Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 26 ( Insya Allah )

Standard

AKHLAQ TAWADHU’

( MERENDAHKAN HATI / TIDAK MENYOMBONGKAN DIRI )

1.      Hukum Tawadhu’

Ulama Menjelaskan Bahwa Hukum Tawadhu’ adalah WAJIB ( Artinya Jika Di Kerjakan Insya Allah Akan Mendapatkan Pahala dan Jika Di Tinggalkan Maka Akan Mendapatkan SIKSA )

2.      Definisi Tawadhu’

Secara Bahasa Tawadhu’ Artinya Takhosu’ Wa Tadzallul ( Kerendahan dan Ketundukan ) Sedangkan Secara Istilah …… ULAMA Mendefinisikan Menjadi 2 Bagian yaitu Yang Pertama  Tawadhu’ Secara Khusus dan Yang Kedua Tawadhu’ Secara Umum :

1.   Yang Pertama Tawadhu’ Secara Khusus yaitu Tawadhu’ Kepada Allah dan Rasul-NYA (  Artinya Ketundukan Secara Totalitas atau Keseluruhan Kepada Allah Dan Rasul-NYA, Menta’ati Perintah NYA dan menjauhi Larangan NYA ).  Karena Sesuatu yang datang Dari Allah dan RasulNYA adalah KEBENARAN Mutlaq dan juga Dikarenakan KESOMBONGAN itu dalam Hal ini ( dalam istilah Tawadhu’ secara Khusus ) Yaitu Sikap MENOLAK KEBENARAN Sedangkan Tawadhu’ dalam hal ini adalah Sikap MENERIMA KEBENARAN . Hal ini sebagaimana di sinyalir dalam Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam yang artinya :

KESOMBONGAN itu adalah Menolak KEBENARAN dan MEREMEHKAN Manusia “ ( H.R. MUSLIM )

2. Yang Kedua Tawadhu’ Secara Umum Yaitu Tawadhu’ Kepada Sesama MUSLIM ( Secara Umum ). Dikarenakan SOMBONG itu dalam Hal ini ( dalam istilah Tawadhu’ secara Umum ) adalah Sikap MEREMEHKAN ( Menganggap Remeh / Rendah ) Manusia. Sikap MEREMEHKAN manusia adalah Suatu Sikap KESOMBONGAN dan Merasa dirinya Lebih baik dari Orang Lain Juga Merupakan Suatu Sikap KESOMBONGAN. Sedangkan Imam Al-Hasan Al-Bashri Pernah Di Tanya Tentang Tawadhu’ Kepada Sesama MUSLIM : Beliau Menjawab Orang Yang Tawadhu’ Secara Benar adalah Orang yang Keluar Dari Rumahnya Kemudian ia tidak Bertemu dengan Seorang MUSLIM yang lain Kecuali ia Menganggap MUSLIM yang Lain  Selain DIRINYA itu Lebih BAIK Daripada DIRINYA  Di Hadapan Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya  :

KESOMBONGAN itu adalah Menolak KEBENARAN dan MEREMEHKAN Manusia “ ( H.R. MUSLIM )

Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Mengapa Kita Tidak Boleh Mengatakan Diri Kita LEBIH BAIK daripada Orang Lain :

  1. Pertama, Di karenakan Kita Tidak Mengetahui IBadah Ibadah yang Nampak ( Ibadah Yang Terlihat ) yang dilakukan Orang lain  tersebut Seperti Sholat, Zakat, Shodaqoh, Menolong Orang Lain Dan sebagainya ….
  2. Kedua, Anggaplah Ibadah Nampak ( Ibadah Yang Terlihat ) Kita atau Ibadah Yang Kita Kerjakan itu LEBIH BANYAK daripada Orang Lain Tersebut Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman Bukankah Kita Tidak Mengetahui Ibadah Ibadah Yang ia ( Orang Tersebut ) Sembunyikan.
  3. Ketiga, Anggaplah Ibadah atau Amalan Yang Kita Kerjakan itu lebih BAIK dari Orang Tersebut Baik Ibadah Yang NAMPAK atau Ibadah Yang TERSEMBUNYI, Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman ….! Bukankah KITA Tidak Mengetahui Amalan HATI Orang Tersebut , Bukankah Amalan Hati itu Lebih BAIK daripada Amalan Anggota Badan , Berapa banyak Amalan Kebaikan Yang BESAR Menjadi KECIL karena HATI ( Karena Niat hatinya yang RUSAK atau tidak IKHLAS karena Allah semata ) dan Berapa Banyak Pula Amalan Kebaikan Yang KECIL Menjadi BESAR karena HATI ( Karena niat Hatinya Yang IKHLAS Karena Allah )  Bukankah Allah Yang Mengetahui Apa Yang Ada Di Dalam Dada Manusia …. ! Boleh Jadi Kita Berbuat Kebaikan …….. Baik Yang NAMPAK ataupun yang  TERSEMBUNYI Akan Tetapi Wahai Pembaca Yang budiman ….. Kebaikan Yang Kita Lakukan TIDAK Karena Allah ATAU Tidak IKHLAS Karena Allah akan tetapi Kebaikan yang kita Kerjakan Hanya untuk Mendapatkan Pujian atau Hanya Ingin Mendapatkan Penghormatan dari Orang Lain ….. Maka Ketahuilah Wahai Pembaca Yang Budiman ! Maka Amalan yang KITA Kerjakan  Tersebut Akan Menjadi DEBUDEBU yang Berterbangan  di akherat kelak, Tidak Akan Mendapatkan Pahala bahkan Akan Mendatangkan SIKSA ( Wal’iyadzubillah ) .
  4. Keempat, Anggaplah Wahai Pembaca Yang Budiman …….  Amalan atau Ibadah yang  Kita Kerjakan  itu Lebih BANYAK dari Orang Lain tersebut BAIK yang NAMPAK ataupun Yang TERSEMBUNYI akan tetapi Wahai Pembaca Yang Budiman !  Kondisi Tersebut Hanyalah Bersifat SEMENTARA ……. Karena Kita tidak Mengetahui Akhir KEHIDUPAN atau AJAL diantara KITA ( Apakah Kita Mati dalam Keadaan Khusnul Khotimah ( Tetap Istiqomah dalam Keadaan ISLAM Berpegang Teguh Kepada Alqur’an dan Sunnah ) atau Kita Mati dalam Keadaan Suu’ul Khootimah atau Mati Dalam Keadaan Tidak Istiqomah dalam ISLAM atau Bahkan Meninggal Dalam Keadaan KUFUR Kepada Allah Subaahaanaahuwata’aalaa ( Na’uudzu billahi Min Dzaalik ).
  5. Kelima, Anggaplah Wahai Pembaca Yang Budiman …….  Amalan atau Ibadah yang  Kita Kerjakan  itu Lebih BANYAK dari Orang Lain tersebut BAIK yang NAMPAK ataupun Yang TERSEMBUNYI dan Kita Pun Meninggal dalam Keadaan Baik atau Khusnul Khootimah Menurut PANDANGAN manusia akan tetapi Wahai Pembaca Yang budiman Janganlah Kita  BERBANGGA DIRI Terlebih Dahulu , Bukankah Kita tidak Mengetahui, Apakah Allah Akan memasukkan Kita Ke dalam SURGA ataukah Memasukkan Kita Ke dalam NERAKA ! Bukankah SURGA dan NERAKA itu Kepunyaan Allah, Apakah Jika Kita Berbuat Kebaikan Itu BISA di Pastikan , Kita akan Masuk Ke Dalam SURGA nya Allah ! Bukankah Kita Masuk Ke Dalam SURGA itu Karena RAHMAT dari  ALLah ………………….  Bukan Karena kebaikan Yang Kita lakukan !

Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Bukan Berarti Hal ini KITA Meremehkan KEBAIKAN atau Menyebabkan Kita tidak Beramal KEBAIKAN , Kita Tetap Di Perintahkan Untuk Berbuat KEBAIKAN akan tetapi YAKINLAH……..Kebaikan yang kita Kerjakan itu Tidak Lepas dari Rahmat Allah Subhaanaahuwata’aalaa . Dan Ketahuilah Wahai Pembaca Yang Budiman ……. Kehidupan Dunia Itu Tidak Ada Yang PASTI  kecuali apa yang di PASTIKAN  oleh Allah  di dalam Alqur’an dan Assunnah, dan Di Kehidupan Dunia ini juga  tidak Ada Kata kata KESUKSESAN Kecuali Kita Semua Di Masukkan Ke dalam SURGA oleh Allah Subhaanahuwataaalaa dan di jauhkan dari NERAKA. KESUKSESSAN itu Bukanlah Di DUNIA Wahai Pembaca Yang Budiman ! Akan tetapi Tanda KESUKSESSAN itu adalah Apabila Orang Tersebut Di MAsukkan Kedalam SURGA dan Di Jauhkan dari NERAKA ! Hal ini sebagaimana firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya

Setiap yang Bernyawa pasti akan Merasakan KEMATIAN dan Sesungguhnya Pahala Kalian Akan Di Sempurnakan Di Hari KIAMAT. Maka, Barang Siapa Di Jauhkan Dari NERAKA dan Di Masukkan Ke Dalam SURGA maka Sungguh ia telah BERUNTUNG ( SUKSES ) dan Tidaklah Kehidupan DUNIA itu melainkan hanyalah Kesenangan yang MENIPU … ..…….                                   ( QS : AL-Imran : 185 )

dan Kita………….. wahai pembaca yang budiman ……. tidak akan pernah Mengetahuinya ( KESUKSESSAN itu untuk selama lamanya ) KECUALI setelah KITA mengalami KEMATIAN………. dan Kita tidak akan pernah Mengetahuinya ( KESUKSESSAN itu untuk selama lamanya ) KECUALI setelah KITA mengalaminya ( Yaitu Ketika KITA Di MAsukkan Kedalam SURGA dan Di Jauhkan dari NERAKA oleh Allah Subhaanaahuwata’aalaa  ) itulah KESUKSESSAN Yang Sebenarnya  ……..  itulah kesuksesan yang sesungguhnya ……………… Yang Kebanyakkan MANUSIA  tidak Mengetahuinya …….. Bahkan Lalai daripadanya ……..

Wallahu a’lam Bisshowaab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s