Mengukir prestasi di hadapan Allah

Standard

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji tentunya hanya milik Allah Subhanahu Wataala, kita memuji-Nya dan Bersyukur kepada-Nya atas limpahan karunia dan curahan nikmat. Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad, Keluarga, para sahabat, serta umatnya yang tegak di atas sunnahnya hingga akhir zaman. Allahumma Amin.

Saudaraku yang beriman
Sesungguhnya kehidupan yang kita jalani di muka bumi ini hanyalah bersifat sementara. Tidak ada yang abadi, kecuali Allah Yang Maha Tinggi. Maka Pertanyaannya adalah bukan kapan kita akan meninggalkan dunia ini? Tidak. Tetapi persoalannya yaitu Bekal apa yang telah kita persiapkan sebelum kematian “menyapa diri kita?”

Saudaraku yang budiman
Berarti kita sepakat bahwa mempersiapkan kematian adalah hal yang mutlak dan menjadi “harga mati” dalam kita mengarungi setiap detik hidup kita di dunia. Banyak hal yang baik, diridhoi Allah untuk dijadikan bekal sebelum menghadap Sang Pemilik jiwa kelak. Di antaranya :
1. Menanamkan keimanan yang benar dengan kokoh di dalam sanubari kita, yang hasil dari itu adalah terpancarnya cahaya ketaqwaan yang menyinari diri kita.
2. Bertaubat kepada Allah Subhanahu Wataala
Sesungguhnya tiada seorang insan pun yang berjalan di bumi ini kecuali dia akan “bersanding” dengan kesalahan. Tetap solusi indah dari itu semua adalah kembali kepada-Nya seraya memohon ampun atas noda dosa dan kesalahan. Percayalah saudaraku bahwa Dzat yang kita sembah dan berada di atas langit adalah dzat yang Maha Pemurah. Dia senantiasa menerima hamba-hamba-Nya yang kembali serta bertaubat kepada-Nya.
3. Shalat
Ingatlah ! Bahwa amalan manusia yang pertama kali ditanya oleh Allah adalah shalat. Jika shalatnya baik, dapat menjadi indikasi amalan lainnya pun baik. Sebaliknya jika shalatnya penuh dengan aib dan cacat, maka tiadak dapat kita membayangkan kalau Allah tiada berkenan “melirik amalan kita yang lain”
4. Puasa, Zakat, Menunaikan Ibadah haji bagi yang mampu, Shadaqoh jariyah, saling menasehati dalam kebenaran dan taqwa, mengucapkan salam, tersenyum di hadapan saudara kita sesama muslim. Dan amalan lain yang melimpah di dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Saudaraku yang Mulia
Sekilas dari pembahsan di atas kiranya kurang lengkap – sebagai penutup perbincangan kita- kalau saya tidak menyebutkan kunci keberhasilan dalam beramal, sehingga diterima dan menjadi invest bagi kita di sisi Allah Subhanahu Wataala.Yaitu “Ilmu”

Amal tanpa ilmu sama saja seperti kita berjalan di hutan belantara dengan mata terpejam. Bukan keselamatan yang kita raih. Justru kerugian yang kita peroleh.Mari kita mengukir prestasi di hadapan Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhanahu Wataala. Amin

Washallallahu ‘Alaa Nabiyyina Muhammad Waala Alihi Wasallam

Bekasi, Senin sore
4 Ramadhan 1433 H/23 Juli 2012
Al-Faqir Ilaa ‘Afwi Rabbihi

Yunus

One response »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s