Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 24 ( Insya Allah )

Standard

BOLEHKAH MEMBALAS

KEBURUKAN DENGAN KEBURUKAN ?

Orang yang beriman kepada Allah  dan Rasul-Nya adalah orang yang bisa membalas keburukan dengan kebaikan, orang yang suka memaafkan dan bukan orang yang senantiasa membalas keburukan dengan keburukan

Wahai pembaca yang budiman membalas keburukan dengan keburukan merupakan hal yang sering kita jumpai ditengah masyarakat kita. Bahkan hal itu mungkin saja  pernah terjadi pada diri kita ( Wal’iyaadzubillah / kita berlindung kepada Allah Ta’aalaa dari hal ini ) oleh karena itu wahai pembaca yang budiman ……inti dari tulisan kali ini  adalah ……….. Bolehkah membalas keburukan dengan keburukan ?

Wahai pembaca yang budiman Berbuat kebaikan kepada orang yang telah berbuat keburukan kepada kita merupakan suatu hal kebaikan yang utama di sisi Allah  Ta’aalaa. Dikarenakan Allah Subhaanaahuwata’aalaaa memerintahkan kepada kita untuk berbuat kebaikan, baik kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita ataupun kepada orang yang telah berbuat buruk kepada kita ……….Apabila kita berbuat baik kepada orang yang telah berbuat Baik kepada kita,  hal itu merupakan hal yang biasa ……akan tetapi jika kita bisa berbuat Kebaikan kepada orang yang telah berbuat buruk kepada kita…….,  kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita……, dan kepada orang yang telah berbuat  GHIBAH kepada  kita …. Maka hal inilah yang sangat SULIT bagi kita terkecuali bagi Orang-orang yang di beri HIDAYAH dan diberikan KEMUDAHAN oleh Allah Subhaanaahuwata’aalaa untuk berbuat kebaikan.( semoga kita termasuk orang yang diberi Hidayah dan kemudahan oleh Allah subhaanaahuwata’aalaa untuk berbuat kebaikan)

Allah subhaanaahuwata’aalaa berfirman yang artinya :

“ berbuatlah paling baik ( kepada orang lain ) sebagaimana Allah telah berbuat paling baik kepadamu” ( QS.                         )

“ Berbuatlah kebaikan supaya kalian beruntung ….” ( QS.                                 ) 

Wahai pembaca yang budiman? Di dalam ayat diatas Allah subhaanaahuwata’aalaa memerintahkan kepada kita berbuat baik kepada setiap orang sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada kita. Bahkan Allah Ta’aalaa mengaitkan kebaikan dengan KEBERUNTUNGAN.Berdasarkan ayat di ataas WAJIB baagi kita sebagai seorang MUSLIM  dan yang mengaku dirinya sebagai seorang MUSLIM untuk berbuat baik kepada setiap orang .. baik orang tersebut pernah berbuat buruk kepada kita ataupun tidak pernah berbuat baik kepada kita, Selama orang yang telah berbuat buruk kepada kita itu membutuhkan pertolongan atau bantuan kita maka TOLONGLAH …. dan BANTULAH …… sesuai dengan KEMAMPUAN yang kita MILIKI dan NIATKANLAH dengan IKHLAS karena Allah dalam menolong dan membantunya ……. bukan karena hendak pamer atau memperlihatkan amal kebaikan dan bukan pula supaya dikatakan seorang yang PEMAAF dan lain sebagainya.

Wahai pembaca yang budiman ….. ? janganlah sekali – kali kita membalas keburukan yang telah di lakukan kepada kita dengan keburukan yang serupa ….. dikarenakan Allah Subhaanaahuwata’aaalaa telah memerintahkan kepada kita …… yaitu “ BERBUAT BAIKLAH KALIAN …..” dan Allah tidak mengatakan kepada kita “ BALASLAH KEBURUKAN DENGAN KEBURUKAN AGAR KAMU MENJADI ORANG YANG MENANG ATAU AGAR KAMU MENJADI ORANG YANG HEBAT ……………….“

Apabila kita bisa  membalas keburukan dengan KEBAIKAN, maka ketahuilah wahai pembaca yang budiman …….. hal itu merupakan MURNI  karena RAHMAT dari Allah subhaanahuwata’aalaa yang Maha Bijaksana ….. yang dengan Rahmat-NYA kita bisa berbuat KEBAIKAN akan tetapi wahai pembaca yang budiman ? apabila kita tidak bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN, Ketahuilah bahwasanya keburukan itu MURNI berasal dari DIRI kita dan dari SYAITON dan bahwasanya keburukan yang kita lakukan kelak akan kembali kepada diri kita  ( wal’iyaadzubillah ) wahai pembaca yang budiman ? apabila kita tidak bisa membalas KEJAHATAN dengan KEBAIKAN ketahuilah wahai pembaca yang budiman bahwasanya kita itu adalah LEMAH dihadapan Allah Subhaanaahuwata’aalaa , kita itu adalah makhluk yang lemah , DAN MANUSIA ITU DICIPTAKAN DALAM KEADAAN LEMAH sebagaimana firman Allah Ta’aalaa yang artinya

dan diciptakan manisia itu dalam keadaan LEMAH “      ( QS                      ).

Oleh karena itu, tidak selayaknya dan tidak sepatutnya bagi kita untuk menyombongkan diri di hadapan Allah Ta’aalaaa, Kita menyangka bahwasanya jika kita dapat membalas keburukan dengan keburukan itu merupakan suatu perbuatan yang HEBAT, itu adalah suatu KEMENANGAN bagi kita karena kita dapat mengalahkan  orang yeng telah berbuat BURUK kepada kita ……  Bukankah Allah Ta’aalaa memerintahkan kepada kita untuk membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN akan tetapi kita MALAH membalas KEBURUKAN dengan KEBURUKAN …… wahai pembaca yang budiman hal ini berarti kita sedang menantang banyak firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa atau melanggar ayat-ayat Allah Ta’aalaaa. Dikarenakan kita merasa HEBAT dihadapan orang yang sedang MEMBUTUHKAN bantuan kita dan juga dikarenakan kita merasa SOMBONG dan merasa BISA membalas keburukan dengan keburukan terhadap orang yang telah berbuat keburukan kepada kita. Wahai pembaca yang budiman merasa diri kita BISA atau LEBIH atau merasa diri kita paling BERTAKWA dari orang lain dengan MERENDAHAKAN orang lain itu adalah termasuk suatu KESOMBONGAN,  Padahal kemampuan atau kelebihan atau ketakwaan yang kita miliki adalah pemberian dari Allah Ta’aalaa. Didalam hadist Qudsi disebutkan yang artinya “ Sesungguhnya keperkasaan adalah sarungKU dan KESOMBONGAN adalah selendangKU siapa saja yang mengambil salah satunya dariKU, maka akan Aku siksa dia “

Dan didalam Alquran Allah Ta’aalaa berfirman yang artinya : “ janganlah kalian berjalan dimuka bumi dengan sombongnya karena sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri “( QS  An:Nahl : 23   ).

Berdasarkan hadist diatas KESOMBONGAN itu hanya boleh dimiliki oleh Allah subhaanaahuwata’aalaa dan setiap manusia tidak BERHAK sedikitpun untuk melakukan KESOMBONGAN. Jika kita membalas keburukan dengan keburukan…. Hal itu berarti kita merasa diri kita lebih dari yang lain………………, kita merasa diri kita mampu dari yang lain…….., serta kita merasa diri kita Hebat dari yang lain. Padahal kelebihan , kemampuan dan kehebatan yang kita miliki itu semuanya adalah MURNI berasal dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Allah subhaanaahuwata’aala telah memberikan KELEBIHAN, KEMAMPUAN dan KEHEBATAN kepada kita. Hal Ini berarti Allah subhaanaahuwata’aalaa telah berbuat baik kepada kita.Kemudian Allah Subhaanaahuwata’aalaa Memerintahkan kita untuk MEMBALAS keburukan dengan KEBAIKAN akan tetapi kita MALAH membalas KEBURUKAN dengan KEBURUKAN ini pada hakekatnya kita sedang melanggar ayat-ayat Allah Ta’alaaa yang Mulia……………. Dan jika demikian halnya…. Bisakah kita menghindari SIKSANYA atau dapatkah kita menghindari AzabNYA ? wahai pembaca yang budiman …… jika kita tidak bisa menghindari siksaNYA dan jika kita tidak bisa menghindari AzabNYa, maka berdoalah ……………. Maka berdoalah…………. Maka berdoalah kepada Allah yang maha kuasa agar kita bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN, agar kita bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN,  agar kita bisa membalas KEBURUKAN dengan KEBAIKAN,  serta katakanlah wahai pembaca yang budiman bahwasanya  kita itu LEMAH dihadapan Allah yang maha KUASA atas segala sesuatu, yang ditanganNYA lah segala kebaikan.

Wallahu’a’lam Bisshowaab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s