Cara Menyelamatkan Diri dari Neraka Bag 23 ( Insya Allah )

Standard

UKHUWAH ISLAMIYYAH

( PERSAUDARAAN ATAU PERSAHABATAN DALAM ISLAM)

 

            Wahai Pembaca Yang Budiman ……….. ! Persaudaraan adalah yang tidak bisa dipisahkan  dalam jiwa seorang Mulim, Seorang Muslim itu adalah saudara bagi Muslim yang lain. Perumpamaan seorang Muslim dengan muslim yang lain itu ibarat atau seperti satu tubuh, apabila sebagian tubuh itu SAKIT, maka sakitlah seluruh tubuh yang lain.

Wahai Pembaca Yang Budiman…….! Orang yang Beriman itu adalah  orang yang ingin mencari PERSAHABATAN dengan dia ( Orang Beriman Tersebut ) dan orang lain juga ingin menjadi SAHABAT dia dan tidak ada KEBAIKAN bagi orang yang tidak mempunyai SAHABAT dan orang lain tidak mau bersahabat dengan dia.

Wahai Pembaca yang budiman ….! Orang yang beriman itu tempatnya PERTEMANAN, Oleh karena itu ……… jadikanlah Orang yang BERIMAN itu sebagai TEMAN. Wahai Pembaca yang Budiman……. ! Persaudaraan itu adalah NIKMAT dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Oleh karena itu pergunakanlah NIKMAT itu dengan sebaik – baiknya. Persaudaraan itu adalah NIKMAT…….. sebagaimana  yang dijelaskan dalam firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya :

“ Dan Ingatlah NIKMAT Allah atas kalian ketika kalian pada saat itu saling BERMUSUHAN  Lalu Allah Satukan Hati – hati Kalian, Maka jadilah kalian karena NIKMAT – NYA ( Allah Subhaanaahuwata’aalaa  ) Bersaudara ( Q.S. Al –Imran : 103 )

Wahai Pembaca Yang Budiman …..  !  Sesungguhnya PERSAUDARAAN itu adalah benar – benar NIKMAT dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Tiada seorangpun di dunia ini yang bisa Mendapatkan NIKMAT ini ( Persaudaraan ) kecuali Hanyalah PEMBERIAN dari Allah, kecuali Hanyalah PEMBERIAN dari Allah, kecuali Hanyalah PEMBERIAN dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa. Wahai Pembaca Yang Budiman ….. ! Oleh karena itu …… Bersyukurlah kepada Allah Subhaanaahuwata’aalaa atas NIMAT ini dengan menjaganya  dan dengan memeliharanya dan janganlah KITA wahai pembaca yang BUdiman MERUSAKNYA setelah Allah Subhaanaahuwata’aalaa MEMPERBAIKINYA ……..  Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  sangat menginginkan semua manusia yang ada di dunia  masuk kedalam ISLAM sehingga jadilah mereka BERSAUDARA akan tetapi Rasulullah SHallallahu’alaihi wa sallam tidak mempunyai daya dan upaya kecuali Hanyalah Pertolongan  dari Allah Subhaanaahuwata’aalaa .  Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam hanya di tugaskan oleh Allah SUbhaanaahuwata’aalaa sebagai pemberi PERINGATAN dan Pemberi KABAR GEMBIRA, dan beliau tidaklah ditugaskan sebagai pemberi HIDAYAH ( Taufiq ) bagi seluruh manusia, karena HIDAYAH itu seluruhnya berada di tangan Allah subhaanaahuwata’aalaa . Sebagaimana Firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya :

“ Sesungguhnya engkau ( wahai Muhammad ) Tidak akan bisa memberi Hidayah ( Taufiq ) kepada orang yang engkau cintai, akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang DIA kehendaki Dan DIA ( Allah ) lebih Mengetahui siapa yang pantas mendapatkan petunjuk ( Q.S  Al – Qhosos : 56 )

Dan juga sebagaimana Firman Allah Subhaanaahuwata’aalaa yang artinya :

“ Dan sekiranya engkau ( wahai Muhammad ) Menginfakkan seluruh apa saja yang ada di muka Bumi ini  NISCAYA tidaklah engkau bisa menyatukan hati – hati mereka akan tetapi Allah lah yang menyatukan hati – hati mereka …….  ( Q.S: Al – anfal : 63 ).

Wahai Pembaca Yang Budiman …… ! PERSAHABATAN itu Merupakan salah satu SYARAT untuk masuk ke dalam SURGA sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam  yang artinya :

“  Kalian tidak akan Masuk ke dalam SURGA sampai kalian Beriman dan Kalian tidak akan Bisa Beriman sampai kalian saling mencintai “ ( H.R.                )

“ Tidaklah Beriman seorang MUSLIM sampai ia MENCINTAI saudaranya ( Yang Muslim ) sebagaimana ia mencintai dirinya “ (H.R. MUSLIM )

Wahai Pembaca yang Budiman ……….. ! di dalam hadist diatas dijelaskan Bahwasanya  “ Tidaklah Beriman seorang MUSLIM sampai ia MENCINTAI saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya “ . Perhatikanlah dengan baik hadist yang MULIA ini Wahai Pembaca yang budiman ……………….. ! , Perhatikanlah dengan baik hadist yang MULIA ini Wahai Pembaca yang budiman ……………….. ! Perhatikanlah dengan baik hadist yang MULIA ini Wahai Pembaca yang budiman ……………….. ! Sebagaimana ia mencintai dirinya , Tahukah KITA wahai pembaca yang Budiman …… Bagaimana kita seharusnya mencintai diri KITA sendiri ! , Bagaimana Jika seandainya diri kita itu sedang SAKIT …. ! Bukankah ketika diri kita sedang  SAKIT , Kita berusaha dengan sekuat TENAGA, Berusaha dengan seluruh KEMAMPUAN kita untuk Mencari Obatnya,  Berusaha agar Diri KITA menjadi sehat kembali …… ! Jika Begitu seandainya wahai pembaca yang BUDIMAn ! Berdoalah ……  Berdoalah ……. Berdoalah ……. dan  Berusahalah agar  tenagamu, kekuatanmu, dan kemampuanmu di pergunakan untuk Menolong  SAUDARAMU yang sedang SAKIT. Bukankah Rasululah Shallallahu’alaihi wa sallam Pernah Bersabda :

“ Allah Senantiasa MENOLONG HambaNYA , Selama HambaNYA itu Selalu MENOLONG Saudaranya “ ( H.R.               )

Wahai pembaca yang Budiman …! dan Bagaimanakah Seandainya Jika diri kita itu sedang tidak Mempunyai harta  …. ! sedangkan kita pada saat itu sangat membutuhkan harta tersebut …… ! Bukankah Kita akan mencarinya dengan sekuat TENAGA , dengan seluruh KEMAMPUAN kita untuk mencarinya …! Jika Begitu seandainya wahai pembaca yang BUDIMAN ! Berdoalah ……  Berdoalah ……. Berdoalah ……… dan  Berusahalah agar  Hartamu Kau pergunakan untuk Menolong  SAUDARAMU yang sedang membutuhkan Harta …….

Wahai pembaca yang Budiman ……… ! INILAH yang diMaksud dengan Hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “ Tidaklah Beriman seorang MUSLIM sampai ia MENCINTAI saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya “ (H.R.  MUSLIM  )

Wahai Pembaca Yang Budiman …… ! Persaudaraan ini Merupakan Sebuah NIKMAT …….. . Apabila kita tidak Mensyukuri NIKMAT ini ………. Berarti KITA telah Mengingkari NIMAT yang Besar ini.  dan Berkenaan dengan hal ini Allah Subhaanaahuwata’aalaaa berfirman  yang artinya :

“ ……….. Jika Kalian Bersyukur (atas Nikmat KU ),  Sungguh Aku ( Allah Subhaanaahuwata’aalaa ) akan Tambahkan ( Nikmat KU ) kepada Kalian, Dan Jika Kalian Ingkar (  Kufur terhadap Nkmat KU, tidak Mensyukuri Nikmat KU ), Sesungguhnya Adzab KU sangat PEDIH ( Q.S. Ibraahiim : 7 ).

Wallahu a’lam Bisshowaab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s