Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka Bag 19 ( Insya Allah )

Standard

KEWAJIBAN SHALAT BERJAMA’AH


Allah Ta'ala berfitman: "Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk kebawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera." (Al-Qalam:42-43)

Ibrahim At-Taimi berkata,"Maksudnya, mereka diajak kepada shalat-shalat wajib yang terdapat adzan dan iqamatnya. "Said bin Musyayab berkata,"Mereka mendengar 'hayya 'alas shalah, hayya 'alal falah namun mereka TIDAK memenuhi panggilan itu sementara mereka dalam keadaan SEHAT wal afiat."

 

Kabul Ahbar berkata,"Demi Allah, ayat ini tidak diturunkan kecuali kepada orang-orang yang meninggalkan SHALAT BERJAMA’AH. Adakah ancaman lain yang lebih dahsyat dari ancaman di atas bagi orang yang meninggalkan shalat berjamaah padahal mampu melakukannya?.

Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma ketika ditanya tentang orang yang berpuasa pada siang hari dan melakukan qiyamul lail di malam hari, namum ia tidak shalat berjamaah di Masdjid. Ia menjawab, "Jika ia mati dalam keadaan demikian maka ia di neraka." (Diriwayatkan Tirmidzi).

 

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhuma berkata," Jika TELINGA anak Adam dipenuhi dengan cairan timah panas, tentu hal itu lebih baik daripada ia mendengar adzan namun tidak memenuhinya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda, "Barangsiapa MENDENGAR orang memanggil untuk shalat dan tidak ada halangan untuk memenuhinya. "Ada yang bertanya," Apa HALANGANNYA wahai Rasulullah? Rasulullah shallallahu alaihi wassalam menjawab,"Rasa takut atau sakit. Maka shalat yang dilakukannya (yakni shalat dirumahnya) TIDAK DI TERIMA. (Diriwayatkan Abu Dawud, Ibnu HIbban, dan Ibnu Majah).

Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu berkata,"Tidak ada shalat bagi tetangga masjid kecuali di masjid." Ada yang bertanya kepadanya, "Siapakah TETANGGA masjid itu?" Ia menjawab,"Siapa (saja) yang MENDENGAR adzan." (diriwayatkan Ahmad)

Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata,"Barangsiapa yang senang untuk bertemu dengan Allah besok-yakni pada hari kiamat-maka hendaklah ia memelihara shalat yang lima itu selama ia DIPANGGIL untuk melakukannya. Karena Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian sunnah-sunnah HIDAYAH, dan shalat merupakan salah satu dari sunnah-sunnah HIDAYAH. Jika kalian shalat dirumah-rumah kalian sebagaimana orang yang MENINGGALKAN shalat BERJAMA’AH, berarti kalian telah MENINGGALKAN Sunnah Nabi kalian. Dan jika kalian MENINGGALKAN sunnah Nabi kalian pastilah kalian TERSESAT. Aku telah melihat kami semua, tidak ada seorangpun dari kami yang meninggalkannya ( SHALAT BERJAMA’AH ) kecuali orang MUNAFIK yang jelas kemunafikannya atau orang sakit. Bahkan ada seseorang yang didatangkan untuk shalat, ia disandarkan diantara dua orang hingga bisa didirikan didalam shaf, atau hingga ia bisa datang ke masdjid untuk shalat BERJAMA’AH." (Diriwayatkan Muslim dan Abu Dawud).

Ibnu Umar berkata bahwa Umar pernah pergi ke kebun kurma miliknya, kemudian ia pulang sementara orang-orang sudah selesai melakukan shalat Ashar. Lalu Umar berkata, 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, aku ( Umar Radiallahu’anhu ) KETINGGALAN shalat berjamaah Ashar, SAKSIKANLAH oleh kalian bahwa kebun itu aku  SEDEKAHKAN untuk orang-orang MISKIN sebagai PENEBUS DOSA yang dilakukan Umar Radiallahu’anhu.

Dikutip dari buku Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar), oleh Adz-Dzahabi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s