mutiara yang masih berlumur lumpur

Standard

mula-mula kugali lahan yang subur itu sejengkal demi sejengkal, secangkul demi secangkul.

sesekali berhenti sejenak tuk menyeka butiran keringat di dahiku.Lalu kulanjut lagi hingga akhirnya sampailah pada satu lapisan lahan yang paling dasar, sragh…..suara itu cukup mengagetkanku hingga aku terhenyak.Samar-samar dari dasar galian itu menyeruak sinar tipis disela-sela gumpalan tanah yang berlumpur, kuangkat pelan-pelan benda padat bersinar itu kuseka penuh hati-hati benda berlumur lumpur yang cukup padat itu.

Sungguh tidak mudah membersihkannya, namun dengan penuh kasih sayang dan tak pernah ada kata putus asa akhirnya terlihat semakin jelas benda padat itu adalah mutiara.

Bayangkan kalau seandainya lahan itu adalah sdit alhikmah tempat kita berekspresi dan memberikan pelayanan terbaik untuk anak didik kita. Dan mutiara itu adalah anak didik kita.Subhanallah, sdit alhikmah ini akan dipenuhi mutiara yang bersinar terang.

namun memang tidak mudah, karena dituntut untuk selalu sabar dan berupaya maksimal. Satu hal kita harus mempu melihat potensi akademik yang dimiliki oleh setiap anak untuk memudahkan pendekatan terhadap anak sesuai dengan style mereka. Kunci suksesnya adalah gaya mengajar kita harus sama dengan gaya belajar siswa, sembari kita berdoa dan bertawakkal.                                                                           bekasi, 6 agustus 2012

oleh asrori (guru sdit alhikmah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s