maka Allah Ta’aalaa hanya memberi 1 Pahala Pada Kesungguhan mereka dalam mencari KEBENARAN dan menghapuskan KESALAHANNYA. Berbeda halnya dengan  kita apabila berselisih hanya untuk memenangkan  Hawa Nafsu yang ada pada diri kita, maka jika seperti ini adanya, maka kita tidak akan mendapatkan Pahala apapun juga, bahkan bisa jadi kita mendapatkan DOSA. Oleh karena itu, Apabila ada di antara para shahabat, berselisih pendapat, maka KEWAJIBAN kita adalah Mencari pendapat yang lebih mendekati kepada kebenaran. Adapun shahabat yang tersalah maka kewajiban kita tidak mencelanya, Dan memintakan ampunan untuknya, dan Bagaimanakah kita dapat mengetahui pemahaman pemahaman mereka ( Para Shahabat ) ! kita dapat mengetahui pemahaman mereka yaitu dari belajar menuntut ILMU AGAMA di Majlis-Majlis ILMU dengan ulama-ulama Ahlussunnah wal jama’ah yang berpemahaman sesuai dengan pemahaman para shahabat. Dan kita tidak akan pernah mengetahuinya untuk selama-lamanya jika kita tidak memaksakan diri kita untuk melangkahkan kaki-kaki kita ke Majlis Ilmu yaitu Majlis yang di bahas di dalamnya Kalamullah ( Alquran ) dan Hadits sesuai dengan pemahaman para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Perpecahan umat islam  ini PASTI akan terjadi, akan tetapi wahai pembaca yang budiman ! Bukan berarti Kita membiarkan umat islam ini berpecah belah atau bukan berarti membuat kita untuk tidak mempelajari  ILMU AGAMA. Dikarenakan banyaknya aliran aliran yang menyimpang dalam agama, sehingga kita menjadi BINGUNG, Manakah yang benar di antara mereka, masing-masing menganggap diri mereka sendirilah yang berada di atas KEBENARAN ! akan tetapi Wahai pembaca yang budiman, WAJIB bagi setiap Muslim untuk mempelajari agama Mereka. Karena dengan ILMU AGAMA inilah seorang muslim tidak akan tersesat jalannya, yaitu Mempelajari ILMU agama yang di amalkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan Para Shahabatnya. Di samping itu, kita juga harus mempelajari GerakanGerakan ALIRAN SESAT tersebut, agar tidak terjerumus kedalamnya. Sebagaimana dikatakan “ Orang yang tidak mengetahui KESESATAN dikhawatirkan akan terjerumus kedalamnya “. Sebagaimana Orang yang tidak mengetahui jikalau perbuatan itu DOSA, pasti ia akan Menyelaminya atau Melakukannya, di karenakan ketidaktahuannya akan DOSANYA.

BAGAIMANA MENSIKAPI PERPECAHAN UMAT ISLAM !

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah mentakdirkan terjadinya PERPECAHAN umat telah memberikan bimbingan agar umat ISLAM tidak tenggelam dalam fitnah atau Ujian ini. Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: “ … Barangsiapa di antara kalian berumur panjang, niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka tetaplah kalian berpegang teguh dengan SUNNAHKU dan SUNNAH KHULAFA-UR-RASYIDIN ( Shahabat ) yang mendapat petunjuk. …”(1)

1. Yang PERTAMA Maka sikap kita yang pertama adalah tetap bepegangan pada SUNNAH Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam dan SUNNAH KHULAFA-UR-RASYIDIN ( Shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) yang mendapatkan petunjuk.

Maka dalam memahami Agama  ini kita harus senantiasa meruju’ ( Kembali ) kepada apa yang telah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan PEMAHAMAN para SHAHABAT radhiyallaahu ‘anhum ajma’in bukan menurut PEMAHAMAN Individu atau Kelompok atau Organisasi tertentu, Walaupun pemahaman para shahabat itu  berbeda dan ditentang oleh KEBANYAKAN Manusia, akan tetapi tetaplah berpegangan kepadanya. Sungguh Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam telah memberitakan bahwa Islam ini pada AWAL kedatangannya adalah ASING dan pada suatu saat nanti akan kembali dianggap ASING (diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya: (145) dari Abu Hurairah), sebuah keadaan dimana orang-orang yang berpegang teguh dengan SUNNAH seakan-akan  menggenggam BARA API, barangsiapa beramal pada hari-hari semacam ini maka pahalanya seperti pahala amalan 50 orang para SHAHABAT radhiyallaahu ‘anhum ajma’in, sebagaimana telah disebutkan dalam hadits-hadits yang masyhur: “Akan ada ( akan terjadi ) pada manusia suatu zaman, dimana orang yang sabar (istiqamah) di atas agamanya pada zaman ini seperti memegang BARA API.”(2)

“Sesungguhnya di belakang kalian ada suatu hari, kesabaran di dalamnya seperti memegang BARA API, orang yang beramal pada hari-hari semacam ini pahalanya seperti 50 orang yang beramal seperti amalnya kalian.”(3)

Berkata Ath-Thibi tentang hadits ini: “Maknanya sebagaimana tidak mampunya seorang pemegang bara api untuk sabar karena menghanguskan tangannya seperti itu pula keadaan seorang yang beragama, pada hari itu, tidak mampu untuk tetap di atas agamanya karena banyaknya MAKSIAT dan pelaku MAKSIAT, tersebarnya KEFASIKAN dan LEMAHNYA Iman.”

Berkata pula Al Qari: “Yang jelas bahwa makna hadits adalah sebagaimana tidak mungkin bagi seseorang untuk memegang BARA API kecuali dengan KESABARAN yang besar dan menanggung banyak kesusahan. Demikian pula di zaman itu tidak akan tergambar dalam benak seseorang untuk menjaga agamanya dan cahaya imannya kecuali dengan KESABARAN yang BESAR.”

Akan tetapi, walaupun demikian keadaannya, Allah yang Maha Berkuasa atas segala-galanya tidak akan membiarkan umat yang berada diatas kebenaran ( Ahlussunnah wal Jama’aah ) ini MUSNAH dari muka bumi. Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

SENANTIASA ada sekelompok dari umatku yang TERANG-TERANGAN di atas KEBENARAN, tidak mencelakakan mereka orang yang MENCEMOOHNYA sampai datang urusan Allah dan mereka dalam keadaan demikian”(4)

2. Hal KEDUA yang harus kita lakukan ketika fitnah ini terjadi adalah tinggalkan semua GOLONGAN (firqah) yang ada, sebagaimana diriwayatkan dari Hudzaifah: “Bahwasanya ketika manusia bertanya kepada Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan, aku bertanya kepada beliau tentang KEJELEKAN, karena khawatir akan menimpa diriku, maka aku berkata, “Wahai Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya kami dahulu dalam keadaan jahiliyah dan KEJELEKAN, maka Allah datangkan kepada kami KEBAIKAN, maka apakah setelah KEBAIKAN ini ada KEJELEKAN?” Beliau menjawab, “Ya”. Maka aku berkata, “Apakah setelah KEJELEKAN itu ada KEBAIKAN?” Beliau menjawab, “YA, tapi padanya ada DAKHAN (kotoran)”. Aku berkata, “Apa DAKHANNYA?”. Beliau menjawab, “Kaum yang mengerjakan SUNNAH bukan dengan SUNNAHKU, dan memberi PETUNJUK BUKAN dengan PETUNJUKKU, engkau kenali mereka tapi engkau ingkari”. Maka aku berkata, “Apakah setelah KEBAIKAN tersebut akan muncul KEJELEKAN lagi?” Beliau menjawab, “YA, adanya Dai-Dai yang berada di atas pintu Jahannam, barangsiapa yang memenuhi panggilannya akan dilemparkan ke Neraka Jahannam”. Aku berkata, “Wahai Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam terangkan ciri-ciri mereka”. Beliau berkata, “Mereka adalah suatu kaum yang KULITNYA sama dengan KULIT kita, BAHASANYA juga sama dengan BAHASA kita”. Aku berkata, “Apa yang engkau perintahkan jika aku mengalami JAMAN seperti itu?” Beliau berkata, “BERPEGANGLAH dengan jama’ah muslimin dan imam mereka”. Aku bertanya, “Bagaimana jika tidak ada JAMA’AH dan IMAM?” Beliau menjawab, “Tinggalkan semua FIRQAH ( GOLONGAN, ALIRAN ), meskipun kamu harus menggigit AKAR POHON hingga kamu MATI dan kamu dalam keadaan seperti itu .”(5)

3. Hal KETIGA adalah SENANTIASA menyeru manusia kepada Al Haqq ( Kebenaran ), saling bertawashaw bil haqq wa tawashaw bish-shabr (saling menasihati dengan kebenaran dan saling menasihati dengan kesabaran). Inilah kewajiban yang tetap ada pada diri KAUM MUSLIMIN kepada sesama mereka sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla:  ‘Dan saling nasihat-menasihatilah engkau dengan kebenaran dan dengan kesabaran.’ (QS Al ‘Ashr: 4). Dalam mensikapi perbedaan pemahaman yang ada, maka kewajiban ( Berda’wah ) ini tetap WAJIB diamalkan sesuai dengan kemampuan yang di miliki.

4. Hal KEEMPAT yang mesti kita lakukan di tengah PERPECAHAN umat ini adalah tetap berupaya untuk MENJAGA persatuan di antara kaum muslimin. Walaupun PERPECAHAN umat adalah sebuah KEPASTIAN dan bagaimana pun usaha kita untuk mencegahnya maka PERPECAHAN umat ini tetap AKAN TERJADI, akan tetapi hal ini tidaklah menafikan (MENIADAKAN ) kewajiban kita untuk tetap berpegang teguh kepada tali Allah dan menjaga persatuan di kalangan umat Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan: “Dan berpegang teguhlah kalian kepada TALI Allah seluruhnya, dan Jangan berpecah belah.” (QS Ali Imran: 103)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata bahwa yang dimaksud dengan TALI Allah adalah janji Allah. Dikatakan pula bahwa tali Allah ialah AL QUR’AN. Sedangkan lafazh walaa tafarraquu (jangan berpecah belah) menunjukkan perintah untuk BERJAMA’AH dan melarang PERPECAHAN.(6)

Dan perintah bersatu di sini bukanlah Persatuan KELOMPOK (firqah) tertentu yang kemudian saling MEMBANGGAKAN kelompoknya masing-masing. Dan menganggap yang di luar kelompoknya berarti bukan SAUDARANYA dan lantas disikapi dengan sikap seperti orang SESAT atau orang KAFIR. Akan tetapi yang dimaksud PERSATUAN di sini adalah kesatuan kaum muslimin yang berlandaskan AQIDAH dan manhaj AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH yaitu bersatu di atas SUNNAH di atas PEMAHAMAN Para Shahabat Radiallahu’anhum jami’aan.  Wallaahu a’lam bish shawab.

1. HR Nasa’I dan Tirmidzi: HASAN SHAHIH. Lihat Kitab Firqah Najiyah oleh Syaikh Jamil Zainu.

2. Dikeluarkan oleh At Tirmidzi: (2260) dan Ibnu Baththah dalam Al Ibanah Al Kubra: (195) dari Anas radhiyallaahu ‘anhu..

3. Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah: (XIV/344) dan dalam tafsir: (III/110) dengan lafazh yang panjang.

4. Dikeluarkan oleh Muslim dengan lafazh ini: (1920) dan Abu Dawud: (4252) dengan tambahan: “Tidak akan memadharatkan mereka orang-orang yang menyelisihinya.”, dan tambahan yang panjang di awalnya. Dikeluarkan pula oleh At Tirmidzi: (2229) secara ringkas dan dia fenshahihkannya, dan dikeluarkan oleh Ibnu Majah dalam Al Muqaddimah: (10) dengan lafazx yang panjang dan dikeluarkan oleh Imam Ahmad: (V/276) dengan lafazh yang panjang dan dalam (V/247) secara ringkas, dll.

5. Diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahih-nya, 3606, Muslim dalam Shahih-nya (1847), Imam Ahmad dengan panjang (V/386), 403 dan secara ringkas (V/391,396), dengan ringkas dengan lafazh-lafazh yang berbeda-beda (V/494), Abu Dawud As-Sijistani (3244), dengan lafazh berbeda (4246) dan An-Nasa’I dalam Al Kubra (V/17,18).

6. Lihat: Tafsir Ibnu Katsir Juz 1.