Monthly Archives: July 2012

SUDAH BERAPA JUZZ KITA BACA AL QURAN???

Standard

1. Manshur bin Zadan, termasuk tabi’in yang terekam amalannya di bulan diturunnya Alquran ini.Hisham bin Hassan bercerita, bahwa di bulan Ramadhan, Manshur mampu menghatamkan Alquran di antara shalat Maghrib dan Isya’, hal itu bisa beliau lakukan dengan cara mengakhirkan shalat Isya hingga seperempat malam berlalu. Dalam hari-hari biasapun beliau mampu menghatamkan Alquran sekali dalam sehari semalam. (Al Hilyah, 3/57).

2.Imam Malik rahimahullah, apabila telah datang bulan Ramadhan, ia menghentikan membaca hadits dan majelis ilmu dan mengkhususkan diri membaca Alquran dari mushhaf.

Iman Syafi’i rahimahullah mengkhatamkan enam puluh kali di bulan Ramdhan yang dia membacanya di luar shalat, dan dari imam Abu Hanifah rahimahullah seperti itu juga.

Imam Syafi’i (204 H), beliau dalam bulan Ramadhan biasa menghatamkan Al Qur’an dua kali dalam semalam, dan itu dikerjakan di dalam shalat, sehingga dalam bulan Ramadhan beliau menghatamkan Alquran enam puluh kali dalam sebulan (Tahdzib Al Asma’ wa Al Lughat, 1/ 45)

3. Ali Khitab bin Muqallad (629 H), seorang ulama Bagdad yang hidup di masa khalifah Al Muntashir, dalam Ramadhan mampu menghatamkan Al Qur’an 90 kali, dan di hari biasa beliau menghatamkan sekali dalam sehari. (Thabaqat As Syafi’iyah Al Kubra, 8/294).

4. Al Aswab An Nakha’i setiap dua malam menghatamkan Al Qur’an.

5. Qatadah As Sadusi, memiliki kebiasaan setiap tujuh hari menghatamkan Al Qur’an sekali. Akan tetapi bila bulan Ramadhan telah tiba, beliau menghatamkannya setiap tiga malam sekali. Dan bila telah masuk sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau senantiasa menghatamkannya setiap malam

SUDAH BERAPA JUZZ KITA BACA AL QURAN DI BULAN RAMADAN INI???

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini

Ibu, Aku mencintai Ibu karena Allah

Standard

anwar insan siregar ♦ Juli 28, 2012 ♦ Tinggalkan sebuah Komentar

Sepekan ini aku mengajar tahfidz kepada anak-anakku di kelas 3 SD. Bertepatan di bulan Ramadhan surat yang menjadi target adalah surat Al Isra: 23- 27. Dalam sepekan aku hanya menargetkan anakku satu ayat saja yakni surat Al Isra ayat 23.

Subhanallah, surat ini mengingatkan aku kepada kedua orangtuaku di kampung. Ibuku yang luar biasa sekali pengorbanannya sampai melahirkan kami 11 bersaudara. Ibuku lembut sekali. Ya Allah berikanlah aku kekuatan suatu saat nanti aku bisa membalas kebaikan ibu. Ibu maafkan aku yang sering lupa untuk mendoakanmu.
Semalam aku bermimpi bertemu dengan ayah. Aku minta maaf kepada ayah dan ayah juga minta maaf kepada aku. Kata ayah dulu ia sering kasar dalam mendidik. Aku sangat senang sekali karena aku dan ayah bisa saling memaafkan. Aku juga merasa bersalah karena sering tidak mendengar kata-kata ayah. Sekarang ayah sudah mendahului kami. Berawal dari sakit berhari-hari akhirnya Allah memanggil ayah. Ayah… Semoga Ayah bersama Allah di sana. Ampuni dosa-dosa ayah ya Allah.
Aku pun memulai mengajarkan surat Al Isro ayat 23.

Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.( Al Isro:23)

Artinya dalam Bahasa Inggris
And your Lord has Qada) decreed﴾ that you worship none but Him. And that you be dutiful to your parents. If one of them or both of them attain old age in your life, say not to them a word of disrespect, nor reprimand them but address them in terms of honor.

Subhanallah, anak-anakku di kelas pintar-pintar menghafalnya. Salah satu yang paling cepat menghafal adalah anakku yang bernama Tyo. Wah luar biasa. Semoga Tyo menjadi hafidz kelak nanti.

Aku pun mengakhiri surat ini dengan satu kata “Ibu, Aku mencintai Ibu karena Allah”. Ucapkan kata ini kepada Ibu atau Bunda atau Ummi atau Mama, atau kata lain yang sama maknanya dengan Ibu.

Minggu depan aku akan melanjutkan surat Al Isra ayat 24.
Bersambung…

Bagi guru SDIT Al Hikmah Bintara, yang ingin mengirimkan tulisan silahkan kirim ke email: sditalhikmahbintara@gmail.com, atau hubungi admin mr agung dan di sini

Mudahnya Membuat e-mail

Standard

berikut ini adalah 7 langkah mudahnya membuat e-mail

1 kunjungi yahoo.com dan 2. Pilih sign up 

1- Buka modzila firefox dan ketik yahoo.com
2. Pilih Sign up

3 isi seluruh data 4. isi captcha (dengan kata/huruf dan angka yang sama dengan diatasnya)

isi data dan masukan captcha

5 setelah memasukan captcha tekan created account

setelah memasukan captcha tekan created account

6. akan ada kata selamat / congratulation , tekan lanjut atau continue

akan ada kata selamat / congratulation , tekan lanjut atau continue

7. anda sudah berada pada acc yahoo anda, tinggal mengklik email untuk melihat email, mengirim, dll

selamat mencoba

-oleh mr agung

Kekeliruan yang sering dilakukan pada bulan Ramadhan

Standard

Seperti hadis Rasulullah saw, “Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka”. (HR Ibnu Majah & Nasa’i)

Ada beberapa kekeliruan yang dilakukan oleh umat islam pada saat berpuasa di bulan Ramadhan yaitu :

1.       Malas melakukan aktifitas.

2.       Tidak melaksanakan shalat fardhu.

3.       Berlebihan saat sahur dan berbuka.

4.       Berpuasa tapi melakukan maksiat.

5.       Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah).

6.       Tidur berlebihan.

7.        Meninggalkan shalat tarawih tanpa udzur/halangan.

8.       Sibuk memikirkan persiapan hari raya.

semoga kita tidak termasuk orang-orang yang melakukan hal-hal di atas…amiin..

Mengukir prestasi di hadapan Allah

Standard

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji tentunya hanya milik Allah Subhanahu Wataala, kita memuji-Nya dan Bersyukur kepada-Nya atas limpahan karunia dan curahan nikmat. Semoga Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada uswah kita Nabi Muhammad, Keluarga, para sahabat, serta umatnya yang tegak di atas sunnahnya hingga akhir zaman. Allahumma Amin.

Saudaraku yang beriman
Sesungguhnya kehidupan yang kita jalani di muka bumi ini hanyalah bersifat sementara. Tidak ada yang abadi, kecuali Allah Yang Maha Tinggi. Maka Pertanyaannya adalah bukan kapan kita akan meninggalkan dunia ini? Tidak. Tetapi persoalannya yaitu Bekal apa yang telah kita persiapkan sebelum kematian “menyapa diri kita?”

Saudaraku yang budiman
Berarti kita sepakat bahwa mempersiapkan kematian adalah hal yang mutlak dan menjadi “harga mati” dalam kita mengarungi setiap detik hidup kita di dunia. Banyak hal yang baik, diridhoi Allah untuk dijadikan bekal sebelum menghadap Sang Pemilik jiwa kelak. Di antaranya :
1. Menanamkan keimanan yang benar dengan kokoh di dalam sanubari kita, yang hasil dari itu adalah terpancarnya cahaya ketaqwaan yang menyinari diri kita.
2. Bertaubat kepada Allah Subhanahu Wataala
Sesungguhnya tiada seorang insan pun yang berjalan di bumi ini kecuali dia akan “bersanding” dengan kesalahan. Tetap solusi indah dari itu semua adalah kembali kepada-Nya seraya memohon ampun atas noda dosa dan kesalahan. Percayalah saudaraku bahwa Dzat yang kita sembah dan berada di atas langit adalah dzat yang Maha Pemurah. Dia senantiasa menerima hamba-hamba-Nya yang kembali serta bertaubat kepada-Nya.
3. Shalat
Ingatlah ! Bahwa amalan manusia yang pertama kali ditanya oleh Allah adalah shalat. Jika shalatnya baik, dapat menjadi indikasi amalan lainnya pun baik. Sebaliknya jika shalatnya penuh dengan aib dan cacat, maka tiadak dapat kita membayangkan kalau Allah tiada berkenan “melirik amalan kita yang lain”
4. Puasa, Zakat, Menunaikan Ibadah haji bagi yang mampu, Shadaqoh jariyah, saling menasehati dalam kebenaran dan taqwa, mengucapkan salam, tersenyum di hadapan saudara kita sesama muslim. Dan amalan lain yang melimpah di dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Saudaraku yang Mulia
Sekilas dari pembahsan di atas kiranya kurang lengkap – sebagai penutup perbincangan kita- kalau saya tidak menyebutkan kunci keberhasilan dalam beramal, sehingga diterima dan menjadi invest bagi kita di sisi Allah Subhanahu Wataala.Yaitu “Ilmu”

Amal tanpa ilmu sama saja seperti kita berjalan di hutan belantara dengan mata terpejam. Bukan keselamatan yang kita raih. Justru kerugian yang kita peroleh.Mari kita mengukir prestasi di hadapan Allah, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Semoga amal ibadah kita diterima Allah Subhanahu Wataala. Amin

Washallallahu ‘Alaa Nabiyyina Muhammad Waala Alihi Wasallam

Bekasi, Senin sore
4 Ramadhan 1433 H/23 Juli 2012
Al-Faqir Ilaa ‘Afwi Rabbihi

Yunus

Bagaimana Cara Menciptakan Suasana Kelas Yang Menyenangkan???

Standard

diambil dari blog pribadi mr andre(adalah guru SDIT ahikmah bintara)

Dalam buku Quantum Teaching dikatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu dibangun untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, yaitu :

  1. Niat ( Keyakinan ).

Harus diyakini bahwa setiap siswa adalah pintar dan memiliki kemampuan.

2.  Menjalin Rasa Simpati dan Saling Pengertian.

Membina hubungan yang akrab dapat memudahkan guru untuk melibatkan siswa dalam setiap kegiatan belajar mengajar, memudahkan pengelolaan kelas dan meningkatkan kegembiraan di kedua belah pihak.3

3. Membangun Kegembiraan.

Kegembiraan akan membuat siswa belajar dengan lebih mudah, mengusir rasa bosan, bahkan dapat mengubah sikap negative siswa terhadap guru maupun mata pelajaran yang kurang disukai.

4. Membangun Rasa Saling Memiliki.

Guru harus mampu membangun rasa saling memiliki dan tidak memenuhi proses belajar mengajar dengan ancaman sehingga siswa dapat merasa dekat dengan guru dan bisa rileks dalam menerima materi.

5.  Keteladanan.

Memberi keteladanan adalah salah satu cara ampuh untuk membangun hubungan serta menambah kekuatan pada proses pembelajaran siswa. Satu hal yang perlu diingat oleh guru bahwa pakaian, penampilan, senyuman akan dinilai oleh siswa.
diupload oleh mr agung (guru TIK sdit alhikmah bintara)

Neraka bag.3

Standard

Cara Menyelamatkan Diri dari Neraka

Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang karena rahmat-Nya yang Luas menjelaskan jalan-jalan keselamatan dari siksa Neraka. Allah menunjukkan jalan yang harus ditempuh agar seseorang tidak terjerumus ke dalamnya. Cara yang paling penting adalah sbb.

1.Memurnikan TAUHID kepada Allah

Mari kita perhatikan sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam berikut ini,

Sesungguhnya Allah telah mengharam-kan neraka bagi orang yang mengucap-kan “La ilaha illallah,” karena semata-mata mengharap wajah Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dan dalam hadits yang lain Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam juga telah bersabda,

Wahai anak Adam, sesungguhnya selagi kalian mau berdoa dan berharap kepada-Ku, maka Aku (Allah) akan mengampunimu. Wahai anak Adam meskipun dosamu itu sampai ke awan di langit kemudian kamu mau minta ampun kepada-Ku maka aku akan mengampunimu dan Aku ( Allah ) tidak peduli. Wahai anak Adam kalaupun engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi dan engkau menjumpai-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, maka Aku akan menda-tangkan kepadamu sepenuh bumi ampu-nan.” (HR. At-Tirmidzi dan dia berkata hadits hasan shahih).

Itulah jaminan ampunan bagi yang menauhidkan (mengesakan-Nya). Tidak menyekutukan-Nya dalam ber-do’a, ibadah, nadzar, raja’ (berharap), istighatsah, tawakkal, pengharapan dan ketakutan, juga di dalam memutuskan perkara, padahal ia tahu akan tuntutan tauhid berupa mengesakan Allah dalam seluruh ibadah serta menjauhi segala kemusyrikan dengan berbagai macam dan bentuknya.

Allah Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman,

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”. (QS. 6:162-163)

Maka tauhid yang murni yang tidak tercampuri dengan kemusyrikan, baik yang BESAR maupun yang KECIL adalah syarat mutlak untuk keselamat-an seseorang dari Neraka.

Tauhid yang murni membuahkan ketaatan kepada Allah dan ketundukan terhadap-Nya. Karena tauhid dan iman tempatnya di hati. Apabila tauhidnya bagus, maka seluruh perbuatan anggota badan akan ikut bagus pula. Maka apa yang diperintahkan oleh Allah akan segera dilaksanakannya, selalu taat, mengikuti dan takut kepada-Nya.

2. Senantiasa Bertaubat

Allah telah menjadikan taubat sebagai kunci kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Dia berfirman,

Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. 24:31)

Dalam ayat ini Allah mengaitkan antara keberuntungan dengan taubat. Artinya bertaubat dari perbuatan yang tidak baik adalah salah satu jalan keselamatan dari api Neraka. Manusia meskipun telah berusaha sekuat tenaga untuk berbuat kebaikan, tetap saja ia memiliki sisi kekurangan dan kelemahan, baik yang disadari atau tidak, hal ini merupakan sunnatullah. Maka jalan yang terbaik adalah selalu membiasakan bertaubat dan mohon ampun kepada Allah.

di tulis oleh mr fajar via email
diupload oleh mr agung

Neraka bag.2

Standard

Di antara Penghuni Neraka

  • Orang-orang musyrik, termasuk Yahudi, Nashrani, Majusi, Mulhidin (pembangkang) dan secara umum semua orang yang menyekutukan Allah atau melakukan syirik akbar ( SYIRIK BESAR ). Firman Allah Subhannaahu wa Ta’ala , artinya,

Sesungguhnya telah kafirlah orang- orang yang berkata,“Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata, “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” (QS. 5:72)

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia me-ngampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”(QS. 4:48)

Sedangkan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat) dari orang muslim, maka dia di bawah kehendak Allah, jika menghendaki, maka Dia akan mengampuni dan jika menghendaki, maka Dia akan menyiksa.

  • Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda tentang penghuni Neraka,

Maukah kalian aku beritahu penduduk neraka? (Yaitu) Setiap orang yang besar kepala, angkuh lagi sombong.” (HR. Al-Bukhari-Muslim)

  • Beliau juga memberitahukan bahwa Wanita yang bertabarruj (mengumbar aurat dan kecantikannya) termasuk penghuni Neraka. Sabda beliau Shallallaahu Alaihi wa Sallam,

Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat; Yaitu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli orang-orang dengannya. Dan wanita-wanita yang memakai baju tapi Telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundak-nya dan berlenggak-lenggok.Kepala mereka seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, pada-hal sungguh wangi Surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR . Muslim).

Dari Usamah Bin Zaid, ia berkata : Rasulullah Shallallhu’alaihi wa sallam bersabda:

Aku (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) berdiri di depan pintu syurga, ternyata kebanyakan yang memasukinya (Syurga) adalah orang-orang Miskin, sedangkan orang-orang Kaya masih tertahan. Kecuali penduduk Neraka, karena Allah telah memerintahkan mereka untuk di masukan ke dalam Neraka. Kemudian, aku (Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) berdiri di depan pintu Neraka, ternyata kebanyakan yang memasukinya adalah ParaWanita “ (Lihatlah : Shahiihul jaami’ no 4287 (cetakan terbaru No 4411)).

Dari Imran Bin Husin, ia berkata Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

Sesungguhnya penghuni Syurga yang paling sedikit adalah Wanita” (Lihatlah : Shahiihul Jaami’ No 1570 (Cetakan terbaru no 1574.).

Maksudnya adalah karena kaum wanita itu sering Kalah dalam menghadapi hawa nafsunya dan lebih cenderung memperhatikan PERHIASAN dunia, Karena kurangnya akal mereka untuk membuka pandangan mereka terhadap kehidupan Akherat. Oleh karena itu mereka ( ParaWanita ) merasa lemah untuk beramal sebagai bekal kehidupan AKHERAT (Kelak). Bahkan mereka (Para Wanita) menjauhinya (Amal Shalih) karena kecenderungan HATI dan NAFSUNYA kepada gemerlapnya Dunia dan ingin selalu berhias dengan Perhiasannya. Kemudian setelah itu, Mereka (Para Wanita) Faktor Utama di dunia yang dapat memalingkan kaum lelaki sehingga tergoda oleh Godaannya. Maka kebanyakan kaum Wanita berpaling dari kehidupan Akherat. Mereka juga BANYAK mengajak lawan jenisnya (Yaitu Laki-laki) Untuk berpaling dari kehidupan Akherat. Mereka (Para Wanita) Sangat Mudah terperdaya oleh orang-orang yang mengajaknya untuk meninggalkan (Syari’at) agama dan sangat sulit untuk menerima ajakan (seruan dan Nasihat) dari orang yang ingin mengajaknya-dari kalangan orang yang bertakwa- kepada kehidupan Akherat dan amalan-amalan yang dapat menjadi bekal kehidupan Akherat.

  • Meninggalkan shalat,merupakan penyebab terjerumusnya seseorang masuk Neraka. Allah berfirman,

Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (Neraka) Mereka menja-wab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin dan adalah kami membica-rakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya dan adalah kami mendustakan hari pembalasan” (QS. 74: 42 – 46)

Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,

Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka barang siapa meninggalkannya ia telah kafir.”

  • Pemakan RIBA atau Yang sejenis dengan Riba seperti Rentenir (Lintah Darat), Pemakan Bunga BANK, dan lain sebagainya yang sejenis dengannya.

  • GHIBAH atau Membicarakan Aib atau Kesalahan Orang Lain.

  • NAMIMAH atau Mengadu Domba.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menyebutkan sejumlah dosa secara global yang merupakan penyebab dari masuknya seseorang ke dalam Neraka, yaitu: Menyekutukan Allah Ta’ala; Mendustakan para rasul; hasad (dengki); Dusta; Khianat; Berbuat aniaya, kekejian; Ingkar janji; Memutuskan silaturrahmi; Pengecut dalam berjihad; Bakhil; Munafik; Berputus asa dari rahmat Allah; Merasa aman dari makar Allah; Berkeluh kesah terhadap musibah; Angkuh; Sombong atas nikmat yang diterima; Meninggalkan hal-hal yang wajib; Melanggar hudud (batasan dari Allah); Menerjang keharaman-Nya, takut kepada makhluk bukan kepada Allah; Beramal karena riya’ dan sum’ah; Menyelishi Al-Qur’an dan as-Sunnah baik dalam perbuatan atau pun keyakinan; Taat kepada manusia dalam rangka maksiat kepada Allah; Fanatik terhadap kebatilan; Mengolok-olok ayat-ayat Allah, menentang kebenaran; Menyembunyikan sesuatu yang seharusnya disampaikan baik ilmu maupun kesaksian; Sihir; Durhaka kepada kedua orang tua; Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali secara haq; Memakan harta anak yatim; Riba; Lari dari medan pertempuran; Menuduh berzina wanita baik-baik dan terjaga kehormatannya; Melakukan zina atau liwath; Ghibah dan namimah dan lain-lain yang telah di jelaskan keharaman-nya di dalam Al-Qur’an dan as-Sunnah.

Barang siapa yang menjauhinya, maka berarti ia telah menempuh jalan keselamatan, dan barang siapa yang menerjangnya, maka berarti ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam kehinaan dan penyesalan.

Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang sesuatu yang paling banyak menjerumuskan orang ke dalam Neraka, maka beliau menjawab, Mulut dan Kemaluan.” (HR. At-Tirmidzi dan ia menyatakan hasan). Hadits ini mengisyaratkan kepada kita semua agar senantiasa menjaga dua anggota badan tersebut agar termasuk orang-orang yang selamat dari api Neraka.

 di tulis oleh mr fajar via email
diupload oleh mr agung

Ustadz menjawab (seputar puasa)-2

Standard

7
Bermesraan suami istri saat puasa
Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2009.mp3%20

6
apabila mimisan, dan beberapa kasus serupa saat puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2010.mp3%20

7
muntah dan beberapa keadaanya

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2011.mp3%20

8
hukum siwak, sikat gigi, minyak wangi dll ketika puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2012.mp3%20

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2013.mp3%20

9
berkata buruk, caci maki , dll ketika sedang berpuasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2014.mp3%20

10
penggunaan obat semprot asma, dll serupa ketika puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2015.mp3%20

11
hukum mengakhirkan qodho puasa

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2016.mp3%20

12
meninggal dengan hutang puasa dan permasalahan sejenisnya, bagaimana kewajiban walinya

Ust Kholid Syamhudi membacakan fatwa-fatwa seputar permasalahan ramadhan:
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Kholid%20Syamhudi/Fatwa%20Fatwa%20Ramadhan/Fatwa%20Ramadhan%2017.mp3%20

insya Allah bersambung…., semoga bermanfaat

mr agung– (guru TIK sdit alhikmah bintara)

N e r a k a

Standard

Ketahuilah ! Bahwasanya Para Shahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, Para Tabi’in (Pengikut Shahabat),Taabiut Taabiin (Pengikut Tabi’in) dan Ahlussunnah wal jamaah wal Hadits semuanya, Juga para Fuqoha (Ahli Fiqih), Islam selalu berada di atas keyakinan tentang keberadaan Neraka dan Menetapkannya. Dalam Hal tersebut mereka bersandar kepada Nash-Nash Al-quran yang Mulia dan As-Sunnah yang suci serta apa yang telah di ketahui secara pasti berupa Khabar-Khabar dari Para Rasul semuanya, dari Rasul yang Awwal sampai Rasul yang Terakhir. Mereka semua Berdakwah dan Mengkhabarkan kepada Ummat tentang adanya NERAKA, serta memperingatkan manusia agar takut kepadanya.

Allah Ta’aalaa menyebutkan tentang NERAKA di dalam Al quran dalam banyak tempat yang sulit di hitung dan Allah juga mengabarkan tentang NERAKA tersebut melalui lisan RASUL NYA Shallallahu’alaihi wa sallam.

Allah Subhannaahu wa Ta’ala telah berfirman,

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. 66:6)

Dan di dalam ayat yang lain disebutkan,“peliharalah dirimu dari Neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang yang kafir.” (QS. 2:24)

Kedua ayat di atas memperingat-kan kita agar menjaga diri dari api Neraka dengan cara menempuh jalan yang lurus. Karena jika di akhirat nanti seseorang dimasukkan ke Nereka, ‘na’udzu billah min dzalik’, maka tidak ada lagi jalan keselamatan dan tidak akan diterima segala macam tebusan. Suatu hari yang tiada berguna lagi harta benda dan anak cucu, kecuali orang yang menghadap Allah dengan membawa hati yang salim, selamat dari kemusyrikan, bid’ah dan aneka macam perbuatan dosa dan Maksiat.

Sedikit Gambaran tentang Neraka

Dia adalah penjara yang penuh dengan siksaan yang pedih, jurang amat dalam yang di dalamnya berkobar api yang menyala dan bergejolak. Panasnya tujuh puluh kali lipat dibandingkan panas api yang ada di dunia saat ini, Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda,

Api yang biasa kalian nyalakan adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari api Jahannam.” (HR . Al-Bukhari)

Hawa paling panas yang ada di dunia ini tak lain adalah sedikit hembusan dari Neraka Jahannam. Sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam,

Tunggulah hingga agak dingin untuk shalat (Zhuhur), karena panas yang ber-lebihan adalah sebagian dari hembusan Jahannam.” (HR. Al-Bukhari).

Telah shahih Hadist ini dari beberapa Shahabat Bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

Demam itu dari uap Neraka Jahannam Maka dinginkanlah dengan Air” (Lihatlah Shahiihul Jaami’ No 3186)

Berkata Ka’ab al-Akhbar, “Demi Dzat yang jiwa Ka’ab ada ditangan-Nya, andaikan engkau ada di ujung timur dan Neraka ada di ujung barat, kemudian Neraka itu di singkap, maka otak kalian akan ke luar meleleh dari kedua lobang hidung, karena panasnya yang dahsyat. Wahai manusia, apakah kalian merasa tentram dengan ini? Ataukah kalian akan mampu bersabar terhadapnya? Wahai manusia, berbuat taat kepada Allah lebih ringan bagi kalian dari pada menanggung siksa seperti ini, maka taatlah kalian semua kepada-Nya! (At-Tadzkirah fi ahwalil mauta wa umur al akhirah 2/145).

Tentang luasnya Neraka, Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam bersabda, ”Tahukah kalian apa ini? Kami semua menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui”. Beliau bersabda, “Ini adalah batu, jika dilem-parkan ke dalam Neraka semenjak tujuh puluh tahun, maka ia masih melayang di Neraka sampai saat ini (belum menyentuh dasarnya, pent).”(HR. Muslim)

Api Neraka meyiksa manusia sesuai dengan tingkat dosa yang diperbuat. Sabda Nabi Shallallaahu Alaihi wa Sallam, “Sebagian orang ada yang dilalap api Neraka hingga kedua mata kakinya, sebagian lagi ada yang hingga kedua lututnya, sebagian lagi ada yang dilalap hingga pinggangnya dan ada juga yang disiksa hingga tengkuk lehernya.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shallallaahu Alaihi wa Sallam juga telah bersabda, “Pada Hari Kiamat didatangkan penghuni neraka yakni seorang yang ketika di dunia mendapatkan kenikmat-an paling besar, kemudian ia dicelupkan ke dalam Neraka sekali celupan lalu ditanya, “Wahai anak Adam adakah engkau masih melihat karunia yang tersisa? Apakah kini engkau merasakan sedikit kenikmatan? Maka ia menjawab, “Demi Allah tidak sama sekali wahai Rabb.” (HR Muslim)

oleh mr fajar via email

Hari Pertama Masuk Sekolah

Standard

diambil dari blog pribadi mr andre (adalah guru SDIT ahikmah bintara)

Hari ini,16 Juli 2012 adalah hari pertama masuk sekolah, anak-anak sangat antusias menyambutnya begitu pula dengan orang tua yang menyempatkan diri untuk mengantarkan anaknya masuk sekolah baru. Begitu juga yang terjadi di sekolah tempat saya mengajar yaitu SDIT Al- Hikmah Bintara, tampak guru – guru berjejer di depan untuk menyambut siswa yang datang baik siswa baru atau pun siswa lama.

Hari pertama masuk sekolah sangat penting bagi anak….kenapa sangat penting?? Karena peristiwa itu menjadi tonggak yang baru bagi kehidupan si anak sekaligus pengingat bagi orang tua mengenai tanggung jawab mereka pada anak yang telah beranjak besar dan telah mengenyam pendidikan formal selain itu di saat inilah siswa –siswi akan mendapatkan kesan mengenai sekolahnya. Menilai sikap guru – guru dan teman – teman yang lain, mendapatkan bayangan mengenai hari – hari yang akan dijalani serta sudah mulai bisa menilai,apakah ia akan menyukai sekolah itu atau tidak.

Di Jepang ada acara yang di namakan nyuugakushiki yaitu upacara masuk ke sekolah baru. Disini diceritakan bahwa pada acara tersebut semua berpakaian formal dengan jas dan kimono. Semua acara orang tua dibatalkan untuk menghadiri penyambutan anak mereka yang masuk SD. Semua terlihat menyenangkan disini.

Menjadikan hari pertama sekolah sebagai hari yang betul – betul menyenangkan sangat lah penting karena sebaik – baik hari pertama sekolah adalah hari yang menyenangkan, yang bisa membuat semangat siswa baru untuk belajar dan berkarya semakin besar.(la tahzan for teacher)

diupload oleh mr agung (guru TIK sdit alhikmah bintara)

Bencana akibat penyalahgunaan kamera

Standard

Sedianya tulisan ini diambil dari blog ms rahma (guru sdit alhikmah bintara)

بسم الله الرحمن الرحيم

Fatwa-fatwa Asy-Syaikh Al-‘Allamah DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah seputar bencana akibat penyalahgunaan HP kamera:

Pertanyaan: HP kamera semakin marak akhir-akhir ini, anak-anak kami pun sudah memilikinya, bahkan antara pemuda saling bertukar foto dan film-film seronok, kami harapkan dari engkau wahai Syaikh sebuah nasihat kepada para orang tua agar mengawasi anak-anak mereka, demikian pula kepada para guru di sekolah, dan juga pengarahan bagi anak-anak itu sendiri!

Jawab: Munculnya HP kamera termasuk bencana. Seorang muslim hendaklah bertakwa kepada Allah Ta’ala; menghindari HP seperti ini dan membeli HP tanpa kamera, baik untuk ia gunakan, maupun untuk anak-anaknya. Dan hendaklah ia melarang anak-anaknya menggunakan HP kamera. Karena wajib atasmu melarang mereka, Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (At-Tahrim: 6)

Dan menggambar (makhluq bernyawa) termasuk sebab mendapatkan adzab di neraka. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

[ كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا يعذب بها في جهنم ]

“Setiap tukang gambar tempatnya di neraka, setiap apa yang dia gambar akan dijadikan ruh untuknya yang kemudian akan mengadzabnya di jahannam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedang Allah Ta’ala telah berfirman: “Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Maka hendaklah seorang muslim bertakwa kepada Allah dalam dirinya dan anak-anaknya; hendaklah ia melarang mereka menggunakan HP kamera dan menggantinya dengan HP tanpa kamera.

Teks asli:

السؤال يقول : كثر في الآونة الأخيرة جوالات الكاميرا ، وأصبحت في أيدي أبنائنا ، ويحصل فيما بين الشباب تناقل الصور والأفلام القبيحة ، نريد منك يا شيخ توجيه الآباء لمراقبة أبنائهم ، وكذلك المعلمين في المدارس ، وأيضا توجيه الأبناء ؟

الإجابة :هذا من الفتن ظهور هذه الجوالات ذات التصوير هذا من الفتن ، فعلى المسلم أن يتقي الله وأن يتجنب هذه الجوالات وأن يشتري من الجوالات التي ليس فيها تصوير ويشتري لأبنائه منها ويمنعهم من جوالات التصوير لأن هذا يجب عليك ، قال الله جلا وعلا: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ [التحريم : 6] .والتصوير مما يسبب العذاب في النار قال صلى الله عليه وسلم : [ كل مصور في النار يجعل له بكل صورة صورها نفسا يعذب بها في جهنم ] والله جلا وعلا يقول : قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً فعليه أن يتقيَ الله في نفسه وفي أولاده ويمنع من الجوالات ذوات التصوير ويأخذ من الجوالات التي ليس فيها تصوير

Pertanyaan: Fadhilatus Syaikh, saya memiliki HP yang disertai kamera video dan foto. Aku menggunakannya dalam kebaikan insya Allah, seperti merekam ceramah agama dan lain-lain. Namun terkadang aku memotret anak-anakku dengan HP tersebut, bagaimana pendapatmu –hafizhakumullah-?

Jawab: Merekam ceramah agama dan al-Qur’an adalah sesuatu yang baik. Adapun membuat gambar bernyawa, itu adalah kebatilan. Haram hukumnya memotret anak-anakmu ataupun makhluk bernyawa lainnya. Membuat gambar bernyawa haram, terlaknat orang yang melakukannya dan ia termasuk yang paling keras adzabnya pada hari kiamat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits yang shahih. Maka hendaklah engkau menjauhi perbuatan itu.

Teks asli:

السؤال : وهذا سائل يقول: فضيلة الشيخ لدي جوال يحتوي على كاميرا فيديو وكـاميرا فوتوغرافية ، وأستخدمهـا في الخير إن شاء الله مثل تسجيل المحاضرات وغيرها ، وأصور بعض الأحيـان صورا لأطفـالي في البيت ، فما رأيكم حفظكم الله ؟

الإجابة : أما تسجيل المحاضرات وتسجيل القرآن هذا شيء طيب أما التصوير فهو باطل ما يجوز التصوير مايجوز حرام تصوير أولادك أو تصوير غيرك ، تصوير ذوات الأرواح حرام وملعون من فعله وهو من أشد الناس عذابًا يوم القيامة كما جاء في الأحاديث الصحيحة فعليك بتجنب التصوير .

Pertanyaan: Sebagian orang beranggapan bahwa memotret dari HP kamera hanyalah sekedar menangkap bayangan dan tidak mengandung perbuatan menggambar yang diharamkan, bagaimanakah hukumnya?

Jawab: Tidak diharamkan menurutnya. Adapun menurut Sunnah dan dalil-dalil syar’i, hukumnya haram secara umum, pelakunya terlaknat dan paling keras adzabnya pada hari kiamat. Maka apa yang mengecualikan HP kamera dari keumuman ini!?

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengharamkan gambar bernyawa secara mutlak dengan sarana apa saja, baik dengan HP, dengan kamera, dengan tangan, maupun dengan alat lukis. Siapakah yang berhak memberikan pengecualiaan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (yaitu dengan mengecualikan foto kamera, padahal haditsnya umum) !? Dan siapakah yang boleh menambahkan sesuatu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam (yakni menganggap perkataan beliau masih kurang, sehingga perlu ia tambahkan) !?

Kecuali untuk kebutuhan darurat, para ulama muhaqqiq telah mengecualikan foto dalam keadaan darurat. Jika seseorang membutuhkan gambar bernyawa karena alasan darurat maka hal ini dibolehkan berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وقَدْ فَصَّـلَ لَكُم مَّـا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إلَيْهِ

“Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya.” (Al-An’am: 119)

Adapun menggambar obyek bernyawa karena hobi atau seni, baik dengan kamera, dengan tangan, atau dengan apa saja, maka hukumnya haram. Kecuali karena darurat saja yang diberikan rukhshoh (keringanan), itupun harus disesuaikan dengan kadar daruratnya.

Teks asli:

السؤال : ما حكم التصوير من جوال الكاميرا حيث يقول بعض الأشخاص بأنه مجرد حبس الظل وليس في ذلك أي شيء من التحريم فما حكم ذلك ؟

فأجاب حفظه الله :ليس فيه شيء من التحريم عنده أما عند السنة والأدلة فالتصوير بعمومه حرام وملعون المصور وهو أشد الناس عذابا يوم القيامة فما الذي يخرج الجوال من هذا ، الرسول حرم التصوير مطلقا بأي وسيلة : جوال ، كاميرا ، باليد ، بالرسم حرمه تحريما مطلقا ، فمن يستثني على الرسول صلى الله عليه وسلم ويستدرك على الرسول إلا أن العلماء المحققين استثنوا حالة الضرورة إذا احتاج الإنسان للتصوير للضرورة فيباح هذا من أجل الضرورة لقوله تعالى: وقَدْ فَصَّـلَ لَكُم مَّـا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إلاَّ مَا اضْطُرِرْتُمْ إلَيْهِ [الأنعام : 119]
أما التصوير للهواية والتصوير للفن التصوير بالكاميرا أو باليد أو بأي شيء فهو حرام ولا يجوز إلا للضرورة فقط بقدر الضرورة رخصة ، رخصة من أجـل الضـرورة فقط .
المصدر : درس الشيخ صالح الفوزان حفظه الله يوم الإثنين 15 شوال 1427 هـ [ تفسير من سورة الحجرات إلى سورة الناس ]

Sumber: http://www.sahab.net

Adapun hadits yang beliau maksudkan tentang terlaknatnya orang yang menggambar adalah hadits riwayat Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berikut ini:

عن عون بن أبي جحيفة قال: رأيت أبي اشترى عبدا حجاما فأمر بمحاجمه فكسرت، فسألته، فقال: نهى النبي صلى الله عليه وسلم عن ثمن الكلب، وثمن الدم، ونهى عن الواشمة والموشومة، وآكل الربا وموكله، ولعن المصور

Dari ‘Aun bin Abu Juhaifah, ia berkata, “Aku melihat ayahku membeli seorang budak tukang bekam. Lalu ia menyuruhnya mengambil alat-alat bekamnya kemudian mematahkannya. Aku bertanya kepadanya tentang perbuatannya itu. Beliau menjawab:

“Sesungguhnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang hasil jual beli anjing dan hasil jual beli darah. Beliau juga melarang wanita yang membuat tato dan meminta ditato, pemakan riba dan pemberi makan riba. Dan beliau pun melaknat tukang gambar.” (HR. Al-Bukhari, no. 1980)

Sedangkan yang beliau maksudkan dengan hadits tentang kerasnya adzab tukang gambar adalah hadits berikut:

إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون

“Sesungguhnya manusia yang paling keras adzabnya di hari kiamat adalah para tukang gambar.” (HR. Al-Bukhari, no. 5606 dan Muslim, no. 5659)

Jadi. menggambar makhluk bernyawa haram berdasarkan dalil-dalil yang jelas. Apalagi jika dimaksudkan untuk menyebarkan kerusakan di tengah-tengah masyarakat, seperti gambar-gambar perzinahan dan gambar wanita berpakaian tapi telanjang.
Wallahul Musta’an.

Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Sofyan
di upload kembali oleh mr agung